5. Mas Barra

Selesai mengaji aku mulai sedikit merasa tenang, setidaknya aku sudah tidak ketakutan lagi seperti saat aku melihat bayangan hitam yang melintas dihadapan ku saat aku sholat Isya.

Ku rebahkan tubuhku diatas kasur dan mencoba memejamkan mata, namun sepertinya susah sekali karena aku belum ngantuk. Aku ingin sekali berkenalan atau mengenal tetangga kos ku, tapi semua pintu sudah tertutup rapat. Suasana kosan ini sepi sekali padahal baru jam delapan malam, berbeda sekali dengan ungkapan yang Jakarta adalah kota yang tidak pernah tidur, karena yang aku denger banyak dari penduduk kota ini yang melakukan aktivitasnya dimalam hari. Tentu saja bukan di kosan Pondok Jingga ini ya guys, dimana semua penghuninya sudah terlelap meskipun baru pukul delapan malam.

Ketika aku akan keluar kamar untuk membeli makanan ku lihat seorang lelaki sedang memasak di dapur sebelah gudang.

Bau wangi mi rebus yang ia masak membuat aku yang memang sedang lapar rasanya ingin sekali mencobanya.

"Permisi Mas," sapaku ketika melewatinya

Lelaki itu tersenyum manis kepadaku, dan membuatku terpesona dengan ketampanannya. Ternyata gak salah kalau aku ngekos disini karena ada pangeran tampan disini.

"Mau kemana?" tanyanya ramah

"Mau beli makan?" jawabku malu-malu

"Sudah malam, gak baik cewek keluar sendirian, mau mi rebus ga?" tentu saja mendengar tawaran itu aku langsung mengangguk mau.

"Boleh," jawabku enteng

Ia memberikan semangkuk mi rebus lengkap dengan telor kepadaku.

"Kalau tidak keberatan, boleh aku makan di kamar kos kamu, kebetulan teman sekamarku sudah tidur, jadi tidak enak kalau aku akan membangunkannya ketika aku makan," ucap lelaki itu

"Iya boleh," lalu aku membuka pintu kamarku dan ia duduk di samping pintu.

Aku mengeluarkan sebotol air mineral untuknya itung-itung sebagai ganti mie rebus darinya.

"Kamu baru ya disini?" tanyanya sambil menikmati semangkuk mie didepannya

"Iya, kenalkan aku Rosmayanti kamu bisa panggil aku Ros," jawabku memperkenalkan diri

"Aku Barra," ia mengulurkan tangannya dan aku segera menjabat tangannya.

Dan entah kenapa tangan Barra terasa sangat dingin, padahal ia baru saja selesai memasak.

"Apa kamu merasa takut di sini, atau ada penampakan atau yang mengganggumu?" tanya Barra seperti tahu apa yang aku rasakan setelah sholat Isya tadi.

Akupun mengangguk dan menceritakan kejadian yang baru aku alami padanya.

"Baiklah, aku akan mengusir semua roh jahat yang ada di kamar ini," ia kemudian bersedakap dan memejamkan matanya

Aku mulai merinding lagi ketika tiba-tiba lampu kamarku tiba-tiba mati dan hidup lagi, dan seterusnya begitu, begitu juga jendela kamarku yang tiba-tiba saja terbuka dan tertutup lagi.

**Braakkk!!

"Aaaaa!!" aku menjerit ketika tiba-tiba pintu kamarku seperti di banting oleh seseorang hingga mengeluarkan suara yang sangat keras, sementara aku lihat Barra mulai berkeringat dan tubuhnya bergetar seperti sedang melawan sesuatu.

Selama tiga puluh menit aku benar-benar tegang karena suasana kamarku mendadak mencekam dan menakutkan, kudengar suara orang tertawa mirip Si Kunti, dia tertawa begitu keras membuatku langsung menutup telingaku karena suara itu sangat membuatku takut.

