Cantik

Arsenio, pria tampan berusia 27 tahun itu, mencoba untuk duduk, melakukan peregangan otot-ototnya yang pegal karena harus berusaha untuk tidak bergerak saat diajak bicara oleh seorang wanita yang katanya sudah menjadi istrinya itu.

Ya, Arsenio Reymond, dia memang sempat mengalami koma karena kecelakaan yang dia alami. Namun, sudah seminggu yang lalu pria itu bangun dari komanya. Akan tetapi karena suatu hal, pria itu memutuskan memilih untuk tetap berpura-pura kalau dirinya masih koma. Apalagi ditambah dirinya yang memang mengalami kelumpuhan, membuat pria itu semakin enggan untuk bangun.

"Sial! kenapa Mama harus menikahkan aku dengan gadis yang tidak aku kenal sih? Dan apa tadi yang dikatakan wanita itu? Dia dijual? Orang tua mana yang tega jual anak sendiri?" Arsenio mulai bermonolog.

"Kalau sudah begini, berarti aku tidak bebas lagi untuk bangun. Bisa-bisa badan aku akan pegal kalau dia berlama-lama di kamar ini. Sial!" Arsenio mulai menggerutu. Tampak jelas kalau pria itu benar-benar sedang kesal sekarang.

Dari arah kamar mandi, tiba-tiba terlihat tugas pintu bergerak. Itu berarti wanita yang ada di dalam sana akan keluar. Arsenio langsung terburu-buru untuk berbaring lagi.

Benar saja, wanita yang tidak lain adalah Aozora itu terlihat keluar dengan hanya berbalut seutas handuk menutupi tubuhnya. Wanita itu dengan santainya, berjalan menuju kopernya, untuk mengambil pakaian yang akan dia pakai.

Tanpa Aozora sadari, Arsenio membuka matanya dan melihat ke arah Aozora. Karena sebenarnya pria itu cukup penasaran, dengan wajah wanita yang katanya sudah menjadi istrinya itu.

Alih-alih bisa melihat wajah Aozora, Arsenio justru disuguhkan dengan pemandangan punggung Aozora yang mulus ditambah paha mulus wanita itu yang cukup terlihat jelas karena saat ini posisi Aozora sedang berjongkok, sehingga handuk wanita itu sedikit terangkat.

"Oh, Sh*it! pemandangan apa ini? Kenapa dia tidak berpakaian di dalam kamar mandi sih?" Arsenio mulai mengumpat.

"Dia sengaja atau bagaimana sih? Dia nggak sadar apa, ada laki-laki di kamar ini?" lagi-lagi Arsenio menggerutu dalam hati.

"Sial, kok aku jadi bodoh begini? Aku memang ada di kamar ini, tapi yang dia tahu , aku kan koma?" Arsenio merutuki kebodohannya sendiri.

Di sisi lain, Aozora yang sudah selesai meraih pakaian yang hendak dipakai menjatuhkan handuknya ke lantai, hingga membuat Arsenio memejamkan matanya kembali dengan cepat. Namun, karena penasaran atau memang karena naluri seorang laki-laki, Arsenio tetap mengintip dan melihat wanita itu saat mengenakan pakaian ke tubuhnya. Tanpa disadarinya sesuatu di bawah sana yang tadinya tertidur pulas, menggeliat bangun.

"Sialan, nih benda pakai bangun segala lagi. Bagaimana nutupinnya?" Arsenio mulai panik. "Kalau begini terus, berarti aku akan tersiksa berkali-kali. Brengsek!" umpat Arsenio, membayangkan kejadian seperti ini akan terus berlanjut kalau dirinya tetap berpura-pura koma.

Sementara itu, Aozora kini sudah selesai berpakaian. Wanita itu, menutup kopernya kembali dan menyisihkannya ke dekat tembok.

"Nanti saja deh aku susun ke lemari. Aku capek sekali, mau istirahat dulu," gumam Aozora, kemudian berbalik menoleh ke arah ranjang.

"Apa tuh yang menonjol ?" gumam Aozora dengan mata yang membesar, menatap ke arah benda yang berada di antara pangkal paha milik Arsenio.

"Sial, dia malah lihat lagi!" umpat Arsenio dalam hati. Karena dia mendengar apa yang diucapkan oleh Aozora.

Aozora refleks menyilangkan tangan untuk menutupi dadanya. "A-apa dia melihat aku berpakaian tadi?" ucap Aozora lagi.

