14. Dilema

Tubuhku terus melayang hingga aku tiba disebuah taman, disana seberkas cahaya menuntunku agar segera menyeberangi sebuah jembatan kecil, dan diseberang sana Mas Barra sudah menungguku. Namun ketika aku mulai akan menyebrangi jembatan itu seorang lelaki tampan yang sangat familiar menarik lenganku, dan melarangku agar mengurungkan niatku menyebrangi jembatan itu.

“Belum saatnya kau pergi Ros, masih ada ibu dan bapakmu yang merindukan kamu dan menunggumu dirumah, jadi pulanglah,” ajaknya lembut

Aku tahu lelaki itu yang selalu mengumandangkan ayat-ayat suci saat aku sedang kesakitan ataupun ketika hujan badai di hari pernikahanku. Wajahnya begitu familiar dan aku merasa sangat dekat dengannya, tapi kenapa aku sulit mengingat dan mengenali siapa dia.

Wajahnya sangat tampan dan ramah meskipun seberkas cahaya membuatku tidak bisa melihat jelas wajah teduh itu, ya...wajah yang selalu tersenyum ramah padaku dan selalu menjadi pelindungku. Entahlah, siapapun kamu, yang jelas aku merasa mengenalmu dan begitu dekat dengan kamu, dan seperti ada ikatan batin diantara kita, karena kali ini aku lebih memilih ikut bersama dia daripada Mas Barra suamiku.

“Kau sudah sadar nduk?” tanya Ki Suryo yang duduk disebelahku

Aku hanya mengangguk dan mengedarkan pandanganku kesekitar, aku melihat Sukma tersenyum manis sembari memegang erat jemari mas Barra, membuat dadaku terasa sesak.

“Haus, aku haus Mas,” ucapku meminta perhatian suamiku

Mas Barra segera mengambilkan segelas air putih dan menghampiriku, namun wanita itu segera merebutnya  dan memberikan gelas itu kepada Ki Suryo.

“Biarkan saja Aki yang mengurusinya, lagian dia juga sudah sembuh kok, mendingan kita membicarakan rencana pernikahan kita,” tutur Sukma membuat dadaku semakin sesak

“Apa!, kalian akan menikah!” tanyaku kaget sambil menahan embun di ujung mataku yang hendak tumpah ke pipiku

“Benar sayang, hari rabu besok Mas Barra akan menikahi aku, sebagai kompensasi karena aku telah menyembuhkan luka kamu, makanya mulai sekarang kamu harus ikhlas untuk berbagi suami denganku,” ujar Sukma bagaikan sebuah jarum yang

menusuk-nusuk persendianku, rasanya sakit sekali bahkan lebih sakit daripada ketika aku ditinggal menikah Ka Rizal.

Ku tatap wajah Mas Barra yang merasa bersalah dan pergi meninggalkan aku. Aku tidak mampu lagi menahan kristal-kristal bening yang langsung berjatuhan membasahi wajahku, baru saja

sakit dileherku sembuh, tapi kini hatiku yang terasa sakit, perih, dan begitu

membuatku ingin lari dari kenyataan ini.

Seumur hidup aku tidak pernah

membayangkan akan dipoligami oleh suamiku, walauoun aku tahu Mas Barra

melakukan semua ini untuk menyelamatkan aku, tapi aku masih tetap tidak rela

jika harus berbagi orang yang aku sayang dengan wanita lain. Apalagi melihat

mereka berdua duduk bersanding di pelaminan, sungguh aku tidak kuat. Lebih baik aku mati saja atau aku pergi dari kehidupan Mas Barra karena aku tidak siap

melihat keduanya memadu kasih didepanku.

“Ikhlaskan semuanya nduk, aku yakin inilah jalan terbaik yang Gusti Allah berikan padamu, supaya kamu bisa kembali pulang ke duniamu,” Entahlah aku tidak begitu paham

kenapa Ki Suryo selalu menyuruhku untuk pulang, padahal aku merasa aku berada

di rumahku sendiri. Namun setiap kali aku tanyakan pulang kemana, ia hanya

tersenyum tanpa menjawab.

