MANUVER CINTA~PART 13

Mau tak mau Zea maju ke arah depan, "ngapain?" alisnya mengernyit dan bergumam lirih pada Dean.

"Minta dukungan sama yang lain," jawab Dean. Panggilan Dean memang membuat Zea kaya orang be go sejenak, namun membuat senang beberapa siswa yang spill-spill dirinya sejak tadi di acara, "oh namanya Zea Arumi..." termasuk Izan dan Luki.

"Ngapain ngafalin nama bocah?!" senggol letda Gita. Sagara terkekeh melihat teman satu litting mereka yang sering bertengkar itu.

"Kepo!" jawab Luki.

"Cemburu Git?" tanya Izan. Luki bergidik kompak dengan Gita, wanita berambut pendek modelan bob itu, "amit-amit bang!"

"Kompaknya..." goda Izan. Sagara memperhatikan Zea lekat dari atas sampai bawah, anak menteri---jago dance---pintar---olimpiade---ceria---cantik----absurd---hmmm.

"Kita mau minta dukungannya dari semuanya yang ada disini, yang insyaAllah kurang lebih 3 minggu ke depan, dengan membawa nama dan budaya ibu pertiwi, kita berangkat mengikuti ajang kompetisi dance di negri Three lion..." imbuh Zea.

"Wow!" beberapanya sempat menaikan alis berdecak kagum.

"Edyannn, three lion bang!"

"Perlu pengawalan ngga nih?" kekeh Luki.

"Jangan lupa dukung kita, kirim do'a, support lewat sosmed kita di Dance SMA Kartika X. Bisa nonton juga acaranya di channel youkub kita nanti tanggal----" jelas Zea diangguki Dean.

"Oh." mulut Saga beroh singkat.

Terakhir acara ditutup dengan penampilan alutsista yang membuat para peserta bela negara berdecak kagum. Mereka digiring untuk melingkar di pinggiran lapangan untuk menyaksikan peragaan kendaraan perang termasuk pesawa milik kesatuan tentara negri.

"Diminta ke pinggiran lapang ya!"

Sagara dan yang lain sudah bersiap di landasan udara dengan suit penerbangnya. Gaya andalan yang bikin emak-emak susah move on.

"Cle, bang Saga pasti mau mengudara! Liat yuk!" ajak Zea menarik-narik tangan Clemira.

"Ya udah sii, ntar aja tunggu disini! Ngapain kesana, yang ada dimarahin!" jawab Clemira tak cukup berani mencari masalah.

"Aahhhhh, mau liat bang Saga, Cle." rengeknya mengguncang-guncang tangan Clemira setara dengn guncangan gempa di serambi mek kah taun 2004.

Baru saja berkata seperti itu, bahkan mulutnya masih basah...mobil-mobil amfibi milik kesatuan dan alutsista lain memasuki lapangan acara hingga memantik riuh tinggi dan sorakan kagum semua yang hadir terutama para siswa SMA se-ibukota.

Tank baja loreng, mobil 4×4 yang biasa dipakai untuk bertempur atau sebagai kendaraan mengawal pemimpin negara dipertontonkan. Masih banyak kendaraan gagah yang selama ini menjadi pelengkap teman bertempur para prajurit gagah di medan tempur.

Masih diantara kekaguman dan binar mata memuji, Komandan resimen meminta para siswa mendongak ke arah langit.

"Dari batalyon tempur, kesatuan negri....inilah pesawat siluman dan pesawat tempur yang senantiasa mendampingi para elang khatulistiwa di langit ibu pertiwi!!! Beri sambutannya untuk Lettu Pratama Adiyudha dari batalyon tempur bersama kawan-kawan!"

Sebuah pesawat hijau army melintas melesat tanpa kebisingan di atas mereka membelah langit, sorak sorai dan tepukan tangan tak terhindarkan. Begitu riuh nan meriah, suara berat dan ciri khas tegas komandan menyebutkan satu persatu para kapten penerbang yang kini sedang menerbangkan pesawat.

"Hooooowwooo! Kerennnn!"

Clemira menatap pesawat itu biasa saja, ada lengu han berat menatapnya, lebih tepatnya menatap seseorang yang sedang mengemudikan pesawat itu. Ia pernah bertemu! Yeahhh, nama Lettu Pratama Adiyudha, seperti tak asing.

