Bab. 12. Jatuh Hati

“Dok, apa pihak rumah sakit tidak bisa mengusahakan darah buat puteri saya?” tanya Marcel dengan nada serius menatap wajah petugas medis.

“Di dalam keluarga kami tidak ada yang memiliki darah sama dengan Charlotte puteri saya itu Dok.” Ucap Marcel selanjutnya.

“Maaf Tuan, kami sudah mengusahakan.” Ucap petugas medis itu. Dan Marcel yang terlihat panik dan bingung lalu mengambil hand phone dari saku jasnya sambil melangkah menuju ke arah Nyonya Hanson yang tampak juga berdiri dari tempat duduk karena melihat ekspresi wajah Marcel yang panik dan bingung.

“Bagaimana mungkin Kak Marcel, di dalam keluarga tidak ada golongan darah yang sama dengan Charlotte?” tanya Millie sambil melangkah mengikuti Marcel.

“Golongan darah Charlotte AB negatif .” Jawab Marcel sambil mengusap usap layar hand phone miliknya untuk membuat status jika dirinya sedang membutuhkan darah golongan AB negatif untuk puterinya Charlotte yang sedang menjalankan proses operasi.

“Cel bagaimana?” tanya Nyonya Hanson sambil menatap Marcel yang tengah sibuk dengan layar hand phone miliknya.

“Charlotte butuh darah dengan segera Ma. Ini aku sedang posting status semoga segera mendapatkan.” Jawab Marcel tanpa menoleh ke arah Mamanya sebab dia masih menunggu respon dari postingan statusnya. Akan tetapi tiba tiba...

“Tuan, golongan darah saya sama dengan Nona Charlotte, izinkan saya mendonorkan darah saya buat Nona Charlotte.” Ucap Alamanda sambil berdiri dan menatap Marcel. Marcel yang mendengar ucapan Alamanda langsung menoleh ke arah Alamanda.

“Benarkah? Ayo segera masuk ke ruang operasi agar dokter segera mengambil darah Ners Alamanda.” Ucap Marcel sambil segera menarik tangan Alamanda untuk dibawa ke ruang operasi. Marcel akan melaporkan pada petugas medis yang tadi memanggilnya, kalau sudah mendapatkan orang dengan golongan darah yang sama dengan Charlotte puterinya.

Samanya golongan darah Alamanda dengan Charlotte adalah bukanlah hal yang kebetulan begitu saja. Akan tetapi ini sudah merupakan perhitungan dari Dokter pribadi keluarga Hanson dalam mencarikan seorang perawat buat Charlotte.

Millie yang melihat hal itu tampak tidak suka.

“Kak Marcel aku juga ada teman yang memiliki golongan darah AB negatif , sama dengan Charlotte. “ teriak Millie.

“Benarkan Millie, jika benar tolong hubungi teman kamu itu. Biarlah cucuku mendapat donor darah dari temanmu saja. Daripada cucuku kemasukan darah perawat yang orang biasa biasa itu. Nanti akan mencemari darah keturunanku.” Ucap Nyonya Hanson sambil menatap Millie.

“Benar Tante, kasihan Charlotte kemasukan darah orang udik.” Ucap Millie memprovokasi Nyonya Hanson.

“Cel! Tunggu!.” Teriak Nyonya Hanson sambil berjalan menuju ke arah Marcel yang sudah berdiri di depan ruang operasi sambil berbicara serius dengan petugas medis yang tadi memanggilnya.

“Cel, jangan pakai darah perawat itu. Millie memiliki teman yang juga golongan darahnya sama dengan Charlotte. Millie sedang menghubungi temannya itu agar segera datang ke sini.” Ucap Nyonya Hanson saat berada di dekat Marcel.

“Ma, yang sudah ada di sini saja dulu. Lebih cepat lebih bagus.” Ucap Marcel lalu Alamanda pun sudah di bawa masuk oleh petugas medis untuk diambil darahnya.

“Kamu itu selalu menolak maksud baik Millie.” Ucap Nyonya Hanson dengan nada tinggi lalu berjalan cepat menuju ke tempat duduknya lagi.

“Tidak apa apa Tante..” ucap Millie tampak kecewa karena Marcel tetap mengizinkan Alamanda menjadi donor darah buat Charlotte. Dan di dalam hati Millie berharap operasi Charlotte gagal total. Akan tetapi mulutnya berkata beda.

“Tante duduk saja dengan tenang, semoga operasi Charlotte segera selesai dan Charlotte segera sehat lagi.” Ucap Millie sambil menatap Nyonya Hanson yang duduk tampak tidak tenang. Sedangkan Marcel tampak berjalan mondar mandir di depan ruang operasi dengan tidak tenang.

Beberapa waktu kemudian dari dalam ruang operasi itu muncul Alamanda yang diantar oleh petugas medis yang tadi memanggil Marcel. Melihat Alamanda ke luar dari ruangan itu tampak Marcel berjalan mendekati Alamanda.

“Ners bagaimana dengan Charlotte?” tanya Marcel.

