"Pasang ini dikamarnya, untuk mengantisipasi kalau makhluk itu datang lagi untuk menemuinya," ku intip dari balik pintu kamarku Ki Rangga memberikan seperti jimat kepada Ibuku
"Baik Mbah, nanti saya gantungkan di depan pintu kamarnya," jawab Ibu
"Wetonya Si Ros hari apa Bu?" tanya Ki Rangga
"Selasa Kliwon,"
"Hmmm, pantes. Selasa Kliwon adalah hari paling kramat dan sakral bahkan lebih mistis dari Jumat Kliwon, tapi tidak usah khawatir nanti aku akan memagari rumah ini agar makhluk itu tidak datang ke sini lagi," ujar Ki Rangga
"Tapi aku bingung ya Mbah, kan anaku itu rajin ibadah, rajin ngaji juga kok bisa ya fi ganggu sama mahluk halus?" tanya Ibu penasaran
"Apa dia pernah mengalami sakit hati atau kesedihan yang begitu mendalam, hingga membuat dirinya merasa orang yang paling menderita sampai ia ingin mengakhiri hidupnya?" Ki Rangga balik bertanya
"Iya pernah waktu ditinggal nikah pacarnya," jawab Ibu
"Itulah sebabnya, janganlah terlalu larut dalam kesedihan dan merasa seolah-olah kita adalah orang yang paling menderita karena jika itu terjadi pada dirinya kita maka akan ada makhluk lain yang bersimpati pada kita dan ingin melindungi kita, dan itulah yang terjadi dengan Ros. Kalau menurut penglihatan mata batin saya Ros itu diikuti oleh mahluk itu setelah pulang dari rumah mantannya. Kalau mau tahu darimana makhluk itu berasal tanya saja sama Ki Suryo, dialah juru kunci tempat tinggal makhluk itu, dan satu lagi yang harus dilakukan yaitu jangan biarkan Ros melamun, karena anak itu sangat rentan untuk dirasuki oleh makhluk halus lain yang kini mulai mengincarnya karena aura yang diberikan oleh suami gaibnya itu," papar Ki Rangga
"Baik Aki, mohon maaf sebelumnya karena tempat tinggal Aki kan jauh di Jakarta saya minta nomor telepon Aki?" Sela Ibu
"Gak perlu telpon, lagian saya jarang pegang handphone," jawab Rangga
"Terus bagaimana kalau nanti kami butuh bantuan Aki jika sewaktu-waktu Ros kambuh lagi?" tanya Ibu lagi
"Temui saja Mbah Kliwon, dia muridku, jadi nanti kalau ada sesuatu dengan Ros, aku bisa transfer ilmuku melalui dia, kecuali kalau seperti kemarin lagi ya terpaksa mau tidak mau aku harus turun tangan sendiri dan datang kesini," sahut Rangga
"Baik Aki, terima kasih sudah menolong dan membawa pulang Ros kesini," tutur Ibu sambil memberikan amplop kepada ke tiga laki-laki itu
"Yaudah kalau gitu kita pamit Bu, jangan lupa pasang benda itu dikamar Ros," ucap Ki Rangga
Ketiganya keluar meninggalkan rumah kami.
"Udah pada pulang Lik tamu-tamunya?" tanya Sunny
"Baru saja pulang, tumben kamu dirumah gak kerja?" tanya Lasmi
"Libur Lik, pengin liburan sekali-kali kaya orang-orang gitu, pergi jalan-jalan ke tempat wisata atau nongkrong di mall," jawab Sunny sambil tertawa kecil
"Diih gayane poll!" cibir Lasmi
"Sekali-kali, lagian gak tiap bulan, biar pikiran fresh dan rileks," jawab Sunny
"Iya-iya, mbok ajak Ros sekalian biar dia gak ngelamun terus dikamar, kasian juga dia sudah sebulan lebih jadi putri tidur, kali aja kalau diajak jalan-jalan pikirannya jadi lebih segar dan rileks," pinta Lasmi
"Rosnya mau gak?" tanya Sunny
"Sek, tak tanya dulu anaknya," jawab Lasmi yang masuk ke dalam kamar Ros
"Ros, kamu mau jalan-jalan gak?" tanya ibu
"Kemana?" tanyaku
"Ke tempat wisata, sama Sunny mau gak?" tanya Ibu lagi
"Males bu, Ros mau dirumah aja," tolakku halus
"Issh, jadi anak perawan jangan dirumah terus, sekali-kali keluar biar pikiran lebih fresh, udah cepat ganti baju sana," perintah Ibu memaksa, dan tentu saja aku tidak bisa menolaknya
Selesai ganti pakaian, ku lihat Sunny sudah menungguku didepan.
