15. Mencari Jalan Pulang

Hari yang ditunggu-tunggupun tiba, hari ini adalah hari dimana suamiku akan menikah dengan Sukma. Aku sudah mencoba untuk kuat dan menerima semua dengan lapang dada tapi tidak bisa. Bahkan saat proses ijab qobul pun aku tidak datang, aku tidak kuat melihat Mas Barra bersanding dengan wanita lain.

Namun Ki Suryo datang menemuiku dan mengajakku untuk datang ke acara pernikahan itu.

"Harus legawa Ros, apapun yang terjadi kamu harus ikhlas, karena itulah kunci hidup. Jika kita sudah bisa merelakan sesuatu yang kita sayangi saat mereka harus pergi meninggalkan kita, maka tidak akan ada lagi kesedihan yang berkepanjangan yang membuat seseorang kemudian mendekati kita dan menguasai hati kita, mulai detik ini kamu sedang dilatih sabar, dan ikhlas. Semoga apa yang kau alami sekarang akan membuat kamu semakin dewasa dan bijaksana," lelaki itu membimbingku menuju ke ruang pendopo, dimana proses akad nikah berlangsung.

Rupanya acara belum dimulai dan mereka menungguku, aku duduk disamping suamiku dan aku berusaha tersenyum walaupun hati ini ingin menjerit.

Mas Barra memberiku kekuatan, ia menggenggam erat jemariku selama acara itu berlangsung, pandanganku kosong. Yah aku sengaja tidak mau menatap siapapun disana aku hanya berfokus pada penataan hatiku. Aku tidak mau membuat malu keluarga suamiku, makanya selama acara berlangsung aku hanya terdiam menunduk sambil bersholawat untuk menentramkan hatiku.

Ada hikmah dibalik musibah, tampaknya kalimat itu benar adanya, bila hari-hari sebelumnya aku kesusahan untuk melafazkan kalimat thoyibah, tapi kali ini rasanya mulutku mulai terbuka, tidak ada lagi rasa kelu dilidahku atau kekuatan gaib yang menahanku. Hingga aku tanpa sadar bersholawat lirih membuat semua mata menatapku tajam.

Entah kenapa sepertinya ada sesuatu yang ganjil ketika aku sedang asyik bersholawat lirih, suasana gaduh berubah menjadi hening dan Mas Barra mulai melepaskan jemarinya.

Kuedarkan pandanganku menatap semua tamu yang datang, dan jantungku seakan hendak meloncat keluar ketika ku tatap wajah-wajah para tamu undangan yang berubah menyeramkan.

Aku langsung membungkam mulutku dan mengucek-ngucek mataku untuk memastikan apa yang aku lihat ini nyata atau cuma halusinasi aku saja.

Berkali-kali aku mengedipkan mataku sembari mengucek-nguceknya lagi, dan benar wajah mereka kembali normal.

"Kamu cuma halusinasi Ros, makanya jangan bersholawat di sini," ucap Barra mengagetkan aku yang masih mengamati satu persatu wajah para tamu.

Ku lihat Ki Suryo tampak memejamkan matanya, entah apa yang dilakukan lelaki tua itu disana.

Ketika Ijab Qobul dimulai sayup-sayup kudengar suara lantunan ayat-ayat suci yang beberapa hari ini sering ku dengar, kali ini aku sedikit hafal bacaan itu, karena yang dibaca adalah surat Yasin, tanpa sadar aku tergerak untuk mengikuti bacaan itu hingga suana hening kembali melanda ruangan itu. Kini aku seperti mendengar suara tamu-tamu yang mulai gelisah dan ingin meninggalkan ruangan itu.

Kuberanikan lagi untuk mengedarkan pandanganku, bola mataku seakan mau keluar melihat mahluk-mahluk serba hitam dan berbulu panjang berhamburan keluar dari tempat itu.

