Daren

Saat Arsenio masih menatap wajah Aozora, tiba-tiba mata pria itu tertarik melihat ponsel Aozora.

"Hmm, apa ya yang tadi membuatnya menangis? Sepertinya jawabannya ada di ponsel itu," bisik Arsenio pada dirinya sendiri.

"Emm, aku ambil gak ya? Ah tidak boleh, itu privasi nya dia," Arsenio mencoba untuk tidak peduli dengan ponsel itu. Namun, pria itu terlihat gelisah, karena sumpah demi apapun, dia benar-benar dihantui dengan rasa penasaran sekarang.

"Argh, bodo amat! Aku ambil saja, dari pada aku mati penasaran," Dia pun akhirnya dengan sangat pelan mencoba meraih ponsel itu dari tangan Aozora.

"Sial, nih ponsel dibukanya harus pakai sidik jari segala lagi," umpat Arsenio, sembari menggaruk-garuk kepalanya

"Kalau aku sentuh tangannya dia bangun nggak ya?" Arsenio menatap ke arah Aozora.

"Ahh, aku coba dulu aja deh!" batin Arsenio. Kemudian dengan perlahan dan dengan tangan yang gemetar, pria itu mulai mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Aozora, lalu meletakkan jari gadis itu ke ponsel Ayesha.

"Terbuka!" sorak Arsenio dalam hati.

Begitu terbuka, yang tampak di layar pertama kali adalah pesan dari Tsania. Sepertinya Aozora lupa menutup pesan itu.

"Oh, jadi mantan tunangannya ternyata Dimas sepupuku. Hmm, menarik!" Sudut bibir Arsenio, membentuk senyuman misterius ketika melihat photo yang dikirimkan Tsania yang sekarang dia tahu, adik dari wanita yang sedang tidur di ranjangnya itu.

Setelah itu, Arsenio membaca pesan yang dikirimkan Tsania, begitu juga balasan yang dikirimkan Aozora.

Setelah selesai membaca semuanya sampai habis, Arsenio meletakan kembali ponsel itu ke tangan Aozora.

"Sedih sekali, nasibnya! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus benar-benar menerima dia istriku sekarang? Tapi aku sama sekali tidak mencintainya," batin Arsenio, mengusap wajahnya dengan kasar.

Arsenio kembali menatap wajah Aozora yang terlihat masih sembab. Di saat pria itu masih fokus menatap wajah wanita yang baru saja jadi istrinya itu, tiba-tiba terdengar decitan pintu pertanda ada orang yang akan masuk.

"Hai, Sob, apa__"

"Stttt!" Arsenio sontak meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya, mengisyaratkan agar pria yang baru saja masuk itu tidak berisik.

Tenyata yang baru saja datang itu adalah seorang pemuda yang kalau dilihat darj wajah nya, pria itu satu usia dengan Arsenio. Pemuda itu tidak lain adalah Daren, seorang dokter sekaligus sahabat Arsenio.

"Sob, siapa dia? Kenapa dia ada di kamarmu?" tanya Langit dengan suara yang sangat pelan serta mata yang mengerjab-erjab menatap ke arah Aozora.

"Dia istriku,"

"Apa!"

"Sttt, kecilin suaramu! Bukannya aku sudah bilang jangan berisik!" Arsenio menatap Daren dengan tatapan tajam.

"Iya, iya, maaf! Tapi bagaimana dia bisa jadi istrimu? Bukannya tadi pagi kamu belum punya istri?" Daren kini sudah duduk sangat dekat dengan Arsenio.

"Baru saja!" sahut Arsenio singkat.

Daren mengernyitkan keningnya, karena pria itu masih bingung. "Aku tidak mengerti? Bagaimana kalian bisa menikah?" tanya Daren. "Apa dia tahu kalau kamu sebenarnya sudah tidak koma lagi?" imbuhnya.

"Dia tidak tahu sama sekali. Intinya kami tadi sudah menikah, dan ini rencana mama. Dia dinikahkan papanya denganku untuk membayar utang-utangnya," jelas Arsenio.

"Kasihan dia!" Daren menatap sendu ke arah Aozora.

"Tapi, dia cantik, Sob," puji Daren sembari tetap menatap ke wajah Aozora.