Tiba-tiba suara-suara itu mulai menghilang, dan lampu di kamarku sudah menyala dengan normal lagi, jendela kamarku juga tiba-tiba tertutup lagi. Ku lihat Barra mulai membuka matanya, ia langsung meneguk habis sebotol air mineral didepannya.

"Kamar ini sekarang sudah bersih, aku sudah mengusir semua mahluk astral yang ada di dalam kamar ini," ucapnya sembari mengusap keringatnya

"Apa mereka akan balik lagi?" tanyaku

"Tidak, mereka tidak akan kembali lagi selama ada aku disini," jawabnya membuatku sedikit lega

"Alhamdulillah, terima kasih Mas Barra, sudah membantu aku mengusir penunggu kamar ini,"

"Sama-sama, jika kamu susah tidur, atau diganggu oleh mahluk halus, panggil saja namaku, aku pasti akan datang untuk menolongmu," ucapnya membuatku tersipu-sipu

"Iya,"

"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu, selamat istirahat, jangan tidur malam-malam," ucapnya penuh perhatian membuatku sedikit tersanjung

Oh Tuhan aku berharap Mas Barra ini belum punya pacar atau istri, jadi aku masih punya kesempatan untuk mendekatinya atau menjadi pacarnya. Aku tidak tahu kenapa kali ini aku mudah sekali suka pada orang asing, apa ini karena aku sedang patah hati. Entahlah yang aku mau saat ini adalah melupakan Rizal dan mencari penggantinya.

Aku memperhatikan Barra mencuci mangkuk di wastafel dan kemudian masuk ke kamarnya, aku juga langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku diatas kasur.

Kamar ini sedikit lebih hangat daripada saat pertama kali aku datang kesini, mungkin karena Barra sudah mengusir mahluk halus dari kamarku ini makanya, auranya jadi berbeda. Namun ketika aku mulai memejamkan mataku tiba-tiba ingatan suara Si Kunti dan juga peristiwa mencekam saat Barra mengusir mahluk halus dari kamar ini membuat aku tidak bisa tidur.

Jarum jam menunjukan pukul dua belas malam, tapi aku masih saja tidak bisa memejamkan mataku, karena masih sedikit takut.

"Barra, Barra, temani aku tidur, aku takut," aku memanggil namanya seperti pesannya padaku, agar aku memanggilnya saat ketakutan atau tidak bisa tidur.

Tiba-tiba kurasakan ada seseorang yang memelukku dari belakang dan mengusap lembut rambutku.

"Tidurlah, aku akan menjagamu," bisiknya membuatku merasa nyaman dan terlelap dalam dekapannya.

Suara Adzan Subuh membangunkan aku dari mimpi indah ku. Aku beranjak dari kasur dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dan melaksanakan sholat Subuh.

Selesai sholat aku langsung membereskan semua keperluan untuk melamar pekerjaan sebagai guru IPA di sekolah Sela, pukul setengah enam aku berjalan keluar dari kamarku menuju ke rumah Sela.

Ternyata Sela sudah menungguku didepan gang menuju kosnya.

"Ayo berangkat, nanti kalau siang sedikit pasti macet, dan kita bisa terlambat sampai ke sekolah. Apalagi hari ini adalah Senin, pasti lalu lintas sangat padat," celoteh Sela yang kemudian menyalakan mesin motornya

Ia melesatkan motornya dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah swasta tempatnya mengajar.

Dua puluh menit kemudian kami tiba disebuah SMA swasta yang cukup besar dan juga asri, Sela langsung mengajakku untuk menemui kepala sekolah.

"Baik, karena sekolah kami sedang membutuhkan guru IPA dan kebetulan background pendidikan ibu juga sesuai, jadi selamat anda kami terima. Semoga betah mengajar disini ya bu," ucapnya sambil menyalamiku

"Terima kasih pak, saya juga minta bimbingannya, karena sebagai guru baru yang belum berpengalaman tentu saya butuh masukan dan bimbingan dari bapak," jawabku

Ia kemudian mengajakku ke ruangan guru dan memperkenalkan aku kepada rekan kerjaku disana.

