Bangun

Sementara itu, di sebuah kamar tepatnya di kamar Arsen, tampak pria itu terlibat pembicaraan serius di telepon.

"Semuanya aman, Sob. Tante Amber dan istrimu lagi di perjalanan pulang," terdengar suara pria yang tidak lain adalah Niko dari ujung sana.

"Baguslah. Apa ada sesuatu yang terjadi tadi?" tanya Arsenio.

Terlihat rahang Arsenio tiba-tiba mengeras wajahnya memerah dan matanya berkilat-kilat penuh amarah. Bisa dipastikan kalau Niko, sedang menceritakan apa yang hampir saja menimpa Aozora.

"Brengsek! Jadi mama tirinya Aozora ingin melenyapkan Zora, sedangkan Om Damian ingin melenyapkan mamaku, begitu?" tanya Arsenio, memastikan.

"Iya, kira-kira memang seperti itu," sahut Niko.

"Sialan! Baiklah, terima kasih lagi untuk kali ini, Niko!" ucap Arsen, dengan napas yang memburu.

"Sama-sama, Sob! Oh ya, kamu kapan berniat menghentikan sandiwara kamu ini? Apa kamu masih penasaran kalau Hanum masih mengkhawatirkan kondisimu dan memutuskan untuk datang, baru kamu akan bangun dan berpura-pura seakan-akan kedatangannya lah yang kamu tunggu, iya?" tukas Niko, mengalihkan pembicaraan.

"Sudahlah, kamu tidak tahu apa-apa!" sahut Arsenio, ketus.

"Siapa bilang aku tidak tahu apa-apa? Aku tahu, kalau Arsen yang terkenal tampan, pintar, tegas dan ahli dalam strategi berbisnis ternyata bodoh oleh karena seorang wanita. Padahal sekarang, di sampingnya ada seorang wanita yang sangat cantik, baik dan juga pintar di sampingnya. Kalau bukan karena dia istrimu, aku akan berusaha untuk mendekatinya," ucap Niko panjang lebar.

Wajah Arsen tiba-tiba memerah, tangannya terkepal dengan kencang mendengar ucapan sahabatnya itu barusan. Kalau Niko berada di depannya sekarang, bisa dipastikan kalau sahabatnya itu pasti akan meledeknya sama seperti Daren.

"Bisa-bisanya dia sepemikiran dengan Daren. Sialan!" umpat Arsenio dalam hati.

"Sen, Arsen, kamu kenapa diam? Kamu masih hidup kan?" terdengar lagi suara Niko dari ujung sana.

"Sialan! Kamu menyumpahiku mati, hah?" bentak Arsen.

Terdengar suara tawa yang pecah dari ujung sana. "Bukan seperti itu, Sob. Kan kamu tiba-tiba diam, jadinya aku bingung kan. Atau jangan-jangan kamu lagi kesal ya, mendengar ucapanku tadi? Kamu tidak mau ya, aku mendekati Aozora?" tukas Niko, di sela-sela tawanya.

"Jangan asal bicara kamu! Aku tidak kesal.Untuk apa aku kesal?" sangkal Arsenio.

"Oh, seperti itu ya? Kalau begitu, kamu kabari aku ya, kapan kamu mau melepas Aozora. Aku akan siap menerimanya. Lagian, kamu pasti belum pernah menyentuhnya sama sekali kan?" kembali Niko menggoda.

"Kamu bisa diam nggak? Kamu sama saja dengan Daren! Brengsek kalian berdua!" umpat Arsenio sembari memutuskan panggilan secara sepihak. Bisa dipastikan kalau Niko pasti terbahak di ujung sana.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Ma, kenapa kita naik mobil ini? Mobil kita nanti bagaimana?" tanya Aozora setelah sekian lama terdiam di tengah rasa penasarannya.

"Tidak apa-apa, Sayang. Tadi Mama hanya merasa kalau kita akan lebih aman jika diantarkan oleh mereka. Kalau urusan mobil, nanti mama akan meminta orang untuk mengambilnya ke sini," sahut Amber memberikan alasan yang sangat bisa diterima oleh menantunya itu.

Aozora tidak memilih untuk tidak bertanya lagi,. karena alasan yang diberikan mertuanya itu memang cukup masuk akal.

Kemudian ia kembali melihat melalui jendela menyusuri sepanjang jalan yang sudah mula sepi.

"Siapa sih yang berniat mencelakaiku? Siapa yang menyuruh dua pria tadi? Apa itu Tante Dona, Dimas atau Tsania? Atau jangan-jangan Om Damian?" batin Aozora.

Wanita itu kemudian meraih ponselnya dan membuka blokiran nomor Dona. Kemudian jarinya terlihat mulai menari-nari di tombol-tombol huruf di ponselnya.

