MANUVER CINTA~PART 2

Potret Sagara dari waktu ke waktu selalu dibingkai indah dalam potret yang Fara pajang di rumah.

"Abang Saga, keren! Kira-kira beli pesawat tempur gitu berapa ya bang?" matanya memantau sang putra dari kejauhan, tentu saja dengan rasa bangga.

Dibalik balutan baju kebesarannya ada jiwa seorang ayah dua orang putra yang melirik aneh pada istrinya.

"Buat apa tanya-tanya?" Al Fath membuka kancingnya satu persatu, ia baru saja selesai melakukan upacara kemerdekaan negri di resimen pusat timur. Sementara Fara langsung menyalakan televisi demi menonton aksi gagah sang putra, ia tak mau melewatkan satu detik pun dimana Saga mengucapkan dirgahayu di ketinggian beberapa ribu kaki meskipun hanya beberapa detik saja.

Rasa rindu yang membuncah bikin emak gila! Ternyata begini rasanya jadi umi Salwa dulu saat ditinggal para putranya bertugas, lebih sakit dari ditinggal kekasih.

"Mau beli! Biar kalo ke pasar ngga macet pake begituan," jawabnya ngasal.

Kintan melipat bibirnya, ia sudah tak aneh dengan ocehan absurd atasannya itu.

Tangan Fara mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Sagara di ibukota, "ngga adil lah bang! Kita mah kaya dibuang gini ih! Dek Ra sama Dewa di ibukota, Eyi sama Ray di ibukota juga, sekarang anak kita juga ikut-ikutan!" omelnya berdecak melihat ponselnya memicing, ponsel kita end! Saga tak mengangkat panggilan emaknya. Ya jelas lah, wong dia sedang nyetirin pesawat mana boleh bawa gadget.

"Rick, Kalingga belum pulang?" tanya Fath menanyakan putra keduanya Teuku Kalingga Ishwar.

"Siap, belum ndan! Apa perlu saya telfon Sertu Irawan?" tanya Frederick dari depan teras.

"Ngga usah, biar saja." geleng Al Fath.

"Paling Lingga lagi urus perlombaan di sekolahnya, bang. Biar aja, dia kan ketos!" Fara berlalu masuk kamar untuk mengganti pakaiannya.

"Abang mau bikin kopi sekarang?" teriak Fara kaya mon yet di hutan.

"Boleh," jawabnya mencari tempat duduk di samping Frederick.

"Kamu, kalo mau duluan ke lapang batalyon, duluan saja Rick. Biar nanti saya dan ibu menyusul." Ucap Al Fath, kepingin ngaso dulu sebelum melanjutkan acara di batalyon.

"Abang! Udah abang ih! Capek! Cle bukan serdadu!" teriak Clemira mengelap lelehan keringat yang seperti mandi. Disaat para penghuni resimen markas besar melaksanakan beberapa perlombaan di lapangan utama, perwira muda ini malah mengurus kedua gadis absurd ini di puslatpur.

Lain hal dengan Clemira yang sudah ngos-ngosan, nafasnya saja sudah sabtu-minggu nunggu ditimpuk dikit tinggal manggil ambulan bawa keranda, Zea justru lebih bersemangat, tak tau jiwa nasionalismenya yang tinggi atau memang gadis ini setengah ngga waras, "abang ganteng! Lamain lah hukumnya!" ia berlari kecil nan pelan biar bisa mandangin si ganteng kalem Sagara, ia bahkan berlari berbalik saat posisi Saga di belakangnya, tak mau melewatkan sedetik pun memandang Saga biar wajah gantengnya ngga mubadzir dianggurin.

Clemira sudah ngos-ngosan.

Grep!

Ia menarik belakang baju Zea, "buruan peak! Ngga usah rayu-rayu abangnya Cle?! Dia mah kebal sama cewek modelan amplop kaya lo! Ya tipis, ya nempel-nempel bikin lengket lagi," Clemira menarik Zea.

"Cle argghhh! Diem ih, jangan cepet-cepet! Gue mah rela dihukum lama-lama, biar bisa mandangin abang lo. Lo gitu ya! Punya abang ganteng ngga bilang-bilang!" desisnya sambil berlari memutari lapangan, bersampingan dengan Clemira.

"Cle udah bilang dulu sama lo, kalo Cle punya abang sepupu tentara ganteng, tapi lo'nya ngga percaya, katanya musrik percaya sama Cle!" dengus Clemira. Ngga di rumah ngga di sini, bawaannya dihukum terus! Apakah wajahnya wajah pendosa?! Clemira mencebik.

Kedua gadis ini sudah bermandikan keringat, lalu Clemira dan Zea duduk di bangku besi pinggiran lapang.

