Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte

“Nona Millie membawakan makanan buat siapa?” tanya Alamanda dengan nada khawatir melihat menu makanan yang dibawa oleh Millie.

“Hmmm kenapa juga masih bertanya, kalau aku membawa makanan ke dalam kamar Charlotte, ya jelas dong aku mengantar makanan buat Charlotte.” Jawab Millie dengan nada ketus dan terus melangkah mendekati tempat tidur Charlotte.

“Tapi Nona Charlotte tidak diizinkan makan makanan seperti itu.” Ucap Alamanda mencoba mengingatkan pada Millie.

“Tak usah banyak cakap dan sok pintar kamu.” Saut Nyonya Hanson sambil menatap sinis ke arah Alamanda, perawat perempuan cantik yang tinggal di dalam Mansionnya.

“Iya Charlotte yang meminta sendiri dimasakkan oleh aku.” Ucap Millie dengan nada suara yang masih ketus

PLEK PLEK PLEK

Suara tepuk tangan yang terdengar di dalam kamar itu, tepuk tangan yang tidak keras bunyinya, karena dua telapak tangan mungil Charlotte yang beradu. Akan tetapi sudah bisa membuat orang orang yang di dalam ruangan itu terdiam.

“Sudah kalian taruh makanan yang sudah kalian bawa itu ke depanku.” Perintah Charlotte yang kini sudah bisa mengangkat punggungnya sendiri. Dia pun kini sudah duduk di atas tempat tidurnya.

“Nanny ambilkan meja makan untukku!” perintah Charlotte selanjutnya pada Sang Pengasuhnya.

“Tapi Nona...” ucap Alamanda dengan nada khawatir jika Charlotte menyantap makanan yang dibawa oleh Millie itu.

“Oma silahkan foto makanan makanan ini. Nanny dan Ners Alamanda juga foto makanan makanan ini, dan kirim ke hand phone Pak Dokter dan Papa.” Perintah Charlotte selanjutnya. Dia pun juga memotret dua nampan yang berisi menu makanan di atas meja makan kecil yang biasa dia pakai jika makan di atas tempat tidurnya.

CEKREK CEKREK

CEKREK CEKREK

CEKREK CEKREK

Semua orang yang ada di dalam kamar Charlotte itu, sibuk memotret dua nampan yang berisi menu makanan. Lalu mereka semua segera mengirim foto foto ke nomor hand phone Marcel dan Dokter Pribadi keluarga Hanson. Kecuali Millie dan Sang pengasuh hanya mengirim ke nomor hand phone Marcel, sebab tidak memiliki nomor hand phone Dokter Pribadi keluarga Hanson.

Sesaat kemudian hand phone Nyonya Hanson berdering demikian juga hand phone milik Alamanda. Di layar hand phone milik Nyonya Hanson tertera nama kontak Marcel sedang melakukan panggilan video. Sedangkan di layar hand phone milik Alamanda, tertera nama kontak Dokter pribadi keluarga Hanson sedang melakukan panggilan suara.

Nyonya Hanson pun segera menggeser tombol hijau, dia akan memamerkan Millie yang sudah pintar memasak buat Charlotte.

“Marcel kamu lihat foto foto tadi. Kamu pilih makanan mana yang paling enak. Tentu saja makanan hasil masakan tangan terampil Millie yang begitu menggugah selera. Aku yang di sini air liurku sudah keluar ingin mencicipi daging panggang bertabur lada hitam itu Cel.. belum lagi bakso yang hangat dengan irisan babat dan lemak benar benar menggoda.” Ucap Nyonya Hanson setelah menggeser tombol hijau, Nyonya Hanson tersenyum lebar membanggakan Millie calon menantunya.

“Mama, Mama dengar jangan berikan makanan itu pada Charlotte. Mama ingin agar anakku semakin parah ya menyuruh Millie memasak seperti itu buat anakku.” Suara Marcel dengan nada tinggi penuh emosi.

“Mama sekarang lihat di mesin pencarian jika tidak percaya pada aku dan Dokter.” Ucap Marcel selanjutnya

“Hah benarkah.. Millie mungkin tidak tahu itu Cel.” Suara Nyonya Hanson tampak kaget.

“Singkirkan makanan itu dari Charlotte.” Ucap Marcel selanjutnya dan Marcel pun minta dia akan berbicara pada Charlotte jika Charlotte tidak boleh makan menu yang ada di nampan masakan buatan Millie. Charlotte tampak mengangguk dan tersenyum sebab dia sebenarnya sudah mengetahui jika makanan yang dibuat oleh Millie akan mencelakakannya.

