Bab. 6. Ujian Dari Charlotte

Waktu pun terus berlalu, dengan sabar dan telaten Alamanda merawat dan melayani Charlotte. Karena Alamanda melakukan semua pekerjaannya itu dengan tulus dan penuh kasih sayang pada Charlotte, akhirnya Charlotte pun pelan pelan mau menerima kehadiran Alamanda sebagai Perawatnya. Apalagi Charlotte kini sudah tahu jika Alamanda sendiri yang memasak khusus buat dirinya, dan makanan buatan Alamanda sangat enak baginya. Charlotte pun sudah mau dimandikan dan disuapi oleh Alamanda. Akan tetapi dia belum mau jika Alamanda ikut tidur di dalam kamarnya.

Sedangkan Millie yang selalu berusaha untuk memasukkan bahan makanan pantangan buat pasien kanker, selalu gagal. Sebab Alamanda selalu membuat makanan untuk Charlotte dalam keadaan fresh, habis dia masak langsung dibawa ke kamar Charlotte. Jadi tidak ada orang yang bisa mengacaukan makanan untuk Charlotte. Millie kecewa namun tidak putus asa.

Di suatu pagi setelah Charlotte selesai sarapan. Pintu terbuka dan muncul sosok Marcel yang sudah berpakaian rapi sambil membawa tas kerjanya.

“Sayang Papa berangkat ke kantor Hanson Co ya? Charlotte tinggal di Mansion saja, agar tidak capek.” Ucap Marcel sambil mendekati tempat tidur puteri tercintanya. Alamanda tampak memberesi peralatan makan Charlotte dan siap menjauh dari mereka. Sang pengasuh tampak sedang memberesi lemari baju Charlotte.

“Iya Papa, aku di Mansion dengan Nanny dan Ners Alamanda. Mereka baik padaku.” Ucap Charlotte sambil tersenyum, kini wajahnya tampak lebih cerah tidak pucat lagi meskipun tubuhnya masih tampak kurus akibat sel kanker yang mungkin mengambil alih nutrisi di dalam tubuhnya.

Di saat Marcel mengecup lembut puncak kepala Charlotte. Tiba tiba pintu terbuka dengan lebar dan muncul sosok Millie dengan pakaian super sexy nya. Millie memakai rok jeans mini dengan blues berbahan kain tipis tanpa lengan dan dengan belahan dada yang super rendah. Hingga belahan dadanya tampak menonjol menggoda mata laki laki.

Sang pengasuh tampak menoleh dengan tatapan yang tidak suka. Sementara Alamanda tampak membawa nampan berisi alat alat makan kotor dan dia melangkah keluar dari kamar Charlotte.

“Sayangku.. kamu sudah siap berangkat ke kantor..” ucap Millie dengan suara manja menggoda sambil mendekat ke arah Marcel. Marcel yang baru saja selesai menciumi wajah puteri semata wayangnya yang akan dia tinggal berangkat ke kantor. Tampak kaget lalu menegakkan badannya dan menoleh ke arah sumber suara. Demikian juga Charlotte tampak melotot dengan tatapan tidak suka.

Millie sekilas menatap Charlotte, melihat tatapan Charlotte yang tidak suka justru membuat Millie senang hatinya dan tersenyum menggoda Marcel. Millie semakin mendekat ke tubuh Marcel.

“Sayang dasimu kurang tepat letaknya.” Ucap Millie dengan suara manja sambil mengulurkan tangannya terarah ke letak dasi yang terpasang di leher Marcel. Marcel spontan langsung memundurkan badannya agar tangan Millie tidak mengenai pakaiannya.

“Jangan sentuh Papaku!” teriak Charlotte sambil melempar bantal ke arah Millie.

“Millie cepat keluar kamu dari kamar Charlotte!” teriak Marcel pada Millie, sebab Marcel sudah mendapat pesan dari Dokter kalau suasana hati Charlotte harus dijaga agar selalu senang dan bahagia.

“Okey okey Sayang...” ucap Millie lalu dia melangkah keluar dari kamar Charlotte. Millie tampak tersenyum senang sebab sudah membuat Charlotte emosi.

“Sayang.. jangan khawatir Papa hanya untuk Charlotte dan Mama.” Ucap Marcel yang sudah kembali duduk di tepi tempat tidur Charlotte sambil memeluk tubuh mungil Charlotte dia benamkan ke dalam pelukannya dan dia usap usap dengan lembut kepala Charlotte.

“Papa...” ucap Charlotte yang tidak berlanjut

“Apa Sayang...” ucap Marcel sambil mengusap usap kepala Charlotte.

“Tidak jadi. Papa pergi saja ke kantor. Aku sama Nanny di sini menunggu Ners yang baru masak buat aku.” Ucap Charlotte selanjutnya. Dan setelah memastikan Charlotte baik baik saja, maka Marcel pun yakin untuk meninggalkan Charlotte berangkat ke kantor Hanson Co.

