Menyampaikan uneg-uneg

"Selamat ya atas pernikahanmu!" ucap Amber seraya memeluk tubuh Aozora.

"Iya, Tante!" sahut Aozora yang sebenarnya masih belum menyangka kalau sekarang dia sudah menjadi seorang istri.

"Kenapa masih panggil, Tante? Kamu panggil aku mama, karena sekarang kamu sudah jadi menantuku. Dan satu hal lagi, kamu tidak perlu sungkan padaku ya. Kalau kamu butuh sesuatu, katakan saja!"

Aozora tidak menjawab sama sekali. Namun, wanita itu menganggukkan kepala, mengiyakan.

"Ya udah, berhubung sekarang kamu sudah sah menjadi istri putraku. Itu berarti kamar ini juga kamar kamu. Kamu istirahat dulu, aku akan keluar!" pungkas Amber seraya beranjak pergi.

Setelah Amber benar-benar sudah pergi, Aozora menoleh kembali ke arah Arsenio. Ia pun mendekat dan duduk di tepi ranjang, sangat dekat dengan tubuh Arsen.

"Hai, Arsen! Aku tahu kalau kamu memang belum bangun dari komamu, tapi aku pernah baca, walaupun orang itu dalam keadaan koma, tapi telinganya masih berfungsi untuk mendengar. Mudah-mudahan kamu juga mendengar apa yang aku katakan," Aozora mulai mengajak bicara, Arsenio yang masih setia menutup matanya.

"Kenalkan aku Aozora. Gadis yang dijual oleh papanya sendiri untuk membayar utang pada keluargamu. Sudah dijual, calon suamiku selingkuh dengan adikku sendiri, sedih kan? tapi tenang saja, aku kuat kok," Aozora berucap sembari tersenyum getir.

"Oh ya, kita baru saja sah menjadi suami istri. Kamu pasti kagetkan? Sama aku juga. Nanti kalau kamu bangun dari koma, mungkin kamu akan kaget sudah punya istri, dan mungkin saja kamu aku menuduhku mau menikah denganmu hanya karena kamu kaya. Karena memang mustahil sih ada seorang wanita yang mau menikah dengan laki-laki koma dan lumpuh seperti kamu, iya kan? Tapi kalau kamu mengira karena aku mencintai, tidak juga. Karena tidak mungkin kan mencintai orang yang tidak dikenal?" sambung Aozora lagi yang diakhiri dengan embusan napas, berat.

"Tapi, kamu tenang saja. Aku mau menikah dengan kamu bukan karena hartamu.Tapi, seperti yang aku katakan tadi, aku dijual karena papaku banyak utang. Lagian, aku tidak punya pilihan, kalau aku tidak mau menikah, otomatis perusahaan almarhumah mamaku, akan bangkrut dan aku tidak mau itu terjadi. Walaupun memang sekarang mama tiriku sudah mengalihkan perusahaan itu atas nama adikku itu. Tapi, aku berniat untuk merebutnya kembali dengan caraku. Aku yakin kalau aku pasti bisa, karena aku tidak akan pernah rela, mama yang meninggal karena stres akibat diselingkuhi, dan sekarang mereka juga mengambil alih perusahaan mama. Aku tidak mau membuat mama bersedih di alam sana. Apa kamu mau membantuku?" Aozora terlihat seperti orang bodoh yang mengajak seseorang bercengkerama yang sudah dipastikan tidak akan memberikan respon sedikitpun atas apa yang baru saja dia bicarakan.

Aozora kembali terdiam beberapa saat, menatap intens ke arah wajah tampan Arsenio. Entah bisikan dari mana, tangan wanita itu tiba-tiba terulur menyentuh wajah Arsenio, mulai dari pipi, lalu berpindah ke hidung. Tiba-tiba, Aozora tersentak kaget, karena dia merasa kalau pria yang sedang berbaring itu seperti menggerakkan kepalanya, seakan kaget ketika ada yang menyentuh pipinya.

"Eh, apa yang aku rasakan tadi? kepalanya benar-benar bergerak kan?" gumam Aozora, yang tentu saja masih bisa terdengar.

Untuk memastikannya, Aozora kembali menyentuh pipi suaminya itu. Namun, kali ini tidak ada pergerakan sedikitpun dari pria yang masih menutup mata itu.

"Hmm, apa yang tadi hanya perasaanku saja ya? Buktinya sekarang dia tidak bereaksi lagi," gumam Aozora.

"Arsen, aku bisa memanggilmu Arsen kan? Atau apakah harus ada embel-embel tuannya? Ah, mumpung kamu belum bangun, aku panggil kamu Arsen saja deh. Kalau kamu sudah bangun, pasti nanti kamu akan memerintahkanku memanggilmu Tuan, Arsenio, iya kan?" Aozora tertawa kecil.

