Tawuran

Di malam yang gelap, nampak sebuah dua geng motor berdiri di tengah lapangan yang gelap dah sepi. Kedua ketua geng motor nampak berdiri di garda paling depan, dan saling melemparkan tatapan sengit kepada lawan.

Vania yang baru bergabung, dengan geng motor Beatles. Jantungnya berdetak lebih kencang daripada biasanya. Karena harini tawuran pertamanya, di geng motor Beatles.

Sementara disisi lain, Jefri menjitak kepala Bastian kesal.

"Kenapa Lo jitak, pala gue Jefri! Kalau botak gimana?" Lirih Bastian dengan raut wajah yang di buat sedih.

"Biarin! Kalau bisa pala Lo itu jadi bola, biar ku tendang sampai sungai Amazon" Sergah Jefri kesal, karena bisa-bisanya Bastian menginjak kakinya yang terbalut sepatu kesayangannya, yang baru di beli hari ini.

Bastian yang mendengar, perkataan Jefri. Mencebik kesal seraya menggerutu di dalam hatinya. Karel yang berada di samping Bastian, merangkul pundak cowok itu.

"Dah jangan sedih ntar gue traktir Lo! Gimana?" Ucap Karel membuat Bastian yang tadi sedih kini menjadi tersenyum lebar.

"Mau.." Jawab antusias Bastian seperti anak kecil yang baru saja dapat mainan dari ibunya dan membuat Karel terkekeh geli melihatnya.

"Tapi gopek ya!" Senyuman Bastian pun seketika luntur dari bibirnya. Ia pun melepaskan rangkulan tangan Karel yang berada di pundaknya dengan kesal. Dan itu membuat Karel dan Jefri yang melihatnya tertawa terbahak-bahak.

Alaska yang melihat, tingkah mereka sedari tadi. Hanya bisa mendengus kesal seraya memutar bola matanya jengah.

"Anak kurang asupan ne tek" Gumam Alaska kepada sohibnya yang dapat di dengar oleh Vania. Vania yang dapat mendengarnya, mengerutkan dahinya bingung.

"Apaan Lo bilang gue anak yang kurang ne tek" Ketus Vania kesal membuat Alaska tersenyum miring .

"Diam Lo beban! gue bilang bukan buat Elo" Balas Alaska seketika Vania langsung bungkam.

"Beatles!" Seru Aksara pertanda pertarungan akan di mulai. Mereka semua pun langsung memasang kuda-kuda mereka.

"Serang..."

Pertarungan sengit pun di mulai. Semua tampak fokus, pada lawan mereka masing-masing. Begitu juga Vania yang terlihat sangat hebat menjatuhkan lawannya.

Sementara sang ketua, tampak main-main. Dengan lawannya.

"Sini qoni kejar aku krukkk.." Ucap Aksara seraya berlari memutar lapangan. Geng star yang di pimpin oleh oleh Joni, nampak kesal melawan geng Beatles yang di pimpin oleh Aksara.

"Ini lah gue malas, tawuran sama ketua geng Beatles. Kayak lawan sama bocah cok" Gerutu Joni kesal seraya mengejar aksara yang lari seperti anak ayam yang di kejar induknya.

"Lumayan juga Lo.." Puji Reza merupakan wakil geng motor star. Alaska yang tampak di puji, menyerangai kecil.

"Baru nyadar Lo!" Balas Alaska seraya menendang perut Reza. Sontak membuat Reza jadi mundur beberapa langkah dan langsung memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tendangan Alaska. Reza yang di tendang pun melawan balik dengan meninju wajah Alaska. Alaska yang tahu pergerakan Reza, langsung menangkisnya. Dan lalu mencengkram tangan cowok dan melintirkanya.

Krek..

"Arkhh.." Ringis Reza kesakitan pada pergelangan tangannya. Alaska tersenyum puas.