"Dia temen bang Saga, pernah ke rumah juga ketemu abi sama umi..." gumamnya pada Zea yang mengernyitkan dahi, menghalau sinar mentari.

"Pasti udah tua. Jelek pula!" tawa Zea. Karena dimatanya, prajurit tampan cuma Sagara seorang.

Clemira menatap sinis temannya itu, "engga juga. Ya kalo disebut tua lebih tuaan abba gue lah!"

Zea menyemburkan tawanya, "kan si alan emang! Masa iya di bandingin sama kakek lo! Gila aja!" dorong Zea di bahu Clemira.

Sesaat kemudian komandan kembali bersuara.

"Jet tempur loreng, yang waktu lalu mendampingi para prajurit di daerah Barat khatulistiwa membebaskan beberapa warga negara yang disandera, bersama letda penerbang Teuku Bumi Sagara Ananta...."

Sebuah pesawat jet tempur loreng melintas membelah langit biru nusantara, di atas markas besar kesatuan Saga membawa jet itu mengudara.

Seruan Zea jelas lebih lirih, lebih kencang dan heboh dari siapapun yang ada disini, "Bang Sagaraaaa! I love youuuu!" jeritnya, teman-temannya tidak terkejut, mereka justru tertawa menganggap jika gadis ini tengah bercanda dan menggoda prajurit tampan.

Tak mau kalah Iyang ikut bersuara, "Bang Sagara i love you jugaaaa!" serunya yang sontak mendapat tinjuan keras dari Zea, "langkahi dulu mayat Zea!"

Iyang tertawa, "nih ya, gue langkahi." Iyang merangkul Zea dan mengangkat tubuhnya ke samping membuat Zea menjerit.

"Iyang ihhh!"

Dean melepaskan kasar tangan Iyang, "lo tuh ya ih!" geram Dean, "becanda terus!"

Iyang tertawa bersama Clemira, "kenapa jadi pada rebutan abang gue sih," ujar Clemira.

Zea menarik Clemira untuk menembus keramaian ke arah belakang, gedung yang dituju adalah landasan dan tempat berkumpulnya armada tempur.

"Biasanya dimana Cle?" tanya Zea.

"Ck, Ze! Lo nekat ih sumpah! Mau lo, kita di marahin? Ini bukan ranah kita masuk Ze! Cle ngga mau cari masalah, abi udah wanti-wanti." Meski dengan misuh-misuh Clemira menuruti kemauan temannya itu.

"Cuma mau bilang selamat sama keren, emang salah ya keluarga prajurit datang kesini?" tanya Zea ngotot.

Clemira menthesah panjang, "oke fine! Just a second!" ujar Clemira mengacungkan telunjuk diangguki cepat.

Clemira lantas merogoh ponselnya dan mencoba menghubungi terlebih dahulu Saga, berharap abangnya itu mengangkat panggilannya karena tadi ia melihat jika Saga sudah kembali mendarat.

Masih bernada sambung, Clemira melirik penuh warning pada Zea, "gue cuma saranin, lo jangan macem-macem yang bakal bikin hati lo sendiri sakit Ze... Gue temen lo, lo temen gue, gue adek bang Saga, bang Saga abang gue...jadi disini gue ngga mau mihak manapun..."

"Iya ah, bawel!" tukas Zea berjalan cepat melewati beberapa ruangan dan gedung bersama para tentara yang berseliweran aneh melihat kedua gadis ini masuk lebih dalam, sesekali mereka disapa namun Clemira menyebutkan nama Sagara.

Sagara mengangkat panggilan ketika ia sudah turun dan bercengkrama dengan prajurit lain di sebuah gudang dekat landasan.

Abang di gedung B, kamu kesini aja.

Saga duduk masih dengan suitnya, Clemira bilang ada hal penting yang harus disampaikan.

"Siapa Ga?" tanya Tama, ia cukup terlambat untuk mengikuti acara ini dari awal karena keterlambatan surat tugasnya, untung saja ia masih sempat menjalankan tugasnya untuk memeragakan alutsista pada para siswa di acara kali ini.

"Clemira..." jawabnya singkat, Tama menaikan kedua alisnya, ada hati yang berdegup kencang mendengar nama Clemira.

"Adek lo yang di SMA Kartika itu Ga?" tanya Izan antusias. Sagara mengangguk, "suruh bawa temennya, Ga," sahut Luki menimpali.