“Iya Tante, Millie memang tidak tahu jika itu pantangan buat Charlotte. Millie pikir itu makanan bergizi agar Charlotte cepat gemuk.” Ucap Millie berpura pura tidak tahu dan berpura pura dengan nada suara menyesal.

Sedangkan Dokter pribadi keluarga Hanson yang sedang menghubungi Alamanda, marah marah pada Alamanda, menanyakan kenapa ada makanan pantangan pasien di atas meja makan Charlotte. Setelah Alamanda menjelaskan pak dokter pun segera memerintahkan agar makanan itu segera disingkirkan dari hadapan Charlotte.

“Tante Millie sekarang bawa makanan yang kamu buat. Dan kamu sudah bisa tahu kan siapa pemenangnya.” Ucap Charlotte sambil tersenyum menatap Millie. Dan Millie pun segera mengambil nampaknya lalu pergi dari kamar Charlotte dan tidak lupa menatap Alamanda dengan penuh kebencian, karena Alamanda telah memenangkan ujian dari Charlotte.

“Segera suapi aku Ners Alamanda, aku sudah sangat lapar.” Ucap Charlotte sambil menatap Alamanda yang masih berdiri mematung karena dia tidak tahu jika Charlotte telah mengadakan lomba untuk dirinya dengan Millie.

Dengan seiringnya waktu Charlotte yang telah mengerti niat tulus Alamanda merawat dirinya. Charlotte pun mulai menyukai Alamanda. Jika tubuhnya terasa nyaman, Charlotte minta diantar Alamanda untuk jalan jalan di taman.

Charlotte yang bisa meretas nomor hand phone itu pun telah melakukan peretasan pada nomor hand phone milik Alamanda dan juga nomor hand phone milik Millie. Dan dari itu juga Charlotte sudah tahu jika Millie sudah berniat jahat pada dirinya. Millie sebenarnya sudah tahu jika makanan yang dibawa kepada dirinya adalah makanan yang akan membuatnya semakin menderita karena penyakitnya.

“Belum saatnya aku bilang pada Oma dan Papa. Yang penting sekarang ada Ners Alamanda yang sangat baik.” Gumam Charlotte dalam hati yang sedang duduk di ayunan di salah satu teman yang berada di Mansion Hanson. Alamanda berdiri di samping ayunan itu sambil mengayun ayun agar Charlotte nyaman menikmati sore harinya di taman sambil menunggu Papa Marcel pulang.

“Hmmm... tapi kasihan Ners Alamanda.. Orang tuanya memiliki banyak utang hingga dia mau bekerja menginap agar mendapat banyak uang.” Gumam Charlotte lagi dalam hati sambil memandang wajah Alamanda, yang kini pandangan Alamanda tampak menerawang jauh seperti sedang memikirkan suatu masalah yang sangat berat. Hingga mobil Marcel pun sudah masuk ke dalam Mansion, Alamanda tidak melihatnya padahal mobil yang dikendarai oleh Marcel itu jelas jelas bisa terlihat dari tempat mereka berada. Alamanda masih terus mengayun ayun, ayunan yang diduduki oleh Charlotte itu dengan pelan pelan.

“Ners... Ners... aku mau turun itu Papa sudah datang.” Ucap Charlotte yang tidak bisa turun karena ayunan terus bergoyang goyang.

“Ooo iya Nona ..maaf.. “ ucap Alamanda lalu menghentikan ayunan dan mengambil tubuh Charlotte untuk digendongnya.

“Apa Ners Alamanda sedang memikirkan suatu masalah?” tanya Charlotte yang berada di dalam gendongan Alamanda.

“Tidak ada Nona.. mungkin tadi saya hanya melamun untuk memikirkan menu makan malam Nona Charlotte.” Jawab Alamanda sambil tersenyum menutupi masalah yang sedang dipikirkannya.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

Charlotte anak jenius di usia nya yg masih kecil udah bisa meretas hp orang2.. dngn begitu dia jadi tau niat jahat nya Millie dan masalah yg di hadapi Alamands

2024-12-13

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

charlot anak cerdas

2023-07-08

0

Nit_Nit

Nit_Nit

pinter cara charlot menjatuhkan millie

2023-07-08

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!