"Ini meja anda bu Ros, semoga kerasan dan betah disini," ucapnya mempersilahkan aku duduk.

"Terima kasih pak," jawabku singkat

Entah kenapa rasa-rasanya kok aku selalu dapat tempat di pojokan, kosan aku di pojok kini meja kerjaku juga berada di pojok deretan paling belakang semoga saja hidupku tidak akan terpojok seperti tempat duduk aku ini.

Terpopuler

Comments

©️cary`s

©️cary`s

haduh jngan" setan,,mie nya cacing 😷

2023-07-22

0

🦋Elsawhy🦋

🦋Elsawhy🦋

jangan² si barang itu barang alus ya.masa cuma panggil nmanya lgsung ada di sebelahnya ros 😱

2023-07-22

0

HNF G

HNF G

iihh.... koq ros gak curiga ya tiba2 ada yg meluk dr belakang, kl aq auto kabur😂😂😂😂😂😝😝😝

2023-06-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Melabrak
2 2. Mencoba Tegar
3 3. Menghadiri Nikahan Mantan
4 4. Kosan Bu Broto
5 5. Mas Barra
6 6. Keanehan demi keanehan
7 7. Serangan Menjelang Magrib
8 8. Menuju Rumah Barra
9 9. Menginap
10 10. Aki Suryo
11 11. Hari Pernikahan
12 12. Malam Pengantin
13 13. Sakaratul Maut
14 14. Dilema
15 15. Mencari Jalan Pulang
16 16. Kembali ke Rumah
17 17. Mencari Tahu
18 18. Mencari Tahu 2
19 19. Pergi Ke Pantai
20 20. Rindu
21 21. Jimat
22 22. Ruqyah
23 23. Suara dan Wajah Teduh
24 24. Diam berarti Iya
25 25. Melamar Kerja
26 26. Yes, aku Mau
27 27. Lab. IPA
28 28. Gibran
29 29. Gibran 2
30 30. Teror
31 31. Menyelamatkan diri
32 32. Menyelamatkan diri 2
33 33. Teror 2
34 34. Kembang Kantil
35 35. Bulan Purmana
36 36. Lahirnya Bayi Gaib
37 37. Akhirnya
38 38. Kokom dukun Santet
39 39. Pengusiran
40 40. Ambyar
41 41. Rampog
42 42. Kembali ke Alam Gaib
43 43. Perpisahan
44 44. Kesungguhan
45 45. Nikah Dadakan
46 Dibalik Layar
47 47. Menginap di Rumah Kyai Hasan
48 48. Dreams come true
49 49. Sakit Hati Dukun Bertindak
50 50. Terjebak
51 51. Melarikan Diri
52 52. Susuk Mayat
53 53. Susuk Mayat 2
54 54. Kejar-kejaran
55 55. Tentang Yeni
56 56. Perangkap
57 57. Perlawanan
58 58. Perlawanan 2
59 59. Yang Terakhir Kalinya
60 60. Gilang Beraksi
61 61. Melepaskan Susuk Yeni
62 62. Melepaskan Susuk Yeni 2
63 63. Melepaskan Susuk Yeni Finish
64 64. Ujian Pernikahan
65 65. Sunny bertemu Barra
66 66. Barra Terluka
67 67. Penyatuan
68 68. Bersama Kita Bisa
69 69. Biarkan Aku Melihatnya
70 70. Pembalasan
71 71. Pembalasan 2
72 72. Gombalan Gilang
73 73. Meminta Bantuan
74 74. Membantu Shinta
75 75. Membantu Shinta 2
76 76. Membantu Shinta 3
77 77. Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
78 78. Kehadiran Seseorang
79 PRAKATA
80 Ekstra Part
81 PENGUMUMAN
82 Sang Penjaga 1
83 Sang Penjaga 2
84 Sang Penjaga 3
85 Sang Penjaga 4
86 Sang Penjaga 5
87 Sang Penjaga 6
88 Sang Penjaga 7
89 Sang Penjaga 8
90 Sang Penjaga 9
91 Sang Penjaga 10.
92 Sang Penjaga 11
93 Sang Penjaga 12
94 Sang Penjaga 13
95 Sang Penjaga 14
96 Ucapan Terimakasih.
97 Sang Penjaga 15
98 Sang Penjaga 16
99 Sang Penjaga 17
100 Sang Penjaga 18
101 Sang Penjaga 19 end
102 PENGUMUMAN
103 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 103 Episodes