"Tapi, tidak mungkin kan? Dia kan masih koma? Jadi tidak mungkin dia lihat. Tapi, kenapa bisa menggembung begitu ya? Dan besar sekali, ihh," Aozora bertanya sendiri, tapi dia jawab sendiri.

"Sial, bisa-bisanya dia membicarakan si Otongku di depanku langsung. Yang tadi dia bilang besar, pujian apa hinaan ya? Pujian kali ya? Ya, iyalah, masa kecil. Masih tertutup saja dia sudah kaget begitu, belum juga lihat aslinya," Arsenio, mulai membanggakan diri sendiri.

Wangi sabun semakin bisa tercium oleh hidung Arsenio, dan itu berarti Aozora sudah berdiri dekatnya. Benar saja, ketika Arsenio mencoba untuk mengintip, wajah wanita itu, sudah berada tepat di atas benda paling keramat miliknya, apalagi senjata Laras panjang yang sekarang dengan lancangnya semakin menggeliat. Arsenio melihat jelas, kalau hidung wanita itu hampil menempel ke benda itu.

"Oh, Sh*it dia lagi ngapain sih?" umpat Arsenio.

"Tapi, sepertinya dia cantik," puji Arsenio tanpa sadar. Karena memang dia belum bisa melihat jelas wajah wanita itu.

"Aku pegang, kayanya gak pa-pa kali ya? Dia tidak tahu ini. Soalnya, aku penasaran," gumam Aozora yang tentu saja terdengar jelas di telinga Arsenio.

"Mati aku! please jangan pegang!" Arsenio memohon dalam hati.

Sementara itu, Aozora mengerjab-erjabkan matanya. Dengan tangan bergetar dan sembari menggigit bibirnya, wanita itu mengangkat tangannya hendak menyentuh benda yang membuatnya sangat penasaran. Namun, belum berhasil tangannya mendarat di benda itu, ponselnya tiba-tiba berbunyi, pertanda ada pesan yang masuk. Tanpa Aozora sadari, Arsenio mengembuskan napas lega.

Aozora sontak mengurungkan niatnya dan berjalan ke arah nakas, tempat di mana Ponselnya dia letakkan.

"Tsania kirim pesan?" batin Aozora dengan kernyitan di dahinya.

Aozora, sontak membuka pesan dari Tsania.

" Lihat, Dimas sangat mencintaiku. Dia tidak mau lepas dariku," Ternyata Tsania mengirimkan photo dirinya sedang bermesraan dengan Dimas, pria yang hampir saja akan menjadi suaminya.

"Sialan!" umpat Aozora yang membuat Arsenio, penasaran. "Kenapa dia mengumpat? Apa yang dia baca di ponselnya itu?" batin Arsenio.

"UPS, kepencet! Maaf, aku memang sengaja.Kamu pasti tidak pernah diginiin sama Dimas kan? Pasti tidak pernah, soalnya kata Dimas, kamu itu sok suci jadi ngebosenin," lagi-lagi Tsania mengirimkan pesan untuknya. Adiknya sepertinya memang sengaja melakukan hal itu untuk memanas-manasinya.

"Iya, dong. Aku kan mahal bukan seperti kamu yang murahan. Biasanya yang murah itu memang disukai, tapi kualitasnya buruk sehingga tidak perlu menunggu lama, akan cepat dibuang juga," akhirnya Aozora memutuskan untuk membalas pesan itu.

"Sialan, awas kamu ya!" Tsania kembali membalas pesan adiknya itu.

"Iya, tenang saja. Entar aku awasin!" Aozora tidak mau mengalah.

"Hahaha, katanya mahal. Mahal, kalau hanya untuk bayar utang papa untuk apa? udah bayar utang, nikahnya sama laki-laki lumpuh lagi. Kasihan, hidupmu hanya melayani orang lumpuh. Makan itu mahal!" Tsania mengirimkan pesan lagi yang diakhiri dengan emoticon mengejek.

"Kamu memang ditakdirkan untuk hidup di bawah kesialan. Udah mamanya diselingkuhi, stres sampai meninggal, eh. Sekarang perusahaan yang diwariskan malah jatuh ke tanganku. Ingin aku kasihan karena bagaimanapun kamu itu kakaku, tapi entah kenapa aku tidak bisa kasihan, justru aku bahagia lihat kesialanmu!" lagi-lagi Tsania mengirimkan pesan, dan pesan kali ini benar-benar sangat menyakitkan.

