"Minggir, jangan halangi jalan kami, aku bukan istrimu, aku mau pulang!" aku tidak tahu kenapa aku jadi berani dan berkata seperti itu pada mahluk dihadapanku itu
"Kamu mau pergi meninggalkan aku Ros?" kalimat itu keluar dari mulut mahluk mengerikan itu dan membuat aku shock, karena suara itu adalah suara suamiku Mas Barra, tapi kenapa wujudnya berubah. Aku beringsut mundur menghindari mahluk itu.
"Jangan takut Ros, aku Barra suamimu, aku tahu ada yang sengaja membuat kamu membenciku, tapi percayalah apapun yang terjadi padaku, dan apapun wujudku aku tidak akan pernah menyakiti atau menakuti kamu, karena kamu adalah istriku yang harus ku jaga dan aku lindungi, untuk itu jangan takut sayang," ucap mahluk itu mendekati aku
**Jrasshh!!!
Seberkas sinar berwarna merah menghantam tubuh mahluk tinggi besar didepanku hingga ia tumbang dan mengerang kesakitan didepanku.
**Aaaaarrrrgghhh!!!!
Suara teriakannya benar-benar membuat telingaku rasanya mau pecah. Seorang pemuda membantuku berdiri, sosok itu yang dulu menyerang Mas Barra, iya aku ingat dia adalah lelaki yang datang ke kamarku bersama dedemit yang membuatku pingsan.
"Bawa dia Ki Suryo, biar aku yang akan menghabisi makhluk jahanam ini!" ujarnya penuh amarah
Ki Suryo segera membawaku pergi menjauh dari tempat itu, sedangkan Ki Rangga langsung menyerang mahluk itu tanpa ampun. Kulihat tatapan mahluk itu yang menatap sendu kearahku membuatku iba dan ingin menolongnya.
"Stop!, hentikan Aki, kau sudah cukup menyiksanya, jangan sakiti dia lagi," ucapku mencoba melerai pertarungan itu
"Kau belum sadar cucuku, dia sudah membuatmu melupakan segalanya, karena ia ingin hidup bersamamu, dia bukanlah manusia seperti kita, dia itu Gondoruwo. Mahluk halus, lelembut, sejenis jin, sadarlah Ros kau sudah diperdaya olehnya!" hardik Ki Rangga
"Tapi dia tidak jahat Ki, dia tidak menyakiti aku, baiklah aku akan pergi dari tempat ini dan pulang bersama kalian asal jangan kau bunuh dia," ujarku mencoba berkongsi
"Jangan tatap matanya Ros, karena semakin kau menatapnya maka kau tidak akan bisa meninggalkannya!!" teriak Ki Rangga
**Jraasshh!!
Sebuah kilatan cahaya berwarna kuning berhasil menghempaskan tubuh Ki Rangga hingga terlempar dua ratus meter ke belakang.
**Braakkk!!
Darah segar keluar dari mulut Ki Rangga, Ki Suryo langsung berlari kearahnya dan membantunya berdiri.
"Akan ku bunuh kalian semua, terutama kau dukun laknat!, beraninya kau menyakiti suamiku!" ucap Sukma yang kini terlihat mengerikan
Ia kembali menyerang Ki Rangga, kali ini bola-bola api yang ia gunakan untuk menyerang Ki Rangga.
"Bawa Ros pergi dari sini Aki!" perintah Rangga
Kini makhluk sejenis Mas Barra semakin banyak dan mengepung kami.
"Kau sudah berani memasuki kerajaan kami, dan mengganggu pangeran kami, jadi jangan salahkan aku jika kalian tidak akan pernah kembali dengan selamat!!" hardik Sukma dengan suara tawanya yang khas seorang Kuntilanak.
"Pergi Aki, sekarang!!" teriak Rangga
"Tapi bagaimana dengan dirimu?" tanya Ki Suryo
"Kau tidak usah khawatir, aku bisa mengalahkan mereka semua bersama para sikuman dan jin peliharaanku," sahutnya penuh percaya diri
Ki Suryo segera menarik lenganku dan mengajakku berlari meninggalkan tempat itu.
Kami sudah berhasil melewati jembatan kecil penghubung hutan kota dan jalan setapak menuju kediaman pamannya Barra alias Ki Jarot.
