MANUVER CINTA~PART 20

Sagara melirik tv layar datar milik Izan dan memperhatikan dengan seksama berita yang ditayangkan ketika Izan menyalakan televisi kesayangannya itu secara tak sengaja.

"Serius amat Ga, ada niatan masuk politik juga?" kekeh Izan baru keluar bersama Luki dengan mangkok biru bening yang mereka dapat hadiah dari detergent bubuk kemasan, berisikan mie instan yang menguarkan aroma khasnya, masih panas plus extra rawit dan telur.

"Buru tuh, udah gue masukin mie nya!" titah Luki duduk bersila di atas karpet tipis, setipis rambutnya yang cuma secenti, udah gitu dipake buat taman bermainnya para anak kutu pula.

Saga beranjak meski matanya tetap tertumbuk pada berita yang menayangkan ayah dari Zea Arumi itu berbicara pasal kasus yang kini tengah menjadi isu nomor satu di negri mengalahkan gosip perselingkuhan istri orang dan suami orang.

"Eh jangan dipindah," ucap Saga saat Luki justru akan memindahkan channelnya ke channel kartun.

Terang saja kedua rekannya itu langsung menjatuhkan pandangan pada keterangan yang mengiringi berita itu.

"Emhh, siap-siap dikirim lagi ini mah!" celoteh Luki lirih.

Tangannya menuangkan mie instan yang sudah matang, hidungnya pun sibuk mencium aroma khas yang menggugah selera bersama asap membumbung memenuhi setiap inci dapur mes Izan, namun otaknya sungguh memikirkan nasib Zea sekeluarga.

Penyesalan memang selalu datang belakangan. Sagara menaruh sendok di mangkuk begitu saja sebelum sempat ia mengaduk mie dan kuah agar tercampur dengan bumbu. Ia memaksa kerja otaknya begitu keras, kalo bisa akan ia cuci kembali agar setiap memory di otaknya bersih demi mengingat ucapan Clemira dulu.

"Ck. Nomor Zea berapa? Kenapa waktu itu ngga sempet save?!" gumamnya bermonolog. Ia adalah tipe lelaki yang besar rasa gengsi, jika harus meminta pada Clemira sungguh itu adalah hal yang mustahil, tau bibir dower adik sepupunya yang kalo nyindir itu ngga ada rem, yang kalo godain orang itu kaya ngga ada obat tak mungkin ia menanyakan nomor ponsel Zea apalagi dengan alasan klasik binti basi, auto habis ia dibully Clemira.

Sesulit ini jadi orang dengan kadar gengsi tinggi, nurunin level gengsi barang sejengkal aja beratnya kaya nanggung pikulan dosa Fir'aun.

"Ga! Lo rebus mie apa bikin, lama amat!" jerit Luki menyadarkan lamunannya dari cara bagaimana mendapatkan nomor whatsapp gadis nekat yang telah berhasil memancing perhatiannya itu, tak mungkin kan ia nginep di kuburan keramat biar nomor Zea muncul dalam mimpi kaya nomor to g3l.

Sagara berjalan dengan baret yang sudah rapi di kepala ke arah ruang kerjanya, dari kejauhan ia melihat kapten Ankara yang sudah rapi dengan stelan pdh, mungkin kapten kebangaan negara itu sedang melakukan tugas resmi non lapangannya.

Langkah kedua pria gagah itu bertemu di satu titik lorong kantor, "Ga."

Sagara menghormat sopan, "siap kapt!"

"Clemira, adik sepupumu kan?" tanya Anka. Sagara menurunkan tangan dari pelipis lalu menatap Anka penuh sorot ingin tahu, "siap kapt. Betul!"

"Kalo tidak salah, dia satu kelas dengan Zea kan?" tanya nya lagi.

Alis tebal Sagara mulai menunjukan tikungan menukik, "bisa saya tau nomor adikmu itu? Tenang aja Ga, bukan untuk saya apa-apakan. Hanya ingin bertanya tentang Zea, bagaimana kesehariannya, apakah Zea sudah memiliki pacar..." akuinya terang-terangan, biar dikata bucin (budak micin) oleh Saga ia tak peduli.

