Kepanikan Dimas dan Tsania

Sementara itu, Amber yang dari tadi sudah keluar dari ballroom tidak langsung menghubungi balik Arsenio, yang memang menghubunginya saat dirinya masih ada Aozora di dekatnya. Wanita paruh baya itu, memilih untuk mencari tempat yang lebih aman, karena dia tahu kalau jalan menuju ruangan ballroom tempat resepsi pernikahan, akan banyak dilalui orang.

Setelah menemukan tempat yang dia rasa aman, wanita paruh baya itu pun langsung menghubungi kembali putranya.

Tidak perlu menunggu tiga detik, panggilannya langsung mendapat respon dari sang putra.

"Ada apa, Sen? kamu tahu kan Mama lagi bersama Zora? Tapi kenapa kamu dari tadi menghubungiku? kamu sudah mau rahasiamu terbongkar? kalau iya, mama sih justru senang," belum sempat Arsen memberikan jawaban, Amber sudah lebih dulu mengoceh.

"Ma, bisa bicara satu-satu nggak? Aku mau tanya, makan malamku mana? Aku lapar, Ma,"

Amber sontak menepuk jidatnya sendiri, lupa kalau puteranya belum makan.

"Astaga, mana mama dan Zora sudah di sini lagi. Tadi juga nggak ada masak makan malam sama sekali," ucap Amber.

"Ya ampun, Ma! Jadi aku nggak akan makan malam, malam ini? Benaran Zora tidak masak makan malam Ma?" terdengar suara lirih Arsenio dari ujung sana.

"Mama tidak mungkin meminta Zora masak. Kalau mama minta dia masak, nanti dia bakal tanya, mau masak makan malam untuk siapa? Kamu mau kalau mama jawab makan malam untukmu? Kamu sih, maunya makan masakan Zora, padahal ada bibi. Ketagihan ya, sama masakan istrimu?" masih sempat-sempatnya Amber menggoda putranya.

"Udah becandanya, Ma? Nggak lucu sama sekali! Jadi aku bagaimana nih sekarang? Apa aku akan tahan lapar sampai besok?" ucap Arsen.

"Iya deh, iya. Mama akan minta Daren yang antar makanan ke kamu," pungkas Amber akhirnya.

"Kenapa harus Daren, Ma? Niko kan ada." Arsenio sepertinya keberatan kalau Daren yang membawakan makanan untuknya.

"Niko kan juga ada di pesta ini. Kamu lupa ya? Lagian kenapa rupanya kalau Daren yang antar?" Amber mengernyitkan keningnya.

"Daren suka meledekku, dan aku tidak suka. Tapi, ya sudahlah, Daren pun jadilah," pungkas Arsen akhirnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di lain sisi, tepatnya di dalam sebuah kamar tampak dua sejoli yang baru saja sah menjadi suami istri. Dua orang itu tidak lain adalah Dimas dan Tsania.

Mereka berdua sudah terlihat siap untuk acara resepsi pernikahan mereka. Gaun pengantin yang seharusnya dipakai oleh Aozora, menempel indah di tubuh Tsania. Wanita itu sepertinya benar-benar puas dengan gaun pilihan Aozora itu.

"Sayang, sudah deh nanti riasanku hancur lagi!" Tsania berusaha mendorong tubuh Dimas yang dari tadi berusaha untuk mencumbunya.

"Tapi, aku benar-benar menginginkannya sekarang, Sayang. Kamu sih, kenapa bisa semenggai*rahkan ini?" Dimas kembali mengendus-endus leher Tsania.

"Tapi, kita sebentar lagi akan dipanggil, Sayang. Kamu sabar sedikit kenapa sih? Nanti kalau aku terlihat jelek bagaimana?" protes Tsania.

"Iya deh, Sayang!" Dimas akhirnya menjauhkan dirinya dari tubuh Tsania.

"Kamu sabar ya, Sayang! Nanti malam kita akan melakukannya sepuasnya," bujuk Tsania yang melihat raut wajah merengut dari suaminya itu.

Dimas yang tadinya memang sedikit kecewa akhirnya kembali tersenyum mendengar ucapan Tsania. Dia baru saja hendak kembali memeluk tubuh sang istri tapi tiba-tiba pintu dibuka oleh seseorang dari luar.

Dimas hampir saja mengumpat, namun langsung dia urungkan, begitu melihat siapa yang datang.

"Ma, Pa, kenapa ke sini?" tanya Tsania pada dua orang yang baru saja datang itu. Ya, dua orang itu adalah Aditya dan Dona.

"Kalian berdua memang bodoh, benar bodoh!" bukannya menjawab, Dona langsung saja memaki anak dan menantunya itu.

"Mama kenapa sih? Datang-datang bukannya memuji kecantikan anaknya, malah marah-marah!" cetus Tsania, dengan wajah masam.

"Bagaimana Mama tidak marah hah? bagaimana bisa photo-photomu tanpa pakaian dan Video asusila kalian berdua ada pada Zora? Kalian berdua cari mati ya?" emosi Dona benar-benar sudah tidak terkontrol lagi.