Setelah beberapa menit berlalu, kedatangan kedua gadis itu terlihat dari mata yang menyipit, Clemira cukup familiar dengan sosok-sosok terdekat yang ada disana, seperti Izan, Luki, dan....Tama. Lelaki itu tersenyum melihat putri dari letnan kolonel itu.

"Abang!" seru Clemira memanggil. Yang dipanggil abang Saga yang menoleh kesemuanya.

"Eh, itu adek lo, bang?" beberapa kawan yang ada disana termasuk senior Sagara ikut menoleh.

"Adek kau itu, Ga?!" tanya bang Uday.

"Iya bang." Sagara beranjak dan berjalan mendekat, "kenapa Cle?"

Zea sudah mengu lum bibirnya kencang, ngga kuat! Gemas sama si abang ganteng, apalagi pake suit gitu, gantengnya tuh bikin apotek pada tutup, alias ngga ada obat!

"Bang Saga, Zea suka sama abang!" tanpa mukadimah ataupun gelar karpet dan cangkir teh terlebih dahulu sambil nyemil gorengan, kalimat itu lolos begitu saja dari mulut Zea dalam jarak yang masih bisa terdengar oleh rekan-rekan Sagara.

"Hem?" Clemira bahkan membeliakan matanya dan menoleh cepat ke samping, "Cle ngga ikut-ikutan bang, sumpah!" ia menunjukan kedua jarinya nyengir.

"Sejak awal ketemu, Zea udah suka berat sama abang..." akuinya tak malu-malu.

"Hahaha, terima Ga! Terima!" seru Bang Uday berseloroh, "bocah..."

"Badasss, bang Saga! Banyak pengagumnya uyy! Yang ini lebih unyu dari yang ada di kesatuan bang," Gita menggigit bibirnya, sementara Izan menepuk jidat Luki, "makan tuh! Bocil sukanya sama Saga!"

Tama menggelengkan kepalanya geli sekaligus gemas dengan sikap terang-terangan setengah nekat Zea, ia acungi jempol dengan keberanian Zea atau justru ke bo dohannya?

Sagara menggertakan gigi, apakah otak gadis ini selengket dodol? Di depan manusia ramai, dengan beraninya Zea menyatakan cinta ala-ala remajanya pada Sagara yang notabenenya adalah lelaki dewasa.

"Kamu berani atau justru tak tau malu?" hardik Sagara, jujur saja ia bukan tipe manusia senekat dan terang-terangan seperti Zea. Oke! Ia tau mungkin menurut Zea si remaja, cara begini adalah cara lumrah untuk menyatakan cinta biar dikata romantis, memantik atensi orang agar semua tau jika ia menyayangi seseorang.

Tapi tidak untuk seorang Sagara, hal ini membuatnya malu. Terlebih Zea adalah perempuan, tidak seharusnya membuat diri sendiri malu dengan mengejar-ngejarnya.

Clemira sudah menduga jika hal ini akan terjadi. Ia merasa tak nyaman dan lebih memilih menarik-narik Zea untuk undur diri, "Ze udah yuk, balik..." ia takut dengan wajah keruh Sagara. Ia begitu hafal dengan Sagara, jarang sekali ia marah, namun sekali meledak maka semua luluh lantah.

"Bang----" Clemira menggigir bibir bawahnya khawatir, ia bahkan menahan lengan abangnya itu.

Zea menatap mata kelam lelaki gagah itu tak gentar, lelaki dengan segudang prestasi di kesatuannya, "terserah abang mau anggap apa, yang jelas hari ini Zea udah bisa tidur nyenyak....karena Ze udah kasih tau perasaan Zea sama abang, kalo Zea----suka abang sejak pertama ketemu..." Zea menjeda ucapannya demi memantapkan hatinya.

Ia menghirup udara rakus dan menatap Sagara dengan senyuman semanis mungkin, "bang Sagara i love you....!"

"Zea! Lo apa-apaan?!" seorang pemuda nyatanya menyusul Zea dan Clemira.

"Kamu dicariin malah disini?!" Dean menatap Saga dengan sorot mata kurang suka.

"Apa sih?! Ganggu!" sewot Zea.

"Kamu ngapain?!"

"Bukan urusan lo!" sarkas Zea.

"Jadi urusan gue Ze, karena gue suka lo!" balas Dean cepat.