Segera kuambil gelas dari tangan Ki Suryo dan kutenggak habis airnya dalam sekali teguk, lelaki itu seperti tahu keadaan batinku, ia segera mengisi kembali gelas yang

sudah kosong itu, sampai tak terasa sudah lima gelas kuhabiskan air untuk mengisi kerongkonganku yang mulai dingin ini.

Kulangkahkan kakiku menuju ke kamar mandi, kusiram tubuhku dengan air dingin berharap hatiku yang mulai memanas akan kembali dingin.

Selesai mandi aku berniat pergi ke taman kota lagi untuk menyejukkan pikiranku yang mulai kalut dan tidak karuan. Namun bukannya indah bunga-bunga atau suara gemericik air yang akan membuat pikiranku kembali fresh, justru aku melihat Mas Barra sedang bercumbu dan memadu kasih dengan Sukma, membuatku suasana hatiku semakin kacau, dan rasanya otakku mulai panas dan asap putih sudah keluar dari kepalaku

membuat tubuhku seakan oleng dan hendak pingsan.

Aku segera berlari dan meninggalkan mereka, dan sepertinya Barra sadar dan segera

menghentikan aktivitsnya ketika melihatku lari dari tempat itu.

“Katanya tidak suka, tidak cinta, tapi kenapa kau malah mencumbunya Mas,” ucapku sambil terisak di kamar

“Katanya kau menikahinya karena terpaksa, sebagai imbalan karena gadis itu sudah menolongku, tapi kau bohong, kau berbohong agar aku mengijinkan pernikahan kalian, kau

bohong supaya aku melegalkan perselingkuhan kalian,”

“Kamu salah Ros, semuanya tidak seperti apa yang kau bayangkan. Aku melakukan semua itu semata-mata karena aku sedang merayunya agar ia membatalkan rencana pernikahan kami, karena aku tidak mau menyakiti kamu Ros, kalau aku benar-benar ingin selingkuh dengannya, kenapa aku harus mengobati luka kamu, kenapa aku tidak

menyuruhnya membunuh kamu saja, agar kami bebas berselingkuh tanpa ada yang

menganggu, dan aku bisa segera menikahinya. Percayalah Ros, hanya kamu

satu-satunya wanita yang aku cinta, dan hanya engakaulah yang pantas menjadi

ibu dari anak-anaku kelak, seandainya waktu  bisa kuputar aku ingin sekali kembali ke masa itu. Dimana Sukma menyerangmu dan aku harusnya berada sisampingmu melindungi kamu, hingga tidakbterjadi musibah ini. Maafkan aku Ros yang sudah menyakiti hatimu, aku bukanlah lelaki yang baik buat kamu, kalau kau ingin kembali pulang ke rumahmu, pulanglah, aku tidak akan melarang atau menahanmu lagi. Aku ikhlas, aku ingin melihat kau bahagia, bukan menderita seperti ini,” ucap Mas Barra bersimpuh di kakiku membuat semua amarahku langsung sirna dan berganti iba.

Segera kuangkat wajahnya dan kuseka air matanya. Aku melihat ada kejujuran dalam sorot matanya, dia tidak berbohong aku bisa melihatnya. Ku peluk erat tubuhnya dan kamipun saling mendekap dan menangis bersama.

“Maafkan aku Ros, aku yang salah,” segera kututup mulutnya dengan dengan dua jariku

“Aku sudah memaafkan kamu Mas, aku percaya kok sama kamu, aku yakin kau melakukan semuanya itu terpaksa demi menyelamatkan nyawaku, mulai sekarang aku coba untuk ikhlas menerima semua ini, tapi aku gak tahu nanti Mas, karena hati ini tidak bisa ditebak. Bisa jadi hari ini aku ikhlas dan mengizinkan kamu menikah dengan

Sukma, tapi tidak tahu besok.

