Marcel membuka pintu ruang kerjanya itu dengan remot kontrolnya. Sesaat di depan pintu ruang itu tampak sosok Millie yang memakai busana sexy bersama Nyonya Hanson. Dua orang perempuan itu tangannya membawa box makanan dalam ukuran besar.
“Hallo Sayangnya Oma dan Tante Millie....” suara Nyonya Hanson sambil melangkah masuk. Millie pun ikut melangkah masuk dengan langkah melenggang lenggok pinggulnya bergerak gerak ke kiri dan kanan. Zena yang masih berada di ruang itu tampak menatap dengan tatapan tidak suka.
“Sekretaris Zena, kamu keluar dari ruangan ini sekarang!” suara Nyonya Hanson tanpa menoleh ke arah Zena.
“Tuan sudah saya pesankan lagi.” Ucap Zena lalu dia segera pergi meninggalkan ruang itu, dari pada mendapatkan omelan dan bentakan dari Nyonya Hanson. Sedangkan Nyonya Hanson dan Millie terus melangkah menuju ke sofa tempat Marcel dan Charlotte duduk manyun di depannya banyak makanan yang tidak mereka suka.
“Sayang kalian sudah makan belum? Tante Millie memasakkan makanan buat kalian.” Ucap Nyonya Hanson sambil duduk di samping Charlotte. Charlotte hanya melirik ke arah Nyonya Hanson.
“Benar Charlotte sayang, Tante masakkan kesukaan kamu. Semua bahan adalah bahan pilihan terbaik. Tante kan sudah tahu bahan makanan apa saja yang baik buatmu.” Ucap Millie yang duduk tidak jauh dari Marcel.
Nyonya Hanson dan Millie membuka dua kotak makan yang dia bawa dari Mansion. Tampak aroma dan penampakan sama dengan masakan yang biasa Alamanda masak. Perut Marcel dan Charlotte pun berbunyi karena minta diisi. Mereka berdua pun akhirnya memakan makanan yang dibawa oleh Millie dan Nyonya Hanson itu, karena Millie memang memggunakan bahan bahan yang masih disimpan di dapur oleh Alamanda. Meskipun rasanya tetap berbeda, masih lebih enak masakan Ners Alamanda, begitu gumam Charlotte dalam hati.
Millie dan Nyonya Hanson tersenyum senang. Mereka berdua yakin lambat laun Marcel dan Charlotte akan terbuka hatinya dan mau menerima Millie.
Waktu pun terus berlalu. Millie pun disuruh menginap di Mansion Hanson oleh Nyonya Hanson. Di malam hari setelah makan malam. Charlotte dan Marcel segera meninggalkan ruang makan, Charlotte akan belajar dan Marcel akan melanjutkan pekerjaan di ruang kerja.
“Millie kamu dekati terus Marcel dan Charlotte. Mereka sudah mau makan masakan yang kamu buat.” Ucap Nyonya Hanson sambil membantu memberesi meja makan.
“Iya Tante, saya sudah senang mereka mau makan masakan saya, meskipun sedikit setelahnya mereka minum air putih banyak banyak. Dan mereka berdua lebih banyak makan buah buahan.” Ucap Millie dengan nada sedih.
“Pelan pelan sayang. Maka kamu menginap lagi di sini, agar mereka berdua cepat dekat dengan kamu. Sekarang kamu temani Marcel kerja lembur. Biar aku yang menemani Charlotte belajar.” Ucap Nyonya Hanson. Mereka berdua pun lalu bangkit berdiri dari kursi makan akan menuju ke tugasnya masing masing. Nyonya Hanson akan menuju ke kamar Charlotte dan Millie akan menuju ke ruang kerja Marcel.
Saat melangkah meninggalkan ruang makan. Millie tidak berjalan menuju ke ruang kerja Marcel akan tetapi dia menuju ke kamar tamu tempat dia menginap di mansion Hanson.
“Hmmm aku harus lakukan sesuatu untuk Kak Marcel.” Gumam Millie dalam hati sambil membuka pintu kamar tamu itu. Millie terus melangkah menuju ke dalam kamar tamu itu.