"Ooo...apa-apaan nih," Luki, Izan dan Tama berdiri sedikit tertarik dengan drama anak SMA di depan mereka. Sementara Saga menatap Zea dan Dean bergantian dengan sorot mata datar nan dingin.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Dewi Oktavia

Dewi Oktavia

asyik jadi rame ne

2024-12-22

1

Lalisa

Lalisa

🤦🤦🤦

2024-10-30

0

Lalisa

Lalisa

aahhhh zea q padamulah🥰🥰🥰🥰

2024-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 MANUVER CINTA~PART 1
2 MANUVER CINTA~PART 2
3 MANUVER CINTA~PART 3
4 MANUVER CINTA~PART 4
5 MANUVER CINTA~PART 5
6 MANUVER CINTA~PART 6
7 MANUVER CINTA~PART 7
8 MANUVER CINTA~PART 8
9 MANUVER CINTA~PART 9
10 MANUVER CINTA~PART 10
11 MANUVER CINTA~PART 11
12 MANUVER CINTA~PART 12
13 MANUVER CINTA~PART 13
14 MANUVER CINTA~ PART 14
15 MANUVER CINTA~PART 15
16 MANUVER CINTA~PART 16
17 MANUVER CINTA~PART 17
18 MANUVER CINTA~PART 18
19 MANUVER CINTA~ PART 19
20 MANUVER CINTA~PART 20
21 MANUVER CINTA~PART 21
22 MANUVER CINTA~PART 22
23 MANUVER CINTA ~PART 23
24 MANUVER CINTA~PART 24
25 MANUVER CINTA~PART 25
26 MANUVER CINTA~PART 26
27 MANUVER CINTA~PART 27
28 MANUVER CINTA~PART 28
29 MANUVER CINTA~PART 29
30 MANUVER CINTA~PART 30
31 MANUVER CINTA~PART 31
32 MANUVER CINTA~PART 32
33 MANUVER CINTA~PART 33
34 MANUVER CINTA~PART 34
35 MANUVER CINTA ~PART 35
36 MANUVER CINTA~PART 36
37 MANUVER CINTA~PART 37
38 MANUVER CINTA~PART 38
39 MANUVER CINTA~PART 39
40 MANUVER CINTA~PART 40
41 MANUVER CINTA~PART 41
42 MANUVER CINTA~PART 42
43 MANUVER CINTA~PART 43
44 MANUVER CINTA~PART 44
45 MANUVER CINTA~PART 45
46 MANUVER CINTA~PART 46
47 MANUVER CINTA~PART 47
48 MANUVER CINTA~PART 48
49 MANUVER CINTA~PART 49
50 MANUVER CINTA~PART 50
51 MANUVER CINTA~PART 51
52 MANUVER CINTA~PART 52
53 MANUVER CINTA~PART 53
54 MANUVER CINTA~PART 54
55 MANUVER CINTA~PART 55
56 MANUVER CINTA~PART 56
57 MANUVER CINTA~PART 57
58 MANUVER CINTA~PART 58
59 MANUVER CINTA~PART 59
60 MANUVER CINTA~PART 60
61 MANUVER CINTA~PART 61
62 MANUVER CINTA~PART 62
63 MANUVER CINTA~PART 63
64 MANUVER CINTA~PART 64
65 MANUVER CINTA~PART 65
66 MANUVER CINTA~PART 66
67 MANUVER CINTA~PART 67
68 MANUVER CINTA~PART 68
69 MANUVER CINTA-PART 69
70 MANUVER CINTA~PART 70
71 MANUVER CINTA~PART 71
72 MANUVER CINTA~PART 72
73 MANUVER CINTA~PART 73
74 MANUVER CINTA~PART 74
75 MANUVER CINTA~PART 75
76 MANUVER CINTA~PART 76
77 MANUVER CINTA~PART 77
78 MANUVER CINTA~PART 78
79 MANUVER CINTA~PART 79
80 MANUVER CINTA~PART 80
81 MANUVER CINTA~PART 81
82 MANUVER CINTA~PART 82
83 MANUVER CINTA-PART 83
84 MANUVER CINTA~PART 84
85 MANUVER CINTA~PART 85
86 MANUVER CINTA~PART 86
87 MANUVER CINTA~PART 87
88 MANUVER CINTA~PART 88
89 MANUVER CINTA~PART 89
90 MANUVER CINTA~PART 90
91 MANUVER CINTA~PART 91
92 MANUVER CINTA~PART 92
93 MANUVER CINTA~PART 93
94 MANUVER CINTA~PART 94
Episodes