1
1. Melabrak
2
2. Mencoba Tegar
3
3. Menghadiri Nikahan Mantan
4
4. Kosan Bu Broto
5
5. Mas Barra
6
6. Keanehan demi keanehan
7
7. Serangan Menjelang Magrib
8
8. Menuju Rumah Barra
9
9. Menginap
10
10. Aki Suryo
11
11. Hari Pernikahan
12
12. Malam Pengantin
13
13. Sakaratul Maut
14
14. Dilema
15
15. Mencari Jalan Pulang
16
16. Kembali ke Rumah
17
17. Mencari Tahu
18
18. Mencari Tahu 2
19
19. Pergi Ke Pantai
20
20. Rindu
21
21. Jimat
22
22. Ruqyah
23
23. Suara dan Wajah Teduh
24
24. Diam berarti Iya
25
25. Melamar Kerja
26
26. Yes, aku Mau
27
27. Lab. IPA
28
28. Gibran
29
29. Gibran 2
30
30. Teror
31
31. Menyelamatkan diri
32
32. Menyelamatkan diri 2
33
33. Teror 2
34
34. Kembang Kantil
35
35. Bulan Purmana
36
36. Lahirnya Bayi Gaib
37
37. Akhirnya
38
38. Kokom dukun Santet
39
39. Pengusiran
40
40. Ambyar
41
41. Rampog
42
42. Kembali ke Alam Gaib
43
43. Perpisahan
44
44. Kesungguhan
45
45. Nikah Dadakan
46
Dibalik Layar
47
47. Menginap di Rumah Kyai Hasan
48
48. Dreams come true
49
49. Sakit Hati Dukun Bertindak
50
50. Terjebak
51
51. Melarikan Diri
52
52. Susuk Mayat
53
53. Susuk Mayat 2
54
54. Kejar-kejaran
55
55. Tentang Yeni
56
56. Perangkap
57
57. Perlawanan
58
58. Perlawanan 2
59
59. Yang Terakhir Kalinya
60
60. Gilang Beraksi
61
61. Melepaskan Susuk Yeni
62
62. Melepaskan Susuk Yeni 2
63
63. Melepaskan Susuk Yeni Finish
64
64. Ujian Pernikahan
65
65. Sunny bertemu Barra
66
66. Barra Terluka
67
67. Penyatuan
68
68. Bersama Kita Bisa
69
69. Biarkan Aku Melihatnya
70
70. Pembalasan
71
71. Pembalasan 2
72
72. Gombalan Gilang
73
73. Meminta Bantuan
74
74. Membantu Shinta
75
75. Membantu Shinta 2
76
76. Membantu Shinta 3
77
77. Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
78
78. Kehadiran Seseorang
79
PRAKATA
80
Ekstra Part
81
PENGUMUMAN
82
Sang Penjaga 1
83
Sang Penjaga 2
84
Sang Penjaga 3
85
Sang Penjaga 4
86
Sang Penjaga 5
87
Sang Penjaga 6
88
Sang Penjaga 7
89
Sang Penjaga 8
90
Sang Penjaga 9
91
Sang Penjaga 10.
92
Sang Penjaga 11
93
Sang Penjaga 12
94
Sang Penjaga 13
95
Sang Penjaga 14
96
Ucapan Terimakasih.
97
Sang Penjaga 15
98
Sang Penjaga 16
99
Sang Penjaga 17
100
Sang Penjaga 18
101
Sang Penjaga 19 end
102
PENGUMUMAN
103
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!