Bab. 14. Alamanda Pergi

“Ma...” suara Marcel tidak kalah keras dari Nyonya Hanson. Marcel pun menutup layar lap top miliknya. Nyonya Hanson terus melangkah menuju ke pintu.

“Ma tidak usah Mama pergi. Biar aku dan Charlotte yang pergi. Kalau aku dan Charlotte pergi otomatis perawat itu juga pergi.” Ucap Marcel dengan keras sambil menoleh ke arah Sang Mama.

“Hei kamu sudah berani sama Mama ya!” teriak Nyonya Hanson membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Marcel. Nyonya Hanson masih berdiri di dekat pintu ruang kerja Marcel, namun belum jadi membuka pintu ruang itu.

“Karena Mama juga memaksakan kehendak aku tidak suka dengan Millie. Millie pun juga tidak suka sama Charlotte, kenapa Mama memaksa agar aku nikah sama Millie.” Suara Marcel dengan nada tinggi.

“Cel, aku kenal betul dengan orang tua Millie, mereka keluarga terpandang. Dan Millie sangat mencintai kamu sejak kamu belum mengenal Patricia. Kalau kamu sudah menikah dengan Millie lama lama kamu juga akan suka. Millie sudah berusaha untuk mendekati Charlotte. Cuma masalahnya Charlotte belum bisa move on dari Patricia, kamu itu juga sama saja.” Ucap Nyonya Hanson tidak mau kalah keras dari suara Marcel.

“Sampai sampai perawat itu kalian jadikan sosok Patricia, kalian pakaikan baju Patricia. Kalian belikan pakaian pakaian mahal agar menjadi Patricia. Dasar dia juga perempuan matre dan gatal. Katanya sudah punya calon suami mau juga kamu bawa bawa...” ucap Nyonya Hanson kemudian masih dengan suara keras.

“Ma jangan berprasangka buruk, perawat itu mau karena demi Charlotte. Perawat itu tidak minta kami yang memberi sebagai ujud rasa terima kasih.” Ucap Marcel yang tidak rela Alamanda dituduh perempuan matra dan gatal.

“Helleh.. kamu malah membelanya, pasti kalian berdua sudah diguna guna..” ucap Nyonya tidak mau kalah.

“Ma!” teriak Marcel yang sudah kehabisan kata kata untuk memberi pemahaman pada Mamanya yang semakin ngelantur.

Sementara tahu, di luar ruang kerja Marcel itu. Alamanda yang baru saja keluar dari kamar Charlotte dan akan menuju ke kamarnya. Mendengar pertengkaran Marcel dan Nyonya Hanson itu. Saat mendengar ucapan Nyonya Hanson yang menuduhnya sebagai perempuan matre dan gatal. Alamanda terus melangkah meninggalkan tempat itu dan dengan cepat dia menuju ke kamarnya. Alamanda segera memberesi barang barang penting miliknya. Semua barang hadiah dari Marcel dan Charlotte dia tinggal. Dengan segera Alamanda keluar dari kamarnya. Saat dia keluar dari kamar dia bertemu dengan Nyonya Hanson.

“Bagus kalau kamu tahu diri, segera pergi jauh jauh dari keluargaku. Jangan kamu ingat ingat kalau kamu sudah memberikan darah kamu pada cucuku. Kamu sudah dibayar oleh Marcel.” Ucap Nyonya Hanson dengan sinis. Alamanda hanya diam saja dan terus melangkah pergi sebelum Marcel melihatnya.

Dengan setengah berlari Alamanda terus menuju ke pintu utama Mansion. Dengan cepat dia membuka kunci pintu utama Mansion itu. Saat keluar dari pintu utama, seorang petugas keamanan yang duduk tidak jauh dari tempat itu tampak kaget.

“Ners, ada masalah apa?” tanya Pak Satpam yang bertugas menjaga pintu utama Mansion, saat melihat Alamanda membawa travel bag dan wajahnya tampak kacau.

“Pak saya harus pulang ada masalah penting.” Ucap Alamanda terus berjalan menuju ke pintu gerbang. Petugas penjaga pintu gerbang pun juga menanyakan hal yang sama seperti petugas keamanan di dekat pintu utama. Alamanda pun memberikan jawaban yang sama.

Alamanda segera memesan taxi on line untuk mengantar ke rumahnya. Sesaat kemudian mobil taxi yang dipesan datang, dan Alamanda pun segera masuk ke dalam mobil taxi itu. Dan mobil terus melaju meninggalkan Mansion Hanson.