"Oh ya, aku cuma mau bilang, walaupun aku tiba-tiba menjadi istrimu dan bahkan belum mencintaimu, aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik. Kamu cepat bangun ya, kasihan mama kamu!" Aozora kembali mengajak Arsenio untuk bicara, walaupun dia tahu kalau tidak akan mungkin ada tanggapan dari pria yang sudah menjadi suaminya itu.

Cukup lama, Aozora mengajak Arsenio yang sedang koma, bercengkerama. Tapi lebih tepatnya bisa disebut Aozora berbicara satu arah, tanpa adanya respon dari lawan bicara. Sepertinya wanita itu memanfaatkan Kondisi Arsenio yang koma untuk meluapkan semua keluh kesahnya, yang selama ini hanya dia simpan di dalam hati guna mengurangi rasa sesak di dalam hatinya. Kalau dulu satu-satunya tempat dia berkeluh kesah itu adalah Dimas, mantan tunangannya. Namun, sekarang itu sangat mustahil mengingat kalau pria itu sudah bersama dengan adiknya sekarang.

"Maaf ya, aku sudah cerewet! Kamu pasti bosan mendengar ceritaku dari tadi, yang sama sekali tidak ada yang seru. Tapi, mumpung kamu belum bangun, jadi aku puaskan saja cerita, karena nanti kalau kamu sudah bangun, belum tentu kamu mau mendengarkan aku bercerita. Iya kan? Pasti iya, jawabnya," Aozora bertanya sendiri dan ia pun menjawab sendiri.

"Oh ya,semua uneg-unegku sudah aku katakan, dan sekarang aku sudah sedikit lega, walaupun memang kamu tidak menanggapi sama sekali. Tapi, tidak apa-apa, karena kalau kamu bangun pun belum tentu kamu mau menanggapi, iya kan? Sekarang, aku sudah capek dan mau istirahat, tapi sebelumnya aku mau mandi dulu, biar istirahatnya enak. Aku boleh pinjam kamar mandi kamu kan?" Aozora diam, seakan sedang menunggu jawaban dari suaminya itu.

"Kamu diam, aku anggap kamu mengizinkan ya? Makanya bangun, biar bisa melarangku. Selama kamu tidak bangun, jangan salahkan aku, memakai kamar mandimu sesuka hatiku. Aku mandi dulu ya!" Aozora berdiri dari tepi ranjang dan melangkah menuju kamar mandi.

Setelah pintu kamar mandi tertutup, tiba-tiba kelopak mata Pria yang terbaring itu terbuka dan langsung menoleh ke arah kamar mandi.

Tbc

Terpopuler

Comments

Rika Hari

Rika Hari

jgn blg waktu nikah kamu sadar Arsen

2024-12-16

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

OMG JADI SEJAK KAPAN ARSEN SADAR DARI KOMA NYA??

2024-11-27

0

Nicky Nick

Nicky Nick

arsen pura2 koma ya..