Saga memberikan dua botol air mineral tak dingin, membuat Clemira menatap sengit, "air putih biasa, ngga ada yang dingin apa?!" sungutnya, padahal Zea sudah meneguknya hingga setengah kosong tanpa ba bi bu, "kenapa ngga minta sirop cocopandannya sekalian Cle?"

"Kalo gini caranya, gue mau daftar akmil lah! Yuk Cle daftar!" ocehnya. Clemira mendorong kepala Zea sambil menyemburkan tawanya, "sakit lo?! Ogah! Tentara bikin kulit item, mau lo kulit lo kebakar kaya kena azab?!" sengit Clemira.

"Lo yang sakit, mana ada kaya kulit kena azab, nah itu tante Eyi bisa suka sama om Rayyan, kalo tentara jelek semua berarti lo ngga akan tercipta sistah! Nah ini abang ganteng?! Bukan kebakar tapi eksotis!" Zea memanjangkan lengan mulus nan putihnya ke depan.

Kedua gadis ini malah berdebat tentang kulit prajurit langsung di depan para prajurit enteng tanpa beban, atau takut mereka menodongkan senjatanya ke arah kepala keduanya, bawahan Saga sudah tertawa tertahan padahal Saga diam kaya patung pancoran. Daripada gibahin di belakang, lebih baik gibahin di depan orangnya langsung, right?! Biar ngga timbul fitnah keji.

Saga maju lalu menjedotkan kepala kedua gadis di depannya yang cukup berisik ini, "pulang! Berisik, pusing abang dengernya!"

"Abang ngga niat anterin kita gitu?" tanya Zea tersenyum simpul.

"Saya sibuk. Ada acara, pulang sana! Jangan pernah sekali-kali lagi kaya begini, kali ini abang toleransi, kalo besok-besok abang bakal nyerahin kalian langsung ke komandan!"

"Ck, iya ah!" Clemira mendengus dan beranjak.

"Yahhh kok pulang?! Pulang ke mess abang boleh engga?!"

"Ga!" panggil seseorang menyusul.

"Ndan, maaf...saya telat. Ada masalah sedikit,"

"Ngga papa!" ia terkekeh melihat kedua gadis ini, "yang putrinya Letnan kolonel Rayyan mana?"

Clemira menunjuk dirinya, "saya pak. Eh om,"

Ia terkekeh, "salam buat Letnan kolonel Rayyan, dari mayor Anka."

Clemira mengangguk, "ini?!" tunjuknya pada Zea. Ia mengernyit tak asing, "perasaan pernah ketemu?"

Zea hanya memalingkan wajahnya mencoba untuk menyembunyikan keseluruhan wajahnya.

"Ini putri bungsu dari pak Rewarang----" Zea membekap mulut Clemira.

"Saya cuma anak biasa om, bukan siapa-siapa yang mesti dikenal, mungkin muka saya pasaran. Anak tukang jualan es selendang mayang," akuinya berbohong. Clemira menatap tak percaya jika Zea menyamakan ayahnya yang seorang menteri dengan tukang es, "kualat lu," gumamnya.

"Kalo gitu Cle pamit bang," ia menarik Zea dari sana untuk pulang. Zea melihat sekilas ke arah kapten Ankara dengan wajah gugup lalu kemudian menatap Sagara dengan senyuman saat Saga pun menatap wajah cantik Zea.

Zea meniti anak tangga rumah besarnya yang bak istana itu dengan wajah lusuh dan malas, tas yang ia gendong saja sudah ia lempar begitu saja ke atas sofa.

Ia selalu menyembunyikan identitas sang ayah dari teman-teman atau sekitarnya, menurut Zea jadi anak menteri itu terkadang bikin risih, orang-orang tuh ngga tulus temenan sama dia, bahkan untuk sebagian orang dengan kadar akhlak yang kurang, sering memanfaatkan Zea untuk kepentingan politik dan bisnis pribadi.

"Ze, udah pulang nak?!" teriak mama Rieke.

"Orangnya masih di luar! Ini yang pulang khodamnya!" jawab Zea dari lantai atas, mama Rieke tertawa, "suka ngaco ah! Makan dulu! Nanti asam lambung kamu naik lagi,"

"Mama tumben udah pulang? Kirain masih foto-foto sambil haha-hihi bareng menteri lain atau ibu negara?"

"Udah kok, kamunya aja yang lama. Kemana dulu sih?!"

Zea sudah mengganti pakaiannya dan turun, "liatin cowok ganteng!" ia duduk di ruang tengah dan menyalakan televisi, "papa mana?"

