Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)

Marcel membuka pintu ruang kerjanya itu dengan remot kontrolnya. Sesaat di depan pintu ruang itu tampak sosok Millie yang memakai busana sexy bersama Nyonya Hanson. Dua orang perempuan itu tangannya membawa box makanan dalam ukuran besar.

“Hallo Sayangnya Oma dan Tante Millie....” suara Nyonya Hanson sambil melangkah masuk. Millie pun ikut melangkah masuk dengan langkah melenggang lenggok pinggulnya bergerak gerak ke kiri dan kanan. Zena yang masih berada di ruang itu tampak menatap dengan tatapan tidak suka.

“Sekretaris Zena, kamu keluar dari ruangan ini sekarang!” suara Nyonya Hanson tanpa menoleh ke arah Zena.

“Tuan sudah saya pesankan lagi.” Ucap Zena lalu dia segera pergi meninggalkan ruang itu, dari pada mendapatkan omelan dan bentakan dari Nyonya Hanson. Sedangkan Nyonya Hanson dan Millie terus melangkah menuju ke sofa tempat Marcel dan Charlotte duduk manyun di depannya banyak makanan yang tidak mereka suka.

“Sayang kalian sudah makan belum? Tante Millie memasakkan makanan buat kalian.” Ucap Nyonya Hanson sambil duduk di samping Charlotte. Charlotte hanya melirik ke arah Nyonya Hanson.

“Benar Charlotte sayang, Tante masakkan kesukaan kamu. Semua bahan adalah bahan pilihan terbaik. Tante kan sudah tahu bahan makanan apa saja yang baik buatmu.” Ucap Millie yang duduk tidak jauh dari Marcel.

Nyonya Hanson dan Millie membuka dua kotak makan yang dia bawa dari Mansion. Tampak aroma dan penampakan sama dengan masakan yang biasa Alamanda masak. Perut Marcel dan Charlotte pun berbunyi karena minta diisi. Mereka berdua pun akhirnya memakan makanan yang dibawa oleh Millie dan Nyonya Hanson itu, karena Millie memang memggunakan bahan bahan yang masih disimpan di dapur oleh Alamanda. Meskipun rasanya tetap berbeda, masih lebih enak masakan Ners Alamanda, begitu gumam Charlotte dalam hati.

Millie dan Nyonya Hanson tersenyum senang. Mereka berdua yakin lambat laun Marcel dan Charlotte akan terbuka hatinya dan mau menerima Millie.

Waktu pun terus berlalu. Millie pun disuruh menginap di Mansion Hanson oleh Nyonya Hanson. Di malam hari setelah makan malam. Charlotte dan Marcel segera meninggalkan ruang makan, Charlotte akan belajar dan Marcel akan melanjutkan pekerjaan di ruang kerja.

“Millie kamu dekati terus Marcel dan Charlotte. Mereka sudah mau makan masakan yang kamu buat.” Ucap Nyonya Hanson sambil membantu memberesi meja makan.

“Iya Tante, saya sudah senang mereka mau makan masakan saya, meskipun sedikit setelahnya mereka minum air putih banyak banyak. Dan mereka berdua lebih banyak makan buah buahan.” Ucap Millie dengan nada sedih.

“Pelan pelan sayang. Maka kamu menginap lagi di sini, agar mereka berdua cepat dekat dengan kamu. Sekarang kamu temani Marcel kerja lembur. Biar aku yang menemani Charlotte belajar.” Ucap Nyonya Hanson. Mereka berdua pun lalu bangkit berdiri dari kursi makan akan menuju ke tugasnya masing masing. Nyonya Hanson akan menuju ke kamar Charlotte dan Millie akan menuju ke ruang kerja Marcel.

Saat melangkah meninggalkan ruang makan. Millie tidak berjalan menuju ke ruang kerja Marcel akan tetapi dia menuju ke kamar tamu tempat dia menginap di mansion Hanson.

“Hmmm aku harus lakukan sesuatu untuk Kak Marcel.” Gumam Millie dalam hati sambil membuka pintu kamar tamu itu. Millie terus melangkah menuju ke dalam kamar tamu itu.

