"Gak usah cium tangan segala, emangnya aku udah tua apa!" tolakku lantang
"Kan aku salah sama kamu Ros, makanya "Gak usah cium tangan segala, emangnya aku udah tua apa!" tolakku lantang
"Kan aku salah sama kamu Ros, makanya aku cium tangan minta maaf sama kamu," jawabnya lirih
"Gak perlu, sudah aku maafin kok, lagian aku harusnya terima kasih sama kamu karena aku bisa merasakan jadi Snow White setelah kamu putusin, terus aku juga menemukan Pengeran tampan yang menjadi penolongku dan akan menikahi aku," ujarku sembari menarik lengan Sunny kerahkul cium tangan sejakian minta maaf sama kamu," jawabnya lirih
"Gak perlu, sudah aku maafin kok, lagian aku harusnya terima kasih sama kamu karena aku bisa merasakan jadi Snow White setelah kamu putusin, terus aku juga menemukan Pengeran tampan yang menjadi penolongku dan akan menikahi aku," ujarku sembari menarik lengan Sunny kerahku
Ros tersenyum senang ketika melihat gurat kekecewaan di mata mantan pacarnya itu.
"Jadi Sunny calon suami kamu Ros?, kamu gak takut ditinggal kawin lagi sama dia, secara Sunny kan playboy yang suka gonta-ganti pacar, jangan sampai kamu gagal untuk kedua kalinya Ros," sindir Hesti dengan nada mengejek
"Alhamdulillah, walaupun Sunny ini playboy tapi dia bertanggung jawab dan bisa dipercaya, tidak seperti lelaki yang seperti malaikat tapi ternyata berkhianat," jawab Ros langsung membuat Hesti mengepalkan tangannya
"Btw karena Ros udah sehat apalagi dia udah maafin aku, jadi kami pamit dulu ya," ujar Rizal berpamitan
"Iya, terima kasih karena sudah menjenguk Ros," jawab Sunny
"Hmmm, btw nitip Ros ya bro, jaga dia baik-baik dan jangan pernah menyakitinya," bisik Rizal
"Insya Allah bro," jawab Sunny
Keduanya kemudian pergi meninggalkan ruang tamu membuatku merasa lega dan langsung merebahkan tubuhku ke sofa.
"Lain kali jangan bertindak a arogan lagi Ros, jangan perlihatkan lagi kelemahan kamu pada mereka, karena dengan kamu terus berupaya membalas dendam kepada mereka, maka itu akan membuat mereka semakin tahu kalau kamu tidak bisa move on dari Rizal," ucap Sunny membuat aku semakin kesal
"Terserah akulah mau ngapain juga, lagian apa urusannya sama kamu," jawabku ketus
"Kan aku calon suami kamu, makanya sudah kewajiban aku untuk menasihati calon istri aku agayt tidak salah jalan, dan segera kembali ke jalan yang benar," jawab Sunny membuat aku terkekeh mendengarnya
"Loh kok malah ketawa, memangnya ada yang lucu?" tanya Sunny
"Ya lucu aja, kamu ngomong kaya gitu kaya orang bener aja," jawabku
"Emang aku gak bener ya?" tanya Sunny membuat aku sedikit gak enak hati
"Kamu tuh baik, walaupun kamu suka gonta-ganti pacar, aku juga suka sifat kamu yang dewasa dan bijaksana," jawabku membuat Sunny langsung membusungkan dadanya
"Kalau gitu kamu mau dong jadi pacar aku," goda Sunny membuat aku tersipu
"Diih ogah, pasti nanti gak sampai sebulan pasti putus, kan lo biasanya gitu," jawabku sambil terkekeh
"Yaudah kalau gak mau jadi pacar jadi ibu dari anak-anakku saja ya?" tanyanya membuat aku semakin terkekeh mendengarnya
"Udah ah, jangan bercanda," jawabku enteng
"Aku serius Ros, kalau kamu tadi bilang aku ini calon suami kamu cuma untuk pelampiasan kamu agar si Rizal itu jelous sama kamu its ok, aku terima. Tapi kalau aku benar-benar serius Ros," tuturnya membuatku jadi tegang
"Sun, ada yang nyari tuh," ucap Ibuku membuatku sedikit lega
"Sopo Lik?" jawab Sunny
"Gak kenal aku, coba temui aja dulu," pinta Ibu
"Iya, bentar," jawab Sunny yang menatapku tajam sebelum pergi meninggalkan aku
"Huft, hampir saja jantungku mau copot, untung ada ibu, maka...." belum sempat aku menyelesaikan ucapanku kulihat ibuku sudah tidak ada didepanku, padahal tadi aku lihat dia masih ada di bibir pintu.
"Cepet banget ibu ngilangnya, tahu-tahu udah di kafe aja," ucapku ketika mendatangi warung ibu yang biasa disebut kafe sama anak-anak ABG.