"Jaga ucapanmu! Jangan bawa-bawa mamaku! Dia itu terlalu baik untuk disinggung mulut kotormu. Oh ya, sekarang kamu boleh berbangga dulu, tapi aku akan pastikan kalau perusahaan mamaku itu akan kembali ke tangan yang berhak. Lihat saja nanti, karena aku tidak akan tinggal diam!" Balas Aozora yang kemudian memilih untuk memblokir nomor adiknya itu.

Aozora kemudian naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya tepat di samping Arsenio. "Ma, kenapa Mama cepat meninggalkanku sih? Mama lihat, aku tidak punya siapa-siapa sekarang. Bahkan papa juga tidak menyayangiku. Mama enak, sudah bahagia di sana, tapi kenapa mama pergi sendiri, kenapa tidak mengajakku sih? Aku ingin ikut mama saja!" ucap Aozora sembari mulai menangis. Wanita itu menangis sampai sesunggukan, hingga membuat pria yang terbaring di sampingnya itu semakin penasaran, dengan apa yang membuat wanita itu menangis.

"Tidak, aku tidak boleh lemah. Aku harus kuat, dan aku pastikan kalau aku akan menghancurkan kalian semua!" gumam Aozora sembari menyeka air matanya dan tatapan yang berapi-api penuh dendam.

Namun, wanita itu kembali menangis karena ingatan akan perlakuan papanya kembali terlintas di kepalanya. Cukup lama Aozora menangis, sampai tidak sadar, saking capeknya, wanita itupun terlelap.

Merasa napas wanita di sampingnya itu sudah terdengar teratur, Arsenio pun membuka matanya kembali. Dia menoleh ke arah Aozora, dan untuk pertama kalinya, pria itu bisa melihat jelas wajah wanita yang sudah menjadi istrinya itu, karena kebetulan wajah Aozora, menghadap ke arahnya.

"Cantik," itulah kata pertama yang terucap dari mulut Arsenio, ketika melihat wajah Aozora.

tbc

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Tolong Sen jangan sakitin Zora lagi,kasian dia, Sekarang di isteri kamu,kamu harus bantu dia,jangan malah membuatnya terluka..

2024-11-27

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah gitu dong Zora,Sembur aja dia dgn kata2 pedas mu..Dasar dianya aja yg cewek murahan..

