“Nona Millie membawakan makanan buat siapa?” tanya Alamanda dengan nada khawatir melihat menu makanan yang dibawa oleh Millie.
“Hmmm kenapa juga masih bertanya, kalau aku membawa makanan ke dalam kamar Charlotte, ya jelas dong aku mengantar makanan buat Charlotte.” Jawab Millie dengan nada ketus dan terus melangkah mendekati tempat tidur Charlotte.
“Tapi Nona Charlotte tidak diizinkan makan makanan seperti itu.” Ucap Alamanda mencoba mengingatkan pada Millie.
“Tak usah banyak cakap dan sok pintar kamu.” Saut Nyonya Hanson sambil menatap sinis ke arah Alamanda, perawat perempuan cantik yang tinggal di dalam Mansionnya.
“Iya Charlotte yang meminta sendiri dimasakkan oleh aku.” Ucap Millie dengan nada suara yang masih ketus
PLEK PLEK PLEK
Suara tepuk tangan yang terdengar di dalam kamar itu, tepuk tangan yang tidak keras bunyinya, karena dua telapak tangan mungil Charlotte yang beradu. Akan tetapi sudah bisa membuat orang orang yang di dalam ruangan itu terdiam.
“Sudah kalian taruh makanan yang sudah kalian bawa itu ke depanku.” Perintah Charlotte yang kini sudah bisa mengangkat punggungnya sendiri. Dia pun kini sudah duduk di atas tempat tidurnya.
“Nanny ambilkan meja makan untukku!” perintah Charlotte selanjutnya pada Sang Pengasuhnya.
“Tapi Nona...” ucap Alamanda dengan nada khawatir jika Charlotte menyantap makanan yang dibawa oleh Millie itu.
“Oma silahkan foto makanan makanan ini. Nanny dan Ners Alamanda juga foto makanan makanan ini, dan kirim ke hand phone Pak Dokter dan Papa.” Perintah Charlotte selanjutnya. Dia pun juga memotret dua nampan yang berisi menu makanan di atas meja makan kecil yang biasa dia pakai jika makan di atas tempat tidurnya.
CEKREK CEKREK
CEKREK CEKREK
CEKREK CEKREK
Semua orang yang ada di dalam kamar Charlotte itu, sibuk memotret dua nampan yang berisi menu makanan. Lalu mereka semua segera mengirim foto foto ke nomor hand phone Marcel dan Dokter Pribadi keluarga Hanson. Kecuali Millie dan Sang pengasuh hanya mengirim ke nomor hand phone Marcel, sebab tidak memiliki nomor hand phone Dokter Pribadi keluarga Hanson.
Sesaat kemudian hand phone Nyonya Hanson berdering demikian juga hand phone milik Alamanda. Di layar hand phone milik Nyonya Hanson tertera nama kontak Marcel sedang melakukan panggilan video. Sedangkan di layar hand phone milik Alamanda, tertera nama kontak Dokter pribadi keluarga Hanson sedang melakukan panggilan suara.
Nyonya Hanson pun segera menggeser tombol hijau, dia akan memamerkan Millie yang sudah pintar memasak buat Charlotte.
“Marcel kamu lihat foto foto tadi. Kamu pilih makanan mana yang paling enak. Tentu saja makanan hasil masakan tangan terampil Millie yang begitu menggugah selera. Aku yang di sini air liurku sudah keluar ingin mencicipi daging panggang bertabur lada hitam itu Cel.. belum lagi bakso yang hangat dengan irisan babat dan lemak benar benar menggoda.” Ucap Nyonya Hanson setelah menggeser tombol hijau, Nyonya Hanson tersenyum lebar membanggakan Millie calon menantunya.
“Mama, Mama dengar jangan berikan makanan itu pada Charlotte. Mama ingin agar anakku semakin parah ya menyuruh Millie memasak seperti itu buat anakku.” Suara Marcel dengan nada tinggi penuh emosi.
“Mama sekarang lihat di mesin pencarian jika tidak percaya pada aku dan Dokter.” Ucap Marcel selanjutnya
“Hah benarkah.. Millie mungkin tidak tahu itu Cel.” Suara Nyonya Hanson tampak kaget.
“Singkirkan makanan itu dari Charlotte.” Ucap Marcel selanjutnya dan Marcel pun minta dia akan berbicara pada Charlotte jika Charlotte tidak boleh makan menu yang ada di nampan masakan buatan Millie. Charlotte tampak mengangguk dan tersenyum sebab dia sebenarnya sudah mengetahui jika makanan yang dibuat oleh Millie akan mencelakakannya.