Jadi jangan salahkan aku, jika nanti aku pergi

meninggalkan kamu, karena aku tidak kuat melihat kalian berdua bahagia. Karena sejatinya tidak ada seorang wanita di dunia ini yang rela di madu walaupun lisannya

berucap ikhlas. Begitu juga aku Mas, aku sadar bahwa aku adalah orang yang

lemah dan labil, jadi tolong maafkan aku jika nanti aku memilih pergi dan

mengikhlaskanmu untuk Sukma karena aku tidak kuat menahan semua ini. Walaupun

aku akan berusaha untuk ikhlas tapi wawlallahu alam, hanya Allah yang mampu

membolak-balikan hati umatnya, semoga kita akan selalu bahagia Mas.” Ucapku

sambil memeluknya erat

Jujur saja akusebenarya begitu berat menerima kenyataan ini, tapi apa mau dikata ini adalah takdirku dan mau tidak mau aku harus menjalaninya.

To Be Continued

 Jangan lupa like, komen Love and Vote ya....

Terpopuler

Comments

🦋Elsawhy🦋

🦋Elsawhy🦋

jadi terhura aku 😭😭

2023-08-04

0

Astri

Astri

nyesel banget bacax klau txta poligamii😭 mau berhenti tp udah d tengah jalan😭

2022-12-30

0

Aqiyu

Aqiyu

kasihan Ros Rizal dan Barra sama

2022-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 1. Melabrak
2 2. Mencoba Tegar
3 3. Menghadiri Nikahan Mantan
4 4. Kosan Bu Broto
5 5. Mas Barra
6 6. Keanehan demi keanehan
7 7. Serangan Menjelang Magrib
8 8. Menuju Rumah Barra
9 9. Menginap
10 10. Aki Suryo
11 11. Hari Pernikahan
12 12. Malam Pengantin
13 13. Sakaratul Maut
14 14. Dilema
15 15. Mencari Jalan Pulang
16 16. Kembali ke Rumah
17 17. Mencari Tahu
18 18. Mencari Tahu 2
19 19. Pergi Ke Pantai
20 20. Rindu
21 21. Jimat
22 22. Ruqyah
23 23. Suara dan Wajah Teduh
24 24. Diam berarti Iya
25 25. Melamar Kerja
26 26. Yes, aku Mau
27 27. Lab. IPA
28 28. Gibran
29 29. Gibran 2
30 30. Teror
31 31. Menyelamatkan diri
32 32. Menyelamatkan diri 2
33 33. Teror 2
34 34. Kembang Kantil
35 35. Bulan Purmana
36 36. Lahirnya Bayi Gaib
37 37. Akhirnya
38 38. Kokom dukun Santet
39 39. Pengusiran
40 40. Ambyar
41 41. Rampog
42 42. Kembali ke Alam Gaib
43 43. Perpisahan
44 44. Kesungguhan
45 45. Nikah Dadakan
46 Dibalik Layar
47 47. Menginap di Rumah Kyai Hasan
48 48. Dreams come true
49 49. Sakit Hati Dukun Bertindak
50 50. Terjebak
51 51. Melarikan Diri
52 52. Susuk Mayat
53 53. Susuk Mayat 2
54 54. Kejar-kejaran
55 55. Tentang Yeni
56 56. Perangkap
57 57. Perlawanan
58 58. Perlawanan 2
59 59. Yang Terakhir Kalinya
60 60. Gilang Beraksi
61 61. Melepaskan Susuk Yeni
62 62. Melepaskan Susuk Yeni 2
63 63. Melepaskan Susuk Yeni Finish
64 64. Ujian Pernikahan
65 65. Sunny bertemu Barra
66 66. Barra Terluka
67 67. Penyatuan
68 68. Bersama Kita Bisa
69 69. Biarkan Aku Melihatnya
70 70. Pembalasan
71 71. Pembalasan 2
72 72. Gombalan Gilang
73 73. Meminta Bantuan
74 74. Membantu Shinta
75 75. Membantu Shinta 2
76 76. Membantu Shinta 3
