Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson

“Cel, lihat Millie sudah membawa perawat berpengalaman tidak seperti perawat yang dibawa oleh Pak Dokter tadi. Mungkin dia itu perawat yang baru lulus, aku tidak begitu percaya dengan dirinya. Untung Charlotte tidak mau dirawat oleh dia.” Ucap Nyonya Hanson sambil terus melangkah masuk ke dalam ruang kerja Marcel. Dia berjalan di barisan paling depan, di belakangnya Millie berjalan dengan senyuman bangga. Sedangkan perawat setengah baya itu berjalan di barisan paling belakang.

“Aku juga tidak mau dengan perawat yang dibawa Tante Millie, Oma.” Teriak Charlotte tanpa memalingkan wajahnya dari layar tablet yang dia pegang.

Nyonya Hanson terus melangkah dan selanjutnya duduk di sofa panjang tempat Charlotte berbaring dengan tangan dan pandangan mata masih terus sibuk dengan tabletnya. Sementara Marcel tampak memijat mijat pelipisnya.

“Sayang, perawat yang dibawa Tante Millie baik dan sudah berpengalaman.” Ucap Nyonya Hanson sambil mengusap usap kedua kaki Charlotte yang selonjor di atas sofa. Sedangkan Charlotte masih terus sibuk dengan tabletnya.

“Mama aku sudah merekrut perawat atas rekomendasi Dokter yang sudah mengetahui rekam medis Charlotte. Suruh Millie membawa pulang perawat yang dia bawa.” Ucap Marcel selanjutnya sambil menatap Sang Mama.

“Iya Oma suruh bawa pulang, aku tidak mau!” teriak Charlotte tanpa menoleh ke arah siapa pun. Pandangan matanya masih fokus pada layar tabletnya.

“Charlotte Sayangku, dia perawat yang pintar mendongeng segala cerita. Dari cerita jaman purba sampai cerita jaman now. Kamu mau cerita apa Sayang...” Ucap Millie sok sayang pada Charlotte sambil mendudukkan pantatnya di sofa yang tidak jauh dari Charlotte.

“Tante Millie apa kamu tidak mendengar, aku tidak mau dirawat oleh siapa pun selain Papa. Satu perawat saja aku tidak mau apalagi dua. Bikin pusing saja!” ucap Charlotte dengan nada ketus dan penuh penekanan, kini dia pun menoleh sambil menatap tajam wajah Millie.

“Kamu lihat tidak itu Papaku pusing.” Ucap Charlotte selanjutnya lalu dia kembali menatap layar tabletnya.

“Charlotte Sayang, perawat yang Tante bawa beda dengan perawat lainnya. Dia pintar mendongeng pasti kamu akan suka.” Ucap Millie yang masih terus nekat mempromosikan perawat yang dia bawa, agar Alamanda kalah lalu disuruh pergi dari Mansion Hanson.

“Mama, suruh Millie membawa pulang perawat yang dia bawa itu. Jangan menambah pusing aku. Yang aku butuhkan tenaga medis buat merawat dan menjaga Charlotte bukan pendongeng pengantar tidur.” Ucap Marcel sambil menutup lap topnya lalu dia bangkit berdiri dan setelahnya melangkah ke sofa panjang dan mengambil tubuh mungil anaknya untuk digendong dan dibawa pergi keluar dari ruang kerja.

“Cel!” Teriak Nyonya Hanson. Lalu bangkit berdiri. Tampak perawat setengah baya itu ekspresi wajahnya takut dan pucat. Dia lalu minta mohon diri tidak sanggup untuk bekerja di Mansion itu. Millie pun lalu memesankan ojek on line pada perawat setengah baya itu.

Tampak tiga perempuan itu keluar dari ruang kerja Marcel. Nyonya Hanson terus berjalan menyusul langkah kaki Marcel yang sudah masuk ke dalam kamarnya. Saat sudah sampai di depan pintu kamar Marcel, Nyonya Hanson dengan cepat memutar handel pintu dan mendorong daun pintu itu, akan tetapi gagal pintu dikunci Marcel dari dalam.

“Cel, buka pintu. Kamu itu sudah tidak sopan pada Millie. Tidak menghargai bantuan Millie.” Teriak Nyonya Hanson sambil mengetuk ngetuk pintu kamar Marcel.

TOK TOK TOK

TOK TOK TOK TOK

Pintu masih tertutup dengan rapat. Nyonya Hanson masih marah marah menyalahkan Marcel dan terus mengatakan jika perawat yang dibawa Millie lebih berpengalaman dari perawat yang dibawa oleh Dokter. Padahal yang sebenarnya Nyonya Hanson tidak suka ada perempuan cantik dan muda tinggal di dalam Mansion karena khawatir jika menggoda Marcel, atau Marcel yang tergoda dengan perawat muda dan cantik alamiah itu.

“Sudahlah Tante, tidak apa apa, mungkin Kak Marcel masih sedih karena Charlotte sakit. Lagian perawat yang Millie bawa sudah pulang Tante.” Ucap Millie yang sudah berdiri di samping Nyonya Hanson.