"Hah, ma-maksud Mama apa? Pho-photo apa yang mama maksud?" kali ini Dimas yang buka suara. Wajah pria itu sekarang sudah terlihat panik.

"Photo-photo apa yang mama maksud, Mama yakin kalau kamu pasti sudah bisa menebaknya. Bagaimana bisa sih kamu bisa menyimpannya di sembarang tempat, tanpa keamanan yang tinggi?" Napas Dona terlihat memburu saking emosiny.

"Sayang, kamu bilang kalau semuanya sudah aman dan photo-photonya sudah kamu hapus, tapi kenapa di Zora jadi ada?" kini Tsania yang terlihat panik.

"Aku juga tidak tahu, Sayang. Aku memang sudah menghapus semuanya. Mungkin Aozora sudah curiga di awal, dan lebih dulu mengambilnya sebelum aku hapus. Arghhh, aku benar-benar tidak menyangka kalau dia bisa sampai sedetail itu!" Dimas menggusak rambutnya dengan kasar, hingga rambutnya yang tadi sudah tertata rapi, kini sudah berantakan.

"Jadi bagaimana sekarang? Apa yang Kak Zora lakukan di luar, Ma? Apa dia akan menyebarkan photo-photo dan video itu nanti?" Tsania mulai tidak tenang.

"Kamu tenang saja, katanya dia tidak akan melakukannya, karena masih memikirkan mamanya Dimas. Tapi, kalau kita sampai mengusiknya, katanya dia tidak akan segan-segan," tutur Dona, berusaha menenangkan putrinya itu.

"Lagian kenapa kamu bisa seperti itu sih, Nia? Papa nggak nyangka kamu bisa sampai melakukan hal seperti itu, demi bisa merebut Dimas dari tangan kakakmu sendiri. Berarti yang dikatakan Kakakmu selama ini, benar!". Aditya buka suara, mengeluarkan emosi yang dari tadi berusaha dia pendam.

"Kamu bisa diam nggak sih? Yang penting Dimas tetap menikahi Tsania kan? Bukannya itu lebih dari cukup?" bentak Dona.

"Arghh, tapi aku benar-benar merasa sebagai papa sangat tidak berguna dan ini karena kalian berdua. Aku terlalu menuruti kemauan kalian, sampai aku tidak sadar putriku satunya lagi, jadi korban," Aditya sepertinya mulailah emosi.

"Oh, jadi kamu menyesal sekarang? Jadi mau kamu apa sekarang? Kamu ingat ya, kalau kamu sempat saja macam-macam, aku bisa saja membongkar perselingkuhanmu dulu denganku. Aku juga akan bilang ke semua orang kalau penyebab istrimu dulu meninggal, itu karena depresi akibat perselingkuhanmu denganku. Kamu mau kalau nama baikmu hancur, hah? Dan ingat juga, kalau sekarang perusahaan sudah atas nama Tsania, jadi kami tidak punya apa-apa l lagi,"

Lagi-lagi, Aditya harus terdiam mendengar ancaman yang selalu dilontarkan oleh Dona padanya. Ancaman yang menjadi bumerang bagi dirinya dan membuat dia terpaksa harus tega pada Aozora putrinya. Ingin dia tidak peduli, tapi demi reputasinya, dia akhirnya memilih untuk mengikuti apapun yang dikatakan Dona.

