Charlotte yang ada di dalam gendongan Marcel masih terus menangis, dua kaki mungilnya pun bergerak gerak meronta ronta.
“Papa kenapa Papa membiarkan Ners Alamanda pergi huaaaa... huaaaa.... huaaaa...” Suara Charlotte dengan keras disela sela tangisnya.
“Sayang Papa tidak tahu kalau Ners Alamanda pergi.” Ucap Marcel dengan lembut sambil mengusap air mata Charlotte yang deras mengucur.
“Pecat semua orang yang sudah membiarkan Ners Alamanda pergi huaaaa... huaaaa...” Suara Charlotte lagi masih disela sela tangisnya. Charlotte pun terus menangis bujukan dari Nanny dan Marcel tidak juga mempan. Dan sesaat kemudian muncul sosok Nyonya Hanson berjalan mendekat ke arah mereka.
“Charlotte ada apa Sayang pagi pagi sudah menangis histeris Oma sampai kaget.” Ucap Nyonya Hanson saat sudah berada di dekat mereka. Tangan Nyonya Hanson pun mengusap usap rambut kepala Charlotte yang kini basah oleh keringat akibat tangisannya yang histeris sambil meronta ronta.
“Ners Alamanda pergi Ma, apa Mama mengusir dia.” Ucap Marcel yang curiga pada Sang Mama.
“Kamu itu malah menuduhku. Dia pergi karena tahu diri, kontrak sudah selesai mau ngapain lama lama di sini. Lebih cepat pergi lebih baik. Dia juga sudah mendapat banyak bayaran dan hadiah hadiah. Dan cek juga isi Mansion siapa tahu ada barang kita yang hilang dia bawa kabur." Suara Nyonya Hanson dengan nada tinggi.
“Dia pergi dengan hanya membawa baju dan barang barang yang dia bawa dulu. Semua hadiah dia tinggal Ma.” Ucap Marcel mengatakan apa adanya karena dia juga melihat di lemari Alamanda masih ada hadiah hadiah pemberian dirinya dan Charlotte.
“Sudahlah pagi pagi sudah ribut karena manusia itu. Charlotte sayang sudah jangan menangis lagi.. masih ada Nanny dan Oma di sini. Oma antar kamu ke sekolah ya... ayo sarapan dulu.” Ucap Nyonya Hanson dengan nada lembut di akhir akhir kalimatnya sambil mengusap usap kepala Charlotte
“Tidak mau, tidak mau makan, tidak mau ke sekolah... huaaaa.... huaa...” jawab Charlotte dan berlanjut menangis lagi.
“Ya sudah ayo ikut Papa saja ke kantor.” Ucap Marcel lalu membawa Charlotte melangkah pergi. Marcel pun menyuruh Nanny untuk mengambilkan tas kerjanya juga hand phone mililnya yang masih berada di dalam kamarnya.
“Nanti jemput Ners Alamanda ya Pa.. hiks hiks...” ucap Charlotte yang kini sudah tidak lagi menangis histeris tetapi masih terisak isak.
“Iya, tapi jangan menangis lagi Sayang...” Ucap Marcel sambil jari jarinya membersihkan wajah Charlotte dari air mata.
Setelah sang pengasuh mengambilkan tas kerja Marcel lengkap dengan hand phone nya. Marcel langsung melangkah meninggalkan Mansion utama dengan menggendong Charlotte yang kini sudah tidak lagi menangis, hanya ada sisa sisa isakan tangis. Marcel terus melangkah menuju ke dalam mobilnya, dia dudukkan puteri cantiknya di jok depan di samping jok kemudi. Lalu dia pun duduk di jok kemudi dan segera menyalakan mesin mobil lalu mobil segera berjalan meninggalkan halaman mension Hanson.
Sementara itu Nyonya Hanson yang di dalam Mansion tersenyum senang karena Alamanda sudah pergi dari Mansion.
“Ah.. Charlotte kan anak anak paling juga sebentar sudah lupa pada perawat itu. Aku hubungi Millie agar dia datang ke sini untuk menggantikan perawat itu.” Gumam Nyonya Hanson lalu dia kembali berjalan menuju ke dalam kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamarnya Nyonya Hanson segera mengambil hand phone yang masih berada di atas nakas. Dengan segera dia mengusap usap layar hand phone untuk menghubungi Millie. Dan sesaat kemudian...
“Selamat pagi Tante...” Suara Millie yang masih parau karena baru saja bangun dari tidur.