"Ehem," Arsenio berdeham, membuat Daren terjengkit kaget.

"Kenapa? Apa kamu tidak suka aku memujinya? Apa kamu tiba-tiba jatuh cinta padanya?" tukas Daren sembari menatap Arsenio dengan tatapan, menyelidik

"Tidak sama sekali. Kamu jangan asal bicara! Tidak mungkin semudah itu aku bisa mencintai wanita yang baru saja masuk dalam hidupku," sangkal Arsenio dengan tegas.

"Oh, jadi kamu masih mengharapkan si Hanum balik ke kamu, gitu? Ingat, dia yang buat kamu begini!" Daren mencoba mengingatkan.

"Tapi, aku belum yakin kalau dia bisa Setega itu. Aku merasa ada sesuatu yang terjadi padanya, makanya dia meninggalkanku. Kamu tahu sendiri kan bagaimana karakter Hanum?" sahut Arsenio.

Ya, Arsenio memiliki seorang kekasih yang sangat dia cintai bernama Hanum. Mereka sudah menjalin hubungan selama 7 tahun, tapi entah karena alasan apa, Hanum tiba-tiba meninggalkan Arsenio. Karena kalut, Arsenio akhirnya mengalami kecelakaan saat mengemudikan mobilnya yang entah kenapa pada saat itu, mobilnya juga mengalami rem blong.

"Baiklah, aku memang tahu bagaimana karakter Hanum. Tapi, manusia itu bisa saja berubah, Sen. Satu lagi, kamu harus ingat juga, kalau kamu itu sudah menikah. Kamu sendiri yang mengatakan kalau hidup istrimu ini kasihan selama ini, apa kamu mau membuat hidupnya semakin kasihan lagi?" tanya Daren dengan penuh tekanan, dan tentu saja masih dengan suara yang sangat pelan.

Arsenio bergeming, diam seribu bahasa. Perkataan Daren barusan benar-benar mengganggu pikirannya sekarang.

"Arghh, aku gak tahu, Ren! tapi aku yakin kalau dia juga tidak mungkin akan mencintaiku. Kamu tahu, ternyata dia mantan tunangan Dimas,"

"Hah, Dimas sepupu kamu?" tanya Daren memastikan.

"Iya. Seharusnya Minggu depan itu dia akan menikah dengan Dimas, tapi pria bajingan itu ternyata selingkuh dengan adik wanita ini. Dan nanti yang akan menikah dengan Dimas, ya adiknya ini," jelas Arsenio.

"Gila, Men benar-benar gila! Nah, kamu sudah tahu seperti itu, apa kamu tega juga nanti meninggalkan dia kalau seandainya Hanum kembali? Kalau iya, itu berarti kamu pria yang paling tega, Sen!" ucap Daren, sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Argh sudahlah! kita pikirkan saja nanti. Sekarang, mana makanan pesananku? Aku lapar! Buruan sini, keburu dia bangun,"

Daren kembali menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu memberikan bungkusan yang ternyata makanan.

"Nih, kamu makan dulu! Aku akan memeriksa kakimu," Daren memberikan makanan ke pada Arsenio.

Arsenio pun mulai makan, dengan lahap, sebelum Aozora bangun.

Sementara itu, Daren menepuk-nepuk kaki sahabatnya itu

"Bagaimana? Apa kamu sudah merasakan sesuatu?" tanya Daren dan Arsenio menggelengkan kepalanya.

Daren kemudian mengembuskan napasnya dengan berat.

"Sob, aku sarankan sebaiknya kamu berhenti pura-pura koma. Agar kamu bisa terapi. Kamu itu harus banyak berjemur juga. Kalau kamu begini terus, bisa-bisa kamu akan lumpuh selamanya, apa kamu mau itu terjadi?" ucap Daren.

"Tapi ...."

"Tidak ada tapi-tapi! stop berharap lagi. Hanum tidak akan datang!" ucap Daren, tegas.

Arsenio mengembuskan napasnya, merasa kalau apa yang diucapkan sahabatnya itu ada benarnya juga.

"Akan aku pikirkan, Ren." desis Arsenio, lirih.

"Aku sudah selesai makan!" Arsenio meletakkan kotak makan itu ke atas nakas, kemudian dia minum.

