Selesai dari rumah Pak Kyai, Sunny membawaku menuju ke pantai Purin sesuai rencana awal kami. Setibanya di pantai Sunny langsung mengajakku turun dari motornya melangkah menuju ke pinggiran Pantai.
"Kamu gak mau main air?" tanya Sunny dan aku hanya menggeleng.
"Yaudah tunggu disini aku beliin kamu minuman dulu, kamu haus kan?" tanyanya lirih
Aku masih berdiri di samping pohon kelapa dan mengedarkan pandanganku ke hamparan air laut yang terlihat sangat biru dan tenang.
Hari ini Laut terlihat tenang, dan Ombak tidak terlalu tinggi. Aku berjalan sedikit demi sedikit menuju ke bibir pantai, entahlah aku tidak tahu kenapa rasanya aku ingin segera menceburkan diri ke laut. Tubuhku sangat terasa lengket dan gerah, sepertinya aku ingin berendam di tengah laut untuk menghilangkan penat dan lengket tubuhku.
Aneh rasanya seperti ada kekuatan gaib yang menuntunku hingga membuatku terus berjalan menyusuri pantai, kurasakan air sudah membasahi betisku, dan saat itulah aku melihat sesosok wanita cantik berkebaya batik melambaikan tangannya padaku, seakan mengajakku untuk menghampirinya.
Ku rasakan air sudah mencapai dadaku, aku melihat seekor ikan besar seperti ikan paus dengan ukuran panjang kurang lebih lima meter menatapku tajam, sorot matanya sepertinya memberikan isyarat padaku untuk pergi dari tempat itu. Namun aku tidak menghiraukannya, aku terus mengikuti kata hatiku untuk menghampiri wanita yang melambaikan tangan padaku.
Melihat aku yang terus maju ketengah laut membuat ikan itu marah, ia mengepakkan ekornya hingga cipratan airnya membasahi wajahku.
"Pulang Ros, pulanglah istriku, jangan lanjutkan langkahmu," ucap ikan itu membuat aku menghentikan langkahku dan ketika aku menoleh padanya ternyata ikan itu sudah tidak ada, wanita yang memanggilku semakin dekat akan tetapi tanpa kusadari ternyata air sudah menutupi seluruh tubuhku, aku sudah tenggelam di laut, aku mencoba melambaikan tanganku agar seseorang dapat melihatku dan menolongku, tapi sia-sia.
Hingga kurasakan tubuhku terasa ringan dan seseorang menarikku menuju ke daratan.
"Kamu jangan nekat Ros, jangan bunuh diri hanya karena ingin lari dari masalah," kudengar ocehan Sunny yang terus memarahi aku, membuatku mulai membuka mataku.
"Aku gak mau bunuh diri kok, lagian siapa yang mau mati, aku masih mau hidup seribu tahun lagi," jawabku enteng
"Terus kamu ngapain tadi jalan ketengah laut kalau bukan mau bunuh diri?" tanya Sunny
"Ada yang seorang wanita cantik yang memanggilku tadi, makanya aku menghampirinya," jawabku
"Apa dia wanita cantik memakai kebaya batik?" tanya Sunny
"Benar, tapi sebelum aku tenggelam aku melihat seekor paus yang aneh dan menyuruhku pulang," jawabku
"Itu bukan paus tapi suami gaibmu," jawab Ki Suryo yang tiba-tiba hadir di antara kami
Dia memberikan dua gelas kopi hitam pada kami.
"Minumlah, kamu pasti haus," perintah Ki Suryo dengan senyuman khasnya
Aku langsung menghabiskan kopi itu dalam sekali teguk, sedangkan Sunny langsung memuntahkan kopi itu.
"Bagaimana rasanya?" tanya Ki Suryo
"Enak," jawabku singkat
"Enak apaan, orang kopi ini pahit banget, gak ada rasa manis-manisnya sama sekali kok bisa-bisanya bilang enak," cibir Sunny langsung membersihkan mulutnya
Aku langsung menginjak kaki Sunny setelah ia berkata seperti itu, rasanya gak enak banget kalau kita dikasih sesuatu sama orang terus kita mencelanya didepan orang itu, kan gak etis banget.
"Jangan ngomong gitu, hormati pemberian orang lain, kalau gak suka atau gak enak, diem aja jangan mencelanya, gak sopan banget tahu," bisikku memberikan pengertian pada Sunny.
Aki Suryo tidak tersinggung dengan ucapan Sunny, malah ia tertawa.
"Kamu belum lepas dari jeratannya Ros, kalau saran Aki kamu mending datang ke rumah Kyai Abdullah, minta tolong sama dia, karena aku yakin dia bisa menolong kamu," jawab Ki Suryo
Aku beranjak dari tempat dudukku karena rasanya aku ingin mengeluarkan sesuatu dari mulutku, akupun memuntahkan air yang tadi sempat ku minum, namun anehnya air yang ku keluarkan berwarna merah seperti darah, dan Sunny memijatku lembut dan memberikan segelas teh panas untuk menghangatkan tubuhku.
"Keluarkan aja semuanya!" perintah Aki
"Gak bisa Ki, susah," jawabku
Ku teguk habis air teh itu hingga ku rasakan tubuhku mulai terasa enak, perutku juga tidak lagi kembung.
