Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson

“Nona, kontrak kerja saya sudah selesai.” Ucap Alamanda sambil berusaha mengambil kunci lemari yang digenggam erat oleh Charlotte.

“Aku kan sudah bilang bisa diperpanjang lagi kontrak kerjanya.” Ucap Charlotte sambil masih menggenggam erat kunci lemari.

“Ners coba ambil saja kunci ini dari genggaman tanganku ha... ha.... ha..... ha....” ucap Charlotte sambil tertawa riang karena Alamanda tidak bisa membuka genggaman tangan Charlotte yang membawa kunci lemari.

“Saya kilikitik ....” ucap Alamanda sambil mengelikitik perut Charlotte dan Charlotte tertawa kegelian namun masih menggenggam erat kunci lemari.

“Papa tolong aku anakmu ini Pa.. ha.... ha....ha....” teriak Charlotte yang masih kegelian karena dikilikitik perutnya oleh Alamanda. Marcel yang masih berdiri di depan pintu, terus tersenyum melihat tingkah Charlotte dan Alamanda lalu Marcel pun melangkah masuk ke dalam. Melihat Marcel yang masuk ke dalam kamarnya Alamanda langsung menghentikan tangannya yang mengitik-itik perut Charlotte.

“Maaf Tuan.” Ucap Alamanda sambil tertunduk takut menatap wajah Marcel, takut jika mendapat marah dari Marcel.

“Ha.... ha..... ha.... “ Charlotte masih saja tertawa sambil menggenggam kunci lemari.

“Kamu tinggal dulu di sini beberapa hari, sampai Charlotte siap kamu tinggalkan.” Ucap Marcel sambil menatap wajah Alamanda yang tertunduk tidak berani menatap dirinya. Kini Marcel pun bisa melihat dengan jelas wajah cantik Alamanda, wajah cantik alami tanpa make make. Hidung mancung Alamanda, bulu bulu lentik matanya yang berkedip kedip dan bibir merah ranum segar tanpa polesan lipstick.

“Tapi Tuan...” ucap Alamanda belum berlanjut sebab Charlotte sudah memutus ucapannya.

“Tidak ada tapi tapinya. Nanti malam kita jalan jalan ya... Pa...” ucap Charlotte sambil mendongak menatap Papanya. Dan Marcel menganggukkan kepalanya.

“Asyikkkkk....” teriak Charlotte sambil berlari keluar dari kamar Alamanda sambil masih membawa kunci lemari Alamanda.

“Nona... “ teriak Alamanda sambil ikut berlari mengejar Charlotte. Marcel geleng geleng kepala sambil tersenyum dan melangkah meninggalkan kamar Alamanda, mengikuti langkah kaki mungil puteri yang berlari lari sambil tertawa senang.

Charlotte terus berlari dan dia masuk ke dalam kamar Marcel. Melihat Charlotte masuk ke dalam kamar Marcel Alamanda tidak berani ikut menyusul ke dalam. Alamanda akhirnya masuk ke dalam kamar Charlotte.

Charlotte yang di dalam kamar Marcel membuka buka lemari pakaian milik orang tuanya. Jari jari mungil Charlotte membongkar bongkar baju baju milik almarhumah sang Mama yang masih disimpan di dalam lemari itu.

Sesaat kemudian pintu kamar Marcel terbuka, Marcel masuk ke dalam kamarnya, dan dia tampak kaget saat melihat Charlotte membongkar bongkar baju baju Patricia.

“Charlotte apa yang sedang kamu lakukan Nak?” tanya Marcel dengan nada kaget dan heran sambil melangkah cepat mendekati puterinya.

“Papa... aku cari baju yang bagus buat Ners Alamanda. Nanti kita kan jalan jalan, kita makan malam ya Pa untuk mengucapkan terima kasih pada Ners Alamanda.” Ucap Charlotte sambil tangannya mungilnya sibuk membongkar bongkar baju Patricia .

“Sayang kita belikan baju baru yang bagus buat Ners Alamanda, jangan baju bekas Mama ..” ucap Marcel sambil mengusap dengan lembut kepala Charlotte.

“Tapi aku kangen Mama.. Pa. Nanti dech aku jelasin ke Ners Alamanda agar dia tidak tersinggung.” Ucap Charlotte masih memilih milih baju.

“Tubuh Ners Alamanda lebih gemuk dari Mama, Sayang...” ucap Marcel.

“Sebelum Mama sakit kan juga seperti Ners Alamanda, Pa.. maka aku cari gaun Mama sebelum Mama sakit.” Ucap Charlotte sambil masih membongkar bongkar baju milik almarhumah Sang Mama. Dan akhirnya setelah mendapat bantuan dari Sang Papa untuk memilihkan gaun buat Alamanda, mereka pun mendapatkan satu buah gaun yang cantik, bagus, sopan dan terlihat elegan.