Sagara kini mengernyit, "maaf kapt. Kalau saya lancang, tapi saya tidak paham. Mohon interupsi, bukannya kalau memang ingin tau masalah Zea, apa tidak sebaiknya kapten tanya sama orangnya langsung? Sebagai pria sejati," tembaknya berani setengah nekat.

Namun Ankara tidak marah atas ucapan Saga yang mungkin bisa dibilang tak sopan, ia justru menepuk-nepuk pundak Saga. Padahal Sagara ingin sekali berteriak di depan wajah Ankara jika ialah lelaki yang sedang disukai Zea.

"Kamu bener....tapi sayangnya Zea tak pernah menjawab pesan atau panggilan saya. Apa memperjuangkan cinta sesulit ini ya, Ga?" Pria berpangkat kapten ini memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana, "apalagi Zea terbilang masih remaja," lanjutnya lagi.

Saga mengangkat alisnya sebelah, ia menyunggingkan senyuman tipis, sangat tipis sampai begitu samar terlihat. Bukan senyuman karena menertawakan sikap kamvreet seorang lelaki matang yang dimabuk cinta sosok gadis remaja, namun karena Zea sama sekali tak meresponnya. Oke, apakah Saga kini harus bersyukur karena ia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung, tapi sepertinya ia adalah manusia paling kurang aj ar dengan menyia-nyiakan Zea.

Sagara mengangguk, kini ia paham bagaimana sikap Zea sesungguhnya terhadap lawan jenis, begitu cuek. Padahal wakru lalu ia sempat melihat sikap Zea terhadap Dean.

Ide paling gila muncul di kepala Sagara, hal paling licik yang mungkin pertama kali dalam hidupnya, ia lakukan.

"Maaf kapt. Apa saya boleh memberi saran?" tanya Saga.

Ankara mengeluarkan tangan kosongnya dan mempersilahkan, "silahkan. Jangan sungkan!"

*Maaf beribu maaf, jika hal yang saya lakukan tidak terhormat kapt. Tapi memperjuangkan sesuatu itu memang berat, right*?!

"Siap kapt! Kalau memberi nomor Clemira saya belum bisa berhubung itu sangat riskan. Bagaimana jika saya yang menghubungi Zea dengan dalih bertanya soal Clemira, adik saya?" tanya Saga.

Ankara terlihat berpikir, jika untuk urusan strategi perang ia mungkin cekatan dalam perhitungan, tapi untuk mengukur dan menghitung dalamnya hati perempuan ia tak mahir.

"Boleh. Ide bagus...." jawabnya.

Saga tersenyum tipis, "jackpot." gumamnya dalam hati.

"Maaf kapt. sebelumnya....tapi saya tidak punya nomor Zea Arumi, karena memang belum pernah menghubunginya?"

"Oh, ada. Sebentar!" Ankara mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan mencari nama Zea, "catat, Ga!"

"Siap kapt!" Sagara ikut mengeluarkan ponselnya, mungkin dalam hal cinta Saga sama-sama be go, tapi be gonya ngga be go-be go amat lah!

Saga menggeleng sambil senyam-senyum anjay mengingat aksi jahatnya yang memanfaatkan Ankara untuk mendapatkan nomor Zea.

Ia melepas baretnya dan duduk di kursi meja kerjanya, bukan pekerjaan laporannya yang ia kerjakan tapi otaknya tengah mencari padanan kata yang tepat untuk menanyakan kabar demi mengawali obrolan dengan Zea.

Assalamu'alaikum Zea, gimana kabarmu....

Sebaik-baiknya salam, maka kalimat salam itulah yang paling baik bagi muslim seperti dirinya dan Zea. Sent!

Cukup lama Saga menunggu balasan dari Zea. Mungkin ia sempat mengerjakan terlebih dahulu pekerjaannya, udah sempet ngopi sambil rebahan bahkan udah sempet nonton lenong sama wayang kulit. Hingga satu balasan pesan ia dapatkan dari si gadis pencuri hati.

Saga sempat berharap jika jawaban lembut nan ramah ia dapatkan dari Zea, tapi garis senyumnya melebar hingga Saga menyemburkan tawanya.

Wa'alaikumsalam. Maaf, nomor yang anda hubungi ini adalah layanan pemasaran kavling makam. Mau mati sekarang atau nanti?

