Zea masih menatap mendongak dengan kilatan-kilatan amarah. Kayanya dendam itu akan ia bawa sampai mati. Seumur hidup akan ia ingat selalu, kalo jalan pertamanya dengan Sagara harus di warnai dengan tindakan penghinaan dari burung, dan mungkin hal ini masuk ke dalam list pengalaman terburuk dalam hidupnya.
Kalau saja ia sedang memegang gergaji kayu, mungkin sudah ia sikat habis pohon-pohon yang menjadi tempat sarang burung bertengger disini.
Jelas saja, si burung pergi dengan riang dan senandung kicauannya selepas lega mengeluarkan hampas di perut padahal Zea sudah frustasi karena kini ia berlumuran kotoran burung di bagian pundaknya, mana sepatunya lagi bertengger cantik di atas dahan ketiga dari dahan paling bawah yang ada disana, jelas itu cukup tinggi untuk seorang Zea Arumi.
"Kyaaa!" jeritnya sungguh geram, sudah seperti orang gila, ia mencari-cari benda yang bisa ia pakai untuk mengambil sepatunya di atas sana, tapi tak jua menemukan, "awas lo ya. Abis ini gue bersumpah, cita-cita gue jadi pemburu burung terutama elo!" omelnya sendirian hanya berteman pohon yang mungkin jauh di lubuk hatinya sudah terbahak dengan kelakuan gadis ini.
"Gimana ceritanya, gue mau apel malah di bokerin! Apes banget ngga sih gue?! Apa mesti diruwat?!"
Ia tidak menangis, tidak pula merengek, yang Zea lakukan adalah melihat secara seksama struktur batang kayu yang siap untuk ia panjat apakah mampu ia panjat dan tidak bikin kulitnya terluka? Sambil terus mengomel merutuki burung dengan sumpah serapahnya mirip emaknya si Malin Kundang.
"Ah si alan kan!" gerutunya lagi ketika dengan susah payahnya ia menapaki batang kasar pohon itu, "ini tuh gue waktu di kandungan mamih teken perjanjian buat hidup begini ya, sama pemilik hidup?" ocehnya lagi ampun-ampunan meratapi nasib buruknya akhir-akhir ini.
Sagara mengemudikan motor sowangnya berjuluk saturnus mx menuju tempat dimana ia meninggalkan Zea.
Namun dari kejauhan Saga mengerutkan dahinya tak melihat sosok Zea disana, kemana? Ia lantas men…
Manuver Cinta Elang Khatulistiwa
MANUVER CINTA~PART 22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
febby fadila
zea itu mirip kek umi fara ee baru tinggal sebentar udah bikin satu batalyon geger gegara jalani tang perang 🤣🤣🤣
2026-05-29
0
Tri Wulandari
mirip umi Fara....gak bisa ditinggal sebentar oleh Abi fath🤣
2025-11-28
0
Febby fadila
ada² SJ kau zea makanmu itu musti ke resto bukan di pedagang
2025-08-23
0