Pelan pelan Millie memutar handel pintu itu, dia pun mendorong dengan pelan daun pintu itu. Millie tersenyum saat bisa membuka daun pintu itu.
“Selamat makan Charlotte Sayang...” Ucap Millie sambil membuka pintu lebih lebar, lalu dia melangkah masuk ke dalam kamar Charlotte setelah menutup kembali daun pintu itu.
Tampak Charlotte dan Sang pengasuh tidak menoleh ke arah Millie. Sang pengasuh serius menyuapi Charlotte demikian juga Charlotte tampak makan dengan lahap tidak seperti biasanya. Alamanda memasak bahan bahan organik segar dengan bumbu bumbu alami dengan takaran yang pas dan rasa yang sesuai dengan lidah anak anak.
Alamanda yang sedang menyiapkan obat buat Charlotte menoleh ke arah Millie sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya, akan tetapi Millie memalingkan mukanya.
“Charlotte mau tidak disuapi oleh Tante Millie?” tanya Millie sambil terus melangkah mendekati Charlotte. Millie pun berusaha meminta piring yang dipegang oleh Sang Pengasuh. Tampak Charlotte menggeleng gelengkan kepalanya.
“Sudah mau selesai Nona.” Ucap Sang pengasuh sambil menyuapkan sendok makanan terakhir. Setelah Charlotte selesai makan tampak Alamanda memberikan air minum dan juga akan memberikan obat buat Charlotte, akan tetapi Charlotte tetap tidak mau, dia ingin Sang pengasuh yang memberikan minuman dan obatnya. Millie tampak tersenyum mengejek pada Alamanda. Millie pun melihat sekilas pada obat milik Charlotte.
“Hmmm benar anak kunti itu memiliki penyakit yang sama dengan induknya.. sudah pasti dia tidak akan hidup lama.” Gumam Millie dalam hati sambil tersenyum licik. Millie lalu pamit pada Charlotte meskipun Charlotte tidak menjawabnya.
Millie terus melangkah meninggalkan kamar Charlotte, dia yang tahu penyakit Charlotte tampak bahagia dia justru akan mencari informasi yang membuat penderita kanker cepat meninggal.
“Hmmm aku harus buat anak kunti itu cepat menyusul induknya.” Gumam Millie dengan cepat langkah cepatnya dia menuruni anak tangga. Millie lalu melangkah menuju kamar tamu yang sudah diperbolehkan oleh Nyonya Hanson untuk dia tempati.
Setelah masuk ke dalam kamar Millie segera menutup pintu kamar itu rapat rapat. Millie melangkah menuju ke sofa yang berada di dalam kamar tamu itu dan selanjutnya dia mengusap usap layar hand phone nya untuk mencari informasi hal hal yang membuat penderita kanker semakin memburuk kesehatannya. Dan sesaat kemudian..
“Hmmm aku harus membuat suasana hatinya tidak bahagia. Dia tidak suka aku dekat dekat dengan Papanya ha... ha... ha... aku akan selalu datangi Kak Marcel aku akan melakukan layaknya istrinya Kak Marcel. Nyonya Hanson pasti juga senang. Bukannya dia sudah menginginkan lagi hadirnya cucu yang tidak penyakitan macam anak kunti itu.” Gumam Millie sambil tertawa bahagia. Dan tiba tiba layar hand phone miliknya berkedip kedip sementara dia masih akan mencari lagi informasi untuk mencelakakan Charlotte.
“Kevin.” Gumam Millie saat melihat di layar hand phone nya tertera nama Kevin sang kekasih hatinya. Millie langsung menggeser tombol hijau.
“Sayang.. “ ucap Millie saat melihat wajah Kevin yang muram di layar hand phone nya.
“Kamu buat apa di dalam kamar orang?” tanya Kevin dengan nada tinggi saat melihat di layar hand phone nya Mille sedang berada di dalam kamar yang tidak dia kenal.
“Aku dengar pembicaraan orang tuamu kalau kamu akan menikah dengan Marcel Hanson. Kamu mengkhianati aku Millie!” suara Kevin dengan nada tinggi.
“Sayang ini hanya pernikahan misi. Setelah aku menikah dengan Marcel Hanson aku akan meminta sebagian saham dari Hanson Co. Dan setelah itu aku akan minta cerai dan kita bisa hidup bersama Kevin. Kita akan memiliki sebagian kekayaan warisan Tuan Hanson. Aku akan berusaha untuk mendapatkan kekayaannya yang berada di Amerika itu Sayang.... Kita tinggal di sana Sayang...” Ucap Millie menjelaskan pada Kevin kekasih hatinya.
