12. Malam Pengantin

Malam semakin larut, bulan seakan jadi saksi dua sejoli yang tengah memadu kasih.

Mas Barra kini duduk di bibir ranjang, ia tersenyum dan menarik pundakku hingga aku jatuh ke pangkuannya. Ia memijat pundakku lembut dan membalikkan tubuhku, kini netra kami saling bertemu, ada rasa malu sekaligus gugup membuatku langsung menunduk karena tidak kuat menatap tatapannya yang sudah membuatku ingin menyerahkan segalanya.

Ia mengelus lembut pipiku, hingga ke pundakku dan memijat lembut disana membangkitkan sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Jantungku kini berdegup lima kali lebih cepat dari biasanya, hembusan lembut nafasnya mulai menyapu wajahku, hingga membuatku memejamkan mataku. Kurasakan sentuhan lembut di kening, hidung dan kini berganti ke bibirku. Rasanya begitu manis dan nikmat, dan aku hanya pasrah menikmati setiap sentuhan tangannya yang kini mulai menjangkau area yang selama ini ku sembunyikan.

Sesaat nafasku seakan berhenti, aku begitu terbuai dengan petualangan yang belum pernah kurasakan sebelumnya sampai aku harus mencengkeram kain sprei dibawah kami.

Barra mulai merebahkan tubuhku diatas ranjangnya, sepertinya ia tahu yang aku rasakan sekarang sungguh benar-benar memalukan.

"Suamimu menginginkanmu malam ini," bisiknya lembut membuat tubuhku menegang.

Tidak ada penolakan karena aku juga menginginkannya, dan aku hanya pasrah menikmati semua yang ia lakukan padaku dengan desahan manja yang membuatnya semakin bergairah menjelajahi setiap jengkal tubuhku. Kegelisahan yang tidak berujung namun benar-benar tidak mau aku akhiri benar-benar membawa kami ke puncak surgawi. Ditemani hembusan dinginnya angin malam, dan remang-remang cahaya lilin menjadi saksi penyatuan kami. Bahkan dinding kamar ini menjadi saksi, ku rasakan pengalaman baru yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya dan aku tidak ingin mengakhirinya.

Pagi mulai menjelang, perlahan kubuka mataku saat suara kicauan burung membangunkan aku dari mimpi indah ku. Kurasakan jemari Barra masih menggenggam erat jemari ku, dengkuran halusnya terdengar merdu ditelingaku. Kurasakan detak jantungnya begitu cepat, tubuh kami memang masih bersentuhan karena Barra terlelap disampingmu sembari memeluk tubuhku. Ku tatap wajah tampan yang sudah membuatku mabuk kepayang, ku elus lembut pipi hingga rahang kokohnya. Sungguh pria ini benar-benar membuatku tidak berhenti memujanya, aku seperti merasakan jatuh cinta untuk yang kedua kalinya dan kali ini cintaku begitu besar pada suamiku hingga membuatku ingin memberikan seluruh hidupku untuknya.

**Wuushh!!!

**Jraasshh!!!

Seketika aku bangkit dan ku dorong tubuh suamiku kesisi ranjang, manakala sebuah bola api memasuki kamar pengantin kami.

Bola-bola api itu seakan mengincar Barra, dan bukan diriku, aku begitu ketakutan dan hanya bisa berteriak minta tolong.

Mas Barra yang sudah terbangun langsung berdiri dan menyuruhku untuk menyelamatkan diri.

"Menjauhlah dariku!!" perintah Barra, aku segera berlari ke sudut kamar untuk melindungi diri.

Ku lihat Barra mulai memejamkan matanya dan kemudian menangkis semua serangan bola api yang semakin lama semakin banyak.

"Keluarlah kau *******!!" teriak Barra yang begitu murka

Sesosok pemuda tampan muncul dihadapannya, ia terlihat datang ditemani oleh mahluk tinggi besar hitam yang tubuhnya dipenuhi bulu-bulu yang panjang. Matanya sebesar bola tenis dan hanya berwarna hitam legam sama seperti warna tubuhnya. Kuku-kukunya sangat panjang dan runcing, begitu juga kuku jari kakinya membuatku ketakutan dan langsung tidak sadarkan diri.