“Pa, kunci lemari Ners Alamanda biar Papa yang bawa.” Ucap Charlotte lalu dia keluar dari kamar Marcel sambil membawa gaun yang sudah dipilihnya, mulutnya teriak teriak memanggil Ners Alamanda.

Alamanda pun lalu keluar dari kamar Charlotte. Charlotte segera memberikan gaun milik Mamanya itu pada Alamanda. Charlotte mengucapkan minta maaf karena memberi baju bekas, bukan karena menghina Alamanda, akan tetapi karena Charlotte sangat kangen dengan Mamanya. Charlotte pun menyampaikan jika nanti malam mereka bertiga akan makan malam di luar, sebagai ucapan terima kasih Papa Marcel dan Charlotte pada Alamanda. Alamanda tidak tersinggung mendapat baju bekas almarhum Patricia, dia justru terharu dan tersanjung diizinkan memakai baju bagus dan mahal milik Nyonya Marcel Hanson.

Malam hari pun telah tiba, sehabis Maghrib Charlotte sudah tampil cantik dengan gaun yang senada dengan gaun yang akan dipakai oleh Alamanda. Marcel juga sudah tampil keren dan gagah dia pun juga memilih baju dengan warna senada. Secara tidak dia sadari bibir Marcel pun tersenyum. Dengan cepat dia melangkah keluar dari kamarnya. Saat keluar dari kamar tampak Charlotte yang sudah tidak sabar berlari lari menuju ke kamar Alamanda. Dan tidak lama kemudian Marcel sudah melihat Charlotte menggandeng tangan Alamanda. Tampak Alamanda berjalan dengan malu malu, sedangkan Marcel tampak tidak berkedip menatap sosok Alamanda yang kini tampak berubah menjadi lebih cantik, sexy dan berkelas.

“Pa, Ners Alamanda menjadi cantik kayak Mama kan?” ucap Charlotte dengan senyum lebarnya. Marcel pun tampak menganggukkan kepalanya dengan kikuk. Karena memang Alamanda menjadi sangat cantik.

Mereka bertiga lalu berjalan ke luar dari mansion utama untuk menuju ke mobil. Acara dinner ucapan terima kasih pun berjalan dengan lancar ketiga orang itu tampak bahagia. Selesai dinner Marcel dan Charlotte membelikan banyak hadiah buat Alamanda.

Selama beberapa hari sepulang Marcel bekerja dari kantor, mereka bertiga jalan jalan ke luar. Charlotte pun menginginkan Alamanda masih lebih lama tinggal di Mansion. Charlotte minta Sang Papa memperpanjang kontrak kerja Alamanda, akan tetapi Marcel belum melakukan, karena Alamanda tidak ingin memperpanjang kontrak kerja dengan alasan dia akan menikah dengan calon suaminya.

Di lain pihak Nyonya Hanson tidak suka melihat keakraban mereka bertiga. Di suatu malam hari Nyonya Hanson mendatangi Marcel yang sedang berada di ruang kerja.

TOK TOK TOK

TOK TOK TOK

Nyonya Hanson mengetuk ngetuk pintu ruang kerja Marcel, lalu memutar handel pintu ruang kerja itu.

“Cel, aku mau omong penting ke kamu.” Ucap Nyonya Hanson sambil melangkah masuk.

“Aku malu Cel, melihat kalian yang akrab dengan perawat itu. Bukannya pekerjaan dia sudah selesai. Kenapa juga tidak pulang pulang.” Suara Nyonya Hanson dengan nada tinggi sambil mendudukkan pantatnya di sofa dengan kasar.

“Ma, Charlotte yang belum siap ditinggal. Biarlah untuk beberapa hari dia tinggal di sini dulu.” Ucap Marcel yang pandangan matanya masih fokus pada layar lap topnya. Dan yang sesungguhnya Marcel pun juga di ruang hatinya mendapatkan kebahagiaan dengan hadirnya Alamanda di dalam Mansion.

“Aku malu Cel. Bisa mendatangkan fitnah. Kamu tahu kan semua orang sudah tahu kalau kamu aku jodohkan dengan Millie. Kamu malah sering pergi dengan perawat itu. “ teriak Nyonya Hanson dengan emosi. Nyonya Hanson tidak setuju jika punya menantu Alamanda gadis dari keluarga biasa.

“Kalau perawat itu tidak kamu suruh pergi, aku yang akan pergi!” teriak Nyonya Hanson lagi lalu dia bangkit berdiri.

..

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

ayo Charlotte udah saat nya km sekarang kasih tau oma mu itu siapa sebentar si Millie itu

2024-12-13

0

Alfia Amira

Alfia Amira

iiihhh pergi ajah , sapa yg nahan /Chuckle//Chuckle/

2025-01-19

1

harwanti unyil

harwanti unyil

ibu yg egois

2023-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!