Aku lihat hanya kaum wanita yang tidak berubah, merek masih tetap cantik tidak seperti kaum adam yang mayoritas seperti mahluk apalah aku tidak tahu namanya tapi aku pernah dengar dari mbahku kalau itu namanya Gondoruwo.

Mahluk tinggi besar dengan mata sebesar bola tenis berwarna hitam legam, bertubuh serba hitam dipenuhi bulu-bulu panjang dan jari tangan dan kakinya ditumbuhi kuku-kuku yang runcing dan tajam.

Kalau sebelumnya aku pingsan melihat mahluk itu tapi kali ini tidak, seperti ada kekuatan yang membuat aku berani dan ingin keluar dari sarang mahluk halus ini. Aku melihat Mas Barra berusaha mencegahku saat aku hendak berlari meninggalkan ruangan itu.

"Kamu mau kemana Ros, jangan pergi!!" cegahnya membuatku sedikit melunak

Aku sadar hanya Barra dan Ki Suryo yang tidak berubah menjadi mahluk menyeramkan.

Namun Sukma langsung bergelayut manja dan menarik lengan suamiku membuat aku meradang.

"Biarkan saja dia pergi suamiku, mungkin sudah saatnya dia pulang dan menerima kenyataan bahwa tidak ada seorangpun yang akan mencintai dengan tulus, sekarang kita nikmati saja malam pengantin kita," ucap Sukma sengaja membuat aku kesal.

Rasa dongkol, kesal, sakit hati bercampur jadi satu rasanya ingin sekali ku robek-robek mulut Si Sukma yang sudah merebut suami dengan curang itu. Namun rasa itu kini berubah menjadi rasa takut yang tiba-tiba menderaku saat kulihat bangunan yang super megah dan mewah berubah menjadi bangunan tua usang yang menyeramkan dipenuhi sarang laba-laba dan juga kelelawar yang berterbangan diatas kepalaku.

Aku lihat Ki Suryo masih memejamkan matanya sambil duduk bersila, dan aku masih mengedarkan pandanganku untuk memastikan bahwa semuanya adalah nyata, samar-samar kulihat tubuh suamiku mulai berubah, walaupun wajahnya masih sama tapi bulu-bulu panjang yang kini memenuhi tubuhnya dan kuku tajamnya membuatku menjerit dan berlari meninggalkan ruangan itu.

Suara kekehan Sukma yang menertawakan aku berubah menjadi suara yang menyeramkan seperti suara tawa sosok Kuntilak.

Aku berlari sekencang-kencangnya meninggalkan tempat itu, kucari jalan setapak yang dulu ku lalui bersama Mas Barra ketika hendak memasuki desa ini, tapi susah sekali aku menemukan jalan itu, berkali-kali aku berlari mencoba menerobos keluar dari hutan kota namun sayangnya aku selalu kembali ketempat yang sama hingga membuat aku sedikit putus asa.

Sepertinya aku akan terjebak di tempat ini, dan tidak bisa keluar dari hutan ini. Aku menangis menjerit dan meminta tolong, aku memanggil Ibu dan Bapakku berharap mereka akan datang menolongku.

"Ibu tolong aku!, aku mau pulang!!" teriakku sambil terisak

"Bapak!!, tolong Ros!, aku takut!!" teriakku lagi sambil mencoba bangkit dan berjalan menyusuri hutan yang tak pernah ada ujungnya itu.

Tiba-tiba sosok Ki Suryo datang menemuiku, dia membimbingku, keluar dari hutan itu.

"Seperti Janjiku, aku akan menunjukkan jalan pulang untukmu Ros," ucap Ki Suryo berjalan didepanku.

Saat kami hendak keluar dari hutan dan menyebrangi jembatan kecil hembusan angin kencang datang menyeret tubuhku hingga terpental kembali ke hutan.

Aki Suryo membantuku bangun dan memapahku agar bisa menyebrangi jembatan itu, namun sesosok mahluk tinggi besar menghadang jalan kami.