"Aku tidak punya urusan denganmu, kenapa kau menyerangku Ki Sanak?" tanya Barra geram

"Kau sudah membawa pergi cucuku jadi jangan salahkan aku jika aku akan membunuhmu!" jawab pemuda itu lantang

"Aku tidak pernah memaksanya untuk ikut denganku, tapi dia sendiri yang mau ikut denganku, jadi jangan salahkan aku," tutur Barra dengan nada mengejek

"Dasar Iblis keparat, aku tidak percaya dengan kata-katamu, tidak mungkin cucuku menawarkan diri untuk mengikutimu, kau benar-benar Jin brengsek!!" hardik lelaki itu yang langsung mengeluarkan sebuah kilatan berwarna jingga ke arah Barra, membuatnya jatuh terhempas hingga menghantam dinding.

"Kau bukan tandinganku Barra, jadi serahkan cucuku padaku secara baik-baik maka aku akan memgampunimu," gertak Ki Rangga

"Kau memang sakti Aki, tapi kau tidak akan bisa membawa pulang Ros, karena walaupun aku menyuruhnya pergi dia tidak akan pergi dari sini, ia sudah menjadi istriku sekarang dan kami sudah bersatu, sukmanya sudah terikat denganku jadi ia tidak bisa kembali lagi kedunianya kecuali ia yang mau kembali sendiri," jawab Barra sembari menyunggingkan senyumnya

"Kau benar-benar bajing*n!, beraninya kau menikahi cucuku tanpa seijinku!, apa kau lupa kekuatanmu akan berkurang dan kau akan menjadi lemah jika menikahi manusia!" hardik Rangga

"Aku tahu semuanya Aki, tapi semuanya aku relakan karena aku benar-benar mencintai Ros, dan aku ingin bersamanya sampai akhir jaman nanti," tuturnya membuat Ki Rangga semakin geram

"Persetan dengan semuanya!!" Ki Rangga semakin geram dan kembali melesatkan sebuah kilatan warna ungu bertubi-tubi kepada Barra hingga membuat lelaki itu terkulai lemas tidak berdaya.

"Aku berikan waktu kau sampai Jumat Kliwon, kalau kau tidak melepaskan Ros cucuku, maka jangan salahkan aku jika aku akan memusnahkan dirimu beserta istana dan semua rakyatmu!!" ancam Ki Rangga meninggalkan ruangan itu.

Pemuda itu berjalan keluar meninggalkan rumah Barra, seorang lelaki tua menunggunya di bibir pintu.

Ia mengantarkan ki Rangga hingga ke pintu gerbang rumah Barra.

"Siapa kau?" tanya Ki Rangga dengan tatapan sinis

"Aku adalah Ki Suryo, kuncen tempat ini, mohon maaf jika aku tidak menyambut kedatangan Ki Rangga dengan baik," jawabnya santun

"Kau ini kuncen tapi tidak bisa menyambut tamumu dengan ramah, bahkan kau membiarkan majikanmu membawa cucuku ketempatnya, kenapa kau tidak mencegah pernikahan mereka!!" hardiknya dengan suara lantang

"Semuanya sudah takdir Gusti Allah, walaupun badai datang toh jika Gusti Allah yang sudah berkehendak tidak ada satupun manusia yang bisa menghalanginya," jawab Ki Suryo

"Jangan sok suci, jangan sok seperti seorang Kyai, kau ini cuma seorang kuncen yang tidak lebih dari seorang dukun, jadi bertindaklah sebagai seorang dukun, jangan etok-etok menjadi seorang ustadz," sahut Rangga