2024-11-27

0

Rika Hari

Rika Hari

jgn kau blg mencintai zora Arsen

2024-12-16

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa untuk menikah
2 Keputusan Aozora
3 Alasan Amber.
4 Sah berganti status jadi istri
5 Menyampaikan uneg-uneg
6 Cantik
7 Daren
8 Permintaan Arsenio
9 Membersihkan tubuh Arsen
10 Hari pertama ke perusahaan
11 Dimas turun jabatan
12 Kedatangan Tsania
13 Kepanikan Tsania dan Dimas
14 Kita tidak bisa bersantai lagi
15 Bingung
16 Ancaman Aozora
17 Kepanikan Dimas dan Tsania
18 Kekesalan Arsenio
19 Gagal
20 Bangun
21 Hampir saja
22 Hampir saja 2
23 Berusaha menahan rasa kesal
24 Kamu butuh bantuan?
25 Apa dia sebaik itu?
26 Dia pasti cemburu
27 Aksi Damian
28 Ini pasti ulah Aozora
29 Terlalu percaya diri
30 Kepanikan Dona
31 Kamu harus berterima kasih padaku
32 Kamu harus menemaniku terapi
33 Ribut
34 Hampir saja
35 Siapa kamu?
36 bertemu Danuar
37 Aditya marah
38 Kembali ke pemilik asli
39 Sedikit kecewa
40 Selingkuh ?
41 Permulaan karma
42 Anda lebih tega
43 Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44 Apa yang harus aku lakukan
45 Ancaman Dona.
46 cantik sekali!
47 Rencana licik Damian
48 Kemarahan Arsen
49 Aozora hilang sabar
50 Anggap saja aku sudah mati
51 Sulit dipahami
52 Bosan punya banyak uang
53 Aku tidak suka!
54 Rahasia Hanum
55 Akan kembali ke kantor
56 Pasrah
57 Sisi lain Arsen
58 Aku akan menghapus bekasnya
59 Dimas pulang
60 Ide gila Dona
61 Menyambut Arsen
62 Mau jadi sekretaris
63 Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64 Dona mengancam Tsania
65 Menemui Samudra!
66 Bella mendatangi Samudra
67 Ini tidak bisa dibiarkan
68 Provokasi Hanum
69 dia itu adik sepupuku
70 Aku sudah tidak peduli!
71 Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72 Aku menyerah
73 Ke Makam
74 Dilema Tsania
75 Penyesalan Meta
76 pingsan
77 Keputusanku tetap sama.
78 Kalau tidak berguna buang saja!
79 Rencana Dimas
80 Acara Ulang tahun, Arsen
81 Ancaman Hanum
82 Aku juga tidak minta dilahirkan
83 Mengancam Danuar.
84 Aku harus bertindak
85 Ini semua rencanaku
86 Terpaksa melaporkan
87 Provokasi Hanum
88 Datang ke ruanganku sekarang!
89 Ya, Dia Raraku!
90 Aku mau menginap di sini
91 membujuk Aozora
92 Ke kantor polisi
93 Aku hamil.
94 Cerita Arsen
95 Kekesalan Arsen
96 Cari cara
97 Syarat Dimas
98 Aku ikhlas melakukannya
99 Perdebatan Bella dan Niko
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 bab 115
116 bab 116
117 bab 117
118 bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Pengumuman
126 Pengumuman
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dipaksa untuk menikah
2
Keputusan Aozora
3
Alasan Amber.
4
Sah berganti status jadi istri
5
Menyampaikan uneg-uneg
6
Cantik
7
Daren
8
Permintaan Arsenio
9
Membersihkan tubuh Arsen
10
Hari pertama ke perusahaan
11
Dimas turun jabatan
12
Kedatangan Tsania
13
Kepanikan Tsania dan Dimas
14
Kita tidak bisa bersantai lagi
15
Bingung
16
Ancaman Aozora
17
Kepanikan Dimas dan Tsania
18
Kekesalan Arsenio
19
Gagal
20
Bangun
21
Hampir saja
22
Hampir saja 2
23
Berusaha menahan rasa kesal
24
Kamu butuh bantuan?
25
Apa dia sebaik itu?
26
Dia pasti cemburu
27
Aksi Damian
28
Ini pasti ulah Aozora
29
Terlalu percaya diri
30
Kepanikan Dona
31
Kamu harus berterima kasih padaku
32
Kamu harus menemaniku terapi
33
Ribut
34
Hampir saja
35
Siapa kamu?
36
bertemu Danuar
37
Aditya marah
38
Kembali ke pemilik asli
39
Sedikit kecewa
40
Selingkuh ?
41
Permulaan karma
42
Anda lebih tega
43
Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44
Apa yang harus aku lakukan
45
Ancaman Dona.
46
cantik sekali!
47
Rencana licik Damian
48
Kemarahan Arsen
49
Aozora hilang sabar
50
Anggap saja aku sudah mati
51
Sulit dipahami
52
Bosan punya banyak uang
53
Aku tidak suka!
54
Rahasia Hanum
55
Akan kembali ke kantor
56
Pasrah
57
Sisi lain Arsen
58
Aku akan menghapus bekasnya
59
Dimas pulang
60
Ide gila Dona
61
Menyambut Arsen
62
Mau jadi sekretaris
63
Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64
Dona mengancam Tsania
65
Menemui Samudra!
66
Bella mendatangi Samudra
67
Ini tidak bisa dibiarkan
68
Provokasi Hanum
69
dia itu adik sepupuku
70
Aku sudah tidak peduli!
71
Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72
Aku menyerah
73
Ke Makam
74
Dilema Tsania
75
Penyesalan Meta
76
pingsan
77
Keputusanku tetap sama.
78
Kalau tidak berguna buang saja!
79
Rencana Dimas
80
Acara Ulang tahun, Arsen
81
Ancaman Hanum
82
Aku juga tidak minta dilahirkan
83
Mengancam Danuar.
84
Aku harus bertindak
85
Ini semua rencanaku
86
Terpaksa melaporkan
87
Provokasi Hanum
88
Datang ke ruanganku sekarang!
89
Ya, Dia Raraku!
90
Aku mau menginap di sini
91
membujuk Aozora
92
Ke kantor polisi
93
Aku hamil.
94
Cerita Arsen
95
Kekesalan Arsen
96
Cari cara
97
Syarat Dimas
98
Aku ikhlas melakukannya
99
Perdebatan Bella dan Niko
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
bab 115
116
bab 116
117
bab 117
118
bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Pengumuman
126
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!