"Ngilang di mana, orang ibu dari tadi disini gak kemana-mana, mana bisa warung ditinggal kalau lagi rame kaya gini," jawabnya sambil menyeduh kopi
"Tadi yang mau ketemu Sunny cewek apa cowok bu?" tanyaku penasaran
"Mana ibu tahu nduk, orang dari tadi ibu gak keluar dari kafe," jawabnya membuatku merinding
Terus kalau bukan ibu, yang tadi itu siapa?,
Bulu kudukku tiba-tiba berdiri mengingat beberapa kejadian yang janggal hari ini. Aku langsung masuk ke kamarku untuk beristirahat, aku langsung berbaring dan memejamkan mataku.
**Wuushhh!!
Tiba-tiba angin berhembus kencang membuat jendela, bergerak-gerak menimbulkan suara berisik yang menganggu tidurku.
**Krekek, krekek!!
Aku pun terbangun, aku beranjak dari kasurku menuju ke jendela untuk memasang pengait jendela yang lupa aku pasang.
Saat jendela sudah berhasil aku kunci tiba-tiba kurasakan suasana aneh dikamarku, suasana hening dan kurasakan hembusan angin menyelusup masuk kekamarku yang sudah tertutup rapat.
Aku merasakan sedikit merinding dan langsung kembali meringkuk diranjangku. Ku rasakan seperti seseorang menyingkap selimutku dan tidur disebelahku sambil memelukku.
Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang menyapu wajahku dan seperti ada sesuatu yang sangat lembut mendarat di pipiku.
Sepertinya aku kenal dengan sentuhan ini, tidak salah lagi dia pasti Mas Barra suamiku, dia datang kekamarku malam ini membuatku langsung berusaha melepaskan diri dari pelukannya.
"Jangan takut sayang, jangan pergi, aku merindukan kamu," suara itu terdengar lirih ditelingaku dan seperti tahu kelemahanku, lelaki itu kini menampakkan dirinya padaku.
Sosok Mas Barra yang tampan selalu membuatku terpesona dan tersihir dengan ketampanan wajahnya. Dia tersenyum dan memelukku mesra, membuat aku tidak bisa menolak kedatangannya. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa aku juga merindukannya, merindukan kasih sayangnya ataupun belaian lembut darinya.
Namun akal sehatku sedikit bekerja, aku sadar jika mahluk yang sedang memelukku ini bukanlah Mas Barra yang tampan yang selalu aku impikan, dia adalah mahluk meyeramkan yang berwujud Gondoruwo.
Seketika aku langsung mendorong tubuhnya agar melepaskan pelukannya dari tubuhku.
"Kamu bukan suamiku, pergi!, jangan ganggu aku!" teriakku mengusir mahluk itu
"Aku Barra suamimu sayang, kau tidak usah takut, aku tidak akan menyakitimu, aku hanya rindu, apakah salah jika aku merindukan istriku, apa aku tidak boleh menemuimu, percayalah Ros, apapun yang terjadi padamu aku akan tetap menjaga dan melindungi kamu dari siapapun yang akan menyakitimu, panggilah namaki jika kau butuh bantuanku, aku pasti akan datang. Aku tahu sulit untuk aku bisa bersamamu lagi atau sekedar untuk mnenmuimu, karena ada seseorang yang memasang pagar pemisah agar aku tidak bisa menemui istriku," kata-kata itu membuat aku merasa bersalah karena telah membuatnya menjadi sedih. Ku lihat tatapan sedih penuh kerinduan dari sorot matanya, dan itu membuat aku sadar apapun dia, tidak peduli dia Jin, Mahluk Gaib ataupun apalah namanya dia tetap suamiku, lelaki yang sangat aku cintai.
Ketika aku berjalan mendekat kearahnya dan aku sangat ingin memeluknya tiba-tiba sosoknya lenyap dari kamarku, membuat aku bersedih dan menangis sejadi-jadinya.
"Maafkan aku Mas, bukan maksudku mengusir kamu, aku juga kangen kamu Mas," ucapku sambil terisak
"Bangun Ros!, bangun!" kudengar suara ibu memanggilku, dan seketika aku membuka mataku, kulihat ibu duduk di sampingku.
"Kamu mimpi buruk ya nduk?" tanya Ibu
Aku hanya mengangguk, tanpa menceritakan mimpiku pada ibu.
"Yaudah ibu akan tidur disini menemani kamu, supaya kamu tidak diganggu, mahluk itu lagi," ucap Ibu sambil memasang selimutku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
🦋Elsawhy🦋
yaaa
rindu kok sama genderuwo
2023-09-08
0
HNF G
kapan di rukyah nya..... kelamaan ah ntar keburu kesambet lg
2023-06-08
0
Aqiyu
banyakin ngaji Ros
2022-10-04
1