"Papa langsung ke kantor, katanya sih kementrian ngadain lomba atau apa ya lupa,"

Zea mengangguk setuju mengambil toples ciki balado, "Ze, sayangggg..." panggilnya lembut.

"Ya ma?"

Plukk!

Mama Rieke menjatuhkan begitu saja tas ke pangkuan putri bungsunya, "tas kamu taro! Atau mama buang?!" pelototnya geram pada sang putri, Zea malah tertawa dibuatnya.

"Kebiasaan deh ah! Kalo naro tuh jangan berantakan gini kenapa sih, udah berapa kali mama bilang kalo naro barang-barang tuh pada tempatnya, mama ngga suka ah liat berantakan!"

Dan yap! Meledaklah omelan mama Rieke yang begitu panjang kaya cacing pita, putri bungsunya itu memang selalu mancing-mancing kemarahan emak.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄

𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄

.

2025-02-01

0

Tuti Rugiarti Wulandari

Tuti Rugiarti Wulandari

ternyata lanjutan dari Al Fath

2024-10-30

2

Lalisa

Lalisa

kintan jodohnya siapa ya

2024-10-28

0

lihat semua
Episodes
1 MANUVER CINTA~PART 1
2 MANUVER CINTA~PART 2
3 MANUVER CINTA~PART 3
4 MANUVER CINTA~PART 4
5 MANUVER CINTA~PART 5
6 MANUVER CINTA~PART 6
7 MANUVER CINTA~PART 7
8 MANUVER CINTA~PART 8
9 MANUVER CINTA~PART 9
10 MANUVER CINTA~PART 10
11 MANUVER CINTA~PART 11
12 MANUVER CINTA~PART 12
13 MANUVER CINTA~PART 13
14 MANUVER CINTA~ PART 14
15 MANUVER CINTA~PART 15
16 MANUVER CINTA~PART 16
17 MANUVER CINTA~PART 17
18 MANUVER CINTA~PART 18
19 MANUVER CINTA~ PART 19
20 MANUVER CINTA~PART 20
21 MANUVER CINTA~PART 21
22 MANUVER CINTA~PART 22
23 MANUVER CINTA ~PART 23
24 MANUVER CINTA~PART 24
25 MANUVER CINTA~PART 25
26 MANUVER CINTA~PART 26
27 MANUVER CINTA~PART 27
28 MANUVER CINTA~PART 28
29 MANUVER CINTA~PART 29
30 MANUVER CINTA~PART 30
31 MANUVER CINTA~PART 31
32 MANUVER CINTA~PART 32
33 MANUVER CINTA~PART 33
34 MANUVER CINTA~PART 34
35 MANUVER CINTA ~PART 35
36 MANUVER CINTA~PART 36
37 MANUVER CINTA~PART 37
38 MANUVER CINTA~PART 38
39 MANUVER CINTA~PART 39
40 MANUVER CINTA~PART 40
41 MANUVER CINTA~PART 41
42 MANUVER CINTA~PART 42
43 MANUVER CINTA~PART 43
44 MANUVER CINTA~PART 44
45 MANUVER CINTA~PART 45
46 MANUVER CINTA~PART 46
47 MANUVER CINTA~PART 47
48 MANUVER CINTA~PART 48
49 MANUVER CINTA~PART 49
50 MANUVER CINTA~PART 50
51 MANUVER CINTA~PART 51
52 MANUVER CINTA~PART 52
53 MANUVER CINTA~PART 53
54 MANUVER CINTA~PART 54
55 MANUVER CINTA~PART 55
56 MANUVER CINTA~PART 56
57 MANUVER CINTA~PART 57
58 MANUVER CINTA~PART 58
59 MANUVER CINTA~PART 59
60 MANUVER CINTA~PART 60
61 MANUVER CINTA~PART 61
62 MANUVER CINTA~PART 62
63 MANUVER CINTA~PART 63
64 MANUVER CINTA~PART 64
65 MANUVER CINTA~PART 65
66 MANUVER CINTA~PART 66
67 MANUVER CINTA~PART 67
68 MANUVER CINTA~PART 68
69 MANUVER CINTA-PART 69
70 MANUVER CINTA~PART 70
71 MANUVER CINTA~PART 71
72 MANUVER CINTA~PART 72
73 MANUVER CINTA~PART 73
74 MANUVER CINTA~PART 74
75 MANUVER CINTA~PART 75
76 MANUVER CINTA~PART 76
77 MANUVER CINTA~PART 77
78 MANUVER CINTA~PART 78
79 MANUVER CINTA~PART 79
80 MANUVER CINTA~PART 80
81 MANUVER CINTA~PART 81
82 MANUVER CINTA~PART 82
83 MANUVER CINTA-PART 83
84 MANUVER CINTA~PART 84
85 MANUVER CINTA~PART 85
86 MANUVER CINTA~PART 86
87 MANUVER CINTA~PART 87
88 MANUVER CINTA~PART 88
89 MANUVER CINTA~PART 89
90 MANUVER CINTA~PART 90
91 MANUVER CINTA~PART 91
92 MANUVER CINTA~PART 92
93 MANUVER CINTA~PART 93
94 MANUVER CINTA~PART 94
Episodes

