Waktu pun terus berlalu, dengan sabar dan telaten Alamanda merawat dan melayani Charlotte. Karena Alamanda melakukan semua pekerjaannya itu dengan tulus dan penuh kasih sayang pada Charlotte, akhirnya Charlotte pun pelan pelan mau menerima kehadiran Alamanda sebagai Perawatnya. Apalagi Charlotte kini sudah tahu jika Alamanda sendiri yang memasak khusus buat dirinya, dan makanan buatan Alamanda sangat enak baginya. Charlotte pun sudah mau dimandikan dan disuapi oleh Alamanda. Akan tetapi dia belum mau jika Alamanda ikut tidur di dalam kamarnya.
Sedangkan Millie yang selalu berusaha untuk memasukkan bahan makanan pantangan buat pasien kanker, selalu gagal. Sebab Alamanda selalu membuat makanan untuk Charlotte dalam keadaan fresh, habis dia masak langsung dibawa ke kamar Charlotte. Jadi tidak ada orang yang bisa mengacaukan makanan untuk Charlotte. Millie kecewa namun tidak putus asa.
Di suatu pagi setelah Charlotte selesai sarapan. Pintu terbuka dan muncul sosok Marcel yang sudah berpakaian rapi sambil membawa tas kerjanya.
“Sayang Papa berangkat ke kantor Hanson Co ya? Charlotte tinggal di Mansion saja, agar tidak capek.” Ucap Marcel sambil mendekati tempat tidur puteri tercintanya. Alamanda tampak memberesi peralatan makan Charlotte dan siap menjauh dari mereka. Sang pengasuh tampak sedang memberesi lemari baju Charlotte.
“Iya Papa, aku di Mansion dengan Nanny dan Ners Alamanda. Mereka baik padaku.” Ucap Charlotte sambil tersenyum, kini wajahnya tampak lebih cerah tidak pucat lagi meskipun tubuhnya masih tampak kurus akibat sel kanker yang mungkin mengambil alih nutrisi di dalam tubuhnya.
Di saat Marcel mengecup lembut puncak kepala Charlotte. Tiba tiba pintu terbuka dengan lebar dan muncul sosok Millie dengan pakaian super sexy nya. Millie memakai rok jeans mini dengan blues berbahan kain tipis tanpa lengan dan dengan belahan dada yang super rendah. Hingga belahan dadanya tampak menonjol menggoda mata laki laki.
Sang pengasuh tampak menoleh dengan tatapan yang tidak suka. Sementara Alamanda tampak membawa nampan berisi alat alat makan kotor dan dia melangkah keluar dari kamar Charlotte.
“Sayangku.. kamu sudah siap berangkat ke kantor..” ucap Millie dengan suara manja menggoda sambil mendekat ke arah Marcel. Marcel yang baru saja selesai menciumi wajah puteri semata wayangnya yang akan dia tinggal berangkat ke kantor. Tampak kaget lalu menegakkan badannya dan menoleh ke arah sumber suara. Demikian juga Charlotte tampak melotot dengan tatapan tidak suka.
Millie sekilas menatap Charlotte, melihat tatapan Charlotte yang tidak suka justru membuat Millie senang hatinya dan tersenyum menggoda Marcel. Millie semakin mendekat ke tubuh Marcel.
“Sayang dasimu kurang tepat letaknya.” Ucap Millie dengan suara manja sambil mengulurkan tangannya terarah ke letak dasi yang terpasang di leher Marcel. Marcel spontan langsung memundurkan badannya agar tangan Millie tidak mengenai pakaiannya.
“Jangan sentuh Papaku!” teriak Charlotte sambil melempar bantal ke arah Millie.
“Millie cepat keluar kamu dari kamar Charlotte!” teriak Marcel pada Millie, sebab Marcel sudah mendapat pesan dari Dokter kalau suasana hati Charlotte harus dijaga agar selalu senang dan bahagia.
“Okey okey Sayang...” ucap Millie lalu dia melangkah keluar dari kamar Charlotte. Millie tampak tersenyum senang sebab sudah membuat Charlotte emosi.
“Sayang.. jangan khawatir Papa hanya untuk Charlotte dan Mama.” Ucap Marcel yang sudah kembali duduk di tepi tempat tidur Charlotte sambil memeluk tubuh mungil Charlotte dia benamkan ke dalam pelukannya dan dia usap usap dengan lembut kepala Charlotte.
“Papa...” ucap Charlotte yang tidak berlanjut
“Apa Sayang...” ucap Marcel sambil mengusap usap kepala Charlotte.
“Tidak jadi. Papa pergi saja ke kantor. Aku sama Nanny di sini menunggu Ners yang baru masak buat aku.” Ucap Charlotte selanjutnya. Dan setelah memastikan Charlotte baik baik saja, maka Marcel pun yakin untuk meninggalkan Charlotte berangkat ke kantor Hanson Co.