"Maaf Ros, aku cuma bisa mengantarmu sampai sini, aku hanya berpesan padamu, teruslah berjalan lurus tanpa menoleh kebelakang ataupun berbelok, karena jalan setapak ini akan mengantarmu sampai ke tempat asalmu, maaf aku tidak bisa mengantarmu sampai ke rumahmu, karena aku harus membantu Ki Rangga," ucap Ki Suryo melepas kepergianku
Kumpulkan segenap keberanianku untuk melalui jalan setapak yang yang dipenuhi tanaman liat dan rumput liar yang membuat jalan ini terlihat menyeramkan, apalagi suasana gelap yang hanya disinari cahaya bintang-bintang di langit.
Suara burung hantu menambah suasana malam semakin mencekam, aku berusaha membaca ayat-ayat suci sebisaku, untuk menghilangkan rasa takut yang begitu menyerangku. Aku begitu mengigil dan gemetaran hingga membuat aku berjalan sempoyongan seperti orang mabuk.
Jika dulu aku melewati jalan setapak ini begitu mudah dan landai, kini suasana berbanding terbalik karena kurasakan jalan menjadi bergelombang dan berbukit-bukit membuatku merasa begitu lelah.
Suara-suara aneh mulai menganggu jalanku, ada suara orang menangis meminta tolong ada juga suara yang memanggil-manggil namaku. Tapi aku ingat pesan Ki Suryo yang menyuruhku untuk berjalan lurus tanpa menoleh ataupun berbelok. Ku baca ayat Kursi untuk melindungi aku dari gangguan mahluk halus, dan tiba-tiba ada seekor anj*ng hitam datang menuntunku hingga keluar dari jalan setapak itu. Aku tersenyum bahagia ketika melihat pondok Ki Jarot, dan anehnya anj*ng hitam itu juga menghilang setelah aku tiba di rumah itu.
Ku lihat sepeda motor tua Mas Barra masih tergeletak disana, segera kunyalakan mesin motornya dan aku melesat meninggalkan desa itu dan ketika aku melewati gerbang kampung itu tiba-tiba semuanya menjadi gelap.
"Ros, bangun Ros, bangun, nyebut nduk, nyebut, astaghfirullah hal adzim..." ku dengar suara ibu membisiki telingaku
Ku coba membuka mataku yang sedikit berat, kuedarkan pandanganku kesekitarku. Aku melihat puluhan orang sedang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an mengelilingi tubuhku yang terbaring diatas kasur kecil di lantai.
Ku lihat seorang Kyai dan seorang pemuda tampak khusu membaca doa-doa yang diamini semua yang hadir disana.
Disana juga ku lihat Ki Rangga duduk bersila sambil memejamkan matanya, juga tiga lelaki lain yang berpakaian sama seperti Ki Rangga. Dan semuanya aku kenal, dia adalah Ki Suryo, Ki Jarot dan juga Aki yang dikalahkan oleh Mas Barra saat akan mengajakku pulang.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi kenapa aku terbaring di rumahku, padahal tadi aku masih di kampung Mas Barra yang ada di Jakarta.
"Haus," hanya itu kalimat yang aku ucapkan lirih, karena tenggorokan aku sangat kering dan tubuhku terasa sangat lemas.
Ibu segera memberikan segelas air putih dan membantuku meminumnya.
"Lagi?" tanya ibu, dan aku hanya mengangguk. Ia kembali membantuku meminum air putih itu.
"Aku dimana?" tanyaku pelan
"Kamu dirumah nduk," jawab Ibu sambil mencium keningku
"Aku kenapa, kenapa banyak orang disini?" tanyaku dengan nafas yang tersengal-sengal
"Kamu, habis pergi jauh nduk, makanya ibu minta bantuan mereka untuk membawamu pulang," jawab ibu membuatku penasaran
"Kan Ros emang pergi ke Jakarta bu, jadi kenapa harus minta bantuan orang untuk membawaku pulang segala, lagian aku bisa pulang sendiri," jawabku mencoba duduk.
"Kamu istirahat saja Ros, jangan kebanyakan mikir," tutur ibu lembut
Satu persatu orang-orang yang mengaji di rumahku pulang ke rumahnya masing-masing setelah melihatku sudah bangun.
Kini tinggal aku dan orang tuaku bersama empat orang dukun yang masih belum membuka matanya, dan juga pak Kyai dan juga Sunny.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
🦋Elsawhy🦋
mungkin sunny jodoh sejatimu ros
2023-08-07
0
HNF G
sunny ternyata anak sholeh ya, pinter ngaji. udah km sm sunny aja. aq yakin kl sebenernya sunny dr dl udah suka sm kamu, cuma kmnya aja yg gak peka😅
2023-06-07
0
Astri
kasian mas bara.. pdhal aku sukaas barra
2022-12-30
0