"Jangan ikut campur urusanku Aki, kau tidak boleh membawa istriku pergi dari tempat ini," ucap makhluk itu membuatku semakin ketakutan karena dia mengaku sebagai suamiku

Apa mahluk ini adalah Mas Barra suamiku, ah tidak mungkin dia adalah seorang lelaki tampan dan bukan makhluk jadi-jadian yang menyeramkan seperti dia.

"Minggir, jangan halangi jalan kami, aku bukan istrimu, aku mau pulang!" aku tidak tahu kenapa aku jadi berani dan berkata seperti itu pada mahluk dihadapanku itu

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

baca ayat kursi aja ros

2023-06-07

0

Setiawan Erry

Setiawan Erry

666

2022-12-24

0

Reni Ajah

Reni Ajah

sreu

2022-08-29

1

lihat semua
Episodes
1 1. Melabrak
2 2. Mencoba Tegar
3 3. Menghadiri Nikahan Mantan
4 4. Kosan Bu Broto
5 5. Mas Barra
6 6. Keanehan demi keanehan
7 7. Serangan Menjelang Magrib
8 8. Menuju Rumah Barra
9 9. Menginap
10 10. Aki Suryo
11 11. Hari Pernikahan
12 12. Malam Pengantin
13 13. Sakaratul Maut
14 14. Dilema
15 15. Mencari Jalan Pulang
16 16. Kembali ke Rumah
17 17. Mencari Tahu
18 18. Mencari Tahu 2
19 19. Pergi Ke Pantai
20 20. Rindu
21 21. Jimat
22 22. Ruqyah
23 23. Suara dan Wajah Teduh
24 24. Diam berarti Iya
25 25. Melamar Kerja
26 26. Yes, aku Mau
27 27. Lab. IPA
28 28. Gibran
29 29. Gibran 2
30 30. Teror
31 31. Menyelamatkan diri
32 32. Menyelamatkan diri 2
33 33. Teror 2
34 34. Kembang Kantil
35 35. Bulan Purmana
36 36. Lahirnya Bayi Gaib
37 37. Akhirnya
38 38. Kokom dukun Santet
39 39. Pengusiran
40 40. Ambyar
41 41. Rampog
42 42. Kembali ke Alam Gaib
43 43. Perpisahan
44 44. Kesungguhan
45 45. Nikah Dadakan
46 Dibalik Layar
47 47. Menginap di Rumah Kyai Hasan
48 48. Dreams come true
49 49. Sakit Hati Dukun Bertindak
50 50. Terjebak
51 51. Melarikan Diri
52 52. Susuk Mayat
53 53. Susuk Mayat 2
54 54. Kejar-kejaran
55 55. Tentang Yeni
56 56. Perangkap
57 57. Perlawanan
58 58. Perlawanan 2
59 59. Yang Terakhir Kalinya
60 60. Gilang Beraksi
61 61. Melepaskan Susuk Yeni
62 62. Melepaskan Susuk Yeni 2
63 63. Melepaskan Susuk Yeni Finish
64 64. Ujian Pernikahan
65 65. Sunny bertemu Barra
66 66. Barra Terluka
67 67. Penyatuan
68 68. Bersama Kita Bisa
69 69. Biarkan Aku Melihatnya
70 70. Pembalasan
71 71. Pembalasan 2
72 72. Gombalan Gilang
73 73. Meminta Bantuan
74 74. Membantu Shinta
75 75. Membantu Shinta 2
76 76. Membantu Shinta 3
77 77. Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
78 78. Kehadiran Seseorang
79 PRAKATA
80 Ekstra Part
81 PENGUMUMAN
82 Sang Penjaga 1
83 Sang Penjaga 2
84 Sang Penjaga 3
85 Sang Penjaga 4
86 Sang Penjaga 5
87 Sang Penjaga 6