Beberapa menit setelah kepergian Marcel ke kantor. Tampak Millie bersama Nyonya Hanson mendatangi kamar Charlotte. Millie sudah laporan pada Nyonya Hanson kalau Charlotte marah marah padanya dan Marcel pun mengusirnya dari kamar Charlotte.
“Padahal saya akan melayani mereka Tante tetapi malah mereka mengusir saya.” Ucap Millie dengan suara lirih mengadu pada Nyonya Hanson. Charlotte yang sedang asyik dengan tabletnya tampak menoleh menatap Nyonya Hanson dan Millie yang sedang berjalan ke arahnya.
“Charlotte tidak boleh seperti itu ya.. niat Tante Millie baik akan merawat kamu, agar kamu bisa cepat sehat.” Ucap Nyonya Hanson sambil mendudukkan pantatnya di tepi tempat tidur Charlotte.
“Okey kalau memang Tante Mille akan merawat aku. Mulai sekarang Tante Millie bersaing dengan Ners Alamanda. Sekarang buatkan makanan untukku nanti Pak Dokter yang akan menilai.” Ucap Charlotte dengan senyum menatap Millie.
“Pak Dokter belum tentu ke sini nanti Sayang, bagaimana kalau jurinya Oma saja.” Ucap Nyonya Hanson sambil menatap Charlotte.
“Hmmm.” Gumam Charlotte tampak berpikir pikir.
“Okey okey Sayang asal kamu makan ya makanan yang sudah Tante Millie masak.” Ucap Millie dengan senyuman lebar nya bagai mendapatkan durian runtuh atau angin surga. Hal yang selama ini ditunggu tunggu untuk memasukkan bahan makan pantangan ke dalam tubuh Charlotte akan segera terlaksana.
“Iya Tante..” ucap Charlotte sambil kembali asyik dengan tabletnya.
“Okey Sayang Tante akan selalu buatkan makanan untukku.” Ucap Millie sambil tersenyum licik. Dan Millie pun langsung pergi meninggalkan kamar Charlotte dan menuju ke dapur untuk menyusul Alamanda yang sedang sibuk di dapur untuk membuatkan makan siang Charlotte.
Semua pelayan yang ada di dalam dapur termasuk Alamanda tampak kaget melihat sosok Millie yang masuk dapur, apalagi dia sudah mengenakan apron dan terus terlihat sibuk dengan bahan bahan makanan dan terlihat mengeksekusi bahan bahan makanan itu untuk dimasak. Mille menggunakan bahan bahan makanan yang merupakan pantangan untuk pasien kanker, dan Millie memasukkan banyak bahan zat aditif makanan yang bisa memacu pertumbuhan sel kanker. Tidak ada orang yang bertanya pada Millie dan andai ada yang bertanya Millie akan menjawab membuat makanan untuk dirinya sendiri.
“Hmmm anak kunti itu pasti akan senang dengan masakanku yang lezat. Aku juga akan membuat sate daging merah pasti akan menggiurkan seleranya.” Gumam Millie dalam hati sambil kedua tangannya sibuk memasak.
Di saat jam makan siang untuk Charlotte sudah tiba. Alamanda yang sudah selesai memasak segera membawa menu makan siang Charlotte menuju ke kamar Charlotte. Demikian juga dengan Millie, aroma daging merah panggang dan juga sate sangat menggoda selera semua orang yang menciumnya. Belum lagi bakso yang bahannya dia beli full dengan pengawet mungkin yang dia pilih bahan makanan yang banyak mengandung borak. Namun dengan tampilan yang dibuat oleh Millie sedemikian hingga membuat orang tergiur untuk mencicipi. Millie pun membuat pudding dengan warna yang sangat mencolok, sebab dia tahu anak anak akan tertarik dengan makanan yang berwarna warni terang.
Alamanda yang lebih dulu sampai di depan kamar Charlotte segera membuka pintu dan masuk ke dalam kamar itu. Betapa kagetnya Alamanda saat melihat Nyonya Hanson berada di dalam kamar Charlotte, karena Alamanda tahu Nyonya Charlotte tidak menyukai kehadirannya. Belum juga Alamanda selesai kagetnya, pintu kamar terbuka dan muncul sosok Millie dengan membawa nampan besar yang berisi full makanan. Apalagi aroma makanan daging merah panggang dan bakar yang menggugah selera akan tetapi itu adalah pantangan buat Charlotte.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
neng ade
nyonya Hanson bilang klo Millie membuat makanan utk Charlotte biar cepat sehat padahal malam cepat mati ..
2024-12-13
0
Nit_Nit
benar benar jahat Millie mo buat Charlot sakit parah
2023-07-11
0
✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT
si millie macem macem ya kau
2023-07-06
1