"Aku tahu kalau yang terjadi tadi pasti ulah anda nyonya Dona yamg terhormat. Sepertinya anda sudah siap ya untuk menanggung resikonya? Mari kita mulai permainan ini. Anda jual, Saya beli!" Aozora langsung mengirimkan pesan itu setelah ia selesai mengetiknya.

Tidak berselang lama, terdengar bunyi dari ponselnya pertanda ada pesan yang masuk.

"Apa maksud pesanmu ini? Aku sama sekali tidak mengerti. Emangnya apa yang terjadi padamu? Jangan hubungkan apapun yang terjadi padamu, denganku!" itulah pesan balasan dari Dona.

Aozora mengernyitkan keningnya. Antara percaya dan tidak percaya. "Kalau bukan dia siapa lagi?" batin Aozora

"Intinya kalau bukan anda, berarti putri atau menantu anda. Tidak ada lagi selain kalian bertiga. Oh, satu lagi, Om Damian. Ingat, aku bukan wanita yang lemah lagi. Jangan sampai mengusikku lagi, karena aku tidak akan tinggal diam!" Aozora kembali mengirimkan balasan. Setelah dia memastikan sudah dibaca, ia pun kembali memblokir nomor mama tirinya itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mobil yang membawa Aozora dan Amber kini berhenti di depan sebuah rumah yang sangat mewah. Setelah mengucapkan terima kasih pada dua pria itu, kedua wanita berbeda usia itupun bersama-sama berjalan masuk ke dalam rumah.

"Kamu langsung ke kamar aja ya, Zor. Kamu pasti capek. Mama juga masih istirahat,". Aozora menganggukkan kepala, mengiyakan dan berjalan menaiki undakan tangga menuju kamar di mana Arsen terbaring.

Ia pun dengan perlahan membuka pintu. Seraya menutup pintu, ia memijat-mijat tengkuk lehernya yang seperti tegang dan tidak memperhatikan ke arah ranjang.

"Mas, aku pulang!" ucap Aozora, masih dengan tidak melihat ke arah ranjang.

"Kamu siapa?" Aozora terjengkit kaget sampai tas yang dia pegang terjatuh ketika mendengar suara berat dari arah ranjang.

Mata Wanita itu membesar dengan sempurna melihat sepasang mata milik Arsen yang selama ini tertutup kini tengah menatapnya.

"Ka-kamu sudah bangun?" suara Aozora terdengar terbata-bata.

Tbc

Terpopuler

Comments

Heny

Heny

Aqu suka niko dan daren bearti ada dua orang yg menyukai zora hati2 km arsen zora sdh ada yg menunggu ntar nysel

2025-03-15

0

Bunda SalVa

Bunda SalVa

Niko 11 12 dengan Daren ,suka sekali mengklaim jandanya Zora 😄😄

2024-11-03

0

Suherni 123

Suherni 123

Zora terlalu baik masih gak enakan sama si meta padahal anak sama laki nya itu penjahat,,, tinggal kasih tau aja kirim video syur Dimas Sania ke meta biar tau kebenaran nya