88 Sang Penjaga 7
89 Sang Penjaga 8
90 Sang Penjaga 9
91 Sang Penjaga 10.
92 Sang Penjaga 11
93 Sang Penjaga 12
94 Sang Penjaga 13
95 Sang Penjaga 14
96 Ucapan Terimakasih.
97 Sang Penjaga 15
98 Sang Penjaga 16
99 Sang Penjaga 17
100 Sang Penjaga 18
101 Sang Penjaga 19 end
102 PENGUMUMAN
103 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1. Melabrak
2
2. Mencoba Tegar
3
3. Menghadiri Nikahan Mantan
4
4. Kosan Bu Broto
5
5. Mas Barra
6
6. Keanehan demi keanehan
7
7. Serangan Menjelang Magrib
8
8. Menuju Rumah Barra
9
9. Menginap
10
10. Aki Suryo
11
11. Hari Pernikahan
12
12. Malam Pengantin
13
13. Sakaratul Maut
14
14. Dilema
15
15. Mencari Jalan Pulang
16
16. Kembali ke Rumah
17
17. Mencari Tahu
18
18. Mencari Tahu 2
19
19. Pergi Ke Pantai
20
20. Rindu
21
21. Jimat
22
22. Ruqyah
23
23. Suara dan Wajah Teduh
24
24. Diam berarti Iya
25
25. Melamar Kerja
26
26. Yes, aku Mau
27
27. Lab. IPA
28
28. Gibran
29
29. Gibran 2
30
30. Teror
31
31. Menyelamatkan diri
32
32. Menyelamatkan diri 2
33
33. Teror 2
34
34. Kembang Kantil
35
35. Bulan Purmana
36
36. Lahirnya Bayi Gaib
37
37. Akhirnya
38
38. Kokom dukun Santet
39
39. Pengusiran
40
40. Ambyar
41
41. Rampog
42
42. Kembali ke Alam Gaib
43
43. Perpisahan
44
44. Kesungguhan
45
45. Nikah Dadakan
46
Dibalik Layar
47
47. Menginap di Rumah Kyai Hasan
48
48. Dreams come true
49
49. Sakit Hati Dukun Bertindak
50
50. Terjebak
51
51. Melarikan Diri
52
52. Susuk Mayat
53
53. Susuk Mayat 2
54
54. Kejar-kejaran
55
55. Tentang Yeni
56
56. Perangkap
57
57. Perlawanan
58
58. Perlawanan 2
59
59. Yang Terakhir Kalinya
60
60. Gilang Beraksi
61
61. Melepaskan Susuk Yeni
62
62. Melepaskan Susuk Yeni 2
63
63. Melepaskan Susuk Yeni Finish
64
64. Ujian Pernikahan
65
65. Sunny bertemu Barra
66
66. Barra Terluka
67
67. Penyatuan
68
68. Bersama Kita Bisa
69
69. Biarkan Aku Melihatnya
70
70. Pembalasan
71
71. Pembalasan 2
72
72. Gombalan Gilang
73
73. Meminta Bantuan
74
74. Membantu Shinta
75
75. Membantu Shinta 2
76
76. Membantu Shinta 3
77
77. Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
78
78. Kehadiran Seseorang
79
PRAKATA
80
Ekstra Part
81
PENGUMUMAN
82
Sang Penjaga 1
83
Sang Penjaga 2
84
Sang Penjaga 3
85
Sang Penjaga 4
86
Sang Penjaga 5
87
Sang Penjaga 6
88
Sang Penjaga 7
89
Sang Penjaga 8
90
Sang Penjaga 9
91
Sang Penjaga 10.
92
Sang Penjaga 11
93
Sang Penjaga 12
94
Sang Penjaga 13
95
Sang Penjaga 14
96
Ucapan Terimakasih.
97
Sang Penjaga 15
98
Sang Penjaga 16
99
Sang Penjaga 17
100
Sang Penjaga 18
101
Sang Penjaga 19 end
102
PENGUMUMAN
103
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!