Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda

Charlotte terus berjalan dan kini sudah sampai di teras sempit rumah Alamanda yang di atas lantainya tampak penuh sandal sandal dan sepatu sepatu. Di dekat pintu itu ada satu ekor kambing yang talinya diikat pada kaki kursi yang diduduki orang.

Charlotte yang didampingi oleh Marcel lalu melonggokkan kepalanya di pintu rumah Alamanda. Alamanda yang tertunduk kepalanya tidak melihat Charlotte yang berdiri melongok di depan pintu itu.

Di dalam rumah Alamanda di ruang tamu yang sempit itu terhampar karpet di seluruh ruangan. Kursi kursi dan meja sudah dikeluarkan di taruh di pinggir jalan dan sudah diduduki oleh tamu tamu.

Di dalam ruang tamu itu, tampak Alamanda tampil cantik dengan kebaya putih dan juga kerudung putih berenda. Alamanda duduk bersimpuh dengan kepala yang terus tertunduk. Di samping kiri dan kanannya sosok kedua orang tuanya. Mamanya Alamanda juga duduk bersimpuh memakai baju kebaya berwarna biru tua. Dan Papanya Alamanda duduk bersila memakai celana panjang berwarna hitam dengan memakai baju batik lengan panjang berwarna biru tua senada dengan warna baju kebaya istrinya.

Di dalam ruang tamu itu juga duduk bersila beberapa laki laki yang tampak sudah berumur. Dua laki laki tampak usianya sudah tujuh puluh tahun lebih. Dan ada satu laki laki setengah baya kira kira berumur lima puluh tahun, rambut di kepalanya tampak botak. Laki laki itu memakai baju jas lengkap dialah Pak Darman, orang orang sering menyebut dirinya Juragan Darman. Juragan Darmanlah laki laki pilihan orang tua Alamanda yang malam ini datang bersama rombongannya untuk melamar Alamanda. Di depan rombongan pelamar itu ada banyak bingkisan juga nampan nampan berisi makanan yang akan diserahkan pada keluarga Alamanda.

“Kini waktunya telah tiba silakan Juragan Darman menyampaikan maksud kedatangannya.” Suara seorang laki laki yang usianya kira kira tiga puluh tahun tampak memegang sebuah mikrofon, dialah orang yang bertugas sebagai Master of Ceremony. Laki laki itu pun lalu menyerahkan mikrofon yang dipegang kepada Juragan Darman. Juragan Darman pun menerima mikrofon itu.

“Ehmm Ehmm.” Suara Juragan Darman berdehem dehem mungkin sedang mengetes mikrofon atau mengetes suaranya.

“Terima kasih, Karena orang tua saya dan wali saya sudah tua. Maka saya sendiri yang akan menyampaikan maksud kedatangan saya dan rombongan. Dan langsung saja pada tujuan utama saya datang ke sini, adalah untuk melamar puteri bapak ibu Irawan yaitu Neng Alamanda yang akan saya jadikan isteri ke...” ucap Juragan Darman belum selesai tiba tiba ada anak kecil yang masuk ke dalam ruang tamu itu sambil berteriak.

“Tidak bisa, aku anaknya Bunda Alamanda tidak mau punya Ayah kamu!” teriak Charlotte dengan lantang. Alamanda yang sejak tadi menunduk tampak mendongak dengan kaget.

“Hei anak siapa ini mengacaukan acara lamaranku?” tanya Juragan Darman sambil menoleh ke arah Charlotte yang berdiri tidak jauh dari pintu rumah Alamanda.

“Aku anak kandung Bunda Alamanda!” teriak Charlotte sambil menatap tajam Juragan Darman.

“Mana mungkin? Alamanda belum pernah hamil.” Suara orang orang baik yang di dalam ruang tamu dan juga orang orang yang berada di luar. Kedua orang tua Alamanda pun tampak kaget dan panik.

“Iya mana mungkin? aku melihat Alamanda dari bayi sampai saat sekarang ini. Belum pernah aku melihat Alamanda bunting apalagi melahirkan bayi.” Ucap salah seorang lagi yang berada di dalam ruang tamu itu, dia adalah orang yang dijadikan saksi acara lamaran itu.

“Kalian semua tidak tahu, kalau Papaku sudah pernah membeli sel telur Bunda Alamanda.” Suara Charlotte lagi masih dengan suara lantang. Banyak orang tampak bengong dan bingung. Jangankan orang orang itu, Marcel yang duduk jengkeng di depan pintu itu juga tampak bingung.

