Marcel yang sudah sampai di dekat mobil segera membuka pintu mobil dan memasukkan tubuh mungil Charlotte, dia mendudukkan pelan pelan tubuh anaknya di jok depan di samping jok kemudi.
“Sabar ya Sayang...” ucap Marcel sambil mengusap usap lembut lengan Charlotte yang dikeluhkan sakit.
“Kita ke rumah sakit sekarang ya Sayang..” ucap Marcel sambil menatap sendu wajah mungil Charlotte. Dan Charlotte menjawab dengan menggelengkan kepalanya pelan, air mata pun tampak mulai menggenang.
“Baiklah.. kita pulang ke Mansion nanti dioles krim anti sakit. Papa tadi lupa bawa... Maaf Sayang..” Ucap Marcel tampak menyesali keteledorannya karena tergesa gesa berangkat ke kantor dan krim anti rasa sakit Charlotte ketinggalan. Marcel pun segera menutup pintu mobil itu dan dia berjalan cepat mengitari mobil bagian depan. Setelah masuk ke dalam mobil Marcel segera melajukan mobil menuju Mansion Hanson dengan kecepatan tinggi
Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman Mansion Hanson. Marcel segera turun dari mobil setelah mobil berhenti tidak jauh dari pintu utama Mansion. Sambil menggendong tubuh mungil Charlotte. Marcel berjalan dengan cepat menuju ke pintu utama Mansion.
“Aku sudah tidak sakit Papa..” ucap Charlotte di dalam gendongan Marcel.
“Iya tetapi tetap harus diobati.” Ucap Marcel terus melangkah dengan cepat untuk masuk ke dalam Mansion. Marcel terus melangkah menuju tangga, dia menaiki anak tangga dengan cepat. Tidak lama kemudian dia sudah sampai di depan pintu kamar Charlotte.
“Marcel.. Charlotte.. kenapa kalian meninggalkan Oma..” teriak Nyonya Hanson yang baru saja masuk dari pintu utama. Tampak dia hanya sendirian tidak lagi bersama Millie, karena Millie hanya mengantar Nyonya Hanson lalu dia segera pergi katanya sedang ada urusan penting.
Marcel tampak tidak menghiraukan teriakan Sang Mama, dia segera membuka pintu kamar anaknya. Pengasuh Charlotte yang melihat Marcel berjalan cepat sambil menggendong Charlotte segera berlari menuju ke kamar Charlotte agar siap siaga jika mendapat perintah dari Tuannya.
“Tuan apa Nona sakit lagi?” tanya pengasuh Charlotte sambil membuka pintu kamar Charlotte. Tampak Marcel sudah membaringkan tubuh mungil Charlotte di tempat tidur.
“Kamu ambilkan baju ganti Nona Kecil dan jangan kamu pijit pijit lengan dia, takutnya malah semakin sakit.” Ucap Marcel karena dia terkadang melihat pengasuh Charlotte memijit mijit lengan anaknya, jika Charlotte merasa kesakitan. Tampak Marcel mengambil krim anti rasa sakit dan mengoles oles krim itu pada lengan mungil Charlotte.
“Baik Tuan, kalau di desa orang sakit tangan dipijit pijit sembuh.” Ucap sang pengasuh sambil membawakan baju ganti Charlotte.
“Sudah tidak sakit Papa..” ucap Charlotte sambil tersenyum menatap Sang Papa. Marcel lalu menyudahi dalam mengoles oles krim anti sakit pada lengan mungil Charlotte. Marcel lalu mencium puncak kepala Charlotte.
Marcel bangkit berdiri, tidak lupa menaruh tablet kesayangan Charlotte di samping tubuh Charlotte. Marcel keluar dari kamar Charlotte berjalan menuju ke ruang kerjanya. Tampak Nyonya Hanson ikut masuk ke dalam ruang kerja Marcel. Seperti biasanya, dia menyuruh Marcel segera mencari pengganti Patricia dengan alasan agar Charlotte ada yang mengurusinya dengan baik dan Marcel bisa bekerja dengan tenang.
“Aku rasa Millie sangat cocok untuk kamu Cel. Dia cantik dan pintar, Mama sudah kenal betul dengan keluarganya. Keluarganya termasuk orang terpandang. Tadi rencana Mama mau mengajak Millie melihat lihat kantormu. E... malah Charlotte sakit dan kamu langsung pulang.” Ucap Nyonya Hanson sambil duduk di sofa yang ada di dalam ruang kerja Marcel.
“Ma aku belum pikirkan itu. Yang aku pikirkan sekarang adalah kesehatan Charlotte.” Ucap Marcel sambil membuka layar lap topnya.
“Kamu itu bagaimana kalau kamu punya istri, Charlotte punya Mama yang memperhatikan dia. Mungkin Charlotte sakit karena sedih hatinya. Kesehatan jiwa bisa mempengaruhi fisik. Buktinya kadang dia sakit dan tiba tiba sembuh.” Ucap Nyonya Hanson masih terus saja menyuruh Marcel untuk segera menikah. Dan Marcel hanya diam saja, karena didiamkan Nyonya Hanson pun bangkit berdiri dan pergi meninggalkan ruang kerja Marcel.
Waktu pun terus berlalu. Hingga selesai acara makan malam, Charlotte tampak baik baik saja, bahkan tadi sore dia sempat dengan pengasuhnya bermain main di taman samping dan terlihat ceria. Marcel tampak senang.