Beberapa menit setelah kepergian Marcel ke kantor. Tampak Millie bersama Nyonya Hanson mendatangi kamar Charlotte. Millie sudah laporan pada Nyonya Hanson kalau Charlotte marah marah padanya dan Marcel pun mengusirnya dari kamar Charlotte.

“Padahal saya akan melayani mereka Tante tetapi malah mereka mengusir saya.” Ucap Millie dengan suara lirih mengadu pada Nyonya Hanson. Charlotte yang sedang asyik dengan tabletnya tampak menoleh menatap Nyonya Hanson dan Millie yang sedang berjalan ke arahnya.

“Charlotte tidak boleh seperti itu ya.. niat Tante Millie baik akan merawat kamu, agar kamu bisa cepat sehat.” Ucap Nyonya Hanson sambil mendudukkan pantatnya di tepi tempat tidur Charlotte.

“Okey kalau memang Tante Mille akan merawat aku. Mulai sekarang Tante Millie bersaing dengan Ners Alamanda. Sekarang buatkan makanan untukku nanti Pak Dokter yang akan menilai.” Ucap Charlotte dengan senyum menatap Millie.

“Pak Dokter belum tentu ke sini nanti Sayang, bagaimana kalau jurinya Oma saja.” Ucap Nyonya Hanson sambil menatap Charlotte.

“Hmmm.” Gumam Charlotte tampak berpikir pikir.

“Okey okey Sayang asal kamu makan ya makanan yang sudah Tante Millie masak.” Ucap Millie dengan senyuman lebar nya bagai mendapatkan durian runtuh atau angin surga. Hal yang selama ini ditunggu tunggu untuk memasukkan bahan makan pantangan ke dalam tubuh Charlotte akan segera terlaksana.

“Iya Tante..” ucap Charlotte sambil kembali asyik dengan tabletnya.

“Okey Sayang Tante akan selalu buatkan makanan untukku.” Ucap Millie sambil tersenyum licik. Dan Millie pun langsung pergi meninggalkan kamar Charlotte dan menuju ke dapur untuk menyusul Alamanda yang sedang sibuk di dapur untuk membuatkan makan siang Charlotte.

Semua pelayan yang ada di dalam dapur termasuk Alamanda tampak kaget melihat sosok Millie yang masuk dapur, apalagi dia sudah mengenakan apron dan terus terlihat sibuk dengan bahan bahan makanan dan terlihat mengeksekusi bahan bahan makanan itu untuk dimasak. Mille menggunakan bahan bahan makanan yang merupakan pantangan untuk pasien kanker, dan Millie memasukkan banyak bahan zat aditif makanan yang bisa memacu pertumbuhan sel kanker. Tidak ada orang yang bertanya pada Millie dan andai ada yang bertanya Millie akan menjawab membuat makanan untuk dirinya sendiri.

“Hmmm anak kunti itu pasti akan senang dengan masakanku yang lezat. Aku juga akan membuat sate daging merah pasti akan menggiurkan seleranya.” Gumam Millie dalam hati sambil kedua tangannya sibuk memasak.

Di saat jam makan siang untuk Charlotte sudah tiba. Alamanda yang sudah selesai memasak segera membawa menu makan siang Charlotte menuju ke kamar Charlotte. Demikian juga dengan Millie, aroma daging merah panggang dan juga sate sangat menggoda selera semua orang yang menciumnya. Belum lagi bakso yang bahannya dia beli full dengan pengawet mungkin yang dia pilih bahan makanan yang banyak mengandung borak. Namun dengan tampilan yang dibuat oleh Millie sedemikian hingga membuat orang tergiur untuk mencicipi. Millie pun membuat pudding dengan warna yang sangat mencolok, sebab dia tahu anak anak akan tertarik dengan makanan yang berwarna warni terang.

Alamanda yang lebih dulu sampai di depan kamar Charlotte segera membuka pintu dan masuk ke dalam kamar itu. Betapa kagetnya Alamanda saat melihat Nyonya Hanson berada di dalam kamar Charlotte, karena Alamanda tahu Nyonya Charlotte tidak menyukai kehadirannya. Belum juga Alamanda selesai kagetnya, pintu kamar terbuka dan muncul sosok Millie dengan membawa nampan besar yang berisi full makanan. Apalagi aroma makanan daging merah panggang dan bakar yang menggugah selera akan tetapi itu adalah pantangan buat Charlotte.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

nyonya Hanson bilang klo Millie membuat makanan utk Charlotte biar cepat sehat padahal malam cepat mati ..

2024-12-13

0

Nit_Nit

Nit_Nit

benar benar jahat Millie mo buat Charlot sakit parah

2023-07-11

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

si millie macem macem ya kau

2023-07-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!