Baru saja Arsenio selesai makan, tiba-tiba ada pergerakan dari tubuh Aozora. Arsenio langsung panik dan langsung membaringkan tubuhnya.

"Ka-kamu, siapa?" benar saja, Aozora membuka matanya dan langsung duduk begitu melihat keberadaan Daren.

Bukannya menjawab, Daren justru terpaku menatap Aozora yang terlihat semakin cantik, di saat matanya terbuka. Mata wanita itu terlihat begitu indah, membuat Daren terpesona.

"He, Hei, kenapa bengong? Kamu siapa?" Aozora kembali bersuara, menyadarkan Daren dari alam bawah sadarnya.

"Oh, Kenalkan aku Daren. Aku ini dokter pribadi Tuan Arsenio sekaligus sahabatnya. Aku datang untuk memeriksanya seperti biasa. sahut Daren, setelah dia berhasil keluar dari rasa gugupnya.

"Oh, aku Aozora! Panggil aku Zora saja. Bagaimana keadaannya sekarang Dokter Daren? Apa dia masih akan lama komanya?" tanya Aozora dengan sopan.

"Emm, sudah ada perkembangan yang signifikan. Tinggal niat si Arsenio ini saja, dia masih mau tetap koma atau bangun," sahut Daren sengaja menyindir Arsenio.

"Sialan! Beraninya dia bilang seperti itu!" umpat Arsenio dalam hati.

Sementara itu, Aozora mengernyitkan keningnya, bingung dengan maksud perkataan Pria di depannya itu. Ingin dia bertanya, namun dia urungkan begitu matanya melihat ke arah kotak makanan di atas nakas yang sepertinya bekas di makan seseorang.

Tbc

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Katanya CEO dan Orang kaya,Kenapa kamu gak selidikin aja si Hanum,Apa yg sebenarnya terjadi..

2024-11-27

0

Surahmi Rahmi

Surahmi Rahmi

ha ha ha daren nya bisa aja

2025-03-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Apa yg masuk itu 2 orang ya Daren dan Langit?