“Sayang minum obatnya terus bobok ya.. biar besok bisa bangun segar dan bermain main lagi. Kalau besok seharian tidak sakit dan tidak demam lusa bisa masuk sekolah.” Ucap Marcel sambil memberikan obat pada Charlotte setelah selesai makan malam.
“Iya Papa...” ucap Charlotte lalu dia nurut minum obat yang diberikan oleh Sang Papa. Charlotte pun setelah selesai minum obat bersama sang pengasuhnya berjalan menuju ke kamarnya untuk segera pergi tidur.
Akan tetapi di tengah malam hari, di saat semua sudah tidur dengan nyenyak. Charlotte yang tidur di dalam kamarnya ditemani oleh pengasuhnya, terbangun karena merasakan nyeri lagi pada lengannya. Tubuhnya pun juga kembali demam tinggi.
“Nanny sakit lagi hiks.. hiks... “ rintih Charlotte
“Nanny....” teriak Charlotte. Dan pengasuh yang tidur di bed terpisah dengan Charlotte langsung bangun dan mendekati tubuh Charlotte, dia segera mengoles krim anti sakit dan memegang dahi Charlotte yang demam tinggi. Pengasuh itu terlihat bingung. Akan pergi untuk membangunkan Marcel tetapi tidak tega meninggalkan Charlotte yang menangis dan meringis menahan sakit.
Pengasuh itu lalu segera menggendong Charlotte dan berjalan meninggalkan kamar untuk menuju ke kamar Marcel yang letaknya di sebelah kamar Charlotte.
“Tuan.. Tuan .. bangun Tuan! Nona sakit lagi!” Teriak sang pengasuh sambil kakinya menendang nendang daun pintu. Sebab tangan sang pengasuh menggendong dengan erat tubuh Charlotte yang kesakitan dan demam tinggi.
Pintu segera terbuka. Marcel yang memakai piama tidur itu tampak wajahnya panik dan segera mengambil tubuh Charlotte dan segera dibawa masuk ke dalam kamarnya.
“Pa.. sakit sekali Pa...” rintih Charlotte sambil terisak isak. Marcel masih menggendong tubuh mungil Charlotte, didekap dengan erat tubuh mungil anaknya itu bagai memberi energi agar rasa sakit puterinya berkurang. Marcel tangan kanannya meraih hand phone di atas nakas. Dia segera menghubungi Dokter pribadinya agar segera datang.
“Sabar Sayang... “ ucap Marcel lalu membaringkan tubuh Charlotte di atas tempat tidurnya, dia usap usap lengan Charlotte dengan lembut.
Sesaat Nyonya Hanson pun datang ke kamar Marcel karena sudah dibangunkan oleh Sang Pengasuh. Nyonya Hanson terlihat mengompres dahi Charlotte. Dengan alat kompres yang dibawa oleh Sang Pengasuh.
Beberapa menit kemudian Dokter pribadi keluarga Hanson pun datang. Dan setelah memeriksa dan melihat perkembangan dari catatan medis Charlotte. Charlotte di diagnosa menderita penyakit yang sama dengan Patricia sang Mama, cuma beda organ yang diserang. Charlotte menderita kanker tulang. Marcel dan Nyonya Hanson tampak kaget dan sangat sedih.
"Kanker tulang." gumam Marcel dalam hati tampak wajahnya menegang.
“Tuan untuk memastikan besok harus foto rontgen. Malam ini saya beri suntik anti nyeri. Dan saya ganti obatnya.” Ucap Dokter itu sambil menuliskan resep baru. Marcel pun segera mengirim resep itu ke aplikasi apotek online.
“Nona cantik besok ke rumah sakit ya, hanya sebentar saja.” Ucap Pak Dokter dan Charlotte masih tidak mau dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan air mata terus mengalir sebab takut mati seperti Sang Mama jika ke rumah sakit. Charlotte memberi istilah bukan rumah sakit tapi rumah mati. Rumah yang menyebabkan Mamanya dan juga Opanya mati dan pergi meninggalkannya.
“Dok, apa ada cara lain?” tanya Marcel yang wajahnya terlihat tampak kusut dan bingung. Dokter pribadi itu pun tampak berpikir pikir.
“Coba nanti saya usahakan untuk mendatangkan alat dan orang yang mengoperasikan foto rontgen ke sini.” Jawab Dokter pribadi itu, Marcel pun tampak lega.
“Carikan perawat juga yang bisa tinggal di Mansion ini.” Ucap Marcel selanjutnya dan Dokter pribadi itu tampak mengangguk anggukkan kepala, sedangkan Nyonya Hanson terlihat menatap Marcel dengan tatapan tidak suka dengan kemauan Marcel yang mendatangkan perawat ke dalam Mansion.
“Cel, bagaimana kalau Millie saja yang merawat Charlotte.” Ucap Nyonya Hanson.
“Ma, butuh orang yang benar benar punya latar belakang medis.” Ucap Marcel sambil mengusap usap rambut kepala Charlotte yang sudah tidur.
“Kalau bisa perawat laki laki.” Ucap Nyonya Hanson kemudian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
neng ade
nyonya Hanson egois .. mana mau Charlotte dngn perawat laki2 dan Marcel pun pasti nya keberatsn
2024-12-13
0
Nit_Nit
charlotte jangan takut ke rumah sakit sebelum sel kanker berkembang banyak
2023-07-05
1
✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT
kena kanker tulang kasian banget charlot🥺
2023-07-05
2