Bab. 15. Ada Yang Hilang

Charlotte yang ada di dalam gendongan Marcel masih terus menangis, dua kaki mungilnya pun bergerak gerak meronta ronta.

“Papa kenapa Papa membiarkan Ners Alamanda pergi huaaaa... huaaaa.... huaaaa...” Suara Charlotte dengan keras disela sela tangisnya.

“Sayang Papa tidak tahu kalau Ners Alamanda pergi.” Ucap Marcel dengan lembut sambil mengusap air mata Charlotte yang deras mengucur.

“Pecat semua orang yang sudah membiarkan Ners Alamanda pergi huaaaa... huaaaa...” Suara Charlotte lagi masih disela sela tangisnya. Charlotte pun terus menangis bujukan dari Nanny dan Marcel tidak juga mempan. Dan sesaat kemudian muncul sosok Nyonya Hanson berjalan mendekat ke arah mereka.

“Charlotte ada apa Sayang pagi pagi sudah menangis histeris Oma sampai kaget.” Ucap Nyonya Hanson saat sudah berada di dekat mereka. Tangan Nyonya Hanson pun mengusap usap rambut kepala Charlotte yang kini basah oleh keringat akibat tangisannya yang histeris sambil meronta ronta.

“Ners Alamanda pergi Ma, apa Mama mengusir dia.” Ucap Marcel yang curiga pada Sang Mama.

“Kamu itu malah menuduhku. Dia pergi karena tahu diri, kontrak sudah selesai mau ngapain lama lama di sini. Lebih cepat pergi lebih baik. Dia juga sudah mendapat banyak bayaran dan hadiah hadiah. Dan cek juga isi Mansion siapa tahu ada barang kita yang hilang dia bawa kabur." Suara Nyonya Hanson dengan nada tinggi.

“Dia pergi dengan hanya membawa baju dan barang barang yang dia bawa dulu. Semua hadiah dia tinggal Ma.” Ucap Marcel mengatakan apa adanya karena dia juga melihat di lemari Alamanda masih ada hadiah hadiah pemberian dirinya dan Charlotte.

“Sudahlah pagi pagi sudah ribut karena manusia itu. Charlotte sayang sudah jangan menangis lagi.. masih ada Nanny dan Oma di sini. Oma antar kamu ke sekolah ya... ayo sarapan dulu.” Ucap Nyonya Hanson dengan nada lembut di akhir akhir kalimatnya sambil mengusap usap kepala Charlotte

“Tidak mau, tidak mau makan, tidak mau ke sekolah... huaaaa.... huaa...” jawab Charlotte dan berlanjut menangis lagi.

“Ya sudah ayo ikut Papa saja ke kantor.” Ucap Marcel lalu membawa Charlotte melangkah pergi. Marcel pun menyuruh Nanny untuk mengambilkan tas kerjanya juga hand phone mililnya yang masih berada di dalam kamarnya.

“Nanti jemput Ners Alamanda ya Pa.. hiks hiks...” ucap Charlotte yang kini sudah tidak lagi menangis histeris tetapi masih terisak isak.

“Iya, tapi jangan menangis lagi Sayang...” Ucap Marcel sambil jari jarinya membersihkan wajah Charlotte dari air mata.

Setelah sang pengasuh mengambilkan tas kerja Marcel lengkap dengan hand phone nya. Marcel langsung melangkah meninggalkan Mansion utama dengan menggendong Charlotte yang kini sudah tidak lagi menangis, hanya ada sisa sisa isakan tangis. Marcel terus melangkah menuju ke dalam mobilnya, dia dudukkan puteri cantiknya di jok depan di samping jok kemudi. Lalu dia pun duduk di jok kemudi dan segera menyalakan mesin mobil lalu mobil segera berjalan meninggalkan halaman mension Hanson.

Sementara itu Nyonya Hanson yang di dalam Mansion tersenyum senang karena Alamanda sudah pergi dari Mansion.

“Ah.. Charlotte kan anak anak paling juga sebentar sudah lupa pada perawat itu. Aku hubungi Millie agar dia datang ke sini untuk menggantikan perawat itu.” Gumam Nyonya Hanson lalu dia kembali berjalan menuju ke dalam kamarnya.

Setelah sampai di dalam kamarnya Nyonya Hanson segera mengambil hand phone yang masih berada di atas nakas. Dengan segera dia mengusap usap layar hand phone untuk menghubungi Millie. Dan sesaat kemudian...

“Selamat pagi Tante...” Suara Millie yang masih parau karena baru saja bangun dari tidur.