“Lebih baik aku keluar dari Mansion itu dari pada Tuan Marcel dan Nyonya Hanson terus bertengkar gara gara aku. Dan aku dituduh sebagai perempuan matre dan gatal. Amit amit...” gumam Alamanda dalam hati dan lehernya pun terasa sakit macam ada benda mengganjal di dalamnya. Mobil terus melaju menuju ke rumah orang tua Alamanda.

Sementara itu, Marcel yang ada di dalam Mansion tidak tahu jika Alamanda sudah pergi dari Mansion Hanson. Marcel keluar dari ruang kerjanya dan terus melangkah menuju ke kamarnya untuk pergi tidur.

Keesokan paginya. Di kamar Charlotte. Charlotte bangun dan sudah dimandikan oleh pengasuhnya. Dia akan berangkat sekolah karena tadi malam sudah berencana pagi ini dia akan diantar ke sekolah oleh Alamanda.

“Ners Alamanda apa belum selesai memasak buat aku ya Nanny.. kok dia belum ke sini mengatakan kalau sarapan pagi ku sudah siap di meja makan.” Ucap Charlotte saat Sang pengasuh nya memakaikan baju seragam sekolah dan mendandaninya. Sejak Charlotte sudah dinyatakan sembuh, dia sudah tidak lagi makan di dalam kamarnya, sudah ikut bergabung makan di ruang makan. Akan tetapi Charlotte masih mau Alamanda yang memasakkan makanan untuknya, Marcel pun juga senang jika dimasukkan oleh Alamanda.

“Mungkin Ners Alamanda sudah selesai memasak lalu dia bersiap siap di kamarnya. Bukannya dia akan mengantar Nona Charlotte ke sekolah.” Ucap sang pengasuh sambil terus menyelesaikan pekerjaannya.

“Owhhh iya juga... Ya sudah cepat aku akan melihat dirinya.” Ucap Charlotte sambil tersenyum lebar.

Beberapa menit kemudian Charlotte sudah tampil cantik, tas sekolah pun sudah menempel di punggungnya. Dia segera berlari menuju ke kamar Alamanda.

Dan saat pintu kamar Alamanda dibuka. Mata Charlotte melotot karena melihat meja di depan kaca rias sudah bersih tidak ada barang barang milik Alamanda. Sepatu dan tas milik Alamanda juga sudah tidak ada.

Charlotte lalu membuka lemari di kamar itu, sebagian baju Alamanda sudah tidak ada. Hanya ada barang barang baru hadiah hadiah pemberian Marcel dan Charlotte. Air mata Charlotte tiba tiba meleleh, apalagi tidak melihat sosok Alamanda di dalam kamar.

“Ners.......” teriak Charlotte dengan keras. Akan tetapi tidak ada satuan suara Alamanda.

“Ners.... kamu di mana?” teriak Charlotte lagi dengan keras sambil melangkah menuju ke kamar mandi. Saat di kamar mandi kosong tidak ada orang. Charlotte sudah mulai menangis histeris sambil memanggil manggil Alamanda.

Marcel yang baru keluar dari kamar, mendengar teriakan anaknya. Langsung berlari menuju ke sumber suara anaknya. Marcel pun terus berlari menuju ke kamar Alamanda. Pengasuh Charlotte pun juga berlari menuju ke kamar Alamanda.

“Charlotte apa yang terjadi?” teriak Marcel sambil melangkah masuk ke dalam kamar Alamanda saat mendapati anaknya menangis histeris sambil memanggil manggil Alamanda.

“Jangan menangis dulu, mungkin Ners sedang di dapur.” Ucap Marcel sambil meraih tubuh mungil anaknya lalu digendongnya.

“Iya Non, mungkin belum selesai memasak. Itu baju baju bagus Ners Alamanda masih ada di lemari.” Ucap sang pengasuh yang melihat isi di dalam lemari Alamanda yang yadi dibuka oleh Charlotte dan belum ditutup.

“Tapi sepatu dan tas Ners Alamanda tidak ada, barang barang Ners juga tidak ada hiks... hiks... hiks....Papa... Ners pergi meninggalkan kita...hua.... hua.... hua....” ucap Charlotte dan pecah lagi tangisnya dengan keras.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

nyonya Hanson perlu dikasih pelajaran tuh biar dia kapok

2024-12-13

0

🎐Tsubaki

🎐Tsubaki

yg semangat thoorrr

2023-10-24

2

Nit_Nit

Nit_Nit

lanjut kak othor

2023-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!