Bugh

Bugh

Dua pukulan mematikan dari Alaska pun, menumbangkan seorang wakil geng motor Star. Reza pun tergeletak tak berdaya di lantai lapangan seraya terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar. Akibat pukulan Alaska yang memukul dadanya sampai sakit nya terasa sampai ulu hati.

Alaska pun, tersenyum kemenangan. Matanya pun tergerak menatap Vania yang lumayan hebat, melawan musuhnya. Namun Vania yang sedang fokus tidak, menyadari ada sedang ingin melawannya dari belakang.

Alaska yang melihatnya pun segera menolong Vania.

Bugh

Krek

Dua pukulan dan patahan tulang terdengar nyaring. Gak diam di situ aja, Alaska pun mencengkram kerah jaket lawannya, yang hendak tadi melawan Vania dari belakang. Ia pun meninju wajah cowok itu berulang kali-kali.

Hingga membuat sang empu, memohon ampun.

"Ampun bang.." Ucapnya dengan suara nyaris tak dengar. Alaska yang mendengarnya, tidak menggubrisnya dan terakhir membanting tubuh cowok itu ke lantai lapangan.

Bugh

Vania membulat sempurna matanya. Melihat Alaska yang begitu sadis menjatuhkan lawannya.

"Makasih ya.." Ucap Vania yang sadar kalau Alaska ingin menyelamati dirinya.

Bugh

"Aduuh bisa pelan-pelan gak!" Ketus Vania kepada Alaska yang sedang mengobati pipinya, yang unggu kebiruan. Alaska yang mengobati cewek itu, tidak menggubris perkataan Vania.

"Sakit Alaska!" Pekik Vania kesakitan dengan cara cowok itu mengobati luka memarnya. Yang begitu tidak telatennya. Dan bisa-bisanya cowok itu menekan lukanya dengan kuat.

"Bawel amat sih. Untung aja gue mau obati. Kalau gak dah mati Lo dari tadi" Balas Alaska datar.

Vania melebarkan matanya sempurna, mendengar perkataan cowok itu.

"Yang ada! Gue mati di obati sama Lo. Bukannya malah sembuh!" Sergah Vania kesal.

Alaska menaikkan alisnya sebelah, ia pun berdiri dari kursinya. Dan melemparkan handuk kecil untuk kompres itu ke, wajah Vania. Vania yang di lempar handuk kecil itu menahan emosi nya mati-matian.

"Yaudah obati sendiri" Tukas Alaska dengan tatapan tajamnya. Vania yang melihat tatapan mata tajam Alaska nyalinya langsung ciut.

"Yaudah.." Gerutu Vania di dalam hati.

Aksara yang melihatnya, hanya bisa mengeleng kepalanya.

"Ck' mancam tikus sama kucing aja mereka berdua" Berdecak Aksara pelan yang dapat oleh, Jefri, Bastian dan Karel.

"Bukan! yang benar itu macam Boba dan sosis" Celetuk Jefri seraya memainkan kedua alisnya.

"Kok nyasar dari makanan Lo" Ketus Karel.

"Bukan gitu bro, maksud gue yang bergelantungan di dada Vania itu boba sedangkan di balik celana Alaska itu sosis" Ucap Jefri tersenyum lebar. Membuat mereka yang mendengar perkataan cowok itu, ingin memukul kepala Jefri sekarang itu juga.

"Dasar otak bokep Lo" Cibir Aksara.

"Gak heran lagi, di kan cucu kakek Sugiono" Timpal Karel seraya tergelak tertawa.

"Enak aja, daripada Lo cucu maling kundang" Balas Jefri yang tidak terima di katain cucu kakek Sugiono. Bastian sedari tadi menyimak tidak mengerti, apa yang mereka bahas.

"Ouh Kakek Sugiono ayahnya maling kundang ya.." Celetuk Bastian seketika membuat jadi hening.

"Gila palannya, pengen gue geplak biar gak lemot Mulu"

Terpopuler

Comments

Nabila

Nabila

ngakak thor

2023-12-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!