Gerakan jari jari Millie terus saja menjalar ke tengkuk leher Marcel dan semakin berani masuk ke dalam baju Marcel. Sementara Marcel yang gelisah, pikirannya teringat akan almarhum istrinya dan tiba tiba pindah pada bayangan Alamanda yang telah memiliki calon suami. Marcel lama lama tubuhnya terasa panas demikian pula dengan Milie. Milie yang jari jarinya sudah merasakan ada keringat mulai keluar dari pori pori kulit Marcel, Milie tersenyum dan semakin memberanikan diri untuk membuka kancing baju Marcel bagian atas.
Akan tetapi tiba tiba...
BRAAAKKKK
Pintu ruang kerja Marcel terbuka dengan keras.
“Tante Millie kamu apakan Papaku!” teriak Charlotte yang memakai baju piama tidur berdiri di depan pintu. Tangan mungilnya pun berkacak pinggang.
“Charlotte.” Ucap Marcel sambil bangkit berdiri.
“Kamu yang ngapain? Anak kecil malam malam ke sini tidak tidur.” Teriak Millie sambil menoleh dan membalikkan tubuhnya mengarah ke pintu.
Charlotte yang masih berdiri di depan pintu tampak emosi. Menatap tajam ke arah Millie, tangan mungilnya lalu mencabut kunci pintu yang masih menempel di handel pintu.
“Kamu pergi dari ruang kerja Papaku!” teriak Charlotte sambil melempar kunci pintu dengan keras. Dan kunci yang lumayan berat itu terbang tinggi dan tepat mengenai dahi Millie.
“Kurang ajar!” teriak Millie dengan emosi sambil memegang dahinya yang tampak memerah biru karena lemparan kunci.
“Cepat pergi kamu!” perintah Marcel pada Millie, sambil berjalan ke arah Charlotte yang masih berdiri di depan pintu. Marcel segera menggendong tubuh mungil Charlotte. Millie pun segera pergi sambil masih mengusap usap dahinya yang mulai memar. Dan mulutnya menggerutu tidak jelas.
“Papa aku tidak mau punya Mama Tiri Tante Millie hiks... hiks...” suara lirih Charlotte dan mulai terisak isak menangis. Karena dia tadi sempat melihat Millie di belakang tubuh Papanya dengan tubuh yang menempel di tubuh Sang Papa, seperti yang dulu dia pernah lihat jika sang Mama sedang bermanja manja pada Papanya.
“Tidak Sayang... “ ucap Marcel lalu melangkah ke meja kerjanya untuk menutup layar lap topnya.
“Tapi Papa tadi dekat dekat dengan Tante Milie seperti dengan Mama dulu.” Ucap Charlotte sambil menatap wajah Papanya yang masih tampak merah.
Marcel hanya diam saja. Sambil menggendong Charlotte dia berjalan menuju ke mini pantry untuk mengambil air dingin di dalam kulkas. Marcel pun mengambil satu botol besar air mineral dingin. Dan dia tegak abis isi air botol mineral itu untuk mendinginkan tubuhnya.
Marcel pun bersyukur Charlotte puterinya sudah datang ke ruang kerjanya di saat yang tepat, sehingga dia segera tersadar.
“Hmmm apa pengaruh kopi buatan Millie tadi ya...” gumam Marcel dalam hati mulai curiga, lalu dia mengambil lagi air mineral di dalam kulkas, untuk menetralkan apa yang sudah masuk ke dalam tubuhnya.
“Papa haus banget? Panas? Padahal AC nya dingin loh Pa..” ucap Charlotte yang masih di dalam gendongan Marcel, karena melihat Papanya wajahnya merah dan menghabiskan air mineral satu botol dan masih lagi mengambil air mineral dingin.
“Entahlah keracunan kopi mungkin.” Jawab Marcel sambil menegak lagi air mineral.
“Kalau keracunan minum susu Pa...” ucap Charlotte dengan nada khawatir sambil jari mungilnya mengusap usap dahi Papanya yang berkeringat. Marcel pun menuruti saran Charlotte lalu mengambil susu yang ada di kulkas itu dan meminumnya. Pikirnya yang penting efek kopi itu cepat berkurang dan hilang.
“Charlotte kenapa belum tidur hmmm?” tanya Marcel setelah selesai menegak susu segar dari dalam kemasannya.