“Oooh kamu memang anak baik Millie, biarlah kamu tetap tinggal di sini, kamu boleh tidur di kamarku atau di kamar tamu, Millie Sayang. Jangan kamu biarkan perawat itu menggoda Marcel.” Ucap Nyonya Hanson sambil memeluk bahu Millie dari samping. Dan selanjutnya kedua perempuan itu membalikkan badan berjalan meninggalkan pintu kamar Marcel untuk menuju ke kamar Nyonya Hanson.

Sementara itu, Alamanda yang sudah mendapatkan kamar. Setelah menaruh baju miliknya yang hanya beberapa potong ke dalam lemari. Alamanda pun menyimpan surat kontrak kerjanya ke dalam lemari itu juga. Di dalam surat kontrak kerja itu ada point kesepakatan jika Alamanda bertanggung jawab pada nutrisi dan asupan yang masuk ke dalam tubuh pasien. Maka Alamanda berjalan ke luar dari kamarnya, untuk menuju ke dapur.

Alamanda minta bantuan dari pelayan yang tadi mengantarnya ke kamar, dan kini pelayan itu mengantar Alamanda ke dapur. Pada awalnya pelayan di bagian dapur merasa tersinggung dan tidak berkenan dengan hadirnya Alamanda ke dalam dapur. Akan tetapi setelah Alamanda menjelaskan kalau dia hanya memberikan arahan saja tentang apa yang tidak boleh diberikan pada makanan pasien dan juga bahan makanan apa saja yang baik bagi penderita kanker. Dan tidak harus dia yang memasak, akhirnya pelayan bagian dapur itu memahami.

“Tapi Ners juga boleh kok jika mau memasakkan buat Nona Charlotte, biar dia cepat sehat. Saya juga takut salah memasukkan bahan makanan.” Ucap pelayan kepala bagian dapur itu, yang kini malah mempersilahkan Alamanda memasak untuk Charlotte agar Nona Kecil mereka cepat sehat. Mereka semua pun masih sedih dengan meninggalkan Patricia, ditambah kini Nona Kecil mereka divonis dengan penyakit yang sejenis dengan Patricia.

Waktu pun berlalu, jam makan siang untuk Charlotte pun telah tiba. Alamanda yang sudah selesai memasak lalu menyiapkan semua menu makanan sehat buat Charlotte, lengkap dengan obat dan minumannya. Alamanda pun berjalan meninggalkan dapur sambil membawa nampan yang berisi penuh menu sehat buat Charlotte. Alamanda terus melangkah menuju ke kamar Charlotte.

Setelah mengetuk ngetuk pintu dan pintu dibuka oleh Sang pengasuh tampak Charlotte sudah berbaring di dalam tempat tidurnya seorang diri, karena Marcel melanjutkan pekerjaan lagi di ruang kerjanya.

“Nona, makan siang dulu setelah itu minum obatnya.” Ucap Alamanda sambil melangkah mendekati Charlotte.

“Biar Nanny yang menyuapi aku!” suara Charlotte tanpa menoleh.

Alamanda lalu memberikan nampan itu pada sang pengasuh. Alamanda sambil tersenyum berjalan mendekati Charlotte, dengan sabar dan lembut dia membantu Charlotte sedikit mengangkat punggungnya. Beberapa bantal dia taruh di belakang punggung Charlotte agar nyaman Charlotte dalam duduk untuk makan.

“Ketinggian bantalnya Ners, hanya Mama yang bisa memasang bantal yang pas.” Ucap Charlotte dengan nada tinggi.

“Maaf Nona.” Ucap Alamanda dengan sabar lalu mengambil satu bantal tampak pengasuh menunjukkan pada bantal lain yang lebih kecil untuk menggantikannya. Alamanda tersenyum ramah sambil menatap Charlotte yang sudah menaruh tabletnya dan siap untuk disuapi oleh sang pengasuh yang sudah duduk di tepi tempat tidur.

“Tidak usah tersenyum kepada aku atau kepada Papaku, masih cantik senyuman Mamaku.” Ucap Charlotte yang mulai menatap Sang Pengasuh yang sudah membawa satu piring berisi menu makanan sehat buat Charlotte. Alamanda lalu menarik kembali tarikan lengkung bibirnya agar tidak lagi membentuk sebuah senyuman.

Sementara itu di balik pintu di luar kamar Charlotte ada satu orang yang tersenyum senang.

“Ha... ha... kamu rasakan perawat udik, kamu pikir kamu bisa masuk ke dalam kehidupan keluarga Hanson. Pasti baru beberapa hari kamu tidak tahan dengan galaknya anak kunti itu ha.... ha.... ha...” gumam Millie dalam hati sambil tertawa menertawakan Alamanda. Dia sejak tahu Alamanda masuk ke dalam kamar Charlotte, menempelkan telinganya di balik daun pintu untuk menguping apa yang terjadi di dalam kamar itu.

Terpopuler

Comments

Nit_Nit

Nit_Nit

Aku baca ulang novel ini bagus cerita nya pengen nya ada Bonchap tentang anak anak mereka

2024-07-27

0

💐Nie Surtian💐

💐Nie Surtian💐

Ya ampuuun... disebut anak kunti... 😱

2024-04-04

1

Nit_Nit

Nit_Nit

Millie sembarangan aja ngatain Charlot anak kunti

2023-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!