Updated 94 Episodes

1
MANUVER CINTA~PART 1
2
MANUVER CINTA~PART 2
3
MANUVER CINTA~PART 3
4
MANUVER CINTA~PART 4
5
MANUVER CINTA~PART 5
6
MANUVER CINTA~PART 6
7
MANUVER CINTA~PART 7
8
MANUVER CINTA~PART 8
9
MANUVER CINTA~PART 9
10
MANUVER CINTA~PART 10
11
MANUVER CINTA~PART 11
12
MANUVER CINTA~PART 12
13
MANUVER CINTA~PART 13
14
MANUVER CINTA~ PART 14
15
MANUVER CINTA~PART 15
16
MANUVER CINTA~PART 16
17
MANUVER CINTA~PART 17
18
MANUVER CINTA~PART 18
19
MANUVER CINTA~ PART 19
20
MANUVER CINTA~PART 20
21
MANUVER CINTA~PART 21
22
MANUVER CINTA~PART 22
23
MANUVER CINTA ~PART 23
24
MANUVER CINTA~PART 24
25
MANUVER CINTA~PART 25
26
MANUVER CINTA~PART 26
27
MANUVER CINTA~PART 27
28
MANUVER CINTA~PART 28
29
MANUVER CINTA~PART 29
30
MANUVER CINTA~PART 30
31
MANUVER CINTA~PART 31
32
MANUVER CINTA~PART 32
33
MANUVER CINTA~PART 33
34
MANUVER CINTA~PART 34
35
MANUVER CINTA ~PART 35
36
MANUVER CINTA~PART 36
37
MANUVER CINTA~PART 37
38
MANUVER CINTA~PART 38
39
MANUVER CINTA~PART 39
40
MANUVER CINTA~PART 40
41
MANUVER CINTA~PART 41
42
MANUVER CINTA~PART 42
43
MANUVER CINTA~PART 43
44
MANUVER CINTA~PART 44
45
MANUVER CINTA~PART 45
46
MANUVER CINTA~PART 46
47
MANUVER CINTA~PART 47
48
MANUVER CINTA~PART 48
49
MANUVER CINTA~PART 49
50
MANUVER CINTA~PART 50
51
MANUVER CINTA~PART 51
52
MANUVER CINTA~PART 52
53
MANUVER CINTA~PART 53
54
MANUVER CINTA~PART 54
55
MANUVER CINTA~PART 55
56
MANUVER CINTA~PART 56
57
MANUVER CINTA~PART 57
58
MANUVER CINTA~PART 58
59
MANUVER CINTA~PART 59
60
MANUVER CINTA~PART 60
61
MANUVER CINTA~PART 61
62
MANUVER CINTA~PART 62
63
MANUVER CINTA~PART 63
64
MANUVER CINTA~PART 64
65
MANUVER CINTA~PART 65
66
MANUVER CINTA~PART 66
67
MANUVER CINTA~PART 67
68
MANUVER CINTA~PART 68
69
MANUVER CINTA-PART 69
70
MANUVER CINTA~PART 70
71
MANUVER CINTA~PART 71
72
MANUVER CINTA~PART 72
73
MANUVER CINTA~PART 73
74
MANUVER CINTA~PART 74
75
MANUVER CINTA~PART 75
76
MANUVER CINTA~PART 76
77
MANUVER CINTA~PART 77
78
MANUVER CINTA~PART 78
79
MANUVER CINTA~PART 79
80
MANUVER CINTA~PART 80
81
MANUVER CINTA~PART 81
82
MANUVER CINTA~PART 82
83
MANUVER CINTA-PART 83
84
MANUVER CINTA~PART 84
85
MANUVER CINTA~PART 85
86
MANUVER CINTA~PART 86
87
MANUVER CINTA~PART 87
88
MANUVER CINTA~PART 88
89
MANUVER CINTA~PART 89
90
MANUVER CINTA~PART 90
91
MANUVER CINTA~PART 91
92
MANUVER CINTA~PART 92
93
MANUVER CINTA~PART 93
94
MANUVER CINTA~PART 94

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!