“Aku tadi mimpi buruk Pa, seperti ada monster datang mendekati aku dan Papa. Terus aku terbangun ingin lihat Papa. Aku ke kamar Papa, Papa tidak ada. Maka aku ke ruang kerja Papa.” Jawab Charlotte sambil tangan mungilnya mengalung di leher Papanya.
“Malah ada Tante Millie nempel nempel ke Papa. Aku tidak suka!” ucap Charlotte dengan nada tinggi sambil menjewer daun telinga Sang Papa.
“Maaf Sayang, tadi Papa merasa tubuh Papa sakit.” Ucap Marcel bohong mengatakan tubuhnya sakit yang sebenarnya dia sendiri tadi bingung merasakan tubuhnya.
“Ayo sekarang kita ke kamar Papa. Charlotte temani Papa tidur biar tidak ada monster mendatangi Papa.” Ajak Marcel sambil tersenyum. Charlotte pun mengangguk senang.
“Tapi Papa mau ke kamar mandi dulu sebentar.” Ucap Marcel sambil menurunkan tubuh mungil Charlotte, dia pun lalu berjalan menuju ke kamar mandi karena kandung kemihnya terasa penuh.
Dan beberapa menit kemudian.
“Papa cepat!” teriak Charlotte karena sudah beberapa menit Marcel tidak keluar keluar dari kamar mandi.
Dan tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan muncul sosok Marcel yang tampak wajahnya juga tidak lagi merah, wajah Marcel sudah tampak segar. Dua kancing baju yang tadi sudah dibuka oleh Millie pun sudah kembali dikancingkan oleh Marcel. Marcel lalu menggendong lagi tubuh Charlotte dan dibawa melangkah menuju ke kamarnya.
Setelah masuk ke dalam kamar. Marcel segera membaringkan tubuh mungil Charlotte di atas tempat tidurnya. Marcel lalu segera berganti baju tidur. Dan setelahnya dia pun naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh mungil Charlotte. Marcel menciumi puncak kepala Charlotte.
“Pa, benar loh aku tidak mau punya Mama Tiri Tante Millie.” Ucap Charlotte lagi sambil jari jari mungilnya membelai helai pipi Sang Papa.
“Iya Sayang.. andai Papa menikah lagi Papa akan menikah dengan wanita yang kamu Sayangi dan dia menyayangi kamu dengan tulus.” Ucap Marcel sambil mengusap usap puncak kepala Charlotte yang berada di bawah ketiaknya.
“Kalau Papa boleh jujur, Papa juga tidak menyukai Tante Millie. Bukan Tante Millie yang membuat Papa bisa tersenyum lagi tapi....” ucap Marcel sambil tersenyum dan jari jarinya masih mempermainkan rambut rambut kepala Charlotte.
“Tapi siapa Pa?” tanya Charlotte dengan penasaran sambil menatap wajah Sang Papa.
“Tapi Charlotte ha... ha... ha...” jawab Marcel sambil memencet hidung mancung Charlotte. Marcel tertawa dan Charlotte cemberut sambil menutup mulut Papanya dengan telapak mungilnya.
“Siapa Pa? Aku kepo nih..” ucap Charlotte dengan bibir cemberut.
“Tapi sayang sih.. wanita itu sudah punya calon suami.” Ucap Marcel selanjutnya dengan nada serius sudah tidak lagi tertawa.
“Oooo aku tahu Pa, pasti Ners Alamanda, iya kan. Dia kan wanita yang aku sayangi dan dia menyayangi aku. Tapi punya calon suami.” Ucap Charlotte sambil menatap wajah Sang Papa.
“Hmmm.” Gumam Marcel sambil membelai rambut kepala Charlotte dengan penuh kasih.
“Apa kamu marah jika Papa suka Ners Alamanda?” tanya Marcel kemudian.
“Tidak Papa...” jawab Charlotte dan matanya berbinar binar.
“Tapi dia sudah punya calon suami. Jadi Papa suka pada Charlotte saja ha... ha... ha...” ucap Marcel sambil menciumi wajah imut Charlotte dan kembali tertawa.
"Pa, jangan tertawa! Dengarkan aku!" ucap Charlotte sambil menutup lagi mulut Sang Papa dengan telapak mungilnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
neng ade
syukurlah Charlotte datang tepat waktu menyelamatkan papa nya
2024-12-13
0
✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT
charlotte sang penyelamat papa nya selamat dari monster millie yang mengerikan🤣😅😂
2023-07-17
0
Nit_Nit
untung Charlotte datang. ayo Papa Marcel semangat
2023-07-17
1