"Inggih, Aki. nuwun sewu, maaf saya bukan dukun sakti seperti dirimu, tapi aku juga sudah berusaha membantu gadis itu agar mau pulang ke rumahnya, tapi apalah daya saya, jika cinta sudah bicara. Dan kekuatanmu yang sangat sakti pun tidak akan pernah bisa membawa Ros pulang ke raganya, karena sukmanya sudah menyatu dengan Ki Barra. Ini adalah suatu kejadian yang sulit dan jarang sekali terjadi, Ros hanya bisa kembali ke raganya jika ia mau pulang dengan kemauannya sendiri, dan aku sudah berjanji padanya akan menunjukannya jalan pulang jika ia mau pulang ke dunianya," jawab ki Suryo

"Baiklah aku, pegang janjimu, dan panggilah aku jika hari itu tiba," ucap Ki Rangga yang langsung menghilang dari pandangan ki Suryo

Terpopuler

Comments

🦋Elsawhy🦋

🦋Elsawhy🦋

imanya ros lemah

2023-07-22

0

HNF G

HNF G

iihh..... serem ya.... Na'udzubillahiminzalik 😰

2023-06-07

0

Astri

Astri

pnsran bmn raga ros d dunianya.. apakah tb2 tdk sadarkam diri saat ragax d bawa barra atau dia smpt alami kecelakaan hingga ruhx di bwa prg oleh barra