“Sel telur itu tidak di taruh di rahim Bunda Alamanda, tetapi ditaruh di rahim perempuan lain dan lahirlah aku Charlotte Hanson.” Ucap Charlotte masih dengan suara lantang dan terakhir dia menunjuk dadanya sendiri dengan jari telunjuk mungilnya.

“Kalau kalian tidak percaya bisa cek darahku. Darahku sama dengan darah Bunda Alamanda. Dan di dalam tubuhku mengalir darah Bunda Alamanda!” teriak Charlotte lagi dengan sangat percaya diri.

“Al, apa benar yang dikatakannya?” tanya orang tua Alamanda sambil menatap Alamanda. Dan Alamanda yang tidak suka dengan Juragan Darman pun mengangguk saat ditanya kebenaran ucapan Charlotte.

“Kurang ajar! Ternyata sudah punya seorang anak!” suara Juragan Darman dengan penuh emosi.

“Aku batalkan lamaran ini, aku tidak mau punya isteri muda yang sudah memiliki anak.” Suara Juragan Darman dengan nada tinggi penuh emosi. Dia pun langsung bangkit berdiri bahkan kakinya menendang beberapa bingkisan lamaran.

“Gan.. Tapi bagaimana dengan kesepakatan kita?” tanya Papanya Alamanda dengan nada dan ekspresi wajah khawatir.

“Aku tidak mau tahu, hutang hutangmu harus kamu bayar besok pagi. Kalau tidak kamu bayar lunas besok pagi, aku sita rumahmu ini!” suara Juragan Darman lalu dia melangkah pergi.

“Bapak, Paman ayo kita pulang.” Ucap Juragan Darman sambil menoleh pada dua orang tua renta yang kesulitan untuk bangkit berdiri dan sedang dibantu berdiri oleh orang orang rombongan pelamar.

“Bubar! Bubar! Bubar semua!” teriak Juragan Darman dengan penuh emosi. Rombongan pelamar pun berjalan mengikuti langkah kaki Juragan Darman sambil membawa kembali bingkisan bingkisan dan segala bawaan yang tadi akan diberikan pada Alamanda dan keluarganya.

“Permisi mau ambil kambing.” Ucap salah satu orang rombongan Juragan Darman yang akan membuka tali di kaki kursi.

“Emmmmmbekkkkk” suara kambing itu yang malah semakin sembunyi di bawah kursi. Sepertinya sang kambing tidak mau diajak pulang. Setelah tali sudah dilepas kambing itu pun digendong oleh salah satu orang rombongan pelamar. Para tamu pun bubar sambil membawa kotak makan konsumsi yang sudah dibagi.

Sementara itu di dalam rumah Alamanda kini hanya tinggal keluarga Alamanda bersama Marcel dan Charlotte. Tampak Charlotte duduk di pangkuan Alamanda. Sedangkan Marcel tampak berbicara serius dengan Bapak Irawan, Papanya Alamanda.

“Maafkan anak saya yang telah mengacaukan acara.” Ucap Marcel dengan penuh santun.

“Saya akan mengganti semua kerugian yang sudah dibuat oleh anak saya. Saya juga akan membayar hutang hutang Bapak saat ini juga agar rumah ini tidak disita.” Ucap Marcel dengan nada serius, lalu dia mengambil hand phone dari saku bajunya lalu dia mengusap usap layarnya sambil bertanya berapa jumlah utang mereka pada Juragan Darman. Marcel pun seketika mentransfer ke rekening Alamanda.

“Terima kasih Tuan, sebenarnya saya juga tidak tega untuk menjodohkan Alamanda dengan Juragan Darman. Tetapi kami tidak bisa membayar utang utang kami, Alamanda sudah bekerja keras untuk mendapatkan uang tetapi kata Juragan Darman untuk membayar bunga saja masih kurang.” Ucap Mamanya Alamanda dengan nada sedih.

“Ngomong ngomong apa benar gadis kecil yang cantik jelita ini cucuku?” tanya Mamanya Alamanda sambil menatap Charlotte dan Alamanda.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

wooww.. hebat Charlotte so jenius sukses menggagalkan acara lamaran nya Alamanda ..

2024-12-13

0

Nit_Nit

Nit_Nit

ayo cel lgs lamar alamanda 💪💪💪💪💪

2023-07-20

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

charlotte hebat heee😅😂🤭👍👍👍menggagalkan lamaran juragan dah tua jg pengen daun muda

2023-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!