Bab. 17. Curahan Hati Marcel

Gerakan jari jari Millie terus saja menjalar ke tengkuk leher Marcel dan semakin berani masuk ke dalam baju Marcel. Sementara Marcel yang gelisah, pikirannya teringat akan almarhum istrinya dan tiba tiba pindah pada bayangan Alamanda yang telah memiliki calon suami. Marcel lama lama tubuhnya terasa panas demikian pula dengan Milie. Milie yang jari jarinya sudah merasakan ada keringat mulai keluar dari pori pori kulit Marcel, Milie tersenyum dan semakin memberanikan diri untuk membuka kancing baju Marcel bagian atas.

Akan tetapi tiba tiba...

BRAAAKKKK

Pintu ruang kerja Marcel terbuka dengan keras.

“Tante Millie kamu apakan Papaku!” teriak Charlotte yang memakai baju piama tidur berdiri di depan pintu. Tangan mungilnya pun berkacak pinggang.

“Charlotte.” Ucap Marcel sambil bangkit berdiri.

“Kamu yang ngapain? Anak kecil malam malam ke sini tidak tidur.” Teriak Millie sambil menoleh dan membalikkan tubuhnya mengarah ke pintu.

Charlotte yang masih berdiri di depan pintu tampak emosi. Menatap tajam ke arah Millie, tangan mungilnya lalu mencabut kunci pintu yang masih menempel di handel pintu.

“Kamu pergi dari ruang kerja Papaku!” teriak Charlotte sambil melempar kunci pintu dengan keras. Dan kunci yang lumayan berat itu terbang tinggi dan tepat mengenai dahi Millie.

“Kurang ajar!” teriak Millie dengan emosi sambil memegang dahinya yang tampak memerah biru karena lemparan kunci.

“Cepat pergi kamu!” perintah Marcel pada Millie, sambil berjalan ke arah Charlotte yang masih berdiri di depan pintu. Marcel segera menggendong tubuh mungil Charlotte. Millie pun segera pergi sambil masih mengusap usap dahinya yang mulai memar. Dan mulutnya menggerutu tidak jelas.

“Papa aku tidak mau punya Mama Tiri Tante Millie hiks... hiks...” suara lirih Charlotte dan mulai terisak isak menangis. Karena dia tadi sempat melihat Millie di belakang tubuh Papanya dengan tubuh yang menempel di tubuh Sang Papa, seperti yang dulu dia pernah lihat jika sang Mama sedang bermanja manja pada Papanya.

“Tidak Sayang... “ ucap Marcel lalu melangkah ke meja kerjanya untuk menutup layar lap topnya.

“Tapi Papa tadi dekat dekat dengan Tante Milie seperti dengan Mama dulu.” Ucap Charlotte sambil menatap wajah Papanya yang masih tampak merah.

Marcel hanya diam saja. Sambil menggendong Charlotte dia berjalan menuju ke mini pantry untuk mengambil air dingin di dalam kulkas. Marcel pun mengambil satu botol besar air mineral dingin. Dan dia tegak abis isi air botol mineral itu untuk mendinginkan tubuhnya.

Marcel pun bersyukur Charlotte puterinya sudah datang ke ruang kerjanya di saat yang tepat, sehingga dia segera tersadar.

“Hmmm apa pengaruh kopi buatan Millie tadi ya...” gumam Marcel dalam hati mulai curiga, lalu dia mengambil lagi air mineral di dalam kulkas, untuk menetralkan apa yang sudah masuk ke dalam tubuhnya.

“Papa haus banget? Panas? Padahal AC nya dingin loh Pa..” ucap Charlotte yang masih di dalam gendongan Marcel, karena melihat Papanya wajahnya merah dan menghabiskan air mineral satu botol dan masih lagi mengambil air mineral dingin.

“Entahlah keracunan kopi mungkin.” Jawab Marcel sambil menegak lagi air mineral.

“Kalau keracunan minum susu Pa...” ucap Charlotte dengan nada khawatir sambil jari mungilnya mengusap usap dahi Papanya yang berkeringat. Marcel pun menuruti saran Charlotte lalu mengambil susu yang ada di kulkas itu dan meminumnya. Pikirnya yang penting efek kopi itu cepat berkurang dan hilang.

“Charlotte kenapa belum tidur hmmm?” tanya Marcel setelah selesai menegak susu segar dari dalam kemasannya.

