Bab. 8. Calon Suami Alamanda

Di suatu malam hari, setelah Charlotte selesai makan malam. Alamanda segera memberesi alat alat makan Charlotte. Sang pengasuh yang sudah selesai makan malam juga sudah masuk ke dalam kamar Charlotte, untuk bergantian menjaga Charlotte.

“Ners, kalau sudah selesai makan malam datang ke sini ya.. temani aku belajar.” Pinta Charlotte sambil menatap Alamanda. Mata Charlotte kini berbinar binar, kedua pipinya pun kini sudah berwarna merah jambu dan lebih berisi tidak tirus lagi.

“Baik Nona Cantik...” ucap Alamanda sambil tersenyum, kini Alamanda sudah tidak dilarang lagi tersenyum oleh Charlotte bahkan Charlotte pun membalas senyuman Alamanda.

Dan waktu pun berlalu, setelah selesai makan malam Alamanda kembali datang ke kamar Charlotte. Alamanda sudah tidak lagi memakai baju seragam perawat karena sudah waktunya dia selesai bekerja sebagai perawat. Alamanda sudah memakai baju piama panjang.

“Nanny silakan keluar dulu dari kamarku, aku mau berdua saja dengan Ners Alamanda.” Suara Charlotte saat Alamanda sudah masuk ke dalam kamarnya. Tampak Alamanda dan Sang pengasuh sedikit heran, akan tetapi sang pengasuh itu hanya menuruti perintah dari Nona kecilnya.

Setelah sang pengasuh keluar dari kamar, Charlotte minta Alamanda menurunkan dari tempat tidurnya dan menuntunnya untuk menuju ke sofa yang ada di dalam kamarnya itu.

“Ners.. apa Ners Alamanda masih memiliki Mama?” tanya Charlotte saat dia sudah duduk di sofa panjang yang ada di dalam kamarnya.

“Masih Nona, Mama dan Papa saya masih ada. Saya bekerja untuk membantu mereka karena saya masih punya dua adik yang masih sekolah.” Jawab Alamanda sambil mendudukkan juga pantatnya di sofa di samping Charlotte karena Charlotte yang menghendaki.

“Oooo senang jika masih punya Mama dan Papa..” gumam Charlotte lirih namun didengar oleh Alamanda. Terlihat ekspresi sedih pada raut muka Charlotte. Alamanda mengusap usap punggung mungil Charlotte mencoba untuk memberi ketenangan pada Charlotte karena dia bisa merasakan kesedihan Charlotte yang ditinggal mati Mamanya.

“Aku takut punya Mama tiri Ners.. pasti Mama tiri akan jahat kepada aku anak yang penyakitan dan merepotkan ini.” Ucap lirih Charlotte dan air mata pun mulai mengalir dari ujung kedua matanya.

Alamanda yang paham jika keadaan psikologis pasien kanker sangat mempengaruhi perkembangan sel kanker. Alamanda pun segera bangkit dari tempat duduknya dan berjongkok di depan Charlotte.

“Nona... dengar saya Nona jangan bersedih jangan memikirkan hal hal yang belum terjadi. Percaya pada Papa Marcel yang akan terus menjaga Nona.” Ucap Alamanda sambil memegang kedua telapak mungil Charlotte ditaruh di pangkuan Charlotte.

“Tapi Oma menjodohkan Papa dengan Tante Millie yang jahat.. Oma sangat sayang pada Tante Millie karena dia anak sahabat Oma katanya sudah seperti anaknya sendiri. Oma tidak percaya pada aku yang katanya tidak bisa move on dari Mama Patricia.. hiks.. hiks...hiks...” ucap Charlotte yang kini mulai terisak isak menangis. Alamanda pun lalu bangkit berdiri, dia kembali duduk di sofa di samping Charlotte dia peluk tubuh mungil Charlotte dari samping, Alamanda tidak ingin Charlotte terus bersedih hatinya.

“Nona berdoa saja semoga Allah menempatkan Mama Patricia di surga dan Charlotte berdoa agar jika mempunyai Mama tiri mendapat Mama tiri yang baik, yang sayang pada Charlotte. Allah pasti akan mendengar doa dan permintaan Charlotte.” Ucap Alamanda sambil mengusap usap puncak kepala Charlotte dan Charlotte pun menyandarkan tubuh mungilnya pada tubuh Alamanda. Ada perasaan nyaman di hati Charlotte.