“Iya Tante, Millie memang tidak tahu jika itu pantangan buat Charlotte. Millie pikir itu makanan bergizi agar Charlotte cepat gemuk.” Ucap Millie berpura pura tidak tahu dan berpura pura dengan nada suara menyesal.
Sedangkan Dokter pribadi keluarga Hanson yang sedang menghubungi Alamanda, marah marah pada Alamanda, menanyakan kenapa ada makanan pantangan pasien di atas meja makan Charlotte. Setelah Alamanda menjelaskan pak dokter pun segera memerintahkan agar makanan itu segera disingkirkan dari hadapan Charlotte.
“Tante Millie sekarang bawa makanan yang kamu buat. Dan kamu sudah bisa tahu kan siapa pemenangnya.” Ucap Charlotte sambil tersenyum menatap Millie. Dan Millie pun segera mengambil nampaknya lalu pergi dari kamar Charlotte dan tidak lupa menatap Alamanda dengan penuh kebencian, karena Alamanda telah memenangkan ujian dari Charlotte.
“Segera suapi aku Ners Alamanda, aku sudah sangat lapar.” Ucap Charlotte sambil menatap Alamanda yang masih berdiri mematung karena dia tidak tahu jika Charlotte telah mengadakan lomba untuk dirinya dengan Millie.
Dengan seiringnya waktu Charlotte yang telah mengerti niat tulus Alamanda merawat dirinya. Charlotte pun mulai menyukai Alamanda. Jika tubuhnya terasa nyaman, Charlotte minta diantar Alamanda untuk jalan jalan di taman.
Charlotte yang bisa meretas nomor hand phone itu pun telah melakukan peretasan pada nomor hand phone milik Alamanda dan juga nomor hand phone milik Millie. Dan dari itu juga Charlotte sudah tahu jika Millie sudah berniat jahat pada dirinya. Millie sebenarnya sudah tahu jika makanan yang dibawa kepada dirinya adalah makanan yang akan membuatnya semakin menderita karena penyakitnya.
“Belum saatnya aku bilang pada Oma dan Papa. Yang penting sekarang ada Ners Alamanda yang sangat baik.” Gumam Charlotte dalam hati yang sedang duduk di ayunan di salah satu teman yang berada di Mansion Hanson. Alamanda berdiri di samping ayunan itu sambil mengayun ayun agar Charlotte nyaman menikmati sore harinya di taman sambil menunggu Papa Marcel pulang.
“Hmmm... tapi kasihan Ners Alamanda.. Orang tuanya memiliki banyak utang hingga dia mau bekerja menginap agar mendapat banyak uang.” Gumam Charlotte lagi dalam hati sambil memandang wajah Alamanda, yang kini pandangan Alamanda tampak menerawang jauh seperti sedang memikirkan suatu masalah yang sangat berat. Hingga mobil Marcel pun sudah masuk ke dalam Mansion, Alamanda tidak melihatnya padahal mobil yang dikendarai oleh Marcel itu jelas jelas bisa terlihat dari tempat mereka berada. Alamanda masih terus mengayun ayun, ayunan yang diduduki oleh Charlotte itu dengan pelan pelan.
“Ners... Ners... aku mau turun itu Papa sudah datang.” Ucap Charlotte yang tidak bisa turun karena ayunan terus bergoyang goyang.
“Ooo iya Nona ..maaf.. “ ucap Alamanda lalu menghentikan ayunan dan mengambil tubuh Charlotte untuk digendongnya.
“Apa Ners Alamanda sedang memikirkan suatu masalah?” tanya Charlotte yang berada di dalam gendongan Alamanda.
“Tidak ada Nona.. mungkin tadi saya hanya melamun untuk memikirkan menu makan malam Nona Charlotte.” Jawab Alamanda sambil tersenyum menutupi masalah yang sedang dipikirkannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
neng ade
Charlotte anak jenius di usia nya yg masih kecil udah bisa meretas hp orang2.. dngn begitu dia jadi tau niat jahat nya Millie dan masalah yg di hadapi Alamands
2024-12-13
0
✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT
charlot anak cerdas
2023-07-08
0
Nit_Nit
pinter cara charlot menjatuhkan millie
2023-07-08
2