Bab. 9. Alamanda Harus Pulang

“Tuan, maaf saya mau masuk. Tadi saya disuruh keluar dulu oleh Nona Charlotte, sekarang saya lihat lampu sudah redup mungkin Nona Charlotte sudah tidur.” Ucap pengasuh Charlotte dengan suara pelan akan tetapi mengagetkan bagi Marcel yang sedang mengintip kamar Charlotte. Marcel tadi bermaksud untuk masuk ke dalam kamar anaknya, dia ingin mengucapkan selamat tidur buat Charlotte. Akan tetapi saat baru membuka sedikit daun pintu dilihat dan didengar ucapan dan suasana yang membuat hatinya terharu, hingga Marcel mengintip dari balik pintu itu.

“Kamu mengagetkan saja.” Ucap Marcel lalu dia membalikkan tubuhnya dan melangkah meninggalkan pintu kamar Charlotte untuk menuju ke kamarnya.

Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam. Dan hari pun juga mulai berganti, esok hari pun telah tiba. Alamanda kaget saat membuka matanya. Kaget karena tidur di kamar Charlotte, dan kaget saat tangan mungil Charlotte masih memeluk tubuhnya. Alamanda pelan pelan mengambil tangan mungil Charlotte yang berada di atas perutnya, lalu dia ambil boneka teman tidur Charlotte dan dia taruh tangan mungil Charlotte pada tubuh boneka itu. Aman. Charlotte yang masih terlelap tidak merengek atau protes.

Alamanda segera bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan tempat tidur Charlotte untuk segera keluar dari kamar Charlotte itu, menuju ke kamarnya dia akan memulai segala aktivitasnya dan segera bekerja sebagai perawat Charlotte. Dengan langkah cepat dia segera menuju ke kamarnya.

Saat membuka pintu kamar, hand phone Alamanda yang tadi tidak dibawa ke kamar Charlotte, sekarang tampak berkedip kedip. Alamanda segera berjalan menuju ke tempat tidur di mana hand phone miliknya itu berada. Dia memang memasang mode senyap tidak ada suara deringnya.

“Papa.” Gumam Alamanda saat melihat di layar hand phone miliknya tertera nama kontak Papa, orang tuanya. Alamanda pun segera menggeser tombol hijau.

“Al, sejak tadi malam Papa menghubungi kamu tetapi tidak kamu angkat. Kamu sedang di mana?” Suara Papanya Alamanda dibalik hand phone milik Alamanda.

“Maaf Pa aku tidak membawa hand phone, aku harus menemani Nona Charlotte.” Jawab Alamanda jujur.

“Al, kamu pulang dulu hari ini, calon suami kamu akan datang. Akan ada pembicaraan serius.” Ucap Papanya Alamanda dengan nada serius.

“Bagaimana kalau tidak mendapat izin Pa?” tanya Alamanda.

“Harus kamu usahakan, kalau tidak mendapatkan izin kamu datang sore hari selesai pekerjaan kamu. Sudah begitu ya, aku tutup. Pokoknya hari ini kamu harus pulang.” Ucap Papanya Alamanda dengan tegas lalu sambungan telepon itu pun terputus. Alamanda segera menaruh lagi hand phone miliknya. Dan dia pun segera memulai aktivitas pagi hari, membersihkan tubuh, sembahyang lalu pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan Nona Charlotte.

Beberapa waktu kemudian sarapan buat Charlotte pun selesai dimasak. Alamanda segera membawa makan pagi buat Charlotte itu ke dalam kamar Charlotte.

Saat sampai di dekat kamar Charlotte tampak Marcel juga ke luar dari kamarnya dan sudah berpenampilan pakaian lengkap siap berangkat kerja.

“Selamat pagi Tuan.” Sapa Alamanda dengan tangan membawa nampan berisi menu sarapan Charlotte.

“Hmmm.” Gumam Marcel tanpa menatap Alamanda satu tangannya membenarkan letak dasinya.

“Tuan, saya hari ini izin pulang ada keperluan keluarga.” Ucap Alamanda dengan takut takut dia pun tidak berani menatap wajah Marcel. Alamanda malah menatap menu makanan yang dia bawa.

“Kamu minta izin pada Charlotte.” Ucap Marcel lalu melangkah pergi karena dia sudah pamit untuk pergi kerja lebih awal pada puteri semata wayangnya.

“Terima kasih Tuan.” Ucap Alamanda lalu melangkah menuju ke pintu kamar Charlotte. Alamanda pun segera masuk ke dalam kamar itu dan segera menjalankan tugasnya. Dan setelah selesai memberikan obat pada Charlotte, Alamanda pun minta izin pulang pada Charlotte.

“Nona, hari ini saya minta izin pulang lebih dulu ada keperluan penting, besok saya ke sini lagi.” Ucap Alamanda sambil membereskan alat alat makan Charlotte.