Millie lalu berjalan menuju ke meja, tempat di mana tas tangannya dia taruh. Dengan cepat Millie membuka tas tangan miliknya itu, dan dia ambil satu buah bungkusan.
“Hmmm untung masih ada sisa waktu aku pakai ini untuk menikmati malam malam panas bersama Kevin.” Gumam Millie dalam hati sambil tersenyum memegang bungkusan serbuk penambah gairah.
“Nanti aku campur di kopi Kak Marcel. Dan pasti Kak Marcel yang sudah lama ditinggal isteri nya itu tidak tahan untuk menjamahku.” Gumam Millie dalam hati lagi. Millie lalu menaruh bungkusan serbuk itu ke dalam saku rok mini nya. Dan dia terus melangkah menuju ke ruang kerja Marcel.
TOK TOK TOK
TOK TOK TOK TOK TOK
Millie mengetuk ngetuk pintu ruang kerja Marcel. Dia tidak berani membuka pintu ruang kerja itu.
“Hmmm bagaimana kalau Kak Marcel tidak mau aku temani?” tanya Millie dalam hati.
Saat Millie masih bertanya tanya dalam hati pintu ruang kerja Marcel terbuka dan ada sosok Marcel yang masih memegang handel pintu.
“Ada apa?” tanya Marcel dengan nada suara datar.
“Itu Kak, disuruh Tante untuk mengecek kopi di mini pantry.” Jawab Millie. Marcel yang tidak begitu memperhatikan apa yang ada di mini pantry yang ada di dalam ruang kerjanya pun mempersilahkan Millie masuk. Dan tidak menaruh curiga pada Millie yang sudah punya niat untuk menjebaknya. Marcel yang memiliki banyak pekerjaan lemburan pun kembali sibuk di depan lap topnya.
Sedangkan Millie di dalam mini pantry yang ada di dalam ruang kerja itu, berlama lama di sana. Dan selanjutnya dia membuat dua cangkir kopi yang sudah dicampur dengan serbuk penambah gairah.
“Hmmm semoga berhasil malam ini.” Gumam Millie sambil tersenyum lalu dia membawa dua cangkir kopi itu menuju ke tempat Marcel bekerja.
“Kak Marcel aku buatkan kopi agar tidak mengantuk.” Ucap Milli sambil menaruh satu cangkir di dekat meja kerja Marcel. Sedang satu cangkir lainnya masih dia pegang dan dia berjalan menuju ke sofa.
Marcel hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada layar lap topnya. Sedangkan Millie duduk di sofa dan cangkir kopinya pun belum dia minum dia akan menunggu Marcel lebih dulu yang minum.
Waktu pun terus berlalu hingga jam belajar Charlotte sudah selesai dan Charlotte sudah tidur. Nyonya Hanson yang tahu Millie masih berada di ruang kerja Marcel tersenyum dia pun segera pergi ke kamarnya.
Dan tanpa tidak disadari Marcel yang sudah mulai capek karena sibuk bekerja mengambil cangkir kopi itu dan menyesapnya. Millie yang sudah menunggu sejak tadi tampak lega dan dia pun juga mulai menyesap cangkir kopinya sambil terus menatap Marcel yang kembali sibuk dengan lap topnya.
Akan tetapi sesaat kemudian tampak Marcel mulai gelisah. Millie yang sudah terbakar hasratnya tersenyum senang dan bangkit berdiri mendekati Marcel.
“Kak Marcel mungkin lelah aku pijiti ya... “ ucap Millie yang kini sudah berada di belakang Marcel. Marcel yang merasa pegal dan gelisah hanya menggerak gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan maksud untuk mengusir rasa aneh yang tiba tiba datang. Millie pun mulai memijit mijit pundak Marcel. Pijitan Millie pun makin lama semakin tidak terarah bahkan mulai menjalar ke tengkuk Marcel dan bukan gerakan untuk memijat akan tetapi justru semakin membuat Marcel gelisah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
neng ade
jngn terjebak Marcel .. km harus bisa bertahan ..
2024-12-13
0
harwanti unyil
semoga gk berhasil
2023-09-16
1
Nurmala Dewi
mudah2 an ada penyelamat
2023-07-25
1