2024-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa untuk menikah
2 Keputusan Aozora
3 Alasan Amber.
4 Sah berganti status jadi istri
5 Menyampaikan uneg-uneg
6 Cantik
7 Daren
8 Permintaan Arsenio
9 Membersihkan tubuh Arsen
10 Hari pertama ke perusahaan
11 Dimas turun jabatan
12 Kedatangan Tsania
13 Kepanikan Tsania dan Dimas
14 Kita tidak bisa bersantai lagi
15 Bingung
16 Ancaman Aozora
17 Kepanikan Dimas dan Tsania
18 Kekesalan Arsenio
19 Gagal
20 Bangun
21 Hampir saja
22 Hampir saja 2
23 Berusaha menahan rasa kesal
24 Kamu butuh bantuan?
25 Apa dia sebaik itu?
26 Dia pasti cemburu
27 Aksi Damian
28 Ini pasti ulah Aozora
29 Terlalu percaya diri
30 Kepanikan Dona
31 Kamu harus berterima kasih padaku
32 Kamu harus menemaniku terapi
33 Ribut
34 Hampir saja
35 Siapa kamu?
36 bertemu Danuar
37 Aditya marah
38 Kembali ke pemilik asli
39 Sedikit kecewa
40 Selingkuh ?
41 Permulaan karma
42 Anda lebih tega
43 Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44 Apa yang harus aku lakukan
45 Ancaman Dona.
46 cantik sekali!
47 Rencana licik Damian
48 Kemarahan Arsen
49 Aozora hilang sabar
50 Anggap saja aku sudah mati
51 Sulit dipahami
52 Bosan punya banyak uang
53 Aku tidak suka!
54 Rahasia Hanum
55 Akan kembali ke kantor
56 Pasrah
57 Sisi lain Arsen
58 Aku akan menghapus bekasnya
59 Dimas pulang
60 Ide gila Dona
61 Menyambut Arsen
62 Mau jadi sekretaris
63 Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64 Dona mengancam Tsania
65 Menemui Samudra!
66 Bella mendatangi Samudra
67 Ini tidak bisa dibiarkan
68 Provokasi Hanum
69 dia itu adik sepupuku
70 Aku sudah tidak peduli!
71 Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72 Aku menyerah
73 Ke Makam
74 Dilema Tsania
75 Penyesalan Meta
76 pingsan
77 Keputusanku tetap sama.
78 Kalau tidak berguna buang saja!
79 Rencana Dimas
80 Acara Ulang tahun, Arsen
81 Ancaman Hanum
82 Aku juga tidak minta dilahirkan
83 Mengancam Danuar.
84 Aku harus bertindak
85 Ini semua rencanaku
86 Terpaksa melaporkan
87 Provokasi Hanum
88 Datang ke ruanganku sekarang!
89 Ya, Dia Raraku!
90 Aku mau menginap di sini
91 membujuk Aozora
92 Ke kantor polisi
93 Aku hamil.
94 Cerita Arsen
95 Kekesalan Arsen
96 Cari cara
97 Syarat Dimas
98 Aku ikhlas melakukannya
99 Perdebatan Bella dan Niko
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 bab 115
116 bab 116
117 bab 117
118 bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Pengumuman
126 Pengumuman
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dipaksa untuk menikah
2
Keputusan Aozora
3
Alasan Amber.
4
Sah berganti status jadi istri
5
Menyampaikan uneg-uneg
6
Cantik
7
Daren
8
Permintaan Arsenio
9
Membersihkan tubuh Arsen
10
Hari pertama ke perusahaan
11
Dimas turun jabatan
12
Kedatangan Tsania
13
Kepanikan Tsania dan Dimas
14
Kita tidak bisa bersantai lagi
15
Bingung
16
Ancaman Aozora
17
Kepanikan Dimas dan Tsania
18
Kekesalan Arsenio
19
Gagal
20
Bangun
21
Hampir saja
22
Hampir saja 2
23
Berusaha menahan rasa kesal
24
Kamu butuh bantuan?
25
Apa dia sebaik itu?
26
Dia pasti cemburu
27
Aksi Damian
28
Ini pasti ulah Aozora
29
Terlalu percaya diri
30
Kepanikan Dona
31
Kamu harus berterima kasih padaku
32
Kamu harus menemaniku terapi
33
Ribut
34
Hampir saja
35
Siapa kamu?
36
bertemu Danuar
37
Aditya marah
38
Kembali ke pemilik asli
39
Sedikit kecewa
40
Selingkuh ?
41
Permulaan karma
42
Anda lebih tega
43
Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44
Apa yang harus aku lakukan
45
Ancaman Dona.
46
cantik sekali!
47
Rencana licik Damian
48
Kemarahan Arsen
49
Aozora hilang sabar
50
Anggap saja aku sudah mati
51
Sulit dipahami
52
Bosan punya banyak uang
53
Aku tidak suka!
54
Rahasia Hanum
55
Akan kembali ke kantor
56
Pasrah
57
Sisi lain Arsen
58
Aku akan menghapus bekasnya
59
Dimas pulang
60
Ide gila Dona
61
Menyambut Arsen
62
Mau jadi sekretaris
63
Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64
Dona mengancam Tsania
65
Menemui Samudra!
66
Bella mendatangi Samudra
67
Ini tidak bisa dibiarkan
68
Provokasi Hanum
69
dia itu adik sepupuku
70
Aku sudah tidak peduli!
71
Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72
Aku menyerah
73
Ke Makam
74
Dilema Tsania
75
Penyesalan Meta
76
pingsan
77
Keputusanku tetap sama.
78
Kalau tidak berguna buang saja!
79
Rencana Dimas
80
Acara Ulang tahun, Arsen
81
Ancaman Hanum
82
Aku juga tidak minta dilahirkan
83
Mengancam Danuar.
84
Aku harus bertindak
85
Ini semua rencanaku
86
Terpaksa melaporkan
87
Provokasi Hanum
88
Datang ke ruanganku sekarang!
89
Ya, Dia Raraku!
90
Aku mau menginap di sini
91
membujuk Aozora
92
Ke kantor polisi
93
Aku hamil.
94
Cerita Arsen
95
Kekesalan Arsen
96
Cari cara
97
Syarat Dimas
98
Aku ikhlas melakukannya
99
Perdebatan Bella dan Niko
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
bab 115
116
bab 116
117
bab 117
118
bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Pengumuman
126
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!