Millie lalu berjalan menuju ke meja, tempat di mana tas tangannya dia taruh. Dengan cepat Millie membuka tas tangan miliknya itu, dan dia ambil satu buah bungkusan.

“Hmmm untung masih ada sisa waktu aku pakai ini untuk menikmati malam malam panas bersama Kevin.” Gumam Millie dalam hati sambil tersenyum memegang bungkusan serbuk penambah gairah.

“Nanti aku campur di kopi Kak Marcel. Dan pasti Kak Marcel yang sudah lama ditinggal isteri nya itu tidak tahan untuk menjamahku.” Gumam Millie dalam hati lagi. Millie lalu menaruh bungkusan serbuk itu ke dalam saku rok mini nya. Dan dia terus melangkah menuju ke ruang kerja Marcel.

TOK TOK TOK

TOK TOK TOK TOK TOK

Millie mengetuk ngetuk pintu ruang kerja Marcel. Dia tidak berani membuka pintu ruang kerja itu.

“Hmmm bagaimana kalau Kak Marcel tidak mau aku temani?” tanya Millie dalam hati.

Saat Millie masih bertanya tanya dalam hati pintu ruang kerja Marcel terbuka dan ada sosok Marcel yang masih memegang handel pintu.

“Ada apa?” tanya Marcel dengan nada suara datar.

“Itu Kak, disuruh Tante untuk mengecek kopi di mini pantry.” Jawab Millie. Marcel yang tidak begitu memperhatikan apa yang ada di mini pantry yang ada di dalam ruang kerjanya pun mempersilahkan Millie masuk. Dan tidak menaruh curiga pada Millie yang sudah punya niat untuk menjebaknya. Marcel yang memiliki banyak pekerjaan lemburan pun kembali sibuk di depan lap topnya.

Sedangkan Millie di dalam mini pantry yang ada di dalam ruang kerja itu, berlama lama di sana. Dan selanjutnya dia membuat dua cangkir kopi yang sudah dicampur dengan serbuk penambah gairah.

“Hmmm semoga berhasil malam ini.” Gumam Millie sambil tersenyum lalu dia membawa dua cangkir kopi itu menuju ke tempat Marcel bekerja.

“Kak Marcel aku buatkan kopi agar tidak mengantuk.” Ucap Milli sambil menaruh satu cangkir di dekat meja kerja Marcel. Sedang satu cangkir lainnya masih dia pegang dan dia berjalan menuju ke sofa.

Marcel hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada layar lap topnya. Sedangkan Millie duduk di sofa dan cangkir kopinya pun belum dia minum dia akan menunggu Marcel lebih dulu yang minum.

Waktu pun terus berlalu hingga jam belajar Charlotte sudah selesai dan Charlotte sudah tidur. Nyonya Hanson yang tahu Millie masih berada di ruang kerja Marcel tersenyum dia pun segera pergi ke kamarnya.

Dan tanpa tidak disadari Marcel yang sudah mulai capek karena sibuk bekerja mengambil cangkir kopi itu dan menyesapnya. Millie yang sudah menunggu sejak tadi tampak lega dan dia pun juga mulai menyesap cangkir kopinya sambil terus menatap Marcel yang kembali sibuk dengan lap topnya.

Akan tetapi sesaat kemudian tampak Marcel mulai gelisah. Millie yang sudah terbakar hasratnya tersenyum senang dan bangkit berdiri mendekati Marcel.

“Kak Marcel mungkin lelah aku pijiti ya... “ ucap Millie yang kini sudah berada di belakang Marcel. Marcel yang merasa pegal dan gelisah hanya menggerak gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan maksud untuk mengusir rasa aneh yang tiba tiba datang. Millie pun mulai memijit mijit pundak Marcel. Pijitan Millie pun makin lama semakin tidak terarah bahkan mulai menjalar ke tengkuk Marcel dan bukan gerakan untuk memijat akan tetapi justru semakin membuat Marcel gelisah.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

jngn terjebak Marcel .. km harus bisa bertahan ..

2024-12-13

0

harwanti unyil

harwanti unyil

semoga gk berhasil

2023-09-16

1

Nurmala Dewi

Nurmala Dewi

mudah2 an ada penyelamat

2023-07-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!