“Aku tadi mimpi buruk Pa, seperti ada monster datang mendekati aku dan Papa. Terus aku terbangun ingin lihat Papa. Aku ke kamar Papa, Papa tidak ada. Maka aku ke ruang kerja Papa.” Jawab Charlotte sambil tangan mungilnya mengalung di leher Papanya.

“Malah ada Tante Millie nempel nempel ke Papa. Aku tidak suka!” ucap Charlotte dengan nada tinggi sambil menjewer daun telinga Sang Papa.

“Maaf Sayang, tadi Papa merasa tubuh Papa sakit.” Ucap Marcel bohong mengatakan tubuhnya sakit yang sebenarnya dia sendiri tadi bingung merasakan tubuhnya.

“Ayo sekarang kita ke kamar Papa. Charlotte temani Papa tidur biar tidak ada monster mendatangi Papa.” Ajak Marcel sambil tersenyum. Charlotte pun mengangguk senang.

“Tapi Papa mau ke kamar mandi dulu sebentar.” Ucap Marcel sambil menurunkan tubuh mungil Charlotte, dia pun lalu berjalan menuju ke kamar mandi karena kandung kemihnya terasa penuh.

Dan beberapa menit kemudian.

“Papa cepat!” teriak Charlotte karena sudah beberapa menit Marcel tidak keluar keluar dari kamar mandi.

Dan tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan muncul sosok Marcel yang tampak wajahnya juga tidak lagi merah, wajah Marcel sudah tampak segar. Dua kancing baju yang tadi sudah dibuka oleh Millie pun sudah kembali dikancingkan oleh Marcel. Marcel lalu menggendong lagi tubuh Charlotte dan dibawa melangkah menuju ke kamarnya.

Setelah masuk ke dalam kamar. Marcel segera membaringkan tubuh mungil Charlotte di atas tempat tidurnya. Marcel lalu segera berganti baju tidur. Dan setelahnya dia pun naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh mungil Charlotte. Marcel menciumi puncak kepala Charlotte.

“Pa, benar loh aku tidak mau punya Mama Tiri Tante Millie.” Ucap Charlotte lagi sambil jari jari mungilnya membelai helai pipi Sang Papa.

“Iya Sayang.. andai Papa menikah lagi Papa akan menikah dengan wanita yang kamu Sayangi dan dia menyayangi kamu dengan tulus.” Ucap Marcel sambil mengusap usap puncak kepala Charlotte yang berada di bawah ketiaknya.

“Kalau Papa boleh jujur, Papa juga tidak menyukai Tante Millie. Bukan Tante Millie yang membuat Papa bisa tersenyum lagi tapi....” ucap Marcel sambil tersenyum dan jari jarinya masih mempermainkan rambut rambut kepala Charlotte.

“Tapi siapa Pa?” tanya Charlotte dengan penasaran sambil menatap wajah Sang Papa.

“Tapi Charlotte ha... ha... ha...” jawab Marcel sambil memencet hidung mancung Charlotte. Marcel tertawa dan Charlotte cemberut sambil menutup mulut Papanya dengan telapak mungilnya.

“Siapa Pa? Aku kepo nih..” ucap Charlotte dengan bibir cemberut.

“Tapi sayang sih.. wanita itu sudah punya calon suami.” Ucap Marcel selanjutnya dengan nada serius sudah tidak lagi tertawa.

“Oooo aku tahu Pa, pasti Ners Alamanda, iya kan. Dia kan wanita yang aku sayangi dan dia menyayangi aku. Tapi punya calon suami.” Ucap Charlotte sambil menatap wajah Sang Papa.

“Hmmm.” Gumam Marcel sambil membelai rambut kepala Charlotte dengan penuh kasih.

“Apa kamu marah jika Papa suka Ners Alamanda?” tanya Marcel kemudian.

“Tidak Papa...” jawab Charlotte dan matanya berbinar binar.

“Tapi dia sudah punya calon suami. Jadi Papa suka pada Charlotte saja ha... ha... ha...” ucap Marcel sambil menciumi wajah imut Charlotte dan kembali tertawa.

"Pa, jangan tertawa! Dengarkan aku!" ucap Charlotte sambil menutup lagi mulut Sang Papa dengan telapak mungilnya.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

syukurlah Charlotte datang tepat waktu menyelamatkan papa nya

2024-12-13

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

charlotte sang penyelamat papa nya selamat dari monster millie yang mengerikan🤣😅😂

2023-07-17

0

Nit_Nit

Nit_Nit

untung Charlotte datang. ayo Papa Marcel semangat

2023-07-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!