Membersihkan tubuh Arsen

Mentari pagi datang menyapa. Cahayanya masuk melalui celah-celah jendela kamar tempat di mana dua orang pasangan suami-istri istri yang tidak lain Arsenio dan Aozora sedang tertidur.

Cahaya mentari, menerpa wajah Arsenio, hingga membuat pria itu bangun. Alangkah kagetnya dia, begitu dia melihat ada tangan kecil yang sedang memeluknya.

"Emm, kenapa dia memelukku sih? Dia tidak sadar, atau sedang mengambil kesempatan?" bisik Arsenio pada dirinya sendiri

"Mumpung dia masih tidur, sebaiknya aku pindahkan tangannya. Mudah-mudahan dia tidak terganggu," Arsenio baru saja berniat hendak memindahkan tangan Aozora dari atas perutnya. Namun, tiba-tiba tubuh Wanita itu menggeliat. Sepertinya istrinya itu sebentar lagi akan bangu. Arsenio pun sontak memejamkan matanya.

Sesuai dugaan Arsenio, Aozora membuka matanya perlahan-lahan. Tiba-tiba mata wanita itu membesar, terkesiap kaget ketika mendapat kenyataan kalau dirinya memeluk Arsenio.

"Aduh, kenapa aku memeluknya?" Aozora dengan gerakan cepat menarik tangannya dari tubuh Arsen. "Tenang, Zora tenang! Suamimu itu tidak akan tahu , jadi buat apa kamu panik?" gumam Aozora, yang tentu saja masih bisa didengar jelas oleh Arsenio.

Aozora menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya kembali ke udara, untuk menenangkan diri sendiri. Setelah merasa sedikit tenang, dia menoleh ke arah jendela. Lagi-lagi mata wanita itu membesar dan langsung melompat dari tempat tidur. Bagaimana tidak, Dia melihat melihat kalau di luar sudah sangat terang. Kemudian dia pun menoleh ke arah jam yang menempel di dinding yang ternyata sudah menunjukkan hampir pukul 7.

"Astaga, aku kesiangan! Bagaimana ini? Padahal hari ini hari pertamaku kerja. Aku bahkan tidak membuat sarapan. Apa kata mama Amber nanti ya?" Aozora mulai berceloteh sembari menggigit-gigit kukunya.

Ya, tadi malam, Amber mama mertuanya sudah meminta dia menggantikan Arsenio memimpin perusahaan yang sekarang sedang dipegang oleh Dimas dan papanya. Awalnya Aozora menolak. Namun, karena Mama mertuanya mengingatkan kalau Dimas adalah sepupu Arsen, Wanita itupun langsung antusias menerima tawaran wanita paruh baya itu. Bukan karena merasa punya kesempatan untuk bertemu dengan Dimas, tapi karena ia berpikir kalau ini adalah langkah awalnya untuk memulai dendamnya.

"Ahh, aku tidak boleh panik seperti ini. Sebaiknya aku mandi dulu!" Dengan sedikit berlari Aozora masuk ke dalam kamar mandi. Seperti biasa, setelah tubuh Aozora hilang di balik pintu, Arsenio pun kembali membuka matanya, dan duduk.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Aozora tidak memerlukan waktu lama untuk mandi mengingat kalau dirinya sudah kesiangan. Ia pun langsung kembali keluar dari kamar mandi dengan seutas handuk yang melilit menutup tubuhnya dari dada sampai atas lutut.

Aozora berniat untuk langsung menuju lemari, tapi tiba-tiba dia mengurungkan niatnya, dan menoleh ke arah tubuh Arsen yang terbaring

"Astaga, bagaimana ini? bukannya aku harus membersihkan tubuh Arsen lebih dulu?" ucap Aozora.

"Heh, membersihkan bagaimana yang dia maksud?" Arsenio bermonolog pada dirinya sendiri.