Samar-samar kulihat Mas Barra tersenyum padaku dan menatapku penuh kerinduan.
Aku mengucek-ngucek mataku untuk memastikan pandanganku nyata, namun saat ku buka lagi mataku, Barra sudah tidak ada.
"Woii!!" teriak Sunny mengagetkan aku
"Apaan sih, aku denger kali, gak usah teriak juga," sahutku kesal
"Jangan ngelamun terus, nanti kesambet penguasa laut utara baru rasa kamu," vibir Sunny
"Jangan gitu dong, kok malah doain gak bener," jawabku kesal
"Makanya, jangan ngelamun terus, coba tadi aku gak datang tepat waktu, mungkin kamu sudah dibawa sama Dewi Lanjar ke Slamaran," ucap Sunny
"Siapa Dewi Lanjar itu?" tanyaku penasaran
"Hmmm, norak masa orang Tegal gak tahu Dewi Lanjar, dia itu anak buah Nyi Ratu Kidul, Dewi Lanjar adalah penguasa Pantai Utara, makanya kamu jangan suka bengong disini nanti kalau dibawa ke Istana Dewi Lanjar gimana terus dijadikan abdi Kinasihnya, mau kamu seumur hidup jadi dedemit?" tanya Sunny membuat aku sedikit merinding.
"Kita ke rumah Pak Kyai saja yuk," ajakku menarik lengan Sunny, dan ketika aku hendak berpamitan dengan Ki Suryo sosok itu sudah menghilang dari pandangan kami.
Sunny melajukan motornya menuju ke rumah Kyai Abdulloh.
Sesampainya dirumah itu seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan kami dan meminjamkan aku satu stell baju ganti, karena melihat bajuku basah kuyup.
"Kok, kamu ngajak jalan Si Ros ke pantai toh Sun, bahaya loh. Walaupun aku tahu suaminya itu masih mengikutinya dan selalu menolongnya tapi tetap bahaya, mending kamu ajak dia ngobrol sambil makan di mall, atau menikmati wahana permainan di mall agar dia melupakan sejenak yang ia alami kemarin," ucap Kyai Abdullah
Selesai ganti baju, aku segera bergabung bersama mereka di ruang tamu.
"Tadi kami ketemu sama Ki Suryo di Purin, terus dia bilang kepadaku agar minta pak Kyai untuk menolong Ros, katanya hanya Pak Kyai yang bisa menolong Ros?" ucap Sunny menyampaikan maksud kedatangan kami
"Hmmm, baiklah. Besok malam aku akan datang bersama teman-teman kerumah Ros. Jangan lupa sampaikan ke ibu kamu Ros, supaya dia tidak kaget dengan kedatangan saya dan teman-teman nanti," ucap Kyai Abdulloh
"Baik, pak Kyai. Kalau begitu kami permisi dulu," ucapku berpamitan.
Sesampainya di rumah, aku tercengang melihat kedatangan Ka Rizal dan Hesti ke rumahku, mau ngapain mereka kesini, pasti mau menertawakan nasib aku yang sampai mati suri sebulan pasca ditinggal nikah oleh dia.
"Assalamualaikum," sapa Sunny yang mengantarku sampai kedalam rumah
"Waalaikum salam, kok sudah pulang Sun, cepet banget jalan-jalannya?" tanya Ibu
"Iya Lik, soalnya Si Rosnya tengge,_" ucap Sunny yang langsung ku bungkam mulutnya sebelum ia menyelesaikan ucapannya
"Ros kenapa Sun?" tanya Ibu khawatir
"Ros, pengin mandi tapi takut tenggelam bu, kan Ros gak bisa renang, makanya Ros buru-buru ngajak pulang," ucapku berusahalah menutupi kejadian sebenarnya
"Oh gitu, yaudah temuin Mas Rizal tuh, kasian dia udah lama nunggu kamu," Ibu menarikku menemui Ka Rizal di ruang tamu
Ku lihat Hesti tersenyum sinis penuh kemenangan mengejekku.
"Aku turut berdukacita atas musibah yang menimpamu Ros, aku juga minta maaf mungkin gara-gara aku kamu jadi seperti ini, maafkan aku ya Ros," ucap Ka Rizal dengan penuh penyesalan dan menjabat tanganku, segera ku lepaskan tanganku ketika lelaki itu hendak menciumnya.
"Gak usah cium tangan segala, emangnya aku udah tua apa!" tolakku lantang
"Kan aku salah sama kamu Ros, makanya aku cium tangan minta maaf sama kamu," jawabnya lirih
"Gak perlu, sudah aku maafin kok, lagian aku harusnya terima kasih sama kamu karena aku bisa merasakan jadi Snow White setelah kamu putusin, terus aku juga menemukan Pengeran tampan yang menjadi penolongku dan akan menikahi aku," ujarku sembari menarik lengan Sunny kerahku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
🦋Elsawhy🦋
waah suny auto salting dooong
2023-09-08
0
HNF G
hahahaha..... sunny jadi tumbal😝😝😝
2023-06-08
0
Darma Ayu
karakter Ros itu sombong angkuh dan galak
2022-11-20
0