2024-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa untuk menikah
2 Keputusan Aozora
3 Alasan Amber.
4 Sah berganti status jadi istri
5 Menyampaikan uneg-uneg
6 Cantik
7 Daren
8 Permintaan Arsenio
9 Membersihkan tubuh Arsen
10 Hari pertama ke perusahaan
11 Dimas turun jabatan
12 Kedatangan Tsania
13 Kepanikan Tsania dan Dimas
14 Kita tidak bisa bersantai lagi
15 Bingung
16 Ancaman Aozora
17 Kepanikan Dimas dan Tsania
18 Kekesalan Arsenio
19 Gagal
20 Bangun
21 Hampir saja
22 Hampir saja 2
23 Berusaha menahan rasa kesal
24 Kamu butuh bantuan?
25 Apa dia sebaik itu?
26 Dia pasti cemburu
27 Aksi Damian
28 Ini pasti ulah Aozora
29 Terlalu percaya diri
30 Kepanikan Dona
31 Kamu harus berterima kasih padaku
32 Kamu harus menemaniku terapi
33 Ribut
34 Hampir saja
35 Siapa kamu?
36 bertemu Danuar
37 Aditya marah
38 Kembali ke pemilik asli
39 Sedikit kecewa
40 Selingkuh ?
41 Permulaan karma
42 Anda lebih tega
43 Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44 Apa yang harus aku lakukan
45 Ancaman Dona.
46 cantik sekali!
47 Rencana licik Damian
48 Kemarahan Arsen
49 Aozora hilang sabar
50 Anggap saja aku sudah mati
51 Sulit dipahami
52 Bosan punya banyak uang
53 Aku tidak suka!
54 Rahasia Hanum
55 Akan kembali ke kantor
56 Pasrah
57 Sisi lain Arsen
58 Aku akan menghapus bekasnya
59 Dimas pulang
60 Ide gila Dona
61 Menyambut Arsen
62 Mau jadi sekretaris
63 Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64 Dona mengancam Tsania
65 Menemui Samudra!
66 Bella mendatangi Samudra
67 Ini tidak bisa dibiarkan
68 Provokasi Hanum
69 dia itu adik sepupuku
70 Aku sudah tidak peduli!
71 Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72 Aku menyerah
73 Ke Makam
74 Dilema Tsania
75 Penyesalan Meta
76 pingsan
77 Keputusanku tetap sama.
78 Kalau tidak berguna buang saja!
79 Rencana Dimas
80 Acara Ulang tahun, Arsen
81 Ancaman Hanum
82 Aku juga tidak minta dilahirkan
83 Mengancam Danuar.
84 Aku harus bertindak
85 Ini semua rencanaku
86 Terpaksa melaporkan
87 Provokasi Hanum
88 Datang ke ruanganku sekarang!
89 Ya, Dia Raraku!
90 Aku mau menginap di sini
91 membujuk Aozora
92 Ke kantor polisi
93 Aku hamil.
94 Cerita Arsen
95 Kekesalan Arsen
96 Cari cara
97 Syarat Dimas
98 Aku ikhlas melakukannya
99 Perdebatan Bella dan Niko
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 bab 115
116 bab 116
117 bab 117
118 bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Pengumuman
126 Pengumuman
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dipaksa untuk menikah
2
Keputusan Aozora
3
Alasan Amber.
4
Sah berganti status jadi istri
5
Menyampaikan uneg-uneg
6
Cantik
7
Daren
8
Permintaan Arsenio
9
Membersihkan tubuh Arsen
10
Hari pertama ke perusahaan
11
Dimas turun jabatan
12
Kedatangan Tsania
13
Kepanikan Tsania dan Dimas
14
Kita tidak bisa bersantai lagi
15
Bingung
16
Ancaman Aozora
17
Kepanikan Dimas dan Tsania
18
Kekesalan Arsenio
19
Gagal
20
Bangun
21
Hampir saja
22
Hampir saja 2
23
Berusaha menahan rasa kesal
24
Kamu butuh bantuan?
25
Apa dia sebaik itu?
26
Dia pasti cemburu
27
Aksi Damian
28
Ini pasti ulah Aozora
29
Terlalu percaya diri
30
Kepanikan Dona
31
Kamu harus berterima kasih padaku
32
Kamu harus menemaniku terapi
33
Ribut
34
Hampir saja
35
Siapa kamu?
36
bertemu Danuar
37
Aditya marah
38
Kembali ke pemilik asli
39
Sedikit kecewa
40
Selingkuh ?
41
Permulaan karma
42
Anda lebih tega
43
Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44
Apa yang harus aku lakukan
45
Ancaman Dona.
46
cantik sekali!
47
Rencana licik Damian
48
Kemarahan Arsen
49
Aozora hilang sabar
50
Anggap saja aku sudah mati
51
Sulit dipahami
52
Bosan punya banyak uang
53
Aku tidak suka!
54
Rahasia Hanum
55
Akan kembali ke kantor
56
Pasrah
57
Sisi lain Arsen
58
Aku akan menghapus bekasnya
59
Dimas pulang
60
Ide gila Dona
61
Menyambut Arsen
62
Mau jadi sekretaris
63
Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64
Dona mengancam Tsania
65
Menemui Samudra!
66
Bella mendatangi Samudra
67
Ini tidak bisa dibiarkan
68
Provokasi Hanum
69
dia itu adik sepupuku
70
Aku sudah tidak peduli!
71
Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72
Aku menyerah
73
Ke Makam
74
Dilema Tsania
75
Penyesalan Meta
76
pingsan
77
Keputusanku tetap sama.
78
Kalau tidak berguna buang saja!
79
Rencana Dimas
80
Acara Ulang tahun, Arsen
81
Ancaman Hanum
82
Aku juga tidak minta dilahirkan
83
Mengancam Danuar.
84
Aku harus bertindak
85
Ini semua rencanaku
86
Terpaksa melaporkan
87
Provokasi Hanum
88
Datang ke ruanganku sekarang!
89
Ya, Dia Raraku!
90
Aku mau menginap di sini
91
membujuk Aozora
92
Ke kantor polisi
93
Aku hamil.
94
Cerita Arsen
95
Kekesalan Arsen
96
Cari cara
97
Syarat Dimas
98
Aku ikhlas melakukannya
99
Perdebatan Bella dan Niko
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
bab 115
116
bab 116
117
bab 117
118
bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Pengumuman
126
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!