"Emm, sepertinya membersihkan tubuhnya tidak perlu waktu yang lama. Lima menit aku rasa cukup," Arsenio kembali mendengar suara Aozora, membuat perasaan Arsenio semakin tidak karuan. Entah apa yang akan dilakukan oleh wanita itu padanya nanti.

Tidak menunggu lama, Aozora keluar lagi dari kamar mandi dengan tangan yang membawa air di dalam wadah lengkap dengan lapnya. Sebelumnya wanita itu sudah menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya lebih dulu.

"Aku bersihkan, mulai dari mana ya?" Aozora menggaruk-garuk kepalanya, bingung.

"Oh, aku mulai dari atas aja dulu!" Dengan sangat perlahan, Aozora mulai membuka kaos yang dipakai Arsenio. Saat membuka kaosnya, tanpa sengaja wajah Arsenio menempel di dada Aozora yang masih tertutup handuk.

"Kenapa badannya masih bagus seperti ini? padahal dia kan sudah koma selama sebulan?" gumam Aozora dengan tangan yang bekerja melap mulai dari wajah pria itu sampai bagian perut. Sentuhan tangan Aozora benar-benar memuaskan tubuh Arsen meremang.

"Kenapa dia jadi merinding? Apa dia kedinginan? Apa yang tidak sadar seperti dia bisa merasa kedinginan juga?" Aozora mengernyitkan keningnya. Menyadari hal itu, Aozora pun buru-buru mengenakan kembali pakaian bersih ke tubuh Arsen. Walaupun memang sedikit kesulitan karena badan Pria itu yang cukup berat.

"Sudah selesai! Sekarang bagian bawah,"gumam Aozora.

"What? Bagian bawah mana yang dia maksud? Jangan bilang kalau __" belum sempat Arsenio selesai membatin, tiba-tiba dia merasakan tangan Aozora yang sudah menarik celananya ke bawah.

"Mati aku!" umpat Arsenio.

Sementara itu, wajah Aozora sudah berubah merah ketika melihat penampakan di depannya, di mana, bagian bawah tubuh suaminya itu, kini hanya tinggal mengenakan pelapis benda sensitifnya.

"Apa aku harus membukanya juga?" batin Aozora mulai berperang.

"Please, jangan buka!" mohon Arsenio yang tentu saja hanya dalam hati.

"Ah, buka saja! Toh dia gak tahu kan? jadi aku tidak perlu malu. Karena kata Daren kemarin , semuanya harus aku bersihkan tanpa terkecuali. Lagian tidak mungkin, CD nya tidak diganti," gumam Aozora lagi.

"Sialan! Bangsat! Ternyata ini semua ulah Daren. Sudah bosan hidup sepertinya si bangsat itu!" Arsenio mulai mengumpat, benar-benar kesal sekarang.

Sementara itu, Aozora kini sudah memberanikan diri untuk menarik benda segitiga itu, hingga kini bagian tubuh sensitif itu terpampang jelas di depan matanya.

"Astaga, kok bisa tegang seperti itu?" mata Aozora mengerjab-erjab, antara takjub atau bingung bercampur jadi satu.

"Jangan berpikir macam-macam, Aozora! Ayo cepat bersihkan, biar cepat selesai!" ucap Aozora.

Aozora pun mulai melanjutkan kembali membersihkan tubuh bagian bawah Arsenio. Saat dia hendak membersihkan bagian sensitif pria itu, benda itu bergeliat dan terlihat semakin tegang. "Astaga kenapa semakin membesar?" pekik Aozora seraya menjauhkan tangannya.

"Tamatlah riwayatmu, Daren! Kamu benar-benar membuatku tersiksa!" lagi-lagi Arsen memaki dalam hati.

Aozora merasa dia sudah selesai membersihkan tubuh suaminya. Dia pun kembali dengan sigap memakaikan celana pria itu.

Ingin rasanya Arsenio memekik, saat Aozora memasang CD nya dengan sedikit kasar, yang pastinya membuat benda itu terasa sakit.

"Akhirnya selesai!" seru Aozora, sembari mengembuskan napas lega.