tbc

Terpopuler

Comments

Susi Andriani

Susi Andriani

pria goblok

2024-10-09

1

ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌

ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌

pria tololl

2024-09-16

1

ira

ira

dasar pak tua bodoh mu aja d setir Mak lampir

2024-07-03

4

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa untuk menikah
2 Keputusan Aozora
3 Alasan Amber.
4 Sah berganti status jadi istri
5 Menyampaikan uneg-uneg
6 Cantik
7 Daren
8 Permintaan Arsenio
9 Membersihkan tubuh Arsen
10 Hari pertama ke perusahaan
11 Dimas turun jabatan
12 Kedatangan Tsania
13 Kepanikan Tsania dan Dimas
14 Kita tidak bisa bersantai lagi
15 Bingung
16 Ancaman Aozora
17 Kepanikan Dimas dan Tsania
18 Kekesalan Arsenio
19 Gagal
20 Bangun
21 Hampir saja
22 Hampir saja 2
23 Berusaha menahan rasa kesal
24 Kamu butuh bantuan?
25 Apa dia sebaik itu?
26 Dia pasti cemburu
27 Aksi Damian
28 Ini pasti ulah Aozora
29 Terlalu percaya diri
30 Kepanikan Dona
31 Kamu harus berterima kasih padaku
32 Kamu harus menemaniku terapi
33 Ribut
34 Hampir saja
35 Siapa kamu?
36 bertemu Danuar
37 Aditya marah
38 Kembali ke pemilik asli
39 Sedikit kecewa
40 Selingkuh ?
41 Permulaan karma
42 Anda lebih tega
43 Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44 Apa yang harus aku lakukan
45 Ancaman Dona.
46 cantik sekali!
47 Rencana licik Damian
48 Kemarahan Arsen
49 Aozora hilang sabar
50 Anggap saja aku sudah mati
51 Sulit dipahami
52 Bosan punya banyak uang
53 Aku tidak suka!
54 Rahasia Hanum
55 Akan kembali ke kantor
56 Pasrah
57 Sisi lain Arsen
58 Aku akan menghapus bekasnya
59 Dimas pulang
60 Ide gila Dona
61 Menyambut Arsen
62 Mau jadi sekretaris
63 Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64 Dona mengancam Tsania
65 Menemui Samudra!
66 Bella mendatangi Samudra
67 Ini tidak bisa dibiarkan
68 Provokasi Hanum
69 dia itu adik sepupuku
70 Aku sudah tidak peduli!
71 Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72 Aku menyerah
73 Ke Makam
74 Dilema Tsania
75 Penyesalan Meta
76 pingsan
77 Keputusanku tetap sama.
78 Kalau tidak berguna buang saja!
79 Rencana Dimas
80 Acara Ulang tahun, Arsen
81 Ancaman Hanum
82 Aku juga tidak minta dilahirkan
83 Mengancam Danuar.
84 Aku harus bertindak
85 Ini semua rencanaku
86 Terpaksa melaporkan
87 Provokasi Hanum
88 Datang ke ruanganku sekarang!
89 Ya, Dia Raraku!
90 Aku mau menginap di sini
91 membujuk Aozora
92 Ke kantor polisi
93 Aku hamil.
94 Cerita Arsen
95 Kekesalan Arsen
96 Cari cara
97 Syarat Dimas
98 Aku ikhlas melakukannya
99 Perdebatan Bella dan Niko
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 bab 115
116 bab 116
117 bab 117
118 bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Pengumuman
126 Pengumuman
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dipaksa untuk menikah
2
Keputusan Aozora
3
Alasan Amber.
4
Sah berganti status jadi istri
5
Menyampaikan uneg-uneg
6
Cantik
7
Daren
8
Permintaan Arsenio
9
Membersihkan tubuh Arsen
10
Hari pertama ke perusahaan
11
Dimas turun jabatan
12
Kedatangan Tsania
13
Kepanikan Tsania dan Dimas
14
Kita tidak bisa bersantai lagi
15
Bingung
16
Ancaman Aozora
17
Kepanikan Dimas dan Tsania
18
Kekesalan Arsenio
19
Gagal
20
Bangun
21
Hampir saja
22
Hampir saja 2
23
Berusaha menahan rasa kesal
24
Kamu butuh bantuan?
25
Apa dia sebaik itu?
26
Dia pasti cemburu
27
Aksi Damian
28
Ini pasti ulah Aozora
29
Terlalu percaya diri
30
Kepanikan Dona
31
Kamu harus berterima kasih padaku
32
Kamu harus menemaniku terapi
33
Ribut
34
Hampir saja
35
Siapa kamu?
36
bertemu Danuar
37
Aditya marah
38
Kembali ke pemilik asli
39
Sedikit kecewa
40
Selingkuh ?
41
Permulaan karma
42
Anda lebih tega
43
Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44
Apa yang harus aku lakukan
45
Ancaman Dona.
46
cantik sekali!
47
Rencana licik Damian
48
Kemarahan Arsen
49
Aozora hilang sabar
50
Anggap saja aku sudah mati
51
Sulit dipahami
52
Bosan punya banyak uang
53
Aku tidak suka!
54
Rahasia Hanum
55
Akan kembali ke kantor
56
Pasrah
57
Sisi lain Arsen
58
Aku akan menghapus bekasnya
59
Dimas pulang
60
Ide gila Dona
61
Menyambut Arsen
62
Mau jadi sekretaris
63
Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64
Dona mengancam Tsania
65
Menemui Samudra!
66
Bella mendatangi Samudra
67
Ini tidak bisa dibiarkan
68
Provokasi Hanum
69
dia itu adik sepupuku
70
Aku sudah tidak peduli!
71
Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72
Aku menyerah
73
Ke Makam
74
Dilema Tsania
75
Penyesalan Meta
76
pingsan
77
Keputusanku tetap sama.
78
Kalau tidak berguna buang saja!
79
Rencana Dimas
80
Acara Ulang tahun, Arsen
81
Ancaman Hanum
82
Aku juga tidak minta dilahirkan
83
Mengancam Danuar.
84
Aku harus bertindak
85
Ini semua rencanaku
86
Terpaksa melaporkan
87
Provokasi Hanum
88
Datang ke ruanganku sekarang!
89
Ya, Dia Raraku!
90
Aku mau menginap di sini
91
membujuk Aozora
92
Ke kantor polisi
93
Aku hamil.
94
Cerita Arsen
95
Kekesalan Arsen
96
Cari cara
97
Syarat Dimas
98
Aku ikhlas melakukannya
99
Perdebatan Bella dan Niko
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
bab 115
116
bab 116
117
bab 117
118
bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Pengumuman
126
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!