77 77. Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
78 78. Kehadiran Seseorang
79 PRAKATA
80 Ekstra Part
81 PENGUMUMAN
82 Sang Penjaga 1
83 Sang Penjaga 2
84 Sang Penjaga 3
85 Sang Penjaga 4
86 Sang Penjaga 5
87 Sang Penjaga 6
88 Sang Penjaga 7
89 Sang Penjaga 8
90 Sang Penjaga 9
91 Sang Penjaga 10.
92 Sang Penjaga 11
93 Sang Penjaga 12
94 Sang Penjaga 13
95 Sang Penjaga 14
96 Ucapan Terimakasih.
97 Sang Penjaga 15
98 Sang Penjaga 16
99 Sang Penjaga 17
100 Sang Penjaga 18
101 Sang Penjaga 19 end
102 PENGUMUMAN
103 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1. Melabrak
2
2. Mencoba Tegar
3
3. Menghadiri Nikahan Mantan
4
4. Kosan Bu Broto
5
5. Mas Barra
6
6. Keanehan demi keanehan
7
7. Serangan Menjelang Magrib
8
8. Menuju Rumah Barra
9
9. Menginap
10
10. Aki Suryo
11
11. Hari Pernikahan
12
12. Malam Pengantin
13
13. Sakaratul Maut
14
14. Dilema
15
15. Mencari Jalan Pulang
16
16. Kembali ke Rumah
17
17. Mencari Tahu
18
18. Mencari Tahu 2
19
19. Pergi Ke Pantai
20
20. Rindu
21
21. Jimat
22
22. Ruqyah
23
23. Suara dan Wajah Teduh
24
24. Diam berarti Iya
25
25. Melamar Kerja
26
26. Yes, aku Mau
27
27. Lab. IPA
28
28. Gibran
29
29. Gibran 2
30
30. Teror
31
31. Menyelamatkan diri
32
32. Menyelamatkan diri 2
33
33. Teror 2
34
34. Kembang Kantil
35
35. Bulan Purmana
36
36. Lahirnya Bayi Gaib
37
37. Akhirnya
38
38. Kokom dukun Santet
39
39. Pengusiran
40
40. Ambyar
41
41. Rampog
42
42. Kembali ke Alam Gaib
43
43. Perpisahan
44
44. Kesungguhan
45
45. Nikah Dadakan
46
Dibalik Layar
47
47. Menginap di Rumah Kyai Hasan
48
48. Dreams come true
49
49. Sakit Hati Dukun Bertindak
50
50. Terjebak
51
51. Melarikan Diri
52
52. Susuk Mayat
53
53. Susuk Mayat 2
54
54. Kejar-kejaran
55
55. Tentang Yeni
56
56. Perangkap
57
57. Perlawanan
58
58. Perlawanan 2
59
59. Yang Terakhir Kalinya
60
60. Gilang Beraksi
61
61. Melepaskan Susuk Yeni
62
62. Melepaskan Susuk Yeni 2
63
63. Melepaskan Susuk Yeni Finish
64
64. Ujian Pernikahan
65
65. Sunny bertemu Barra
66
66. Barra Terluka
67
67. Penyatuan
68
68. Bersama Kita Bisa
69
69. Biarkan Aku Melihatnya
70
70. Pembalasan
71
71. Pembalasan 2
72
72. Gombalan Gilang
73
73. Meminta Bantuan
74
74. Membantu Shinta
75
75. Membantu Shinta 2
76
76. Membantu Shinta 3
77
77. Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
78
78. Kehadiran Seseorang
79
PRAKATA
80
Ekstra Part
81
PENGUMUMAN
82
Sang Penjaga 1
83
Sang Penjaga 2
84
Sang Penjaga 3
85
Sang Penjaga 4
86
Sang Penjaga 5
87
Sang Penjaga 6
88
Sang Penjaga 7
89
Sang Penjaga 8
90
Sang Penjaga 9
91
Sang Penjaga 10.
92
Sang Penjaga 11
93
Sang Penjaga 12
94
Sang Penjaga 13
95
Sang Penjaga 14
96
Ucapan Terimakasih.
97
Sang Penjaga 15
98
Sang Penjaga 16
99
Sang Penjaga 17
100
Sang Penjaga 18
101
Sang Penjaga 19 end
102
PENGUMUMAN
103
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!