Wanita itupun langsung beranjak menuju lemari dan mengeluarkan pakaian kerja yang tadi malam sempat dibelikan oleh mertuanya.

Setelah berpakaian, ia pun merias wajahnya dengan riasan tipis. Namun, walaupun tipis, tidak bisa menutupi kecantikan wanita itu.

"Mas, aku berangkat dulu ya!" walaupun Aozora yakin tidak akan mendapatkan jawaban dari suaminya itu, tapi wanita itu tetap saja berpamitan pada pria itu.

Aozora kemudian meraih tangan Arsenio dan mencium punggung tangan pria itu layaknya seorang istri yang pamit pada suaminya.

Kemudian, Aozora melangkah keluar dari kamar dan turun ke bawah.

Setelah yakin kalau Aozora sudah benar-benar pergi, Arsenio kembali bangun dan meraih ponsel dari bawah bantalnya. Tujuannya hanya satu, yaitu ingin menghubungi Daren dan memaki-maki sahabatnya itu.

Tbc

Ti

Terpopuler

Comments

Surahmi Rahmi

Surahmi Rahmi

daren beneran ngerjain temennya

2025-03-15

0

Trisna

Trisna

Darren sahabat tidak ada akhlak😂😂🤣🤣

2024-10-28

0

astagaaa 😂😂😂😂

2024-10-03

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa untuk menikah
2 Keputusan Aozora
3 Alasan Amber.
4 Sah berganti status jadi istri
5 Menyampaikan uneg-uneg
6 Cantik
7 Daren
8 Permintaan Arsenio
9 Membersihkan tubuh Arsen
10 Hari pertama ke perusahaan
11 Dimas turun jabatan
12 Kedatangan Tsania
13 Kepanikan Tsania dan Dimas
14 Kita tidak bisa bersantai lagi
15 Bingung
16 Ancaman Aozora
17 Kepanikan Dimas dan Tsania
18 Kekesalan Arsenio
19 Gagal
20 Bangun
21 Hampir saja
22 Hampir saja 2
23 Berusaha menahan rasa kesal
24 Kamu butuh bantuan?
25 Apa dia sebaik itu?
26 Dia pasti cemburu
27 Aksi Damian
28 Ini pasti ulah Aozora
29 Terlalu percaya diri
30 Kepanikan Dona
31 Kamu harus berterima kasih padaku
32 Kamu harus menemaniku terapi
33 Ribut
34 Hampir saja
35 Siapa kamu?
36 bertemu Danuar
37 Aditya marah
38 Kembali ke pemilik asli
39 Sedikit kecewa
40 Selingkuh ?
41 Permulaan karma
42 Anda lebih tega
43 Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44 Apa yang harus aku lakukan
45 Ancaman Dona.
46 cantik sekali!
47 Rencana licik Damian
48 Kemarahan Arsen
49 Aozora hilang sabar
50 Anggap saja aku sudah mati
51 Sulit dipahami
52 Bosan punya banyak uang
53 Aku tidak suka!
54 Rahasia Hanum
55 Akan kembali ke kantor
56 Pasrah
57 Sisi lain Arsen
58 Aku akan menghapus bekasnya
59 Dimas pulang
60 Ide gila Dona
61 Menyambut Arsen
62 Mau jadi sekretaris
63 Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64 Dona mengancam Tsania
65 Menemui Samudra!
66 Bella mendatangi Samudra
67 Ini tidak bisa dibiarkan
68 Provokasi Hanum
69 dia itu adik sepupuku
70 Aku sudah tidak peduli!
71 Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72 Aku menyerah
73 Ke Makam
74 Dilema Tsania
75 Penyesalan Meta
76 pingsan
77 Keputusanku tetap sama.
78 Kalau tidak berguna buang saja!
79 Rencana Dimas
80 Acara Ulang tahun, Arsen
81 Ancaman Hanum
82 Aku juga tidak minta dilahirkan
83 Mengancam Danuar.
84 Aku harus bertindak