Updated 94 Episodes

1
MANUVER CINTA~PART 1
2
MANUVER CINTA~PART 2
3
MANUVER CINTA~PART 3
4
MANUVER CINTA~PART 4
5
MANUVER CINTA~PART 5
6
MANUVER CINTA~PART 6
7
MANUVER CINTA~PART 7
8
MANUVER CINTA~PART 8
9
MANUVER CINTA~PART 9
10
MANUVER CINTA~PART 10
11
MANUVER CINTA~PART 11
12
MANUVER CINTA~PART 12
13
MANUVER CINTA~PART 13
14
MANUVER CINTA~ PART 14
15
MANUVER CINTA~PART 15
16
MANUVER CINTA~PART 16
17
MANUVER CINTA~PART 17
18
MANUVER CINTA~PART 18
19
MANUVER CINTA~ PART 19
20
MANUVER CINTA~PART 20
21
MANUVER CINTA~PART 21
22
MANUVER CINTA~PART 22
23
MANUVER CINTA ~PART 23
24
MANUVER CINTA~PART 24
25
MANUVER CINTA~PART 25
26
MANUVER CINTA~PART 26
27
MANUVER CINTA~PART 27
28
MANUVER CINTA~PART 28
29
MANUVER CINTA~PART 29
30
MANUVER CINTA~PART 30
31
MANUVER CINTA~PART 31
32
MANUVER CINTA~PART 32
33
MANUVER CINTA~PART 33
34
MANUVER CINTA~PART 34
35
MANUVER CINTA ~PART 35
36
MANUVER CINTA~PART 36
37
MANUVER CINTA~PART 37
38
MANUVER CINTA~PART 38
39
MANUVER CINTA~PART 39
40
MANUVER CINTA~PART 40
41
MANUVER CINTA~PART 41
42
MANUVER CINTA~PART 42
43
MANUVER CINTA~PART 43
44
MANUVER CINTA~PART 44
45
MANUVER CINTA~PART 45
46
MANUVER CINTA~PART 46
47
MANUVER CINTA~PART 47
48
MANUVER CINTA~PART 48
49
MANUVER CINTA~PART 49
50
MANUVER CINTA~PART 50
51
MANUVER CINTA~PART 51
52
MANUVER CINTA~PART 52
53
MANUVER CINTA~PART 53
54
MANUVER CINTA~PART 54
55
MANUVER CINTA~PART 55
56
MANUVER CINTA~PART 56
57
MANUVER CINTA~PART 57
58
MANUVER CINTA~PART 58
59
MANUVER CINTA~PART 59
60
MANUVER CINTA~PART 60
61
MANUVER CINTA~PART 61
62
MANUVER CINTA~PART 62
63
MANUVER CINTA~PART 63
64
MANUVER CINTA~PART 64
65
MANUVER CINTA~PART 65
66
MANUVER CINTA~PART 66
67
MANUVER CINTA~PART 67
68
MANUVER CINTA~PART 68
69
MANUVER CINTA-PART 69
70
MANUVER CINTA~PART 70
71
MANUVER CINTA~PART 71
72
MANUVER CINTA~PART 72
73
MANUVER CINTA~PART 73
74
MANUVER CINTA~PART 74
75
MANUVER CINTA~PART 75
76
MANUVER CINTA~PART 76
77
MANUVER CINTA~PART 77
78
MANUVER CINTA~PART 78
79
MANUVER CINTA~PART 79
80
MANUVER CINTA~PART 80
81
MANUVER CINTA~PART 81
82
MANUVER CINTA~PART 82
83
MANUVER CINTA-PART 83
84
MANUVER CINTA~PART 84
85
MANUVER CINTA~PART 85
86
MANUVER CINTA~PART 86
87
MANUVER CINTA~PART 87
88
MANUVER CINTA~PART 88
89
MANUVER CINTA~PART 89
90
MANUVER CINTA~PART 90
91
MANUVER CINTA~PART 91
92
MANUVER CINTA~PART 92
93
MANUVER CINTA~PART 93
94
MANUVER CINTA~PART 94

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!