"Dasar cewek absurd..." tawa Saga.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Nia Ami

Nia Ami

seru Thor, absurdnya lain dari yg lain.....

2025-01-08

0

Nurhayati

Nurhayati

😂😂😂KoCak bgt Zea

2025-02-08

0

Dewi Oktavia

Dewi Oktavia

bagus

2025-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 MANUVER CINTA~PART 1
2 MANUVER CINTA~PART 2
3 MANUVER CINTA~PART 3
4 MANUVER CINTA~PART 4
5 MANUVER CINTA~PART 5
6 MANUVER CINTA~PART 6
7 MANUVER CINTA~PART 7
8 MANUVER CINTA~PART 8
9 MANUVER CINTA~PART 9
10 MANUVER CINTA~PART 10
11 MANUVER CINTA~PART 11
12 MANUVER CINTA~PART 12
13 MANUVER CINTA~PART 13
14 MANUVER CINTA~ PART 14
15 MANUVER CINTA~PART 15
16 MANUVER CINTA~PART 16
17 MANUVER CINTA~PART 17
18 MANUVER CINTA~PART 18
19 MANUVER CINTA~ PART 19
20 MANUVER CINTA~PART 20
21 MANUVER CINTA~PART 21
22 MANUVER CINTA~PART 22
23 MANUVER CINTA ~PART 23
24 MANUVER CINTA~PART 24
25 MANUVER CINTA~PART 25
26 MANUVER CINTA~PART 26
27 MANUVER CINTA~PART 27
28 MANUVER CINTA~PART 28
29 MANUVER CINTA~PART 29
30 MANUVER CINTA~PART 30
31 MANUVER CINTA~PART 31
32 MANUVER CINTA~PART 32
33 MANUVER CINTA~PART 33
34 MANUVER CINTA~PART 34
35 MANUVER CINTA ~PART 35
36 MANUVER CINTA~PART 36
37 MANUVER CINTA~PART 37
38 MANUVER CINTA~PART 38
39 MANUVER CINTA~PART 39
40 MANUVER CINTA~PART 40
41 MANUVER CINTA~PART 41
42 MANUVER CINTA~PART 42
43 MANUVER CINTA~PART 43
44 MANUVER CINTA~PART 44
45 MANUVER CINTA~PART 45
46 MANUVER CINTA~PART 46
47 MANUVER CINTA~PART 47
48 MANUVER CINTA~PART 48
49 MANUVER CINTA~PART 49
50 MANUVER CINTA~PART 50
51 MANUVER CINTA~PART 51
52 MANUVER CINTA~PART 52
53 MANUVER CINTA~PART 53
54 MANUVER CINTA~PART 54
55 MANUVER CINTA~PART 55
56 MANUVER CINTA~PART 56
57 MANUVER CINTA~PART 57
58 MANUVER CINTA~PART 58
59 MANUVER CINTA~PART 59
60 MANUVER CINTA~PART 60
61 MANUVER CINTA~PART 61
62 MANUVER CINTA~PART 62
63 MANUVER CINTA~PART 63
64 MANUVER CINTA~PART 64
65 MANUVER CINTA~PART 65
66 MANUVER CINTA~PART 66
67 MANUVER CINTA~PART 67
68 MANUVER CINTA~PART 68
69 MANUVER CINTA-PART 69
70 MANUVER CINTA~PART 70
71 MANUVER CINTA~PART 71
72 MANUVER CINTA~PART 72
73 MANUVER CINTA~PART 73
74 MANUVER CINTA~PART 74
75 MANUVER CINTA~PART 75
76 MANUVER CINTA~PART 76
77 MANUVER CINTA~PART 77
78 MANUVER CINTA~PART 78
79 MANUVER CINTA~PART 79
80 MANUVER CINTA~PART 80
81 MANUVER CINTA~PART 81
82 MANUVER CINTA~PART 82
83 MANUVER CINTA-PART 83
84 MANUVER CINTA~PART 84
85 MANUVER CINTA~PART 85
86 MANUVER CINTA~PART 86
87 MANUVER CINTA~PART 87
88 MANUVER CINTA~PART 88
89 MANUVER CINTA~PART 89
90 MANUVER CINTA~PART 90
91 MANUVER CINTA~PART 91
92 MANUVER CINTA~PART 92
93 MANUVER CINTA~PART 93
94 MANUVER CINTA~PART 94
Episodes