2024-08-23

2

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa untuk menikah
2 Keputusan Aozora
3 Alasan Amber.
4 Sah berganti status jadi istri
5 Menyampaikan uneg-uneg
6 Cantik
7 Daren
8 Permintaan Arsenio
9 Membersihkan tubuh Arsen
10 Hari pertama ke perusahaan
11 Dimas turun jabatan
12 Kedatangan Tsania
13 Kepanikan Tsania dan Dimas
14 Kita tidak bisa bersantai lagi
15 Bingung
16 Ancaman Aozora
17 Kepanikan Dimas dan Tsania
18 Kekesalan Arsenio
19 Gagal
20 Bangun
21 Hampir saja
22 Hampir saja 2
23 Berusaha menahan rasa kesal
24 Kamu butuh bantuan?
25 Apa dia sebaik itu?
26 Dia pasti cemburu
27 Aksi Damian
28 Ini pasti ulah Aozora
29 Terlalu percaya diri
30 Kepanikan Dona
31 Kamu harus berterima kasih padaku
32 Kamu harus menemaniku terapi
33 Ribut
34 Hampir saja
35 Siapa kamu?
36 bertemu Danuar
37 Aditya marah
38 Kembali ke pemilik asli
39 Sedikit kecewa
40 Selingkuh ?
41 Permulaan karma
42 Anda lebih tega
43 Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44 Apa yang harus aku lakukan
45 Ancaman Dona.
46 cantik sekali!
47 Rencana licik Damian
48 Kemarahan Arsen
49 Aozora hilang sabar
50 Anggap saja aku sudah mati
51 Sulit dipahami
52 Bosan punya banyak uang
53 Aku tidak suka!
54 Rahasia Hanum
55 Akan kembali ke kantor
56 Pasrah
57 Sisi lain Arsen
58 Aku akan menghapus bekasnya
59 Dimas pulang
60 Ide gila Dona
61 Menyambut Arsen
62 Mau jadi sekretaris
63 Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64 Dona mengancam Tsania
65 Menemui Samudra!
66 Bella mendatangi Samudra
67 Ini tidak bisa dibiarkan
68 Provokasi Hanum
69 dia itu adik sepupuku
70 Aku sudah tidak peduli!
71 Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72 Aku menyerah
73 Ke Makam
74 Dilema Tsania
75 Penyesalan Meta
76 pingsan
77 Keputusanku tetap sama.
78 Kalau tidak berguna buang saja!
79 Rencana Dimas
80 Acara Ulang tahun, Arsen
81 Ancaman Hanum
82 Aku juga tidak minta dilahirkan
83 Mengancam Danuar.
84 Aku harus bertindak
85 Ini semua rencanaku
86 Terpaksa melaporkan
87 Provokasi Hanum
88 Datang ke ruanganku sekarang!
89 Ya, Dia Raraku!
90 Aku mau menginap di sini
91 membujuk Aozora
92 Ke kantor polisi
93 Aku hamil.
94 Cerita Arsen
95 Kekesalan Arsen
96 Cari cara
97 Syarat Dimas
98 Aku ikhlas melakukannya
99 Perdebatan Bella dan Niko
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 bab 115
116 bab 116
117 bab 117
118 bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Pengumuman
126 Pengumuman
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dipaksa untuk menikah
2
Keputusan Aozora
3
Alasan Amber.
4
Sah berganti status jadi istri
5
Menyampaikan uneg-uneg
6
Cantik
7
Daren
8
Permintaan Arsenio
9
Membersihkan tubuh Arsen
10
Hari pertama ke perusahaan
11
Dimas turun jabatan
12
Kedatangan Tsania
13
Kepanikan Tsania dan Dimas
14
Kita tidak bisa bersantai lagi
15
Bingung
16
Ancaman Aozora
17
Kepanikan Dimas dan Tsania
18
Kekesalan Arsenio
19
Gagal
20
Bangun
21
Hampir saja
22
Hampir saja 2
23
Berusaha menahan rasa kesal
24
Kamu butuh bantuan?
25
Apa dia sebaik itu?
26
Dia pasti cemburu
27
Aksi Damian
28
Ini pasti ulah Aozora
29
Terlalu percaya diri
30
Kepanikan Dona
31
Kamu harus berterima kasih padaku
32
Kamu harus menemaniku terapi
33
Ribut
34
Hampir saja
35
Siapa kamu?
36
bertemu Danuar
37
Aditya marah
38
Kembali ke pemilik asli
39
Sedikit kecewa
40
Selingkuh ?
41
Permulaan karma
42
Anda lebih tega
43
Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44
Apa yang harus aku lakukan
45
Ancaman Dona.
46
cantik sekali!
47
Rencana licik Damian
48
Kemarahan Arsen
49
Aozora hilang sabar
50
Anggap saja aku sudah mati
51
Sulit dipahami
52
Bosan punya banyak uang
53
Aku tidak suka!
54
Rahasia Hanum
55
Akan kembali ke kantor
56
Pasrah
57
Sisi lain Arsen
58
Aku akan menghapus bekasnya
59
Dimas pulang
60
Ide gila Dona
61
Menyambut Arsen
62
Mau jadi sekretaris
63
Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64
Dona mengancam Tsania
65
Menemui Samudra!
66
Bella mendatangi Samudra
67
Ini tidak bisa dibiarkan
68
Provokasi Hanum
69
dia itu adik sepupuku
70
Aku sudah tidak peduli!
71
Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72
Aku menyerah
73
Ke Makam
74
Dilema Tsania
75
Penyesalan Meta
76
pingsan
77
Keputusanku tetap sama.
78
Kalau tidak berguna buang saja!
79
Rencana Dimas
80
Acara Ulang tahun, Arsen
81
Ancaman Hanum
82
Aku juga tidak minta dilahirkan
83
Mengancam Danuar.
84
Aku harus bertindak
85
Ini semua rencanaku
86
Terpaksa melaporkan
87
Provokasi Hanum
88
Datang ke ruanganku sekarang!
89
Ya, Dia Raraku!
90
Aku mau menginap di sini
91
membujuk Aozora
92
Ke kantor polisi
93
Aku hamil.
94
Cerita Arsen
95
Kekesalan Arsen
96
Cari cara
97
Syarat Dimas
98
Aku ikhlas melakukannya
99
Perdebatan Bella dan Niko
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
bab 115
116
bab 116
117
bab 117
118
bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Pengumuman
126
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!