“Ners.. pulang saja sekarang dan nanti sore datang lagi ke sini. Siang aku makan buah dan roti saja. Sore Ners masakkan buat makan malamku dan Ners temani aku tidur.” Ucap Charlotte sambil menatap wajah Alamanda.

“Baik Nona, kalau begitu saya buatkan sup sayur dan ikan buat Nona untuk makan siang nanti.” Ucap Alamanda yang tidak tega jika Charlotte hanya makan roti dan buah, karena Charlotte tidak mau makan kalau bukan masakan Alamanda.

“Ners, biar nanti diantar oleh Pak Sopir.” Suara Charlotte dengan lantang saat Alamanda membuka pintu kamarnya.

Dan singkat cerita, Alamanda pun sudah selesai memasak untuk makan siang Charlotte dan dia taruh di kamar Charlotte agar aman dari tangan jahil Millie. Alamanda lalu segera pamit pada Charlotte dan pengasuh tidak lupa juga pada Nyonya Hanson dan oleh Nyonya Hanson, Alamanda malah disuruh pulang untuk selamanya.

Sesuai perintah dari Charlotte, Alamanda pun diantar oleh Pak Sopir keluarga Hanson. Setelah perjalanan kira kira satu jam lebih mobil pun telah sampai di dekat rumah Alamanda karena lokasi rumah Alamanda agak berada di pinggir kota.

“Pak berhenti di sini, karena jalan gang kecil, mobil tidak bisa masuk Pak.” Ucap Alamanda saat mobil sudah di dekat mulut yang.

“Apa aman parkir di sini Ners?” tanya Pak Sopir saat Alamanda menyuruh mobil parkir di lahan kosong dekat mulut gang.

“Aman dan boleh Pak, ini tanah milik Pak Erte boleh dipakai untuk parkir mobil tamu warganya.” Jawab Alamanda sambil membuka pintu mobil yang sudah berhenti di lahan kosong dekat mulut gang itu. Pak sopir yang tidak berani meninggalkan mobil milik Tuannya itu, tetap berada di dalam mobil untuk menunggu Alamanda selesai acaranya.

Sementara itu Alamanda terus berjalan melewati jalan gang kecil yang menuju ke rumahnya. Beberapa orang warga kampung yang berpapasan atau yang ada di depan rumah mereka saling sapa dengan Alamanda, karena di kampung itu pun Alamanda dikenal sebagai gadis yang baik.

Tidak lama kemudian Alamanda sudah sampai di rumahnya. Rumah yang tidak ada halamannya, hanya ada lantai teras sempit. Dan ada satu warung kecil sumber penghasilan kedua orang tuanya, yang tidak cukup untuk menghidupi keluarga apa lagi tetangga sering utang. Alamanda segera menginjakkan kaki di lantai teras rumahnya itu. Sesaat kemudian pintu sudah terbuka dan muncul sosok Mamanya Alamanda.

“Cepat sampai kamu Al, aku kira kamu akan datang sore hari.” Ucap Mamanya Alamanda. Setelah menjabat tangan sang Mama dan mencium punggung tangan Sang Mama, Alamanda segera masuk ke dalam ruang tamu yang tidak luas itu.

“Ada perlu apa Ma, Papa menyuruh aku segera pulang. Bukannya aku sudah menurut dengan segala rencana Papa.” Ucap Alamanda lalu melangkah menuju ke salah satu kursi yang ada di dalam ruang tamu itu.

“Al, calon suamimu nanti akan datang. Dia minta acara lamaran dipercepat.” Suara laki laki dari dalam yang tidak lain adalah suara Papanya Alamanda sambil melangkah masuk ke ruang tamu itu.

“Dan dia minta kamu berhenti dari kerja.” Ucap Papanya Alamanda kemudian sambil mendudukkan pantatnya tidak jauh dari Alamanda. Ucapan Sang Papa yang tidak keras itu akan tetapi sangat mengagetkan buat Alamanda. Karena tidak pernah menyangka jika acara lamaran dipercepat apalagi dia harus keluar dari pekerjaannya.

“Pa bukannya kita butuh uang untuk biaya sekolah Jasmin dan Iqbal?” tanya Alamanda dengan nada tinggi, dan sebenarnya dia belum tega untuk meninggalkan Charlotte pasiennya.

“Semua kebutuhan keluarga kita akan ditanggung oleh calon suamimu itu.” Jawab Papanya Alamanda.

“Tapi Pa, kontrak kerjaku belum selesai..” ucap Alamanda dengan nada sedih sambil menatap Sang Papa.

“Bisa kamu bicarakan hal itu dengan calon suamimu nanti.” Ucap Papanya Alamanda.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

dasar orang tua pemaksa dan egois

2024-12-13

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

bagaimana ya charlot d tinggal alamanda pasti charlot akan berusaha mempertahan kan alamanda

2023-07-09

1

Nit_Nit

Nit_Nit

kasihan Charlot kalo Alamanda berhenti kerja 😭😭😭 Charlot lg suka suka dg alamanda apalagi blm sembuh juga

2023-07-09

3

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!