“Millie ada kabar gembira, perawat itu sudah pergi dari Mansion. Sekarang adalah waktu yang baik untuk kamu datang kembali ke Mansion Hanson. Kamu lakukan yang manis manis buat Charlotte dan Marcel.” Ucap Nyonya Hanson dengan semangat
“Ooo baiklah Tante, Millie akan segera datang... “ ucap Millie dengan tidak kalah semangatnya dari Nyonya Hanson sampai sampai Millie langsung saja memutus sambungan teleponnya.
Beberapa menit kemudian Millie sudah sampai di Mansion Hanson. Setelah turun dari mobilnya, Millie segera masuk ke dalam Mansion utama. Millie terus melangkah masuk mencari Nyonya Hanson. Dan akhirnya dia menemukan Nyonya Hanson di dalam ruang makan.
“Kebetulan Millie belum sarapan Tante. Millie temani.” Ucap Millie sambil mencium pipi Nyonya Hanson yang duduk di kursi makan. Millie pun segera duduk di kursi yang tidak jauh dari Nyonya Hanson.
“Millie kamu harus lakukan sesuatu agar Charlotte dan Marcel jatuh hati kepada kamu. Mosok kamu kalah dengan perawat itu.” Ucap Nyonya Hanson setelah menelan makanannya.
“Iya Tante... “ ucap Millie sambil membuka piring makan.
“Sekarang di mana mereka?” tanya Millie sambil mengambil nasi.
“Di Hanson Co. Kamu nanti susul mereka sambil membawakan makanan. Mereka belum makan tadi.” Ucap Nyonya Hanson memberi ide. Dan Millie tersenyum senang.
“Kalau mereka sudah mau sedikit membuka hati buat kamu. Aku tidak akan lama lama untuk menikahkan Marcel dengan kamu. Aku sudah sangat ingin mendapatkan cucu laki laki yang sehat untuk penerus keluarga Hanson seperti keinginan almarhum Tuan Hanson.” Ucap Nyonya Hanson sambil tersenyum menatap Millie.
“Baiklah Tante, Millie akan memasakkan makanan buat mereka. Kalau Millie pikir pikir sepertinya Charlotte mulai dekat dengan perawat itu gara gara makanan. Pasti di dapur masih ada bumbu bumbu dan bahan bahan yang perawat udik itu simpan.” Ucap Millie dengan mata berbinar binar sebab sangat yakin dan percaya diri kini usahanya akan berhasil. Nyonya Hanson pun mengangguk angguk tanda setuju.
Waktu pun terus berlalu. Sementara itu di gedung Hanson Co, tepatnya di kantor CEO. Marcel sudah menyuruh Zena untuk membelikan makanan buat makan dirinya dan Charlotte. Pagi tadi mereka hanya sarapan susu dan kue kue yang ada di mini pantry. Dan kini sudah ada banyak makanan yang dipesan oleh Zena Sang Sekretaris, akan tetapi semua makanan itu tidak ada yang cocok.
“Zena kamu beli di mana makanan makanan ini?” tanya Marcel sambil melihat banyak makanan di meja akan tetapi hanya dicicipi sedikit dan tidak dilanjutkan lagi. Charlotte pun tidak mau memakan. Lidah mereka berdua sudah terbiasa dengan masakan Alamanda.
“Saya pesan di kantin dan juga ada itu yang dipesan dari rumah makan besar lewat aplikasi.” Jawab Zena tampak takut takut.
“Apa ada yang salah dengan makanan yang saya pesan Tuan?” tanya Zena selanjutnya.
“Tidak enak. Terlalu banyak penyedap makanan.” Teriak Charlotte sambil cemberut. Sedangkan Marcel hanya memijit mijit pelipisnya dia berpikir pikir baru ditinggal Alamanda sebentar saja perut mereka berdua sudah kacau.
“Ooo maaf.. saya ganti saja, saya pesankan lagi Nona.” Ucap Zena sambil meraih hand phone nya.
Akan tetapi sesaat kemudian pintu ruangan itu terdengar suara ketukan.
TOK TOK TOK
TOK TOK TOK TOK TOK
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Nurlaila Hasan
s milli yg datang
2025-03-27
1
✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT
lanjut kaka author
2023-07-15
0
Nit_Nit
siapa yang datang millie ngantar makanan apa ya, hati hati nanti dikasih bahan berbahaya buat kesehatan charlot
2023-07-15
0