2022-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 1. Melabrak
2 2. Mencoba Tegar
3 3. Menghadiri Nikahan Mantan
4 4. Kosan Bu Broto
5 5. Mas Barra
6 6. Keanehan demi keanehan
7 7. Serangan Menjelang Magrib
8 8. Menuju Rumah Barra
9 9. Menginap
10 10. Aki Suryo
11 11. Hari Pernikahan
12 12. Malam Pengantin
13 13. Sakaratul Maut
14 14. Dilema
15 15. Mencari Jalan Pulang
16 16. Kembali ke Rumah
17 17. Mencari Tahu
18 18. Mencari Tahu 2
19 19. Pergi Ke Pantai
20 20. Rindu
21 21. Jimat
22 22. Ruqyah
23 23. Suara dan Wajah Teduh
24 24. Diam berarti Iya
25 25. Melamar Kerja
26 26. Yes, aku Mau
27 27. Lab. IPA
28 28. Gibran
29 29. Gibran 2
30 30. Teror
31 31. Menyelamatkan diri
32 32. Menyelamatkan diri 2
33 33. Teror 2
34 34. Kembang Kantil
35 35. Bulan Purmana
36 36. Lahirnya Bayi Gaib
37 37. Akhirnya
38 38. Kokom dukun Santet
39 39. Pengusiran
40 40. Ambyar
41 41. Rampog
42 42. Kembali ke Alam Gaib
43 43. Perpisahan
44 44. Kesungguhan
45 45. Nikah Dadakan
46 Dibalik Layar
47 47. Menginap di Rumah Kyai Hasan
48 48. Dreams come true
49 49. Sakit Hati Dukun Bertindak
50 50. Terjebak
51 51. Melarikan Diri
52 52. Susuk Mayat
53 53. Susuk Mayat 2
54 54. Kejar-kejaran
55 55. Tentang Yeni
56 56. Perangkap
57 57. Perlawanan
58 58. Perlawanan 2
59 59. Yang Terakhir Kalinya
60 60. Gilang Beraksi
61 61. Melepaskan Susuk Yeni
62 62. Melepaskan Susuk Yeni 2
63 63. Melepaskan Susuk Yeni Finish
64 64. Ujian Pernikahan
65 65. Sunny bertemu Barra
66 66. Barra Terluka
67 67. Penyatuan
68 68. Bersama Kita Bisa
69 69. Biarkan Aku Melihatnya
70 70. Pembalasan
71 71. Pembalasan 2
72 72. Gombalan Gilang
73 73. Meminta Bantuan
74 74. Membantu Shinta
75 75. Membantu Shinta 2
76 76. Membantu Shinta 3
77 77. Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
78 78. Kehadiran Seseorang
79 PRAKATA
80 Ekstra Part
81 PENGUMUMAN
82 Sang Penjaga 1
83 Sang Penjaga 2
84 Sang Penjaga 3
85 Sang Penjaga 4
86 Sang Penjaga 5
87 Sang Penjaga 6
88 Sang Penjaga 7
89 Sang Penjaga 8
90 Sang Penjaga 9
91 Sang Penjaga 10.
92 Sang Penjaga 11
93 Sang Penjaga 12
94 Sang Penjaga 13
95 Sang Penjaga 14
96 Ucapan Terimakasih.
97 Sang Penjaga 15
98 Sang Penjaga 16
99 Sang Penjaga 17
100 Sang Penjaga 18
101 Sang Penjaga 19 end
102 PENGUMUMAN
103 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1. Melabrak
2
2. Mencoba Tegar
3
3. Menghadiri Nikahan Mantan
4
4. Kosan Bu Broto
5
5. Mas Barra
6
6. Keanehan demi keanehan
7
7. Serangan Menjelang Magrib
8
8. Menuju Rumah Barra
9
9. Menginap
10
10. Aki Suryo
11
11. Hari Pernikahan
12
12. Malam Pengantin
13
13. Sakaratul Maut
14
14. Dilema
15
15. Mencari Jalan Pulang
16
16. Kembali ke Rumah
17
17. Mencari Tahu
18
18. Mencari Tahu 2
19
19. Pergi Ke Pantai
20
20. Rindu
21
21. Jimat
22
22. Ruqyah
23
23. Suara dan Wajah Teduh
24
24. Diam berarti Iya
25
25. Melamar Kerja
26
26. Yes, aku Mau
27
27. Lab. IPA
28
28. Gibran
29
29. Gibran 2
30
30. Teror
31
31. Menyelamatkan diri
32
32. Menyelamatkan diri 2
33
33. Teror 2
34
34. Kembang Kantil
35
35. Bulan Purmana
36
36. Lahirnya Bayi Gaib
37
37. Akhirnya
38
38. Kokom dukun Santet
39
39. Pengusiran
40
40. Ambyar
41
41. Rampog
42
42. Kembali ke Alam Gaib
43
43. Perpisahan
44
44. Kesungguhan
45
45. Nikah Dadakan
46
Dibalik Layar
47
47. Menginap di Rumah Kyai Hasan
48
48. Dreams come true
49
49. Sakit Hati Dukun Bertindak
50
50. Terjebak
51
51. Melarikan Diri
52
52. Susuk Mayat
53
53. Susuk Mayat 2
54
54. Kejar-kejaran
55
55. Tentang Yeni
56
56. Perangkap
57
57. Perlawanan
58
58. Perlawanan 2
59
59. Yang Terakhir Kalinya
60
60. Gilang Beraksi
61
61. Melepaskan Susuk Yeni
62
62. Melepaskan Susuk Yeni 2
63
63. Melepaskan Susuk Yeni Finish
64
64. Ujian Pernikahan
65
65. Sunny bertemu Barra
66
66. Barra Terluka
67
67. Penyatuan
68
68. Bersama Kita Bisa
69
69. Biarkan Aku Melihatnya
70
70. Pembalasan
71
71. Pembalasan 2
72
72. Gombalan Gilang
73
73. Meminta Bantuan
74
74. Membantu Shinta
75
75. Membantu Shinta 2
76
76. Membantu Shinta 3
77
77. Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
78
78. Kehadiran Seseorang
79
PRAKATA
80
Ekstra Part
81
PENGUMUMAN
82
Sang Penjaga 1
83
Sang Penjaga 2
84
Sang Penjaga 3
85
Sang Penjaga 4
86
Sang Penjaga 5
87
Sang Penjaga 6
88
Sang Penjaga 7
89
Sang Penjaga 8
90
Sang Penjaga 9
91
Sang Penjaga 10.
92
Sang Penjaga 11
93
Sang Penjaga 12
94
Sang Penjaga 13
95
Sang Penjaga 14
96
Ucapan Terimakasih.
97
Sang Penjaga 15
98
Sang Penjaga 16
99
Sang Penjaga 17
100
Sang Penjaga 18
101
Sang Penjaga 19 end
102
PENGUMUMAN
103
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!