"Ros jalan dulu ya Bu, assalamualaikum," aku pamit dan mencium tangan Ibu sebelum pergi jalan-jalan
"Kita mau kemana Ros?" tanya Sunny di sela-sela perjalanan
"Katanya mau ke tempat wisata kok malah nanya sih, lagian kamu kan yang ngajak masa masih nanya sama aku," jawabku ketus
"Yaudah kita pergi ke Purin (Pantai Purwahamba Indah sebuah kawasan wisata pantai di kota Tegal Jawa Tengah) saja ya, tapi sebelumnya kita mampir ke rumah saudara aku dulu," tuturnya lembut.
Sunny menghentikan motornya disebuah rumah sederhana disamping Masjid.
"Assalamualaikum," sapa Sunny
"Waalaikum salam," jawab seorang lelaki tua yang menyambut kami ramah
"Monggo silahkan masuk," ucapnya ramah dan mempersilahkan kami duduk.
"Loh, mbaknya sudah sehat toh, kok udah bisa jalan-jalan ke sini?" tanya lelaki itu seperti mengenalku padahal aku saja tidak mengenalnya
"Sampun Pak Kyai, saya cuma mau tanya, apa Ros sudah bisa diajak pergi jalan jauh?" tanya Sunny mengagetkan aku
"Gak papa toh Mas, tapi ya harus di jaga ekstra jangan dibiarkan sendirian apalagi bengong atau melamun, karena dia itu sekarang bukan hanya diikuti oleh suaminya, tapi banyak makhluk lain yang ingin memilikinya, karena aura yang dipancarkan oleh tubuhnya," jawab Pak Tua itu semakin membuat aku penasaran sebenarnya apa yang sudah terjadi padaku dan kenapa yang dia katakan sama seperti yang dikatakan oleh Ki Rangga, kalau sekarang banyak makna gaib yang mengincarku, sebenarnya apa salahku, rasanya banyak sekali yang aku ingin tanyakan tapi aku coba memendamnya dahulu, karena aku tidak mau gegabah.
"Oh begitu, baiklah Insya Allah aku akan menjaganya," jawab Sunny
"Kalau boleh saya sarankan, lebih baik Mbak Ros ini di Rukiyah saja, supaya dia bisa sembuh total daripada mengandalkan dukun-dukun itu, toh lebih baik kita memakai pengobatan secara islami agar tidak mendatangkan syirik," tutur Pak Kyai
"Baik Pak Kyai, nanti akan saya beritahukan kepada orang tua Ros," jawab Sunny
"Tunggu dulu, sebenarnya aku ini kenapa?, kenapa aku harus di rukiyah?" tanyaku penasaran
"Kamu itu baru saja kembali dari kerajaan gaib nduk, sudah sebulan lebih kamu berada di dunia lain yang membuat orang tuamu sedih dan meminta bantuan saya dan para dukun-dukun itu untuk membawamu kembali ke rumah kamu lagi. Kamu sudah menikah dengan mahluk halus yang bernama Gondoruwo oleh karena itu tidak mustahil jika makhluk itu akan datang kembali untuk membawamu pergi bersamanya karena kalian sudah terikat pernikahan, dan suami gaibmu itu bisa kapan saja membawamu pergi ke dunianya. Walaupun aku tahu Ki Rangga seorang dukun tersakti di Tanah Jawa ini, sudah memasang pagar gaib di rumah kamu ataupun di kamar tidur kamu tapi tidak bisa menjamin kau akan selamat dari cengkeraman makhluk itu, karena dia sudah memiliki hati kamu, dan untuk itu jalan satu-satunya adalah dengan rukiyah dan menikahkan kamu dengan orang yang bisa menjaga dan melindungi dirimu dari mahluk gaib itu," tuturnya begitu gamblang
Penuturan Pak Kyai benar-benar membuat aku tercengang, bagaimana bisa aku yang berada di rumah Barra tidak lebih dari empat hari tiga malam tapi Pak Kyai bilang aku berada disana selama satu bulan lebih. Aku semakin penasaran dan ingin tahu semua yang terjadi padaku.
"Aku cuma menginap dirumah Mas Barra selama empat hari Pak Kyai, jadi bagaimana bisa anda menyebutkan bahwa saya sudah sebulan lebih berada disana, kan aku yang mengalaminya jadi aku lebih tahu daripada Bapak," jawabku penuh emosi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
HNF G
waduh sun.... sainganmu byk. segera bujuk ortu ros biar ros cepet di rukyah trs buruan nikahin dia.
2023-06-08
0
HNF G
eehh..... beneran masih perawan kah? sptnya raganya masih perawan tp jiwanya sdh nggak🤭
2023-06-08
0
Zahra🌼
Mbok Lasmi somplak 🤭 anak baru aja bangun dari sekarat udah di suruh jalan2 🤧🤧
2023-01-30
0