Selesai mengaji aku mulai sedikit merasa tenang, setidaknya aku sudah tidak ketakutan lagi seperti saat aku melihat bayangan hitam yang melintas dihadapan ku saat aku sholat Isya.
Ku rebahkan tubuhku diatas kasur dan mencoba memejamkan mata, namun sepertinya susah sekali karena aku belum ngantuk. Aku ingin sekali berkenalan atau mengenal tetangga kos ku, tapi semua pintu sudah tertutup rapat. Suasana kosan ini sepi sekali padahal baru jam delapan malam, berbeda sekali dengan ungkapan yang Jakarta adalah kota yang tidak pernah tidur, karena yang aku denger banyak dari penduduk kota ini yang melakukan aktivitasnya dimalam hari. Tentu saja bukan di kosan Pondok Jingga ini ya guys, dimana semua penghuninya sudah terlelap meskipun baru pukul delapan malam.
Ketika aku akan keluar kamar untuk membeli makanan ku lihat seorang lelaki sedang memasak di dapur sebelah gudang.
Bau wangi mi rebus yang ia masak membuat aku yang memang sedang lapar rasanya ingin sekali mencobanya.
"Permisi Mas," sapaku ketika melewatinya
Lelaki itu tersenyum manis kepadaku, dan membuatku terpesona dengan ketampanannya. Ternyata gak salah kalau aku ngekos disini karena ada pangeran tampan disini.
"Mau kemana?" tanyanya ramah
"Mau beli makan?" jawabku malu-malu
"Sudah malam, gak baik cewek keluar sendirian, mau mi rebus ga?" tentu saja mendengar tawaran itu aku langsung mengangguk mau.
"Boleh," jawabku enteng
Ia memberikan semangkuk mi rebus lengkap dengan telor kepadaku.
"Kalau tidak keberatan, boleh aku makan di kamar kos kamu, kebetulan teman sekamarku sudah tidur, jadi tidak enak kalau aku akan membangunkannya ketika aku makan," ucap lelaki itu
"Iya boleh," lalu aku membuka pintu kamarku dan ia duduk di samping pintu.
Aku mengeluarkan sebotol air mineral untuknya itung-itung sebagai ganti mie rebus darinya.
"Kamu baru ya disini?" tanyanya sambil menikmati semangkuk mie didepannya
"Iya, kenalkan aku Rosmayanti kamu bisa panggil aku Ros," jawabku memperkenalkan diri
"Aku Barra," ia mengulurkan tangannya dan aku segera menjabat tangannya.
Dan entah kenapa tangan Barra terasa sangat dingin, padahal ia baru saja selesai memasak.
"Apa kamu merasa takut di sini, atau ada penampakan atau yang mengganggumu?" tanya Barra seperti tahu apa yang aku rasakan setelah sholat Isya tadi.
Akupun mengangguk dan menceritakan kejadian yang baru aku alami padanya.
"Baiklah, aku akan mengusir semua roh jahat yang ada di kamar ini," ia kemudian bersedakap dan memejamkan matanya
Aku mulai merinding lagi ketika tiba-tiba lampu kamarku tiba-tiba mati dan hidup lagi, dan seterusnya begitu, begitu juga jendela kamarku yang tiba-tiba saja terbuka dan tertutup lagi.
**Braakkk!!
"Aaaaa!!" aku menjerit ketika tiba-tiba pintu kamarku seperti di banting oleh seseorang hingga mengeluarkan suara yang sangat keras, sementara aku lihat Barra mulai berkeringat dan tubuhnya bergetar seperti sedang melawan sesuatu.
Selama tiga puluh menit aku benar-benar tegang karena suasana kamarku mendadak mencekam dan menakutkan, kudengar suara orang tertawa mirip Si Kunti, dia tertawa begitu keras membuatku langsung menutup telingaku karena suara itu sangat membuatku takut.
Tiba-tiba suara-suara itu mulai menghilang, dan lampu di kamarku sudah menyala dengan normal lagi, jendela kamarku juga tiba-tiba tertutup lagi. Ku lihat Barra mulai membuka matanya, ia langsung meneguk habis sebotol air mineral didepannya.