“Maaf Tuan saya tadi dibawa masuk ke dalam ruangan yang berbeda dengan Nona Charlotte, saya cuma diambil darahnya lalu saya keluar. Semoga proses operasi berhasil Tuan.” Ucap Alamanda lalu dia kembali berjalan ke tempat duduknya tadi. Sedangkan Marcel masih berjalan mondar mandir. Karena proses operasi lama akhirnya Marcel pun kembali duduk akan tetapi juga tidak lama duduk, dia kembali lagi berjalan mondar mandir. Dan begitu seterusnya.

Setelah kira kira dua jam lebih akhirnya petugas medis nama Marcel Hanson orang tua pasien Charlotte Hanson. Marcel dengan segera berjalan menuju ke petugas media yang memanggilnya.

“Operasi sudah selesai Tuan. Akan tetapi pasien belum sadar.” Ucap petugas medis itu.

“Silahkan Tuan menunggu di pintu keluar.” Ucap petugas medis itu sambil menunjukkan pintu keluar. Marcel pun lalu berjalan menuju ke pintu keluar ruang operasi. Nyonya Hanson, Millie dan Alamanda juga mengikuti langkah kaki Marcel. Mereka berempat dengan gelisah menungu di luar pintu. Tidak lama kemudian pintu terbuka dan muncul brankar yang ditarik dan didorong oleh dua perawat. Tampak di atas brankar tubuh mungil Charlotte tertutup oleh selimut dan lengan bagian yang dioperasi terbungkus rapat oleh alat medis. Wajah Charlotte tampak tidur dengan damai.

Brankar di dorong dan ditarik berjalan menuju ke ruang rawat. Keempat orang itu pun berjalan cepat mengikuti brankar yang membawa Charlotte.

Dan waktu pun terus berlalu. Millie yang tidak sabar menunggu Charlotte dan berharap Charlotte tidak segera sadar langsung pamit pulang. Sedangkan Alamanda, Marcel dan Nyonya Hanson masih setia menunggu di ruang rawat Charlotte. Nyonya Hanson menyuruh Alamanda untuk pulang juga, akan tetapi Marcel masih mempertahankan Alamanda karena khawatir jika Charlotte bangun akan mencari Alamanda.

Dan sesaat kemudian...

“Ners.... aku haus...” Suara lirih Charlotte..

“Sayang kamu sudah bangun. Apa masih sakit?” tanya Marcel yang sejak tadi duduk di dekat pembaringan Charlotte. Sedangkan Alamanda segera mengambilkan air minum lengkap dengan sedotannya.

“Tidak sakit Papa... aku tadi bermimpi Mama dan Ners Alamanda berteman baik... “ ucap Charlotte sambil tersenyum menatap Alamanda.

“Kamu tidak bermimpi Oma?” tanya Nyonya Hanson yang sudah berdiri di dekat pembaringan Charlotte. Dan Charlotte hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

Hari pun terus berganti, secara berangsur angsur kesehatan Charlotte sudah pulih dan sudah diizinkan pulang kembali, Alamanda masih selalu merawat dan menemani Charlotte kontrol ke rumah sakit, hingga Charlotte benar benar dinyatakan sembuh total. Dan dengan sembuhnya Charlotte, kontrak kerja Alamanda pun selesai. Alamanda diizinkan meninggalkan Mansion. Millie pun dipersilahkan angkat kaki dari Mansion.

Alamanda segera masuk ke dalam kamarnya untuk memberesi barang barangnya. Sedangkan Charlotte langsung mengajak Sang Papanya untuk menyusul ke kamar Alamanda. Charlotte langsung masuk ke kamar Alamanda, sedangkan Marcel menunggu di depan pintu kamar Alamanda.

“Ners jangan pulang dulu... “ pinta Charlotte pada Alamanda saat Alamanda sudah menaruh baju bajunya ke dalam travel bag nya.

“Pekerjaan saya sudah selesai Nona. Saya juga harus segera pulang karena ada urusan keluarga sudah menunggu.” Ucap Alamanda sambil menatap Charlotte.

“Ners bisa bekerja lagi di sini. Please Ners.. jangan pergi dulu....” pinta Charlotte sambil mengambil lagi baju baju Alamanda yang sudah berada di dalam tas dan ditaruh lagi ke dalam lemari.

Sementara itu Marcel yang diam diam sudah terpesona dengan kebaikan hati Alamanda dalam merawat anaknya, tersenyum melihat tingkah anaknya yang mengambil paksa baju baju Alamanda dan ditaruh lagi di dalam lemari apalagi lemari dikunci dan kunci dipegang erat oleh Charlotte.

...

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

Charlotte udah begitu sayang ya sm Ners Alamanda .. dan Marcel pun juga udah tergerak hati nya

2024-12-13

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

charlot dah sayang sm ners nya jatuh hati jg tuh papa marcel sama ner alamanda

2023-07-13

0

Nit_Nit

Nit_Nit

Nyonya hanson sangat menghina alamanda,. Daripada keturunsnmu tercemari oleh sifat jahat millie kl kamu ambil mantu millie meter

2023-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!