“Tapi kamu akan menjadi istri Marcel Hanson.. Millie!” suara Kevin masih dengan nada tinggi.
“Kevin Sayang... Kamu tenang saja hatiku hanya buat kamu Sayang, kamu pikirkan saja kita akan mendapatkan property mewah di Amerika juga hasil bagi saham yang terus mengalir pada rekening kita dengan tanpa kerja.” Ucap Millie lagi.
“Apa kamu kira begitu mudah mendapatkan itu semua hmm?” tanya Kevin sambil menatap tajam wajah Millie di layar hand phone nya.
“Nyonya Hanson teman Mama sejak kecil, dia sangat percaya pada Mama. Jika aku hamil dengan Marcel Hanson itu justru keuntungan buat kita Kevin aku akan memanfaatkan anak itu kelak untuk menguras harta keluarga Hanson. Maka aku akan berusaha agar anak kunti itu segera menyusul induknya agar semua warisan jatuh pada aku.” Ucap Millie dengan nada serius.
“Jika kamu tidak setuju kamu pun tidak apa apa meninggalkan aku.” Ucap Millie selanjutnya lalu dia menutup sambungan teleponnya dengan Kevin. Kevin di seberang sana masih memanggil manggil nama Millie dan mencoba menghubungi Millie lagi akan tetapi panggilannya selalu ditolak oleh Millie.
Millie lalu mengusap usap lagi layar hand phone nya untuk melanjutkan mencari informasi yang membuat pasien kanker memburuk kesehatannya alias hal hal yang harus dihindari oleh pasien kanker. Setelah mendapatkan informasi yang didapat, tampak Millie tersenyum senang. Dia pun segera melangkah keluar dari kamar. Dia akan pergi ke dapur untuk mengecek apa ada bahan bahan makanan yang harus dihindari oleh pasien kanker.
Saat membuka pintu betapa kagetnya Millie karena di depan pintu ada Nyonya Hanson yang berdiri.
“Tante.. apa Tante sudah lama di sini?” tanya Millie yang khawatir jika Nyonya Hanson mendengar pembicaraannya dengan Kevin lewat telepon.
“Aku cari cari kamu ternyata kamu di sini. Ayo temani aku makan siang. Marcel minta makan di ruang kerjanya, Charlotte harus makan lebih awal karena sesuai dengan durasi waktu minum obatnya.” Ucap Nyonya Hanson lalu membalikkan tubuhnya menuju ke ruang makan.
“Hmmm perawat itu apa juga melayani makan Marcel atau...” gumam Millie dalam hati.
“Itulah Millie aku suka kamu di sini bisa menemani aku kamu lihat di meja makan yang besar ini hanya aku saja yang duduk karena Marcel dan Charlotte makan di kamarnya sendiri sendiri.” Ucap Nyonya Hanson dengan nada sedih sambil mendudukkan pantatnya.
“Perawat itu makan di mana Tante?” tanya Millie sambil menarik kursi makan yang akan diduduki.
“Dengan para pelayan.” Jawab Nyonya Hanson. Lalu mereka berdua pun makan siang dengan tanpa banyak bersuara.
Setelah acara makan siang mereka berdua selesai. Millie turut pergi ke dapur untuk mengecek bahan yang ada di dalam dapur. Para pelayan itu tidak menaruh curiga sedikit pun kepada Millie karena mereka mengira Millie pun melakukan hal yang sama seperti yang Alamanda lakukan mengecek dapur untuk kesehatan Charlotte Nona kecil yang mereka sayangi. Demikian pula dengan Nyonya Hanson malah mengira Millie perempuan yang rajin mau masuk ke dalam dapur.
“Hmmm masih ada beberapa bahan yang dilarang untuk pasien kanker. Apa mereka tidak tahu ya..” gumam Millie dalam hati.
“Tapi aku akan mencari bahan makansn yang begitu kuat memacu perkembangan sel kanker anak kunti itu agar berkembang dengan pesat.” Gumam Millie dalam hati lalu dia pergi meninggalkan dapur.
Millie keluar dari pintu utama Mansion itu dan segera masuk ke dalam mobilnya dia akan pergi ke toko bahan makanan untuk membeli bahan makanan yang justru harus dihindari oleh pasien penderita kanker.
“Ha.. ha... kalau nanti mereka tanya aku bilang saja itu bahan makanan buat aku.” Ucap Millie sambil menjalankan mobilnya keluar dari halaman Mansion Hanson.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
neng ade
semoga aja niat busuk nya si Millie cepat ketahuan ..
2024-12-13
0
Nit_Nit
jahat bgt tuh Millie mo ngebunuh charlot pelan²
2023-07-07
0
✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT
lanjut
2023-07-06
0