"Kamar ini sekarang sudah bersih, aku sudah mengusir semua mahluk astral yang ada di dalam kamar ini," ucapnya sembari mengusap keringatnya
"Apa mereka akan balik lagi?" tanyaku
"Tidak, mereka tidak akan kembali lagi selama ada aku disini," jawabnya membuatku sedikit lega
"Alhamdulillah, terima kasih Mas Barra, sudah membantu aku mengusir penunggu kamar ini,"
"Sama-sama, jika kamu susah tidur, atau diganggu oleh mahluk halus, panggil saja namaku, aku pasti akan datang untuk menolongmu," ucapnya membuatku tersipu-sipu
"Iya,"
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu, selamat istirahat, jangan tidur malam-malam," ucapnya penuh perhatian membuatku sedikit tersanjung
Oh Tuhan aku berharap Mas Barra ini belum punya pacar atau istri, jadi aku masih punya kesempatan untuk mendekatinya atau menjadi pacarnya. Aku tidak tahu kenapa kali ini aku mudah sekali suka pada orang asing, apa ini karena aku sedang patah hati. Entahlah yang aku mau saat ini adalah melupakan Rizal dan mencari penggantinya.
Aku memperhatikan Barra mencuci mangkuk di wastafel dan kemudian masuk ke kamarnya, aku juga langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku diatas kasur.
Kamar ini sedikit lebih hangat daripada saat pertama kali aku datang kesini, mungkin karena Barra sudah mengusir mahluk halus dari kamarku ini makanya, auranya jadi berbeda. Namun ketika aku mulai memejamkan mataku tiba-tiba ingatan suara Si Kunti dan juga peristiwa mencekam saat Barra mengusir mahluk halus dari kamar ini membuat aku tidak bisa tidur.
Jarum jam menunjukan pukul dua belas malam, tapi aku masih saja tidak bisa memejamkan mataku, karena masih sedikit takut.
"Barra, Barra, temani aku tidur, aku takut," aku memanggil namanya seperti pesannya padaku, agar aku memanggilnya saat ketakutan atau tidak bisa tidur.
Tiba-tiba kurasakan ada seseorang yang memelukku dari belakang dan mengusap lembut rambutku.
"Tidurlah, aku akan menjagamu," bisiknya membuatku merasa nyaman dan terlelap dalam dekapannya.
Suara Adzan Subuh membangunkan aku dari mimpi indah ku. Aku beranjak dari kasur dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dan melaksanakan sholat Subuh.
Selesai sholat aku langsung membereskan semua keperluan untuk melamar pekerjaan sebagai guru IPA di sekolah Sela, pukul setengah enam aku berjalan keluar dari kamarku menuju ke rumah Sela.
Ternyata Sela sudah menungguku didepan gang menuju kosnya.
"Ayo berangkat, nanti kalau siang sedikit pasti macet, dan kita bisa terlambat sampai ke sekolah. Apalagi hari ini adalah Senin, pasti lalu lintas sangat padat," celoteh Sela yang kemudian menyalakan mesin motornya
Ia melesatkan motornya dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah swasta tempatnya mengajar.
Dua puluh menit kemudian kami tiba disebuah SMA swasta yang cukup besar dan juga asri, Sela langsung mengajakku untuk menemui kepala sekolah.
"Baik, karena sekolah kami sedang membutuhkan guru IPA dan kebetulan background pendidikan ibu juga sesuai, jadi selamat anda kami terima. Semoga betah mengajar disini ya bu," ucapnya sambil menyalamiku
"Terima kasih pak, saya juga minta bimbingannya, karena sebagai guru baru yang belum berpengalaman tentu saya butuh masukan dan bimbingan dari bapak," jawabku
Ia kemudian mengajakku ke ruangan guru dan memperkenalkan aku kepada rekan kerjaku disana.
"Ini meja anda bu Ros, semoga kerasan dan betah disini," ucapnya mempersilahkan aku duduk.
"Terima kasih pak," jawabku singkat
Entah kenapa rasa-rasanya kok aku selalu dapat tempat di pojokan, kosan aku di pojok kini meja kerjaku juga berada di pojok deretan paling belakang semoga saja hidupku tidak akan terpojok seperti tempat duduk aku ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
©️cary`s
haduh jngan" setan,,mie nya cacing 😷
2023-07-22
0
🦋Elsawhy🦋
jangan² si barang itu barang alus ya.masa cuma panggil nmanya lgsung ada di sebelahnya ros 😱
2023-07-22
0
HNF G
iihh.... koq ros gak curiga ya tiba2 ada yg meluk dr belakang, kl aq auto kabur😂😂😂😂😂😝😝😝
2023-06-07
0