85 Ini semua rencanaku
86 Terpaksa melaporkan
87 Provokasi Hanum
88 Datang ke ruanganku sekarang!
89 Ya, Dia Raraku!
90 Aku mau menginap di sini
91 membujuk Aozora
92 Ke kantor polisi
93 Aku hamil.
94 Cerita Arsen
95 Kekesalan Arsen
96 Cari cara
97 Syarat Dimas
98 Aku ikhlas melakukannya
99 Perdebatan Bella dan Niko
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 bab 115
116 bab 116
117 bab 117
118 bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Pengumuman
126 Pengumuman
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dipaksa untuk menikah
2
Keputusan Aozora
3
Alasan Amber.
4
Sah berganti status jadi istri
5
Menyampaikan uneg-uneg
6
Cantik
7
Daren
8
Permintaan Arsenio
9
Membersihkan tubuh Arsen
10
Hari pertama ke perusahaan
11
Dimas turun jabatan
12
Kedatangan Tsania
13
Kepanikan Tsania dan Dimas
14
Kita tidak bisa bersantai lagi
15
Bingung
16
Ancaman Aozora
17
Kepanikan Dimas dan Tsania
18
Kekesalan Arsenio
19
Gagal
20
Bangun
21
Hampir saja
22
Hampir saja 2
23
Berusaha menahan rasa kesal
24
Kamu butuh bantuan?
25
Apa dia sebaik itu?
26
Dia pasti cemburu
27
Aksi Damian
28
Ini pasti ulah Aozora
29
Terlalu percaya diri
30
Kepanikan Dona
31
Kamu harus berterima kasih padaku
32
Kamu harus menemaniku terapi
33
Ribut
34
Hampir saja
35
Siapa kamu?
36
bertemu Danuar
37
Aditya marah
38
Kembali ke pemilik asli
39
Sedikit kecewa
40
Selingkuh ?
41
Permulaan karma
42
Anda lebih tega
43
Bagaimana perasaanmu sekarang padaku?
44
Apa yang harus aku lakukan
45
Ancaman Dona.
46
cantik sekali!
47
Rencana licik Damian
48
Kemarahan Arsen
49
Aozora hilang sabar
50
Anggap saja aku sudah mati
51
Sulit dipahami
52
Bosan punya banyak uang
53
Aku tidak suka!
54
Rahasia Hanum
55
Akan kembali ke kantor
56
Pasrah
57
Sisi lain Arsen
58
Aku akan menghapus bekasnya
59
Dimas pulang
60
Ide gila Dona
61
Menyambut Arsen
62
Mau jadi sekretaris
63
Aku mau lihat sejauh mana rencanamu
64
Dona mengancam Tsania
65
Menemui Samudra!
66
Bella mendatangi Samudra
67
Ini tidak bisa dibiarkan
68
Provokasi Hanum
69
dia itu adik sepupuku
70
Aku sudah tidak peduli!
71
Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?
72
Aku menyerah
73
Ke Makam
74
Dilema Tsania
75
Penyesalan Meta
76
pingsan
77
Keputusanku tetap sama.
78
Kalau tidak berguna buang saja!
79
Rencana Dimas
80
Acara Ulang tahun, Arsen
81
Ancaman Hanum
82
Aku juga tidak minta dilahirkan
83
Mengancam Danuar.
84
Aku harus bertindak
85
Ini semua rencanaku
86
Terpaksa melaporkan
87
Provokasi Hanum
88
Datang ke ruanganku sekarang!
89
Ya, Dia Raraku!
90
Aku mau menginap di sini
91
membujuk Aozora
92
Ke kantor polisi
93
Aku hamil.
94
Cerita Arsen
95
Kekesalan Arsen
96
Cari cara
97
Syarat Dimas
98
Aku ikhlas melakukannya
99
Perdebatan Bella dan Niko
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
bab 115
116
bab 116
117
bab 117
118
bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Pengumuman
126
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!