Updated 94 Episodes

1
MANUVER CINTA~PART 1
2
MANUVER CINTA~PART 2
3
MANUVER CINTA~PART 3
4
MANUVER CINTA~PART 4
5
MANUVER CINTA~PART 5
6
MANUVER CINTA~PART 6
7
MANUVER CINTA~PART 7
8
MANUVER CINTA~PART 8
9
MANUVER CINTA~PART 9
10
MANUVER CINTA~PART 10
11
MANUVER CINTA~PART 11
12
MANUVER CINTA~PART 12
13
MANUVER CINTA~PART 13
14
MANUVER CINTA~ PART 14
15
MANUVER CINTA~PART 15
16
MANUVER CINTA~PART 16
17
MANUVER CINTA~PART 17
18
MANUVER CINTA~PART 18
19
MANUVER CINTA~ PART 19
20
MANUVER CINTA~PART 20
21
MANUVER CINTA~PART 21
22
MANUVER CINTA~PART 22
23
MANUVER CINTA ~PART 23
24
MANUVER CINTA~PART 24
25
MANUVER CINTA~PART 25
26
MANUVER CINTA~PART 26
27
MANUVER CINTA~PART 27
28
MANUVER CINTA~PART 28
29
MANUVER CINTA~PART 29
30
MANUVER CINTA~PART 30
31
MANUVER CINTA~PART 31
32
MANUVER CINTA~PART 32
33
MANUVER CINTA~PART 33
34
MANUVER CINTA~PART 34
35
MANUVER CINTA ~PART 35
36
MANUVER CINTA~PART 36
37
MANUVER CINTA~PART 37
38
MANUVER CINTA~PART 38
39
MANUVER CINTA~PART 39
40
MANUVER CINTA~PART 40
41
MANUVER CINTA~PART 41
42
MANUVER CINTA~PART 42
43
MANUVER CINTA~PART 43
44
MANUVER CINTA~PART 44
45
MANUVER CINTA~PART 45
46
MANUVER CINTA~PART 46
47
MANUVER CINTA~PART 47
48
MANUVER CINTA~PART 48
49
MANUVER CINTA~PART 49
50
MANUVER CINTA~PART 50
51
MANUVER CINTA~PART 51
52
MANUVER CINTA~PART 52
53
MANUVER CINTA~PART 53
54
MANUVER CINTA~PART 54
55
MANUVER CINTA~PART 55
56
MANUVER CINTA~PART 56
57
MANUVER CINTA~PART 57
58
MANUVER CINTA~PART 58
59
MANUVER CINTA~PART 59
60
MANUVER CINTA~PART 60
61
MANUVER CINTA~PART 61
62
MANUVER CINTA~PART 62
63
MANUVER CINTA~PART 63
64
MANUVER CINTA~PART 64
65
MANUVER CINTA~PART 65
66
MANUVER CINTA~PART 66
67
MANUVER CINTA~PART 67
68
MANUVER CINTA~PART 68
69
MANUVER CINTA-PART 69
70
MANUVER CINTA~PART 70
71
MANUVER CINTA~PART 71
72
MANUVER CINTA~PART 72
73
MANUVER CINTA~PART 73
74
MANUVER CINTA~PART 74
75
MANUVER CINTA~PART 75
76
MANUVER CINTA~PART 76
77
MANUVER CINTA~PART 77
78
MANUVER CINTA~PART 78
79
MANUVER CINTA~PART 79
80
MANUVER CINTA~PART 80
81
MANUVER CINTA~PART 81
82
MANUVER CINTA~PART 82
83
MANUVER CINTA-PART 83
84
MANUVER CINTA~PART 84
85
MANUVER CINTA~PART 85
86
MANUVER CINTA~PART 86
87
MANUVER CINTA~PART 87
88
MANUVER CINTA~PART 88
89
MANUVER CINTA~PART 89
90
MANUVER CINTA~PART 90
91
MANUVER CINTA~PART 91
92
MANUVER CINTA~PART 92
93
MANUVER CINTA~PART 93
94
MANUVER CINTA~PART 94

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!