Bab. 2. Kanker Tulang

Marcel yang sudah sampai di dekat mobil segera membuka pintu mobil dan memasukkan tubuh mungil Charlotte, dia mendudukkan pelan pelan tubuh anaknya di jok depan di samping jok kemudi.

“Sabar ya Sayang...” ucap Marcel sambil mengusap usap lembut lengan Charlotte yang dikeluhkan sakit.

“Kita ke rumah sakit sekarang ya Sayang..” ucap Marcel sambil menatap sendu wajah mungil Charlotte. Dan Charlotte menjawab dengan menggelengkan kepalanya pelan, air mata pun tampak mulai menggenang.

“Baiklah.. kita pulang ke Mansion nanti dioles krim anti sakit. Papa tadi lupa bawa... Maaf Sayang..” Ucap Marcel tampak menyesali keteledorannya karena tergesa gesa berangkat ke kantor dan krim anti rasa sakit Charlotte ketinggalan. Marcel pun segera menutup pintu mobil itu dan dia berjalan cepat mengitari mobil bagian depan. Setelah masuk ke dalam mobil Marcel segera melajukan mobil menuju Mansion Hanson dengan kecepatan tinggi

Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman Mansion Hanson. Marcel segera turun dari mobil setelah mobil berhenti tidak jauh dari pintu utama Mansion. Sambil menggendong tubuh mungil Charlotte. Marcel berjalan dengan cepat menuju ke pintu utama Mansion.

“Aku sudah tidak sakit Papa..” ucap Charlotte di dalam gendongan Marcel.

“Iya tetapi tetap harus diobati.” Ucap Marcel terus melangkah dengan cepat untuk masuk ke dalam Mansion. Marcel terus melangkah menuju tangga, dia menaiki anak tangga dengan cepat. Tidak lama kemudian dia sudah sampai di depan pintu kamar Charlotte.

“Marcel.. Charlotte.. kenapa kalian meninggalkan Oma..” teriak Nyonya Hanson yang baru saja masuk dari pintu utama. Tampak dia hanya sendirian tidak lagi bersama Millie, karena Millie hanya mengantar Nyonya Hanson lalu dia segera pergi katanya sedang ada urusan penting.

Marcel tampak tidak menghiraukan teriakan Sang Mama, dia segera membuka pintu kamar anaknya. Pengasuh Charlotte yang melihat Marcel berjalan cepat sambil menggendong Charlotte segera berlari menuju ke kamar Charlotte agar siap siaga jika mendapat perintah dari Tuannya.

“Tuan apa Nona sakit lagi?” tanya pengasuh Charlotte sambil membuka pintu kamar Charlotte. Tampak Marcel sudah membaringkan tubuh mungil Charlotte di tempat tidur.

“Kamu ambilkan baju ganti Nona Kecil dan jangan kamu pijit pijit lengan dia, takutnya malah semakin sakit.” Ucap Marcel karena dia terkadang melihat pengasuh Charlotte memijit mijit lengan anaknya, jika Charlotte merasa kesakitan. Tampak Marcel mengambil krim anti rasa sakit dan mengoles oles krim itu pada lengan mungil Charlotte.

“Baik Tuan, kalau di desa orang sakit tangan dipijit pijit sembuh.” Ucap sang pengasuh sambil membawakan baju ganti Charlotte.

“Sudah tidak sakit Papa..” ucap Charlotte sambil tersenyum menatap Sang Papa. Marcel lalu menyudahi dalam mengoles oles krim anti sakit pada lengan mungil Charlotte. Marcel lalu mencium puncak kepala Charlotte.

Marcel bangkit berdiri, tidak lupa menaruh tablet kesayangan Charlotte di samping tubuh Charlotte. Marcel keluar dari kamar Charlotte berjalan menuju ke ruang kerjanya. Tampak Nyonya Hanson ikut masuk ke dalam ruang kerja Marcel. Seperti biasanya, dia menyuruh Marcel segera mencari pengganti Patricia dengan alasan agar Charlotte ada yang mengurusinya dengan baik dan Marcel bisa bekerja dengan tenang.

“Aku rasa Millie sangat cocok untuk kamu Cel. Dia cantik dan pintar, Mama sudah kenal betul dengan keluarganya. Keluarganya termasuk orang terpandang. Tadi rencana Mama mau mengajak Millie melihat lihat kantormu. E... malah Charlotte sakit dan kamu langsung pulang.” Ucap Nyonya Hanson sambil duduk di sofa yang ada di dalam ruang kerja Marcel.

“Ma aku belum pikirkan itu. Yang aku pikirkan sekarang adalah kesehatan Charlotte.” Ucap Marcel sambil membuka layar lap topnya.

“Kamu itu bagaimana kalau kamu punya istri, Charlotte punya Mama yang memperhatikan dia. Mungkin Charlotte sakit karena sedih hatinya. Kesehatan jiwa bisa mempengaruhi fisik. Buktinya kadang dia sakit dan tiba tiba sembuh.” Ucap Nyonya Hanson masih terus saja menyuruh Marcel untuk segera menikah. Dan Marcel hanya diam saja, karena didiamkan Nyonya Hanson pun bangkit berdiri dan pergi meninggalkan ruang kerja Marcel.

Waktu pun terus berlalu. Hingga selesai acara makan malam, Charlotte tampak baik baik saja, bahkan tadi sore dia sempat dengan pengasuhnya bermain main di taman samping dan terlihat ceria. Marcel tampak senang.