“Millie ada kabar gembira, perawat itu sudah pergi dari Mansion. Sekarang adalah waktu yang baik untuk kamu datang kembali ke Mansion Hanson. Kamu lakukan yang manis manis buat Charlotte dan Marcel.” Ucap Nyonya Hanson dengan semangat

“Ooo baiklah Tante, Millie akan segera datang... “ ucap Millie dengan tidak kalah semangatnya dari Nyonya Hanson sampai sampai Millie langsung saja memutus sambungan teleponnya.

Beberapa menit kemudian Millie sudah sampai di Mansion Hanson. Setelah turun dari mobilnya, Millie segera masuk ke dalam Mansion utama. Millie terus melangkah masuk mencari Nyonya Hanson. Dan akhirnya dia menemukan Nyonya Hanson di dalam ruang makan.

“Kebetulan Millie belum sarapan Tante. Millie temani.” Ucap Millie sambil mencium pipi Nyonya Hanson yang duduk di kursi makan. Millie pun segera duduk di kursi yang tidak jauh dari Nyonya Hanson.

“Millie kamu harus lakukan sesuatu agar Charlotte dan Marcel jatuh hati kepada kamu. Mosok kamu kalah dengan perawat itu.” Ucap Nyonya Hanson setelah menelan makanannya.

“Iya Tante... “ ucap Millie sambil membuka piring makan.

“Sekarang di mana mereka?” tanya Millie sambil mengambil nasi.

“Di Hanson Co. Kamu nanti susul mereka sambil membawakan makanan. Mereka belum makan tadi.” Ucap Nyonya Hanson memberi ide. Dan Millie tersenyum senang.

“Kalau mereka sudah mau sedikit membuka hati buat kamu. Aku tidak akan lama lama untuk menikahkan Marcel dengan kamu. Aku sudah sangat ingin mendapatkan cucu laki laki yang sehat untuk penerus keluarga Hanson seperti keinginan almarhum Tuan Hanson.” Ucap Nyonya Hanson sambil tersenyum menatap Millie.

“Baiklah Tante, Millie akan memasakkan makanan buat mereka. Kalau Millie pikir pikir sepertinya Charlotte mulai dekat dengan perawat itu gara gara makanan. Pasti di dapur masih ada bumbu bumbu dan bahan bahan yang perawat udik itu simpan.” Ucap Millie dengan mata berbinar binar sebab sangat yakin dan percaya diri kini usahanya akan berhasil. Nyonya Hanson pun mengangguk angguk tanda setuju.

Waktu pun terus berlalu. Sementara itu di gedung Hanson Co, tepatnya di kantor CEO. Marcel sudah menyuruh Zena untuk membelikan makanan buat makan dirinya dan Charlotte. Pagi tadi mereka hanya sarapan susu dan kue kue yang ada di mini pantry. Dan kini sudah ada banyak makanan yang dipesan oleh Zena Sang Sekretaris, akan tetapi semua makanan itu tidak ada yang cocok.

“Zena kamu beli di mana makanan makanan ini?” tanya Marcel sambil melihat banyak makanan di meja akan tetapi hanya dicicipi sedikit dan tidak dilanjutkan lagi. Charlotte pun tidak mau memakan. Lidah mereka berdua sudah terbiasa dengan masakan Alamanda.

“Saya pesan di kantin dan juga ada itu yang dipesan dari rumah makan besar lewat aplikasi.” Jawab Zena tampak takut takut.

“Apa ada yang salah dengan makanan yang saya pesan Tuan?” tanya Zena selanjutnya.

“Tidak enak. Terlalu banyak penyedap makanan.” Teriak Charlotte sambil cemberut. Sedangkan Marcel hanya memijit mijit pelipisnya dia berpikir pikir baru ditinggal Alamanda sebentar saja perut mereka berdua sudah kacau.

“Ooo maaf.. saya ganti saja, saya pesankan lagi Nona.” Ucap Zena sambil meraih hand phone nya.

Akan tetapi sesaat kemudian pintu ruangan itu terdengar suara ketukan.

TOK TOK TOK

TOK TOK TOK TOK TOK

Terpopuler

Comments

Nurlaila Hasan

Nurlaila Hasan

s milli yg datang

2025-03-27

1

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

lanjut kaka author

2023-07-15

0

Nit_Nit

Nit_Nit

siapa yang datang millie ngantar makanan apa ya, hati hati nanti dikasih bahan berbahaya buat kesehatan charlot

2023-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!