“Sayang minum obatnya terus bobok ya.. biar besok bisa bangun segar dan bermain main lagi. Kalau besok seharian tidak sakit dan tidak demam lusa bisa masuk sekolah.” Ucap Marcel sambil memberikan obat pada Charlotte setelah selesai makan malam.

“Iya Papa...” ucap Charlotte lalu dia nurut minum obat yang diberikan oleh Sang Papa. Charlotte pun setelah selesai minum obat bersama sang pengasuhnya berjalan menuju ke kamarnya untuk segera pergi tidur.

Akan tetapi di tengah malam hari, di saat semua sudah tidur dengan nyenyak. Charlotte yang tidur di dalam kamarnya ditemani oleh pengasuhnya, terbangun karena merasakan nyeri lagi pada lengannya. Tubuhnya pun juga kembali demam tinggi.

“Nanny sakit lagi hiks.. hiks... “ rintih Charlotte

“Nanny....” teriak Charlotte. Dan pengasuh yang tidur di bed terpisah dengan Charlotte langsung bangun dan mendekati tubuh Charlotte, dia segera mengoles krim anti sakit dan memegang dahi Charlotte yang demam tinggi. Pengasuh itu terlihat bingung. Akan pergi untuk membangunkan Marcel tetapi tidak tega meninggalkan Charlotte yang menangis dan meringis menahan sakit.

Pengasuh itu lalu segera menggendong Charlotte dan berjalan meninggalkan kamar untuk menuju ke kamar Marcel yang letaknya di sebelah kamar Charlotte.

“Tuan.. Tuan .. bangun Tuan! Nona sakit lagi!” Teriak sang pengasuh sambil kakinya menendang nendang daun pintu. Sebab tangan sang pengasuh menggendong dengan erat tubuh Charlotte yang kesakitan dan demam tinggi.

Pintu segera terbuka. Marcel yang memakai piama tidur itu tampak wajahnya panik dan segera mengambil tubuh Charlotte dan segera dibawa masuk ke dalam kamarnya.

“Pa.. sakit sekali Pa...” rintih Charlotte sambil terisak isak. Marcel masih menggendong tubuh mungil Charlotte, didekap dengan erat tubuh mungil anaknya itu bagai memberi energi agar rasa sakit puterinya berkurang. Marcel tangan kanannya meraih hand phone di atas nakas. Dia segera menghubungi Dokter pribadinya agar segera datang.

“Sabar Sayang... “ ucap Marcel lalu membaringkan tubuh Charlotte di atas tempat tidurnya, dia usap usap lengan Charlotte dengan lembut.

Sesaat Nyonya Hanson pun datang ke kamar Marcel karena sudah dibangunkan oleh Sang Pengasuh. Nyonya Hanson terlihat mengompres dahi Charlotte. Dengan alat kompres yang dibawa oleh Sang Pengasuh.

Beberapa menit kemudian Dokter pribadi keluarga Hanson pun datang. Dan setelah memeriksa dan melihat perkembangan dari catatan medis Charlotte. Charlotte di diagnosa menderita penyakit yang sama dengan Patricia sang Mama, cuma beda organ yang diserang. Charlotte menderita kanker tulang. Marcel dan Nyonya Hanson tampak kaget dan sangat sedih.

"Kanker tulang." gumam Marcel dalam hati tampak wajahnya menegang.

“Tuan untuk memastikan besok harus foto rontgen. Malam ini saya beri suntik anti nyeri. Dan saya ganti obatnya.” Ucap Dokter itu sambil menuliskan resep baru. Marcel pun segera mengirim resep itu ke aplikasi apotek online.

“Nona cantik besok ke rumah sakit ya, hanya sebentar saja.” Ucap Pak Dokter dan Charlotte masih tidak mau dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan air mata terus mengalir sebab takut mati seperti Sang Mama jika ke rumah sakit. Charlotte memberi istilah bukan rumah sakit tapi rumah mati. Rumah yang menyebabkan Mamanya dan juga Opanya mati dan pergi meninggalkannya.

“Dok, apa ada cara lain?” tanya Marcel yang wajahnya terlihat tampak kusut dan bingung. Dokter pribadi itu pun tampak berpikir pikir.

“Coba nanti saya usahakan untuk mendatangkan alat dan orang yang mengoperasikan foto rontgen ke sini.” Jawab Dokter pribadi itu, Marcel pun tampak lega.

“Carikan perawat juga yang bisa tinggal di Mansion ini.” Ucap Marcel selanjutnya dan Dokter pribadi itu tampak mengangguk anggukkan kepala, sedangkan Nyonya Hanson terlihat menatap Marcel dengan tatapan tidak suka dengan kemauan Marcel yang mendatangkan perawat ke dalam Mansion.

“Cel, bagaimana kalau Millie saja yang merawat Charlotte.” Ucap Nyonya Hanson.

“Ma, butuh orang yang benar benar punya latar belakang medis.” Ucap Marcel sambil mengusap usap rambut kepala Charlotte yang sudah tidur.

“Kalau bisa perawat laki laki.” Ucap Nyonya Hanson kemudian.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

nyonya Hanson egois .. mana mau Charlotte dngn perawat laki2 dan Marcel pun pasti nya keberatsn

2024-12-13

0

Nit_Nit

Nit_Nit

charlotte jangan takut ke rumah sakit sebelum sel kanker berkembang banyak

2023-07-05

1

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

kena kanker tulang kasian banget charlot🥺

2023-07-05

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!