“Apa doa anak kecil didengar oleh Allah, Ners?” tanya Charlotte sambil mendongak menatap wajah Alamanda.

“Pasti Allah akan mendengarkan doa hamba Nya. Baik yang anak anak, remaja, dewasa atau pun yang tua renta semua didengarkan. Kadang doa permintaan langsung dikabulkan namun kadang ditunda, atau diganti dengan hal yang dirasa tepat oleh Allah. Karena Allah yang lebih tahu segala keperluan hamba Nya...” ucap Alamanda sambil terus mengusap usap kepala Charlotte, dia mengucapkan hal itu karena itu bisa menenangkan hatinya sendiri yang sebenarnya dia pun juga memiliki masalah hidup.

“Terima kasih Ners, aku akan rajin berdoa agar Mama Patricia bahagia di surga dan aku mendapatkan Mama tiri yang baik hati.” Ucap Charlotte yang kini menegakkan tubuhnya tidak lagi bersandar pada tubuh Alamanda.

“Aku ingin punya Mama tiri yang baik seperti Ners Alamanda.” Ucap Charlotte sambil menatap wajah Alamanda.

“Iya Nona, ada banyak orang yang lebih baik dari saya.” ucap Alamanda sambil tersenyum menatap wajah cantik dan imut yang ada di depannya itu.

“Apa Ners Alamanda sudah punya pacar?” tanya Charlotte yang masih menatap wajah Alamanda. Alamanda tampak kaget dengan pertanyaan Charlotte, akan tetapi Alamanda tahu jika Nona kecil itu tidak bisa dibohongi. Akhirnya Alamanda pun berterus terang pada Charlotte.

“Saya sudah memiliki calon suami Nona. Bukan pacar dan saya tidak pernah pacaran dengan calon suami saya itu.” Ucap Alamanda dengan nada suara datar dan tersirat suatu kesedihan di balik ucapannya. Charlotte yang mendengar ucapan kalimat Alamanda tampak kaget lalu menatap wajah Alamanda dengan tatapan mata dan ekspresi wajah serius.

“Bagaimana bisa Ners, calon suami tetapi bukan pacar. Mama Patricia dan Papa Marcel pacaran sejak sekolah, mereka teman waktu sekolah terus menikah dan lahir aku. Papa sangat mencintai Mama begitu pun dengan Mama. Tetapi sayang Mama dipanggil oleh Allah, kata Papa cinta Allah pada Mama lebih besar jadi Allah memanggil Mama lebih dulu...” ucap Charlotte yang masih menatap wajah Alamanda, kini ekspresi wajah dan nada suaranya kembali sendu karena teringat akan kepergian Sang Mama untuk selama lamanya.

“Calon suami saya adalah laki laki pilihan orang tua saya Non. Saya sebagai anak harus menurut pada kemauan orang tua, sebagai wujud bakti saya pada orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkan saya.” Ucap Alamanda masih dengan nada suara datar dan pandangan mata yang menerawang jauh. Karena tidak tahu bagaimana nasib pernikahannya nanti. Alamanda hanya bisa berdoa untuk diberi kekuatan dan kesabaran.

“Tapi Ners, tidak semua kemauan orang tua harus dituruti, harus dilihat dulu seperti apa kemauannya, baik atau tidak karena orang tua juga punya keterbatasan informasi dan wawasan.” Ucap Charlotte dengan nada dan ekspresi wajah serius menatap Alamanda. Alamanda tampak tersenyum mendengar ucapan Charlotte lalu mengusap usap punggung mungil Charlotte.

“Benar Nona, sekarang saya temani Nona mau belajar apa.” Ucap Alamanda untuk mengalihkan topik pembicaraan.

“Aku sudah belajar Ners, aku hanya ingin ngobrol dengan Ners saja.” Ucap Charlotte sambil tersenyum dan akhirnya mereka pun melanjutkan obrolannya dengan tema tema ringan. Charlotte dan Alamanda pun sudah bisa tertawa di sela sela obrolan ringan mereka. Hingga tidak terasa jam tidur Charlotte pun tiba.

“Ners tidur di kamarku ya..” pinta Charlot sambil berjalan menuju ke tempat tidurnya. Alamanda yang sudah memakai baju piama panjang pun tidak bisa menolak keinginan Charlotte. Setelah mengantar Charlotte ke tempat tidur dan membaringkan tubuh Charlotte, memasang selimut dan juga boneka teman tidur Charlotte, Alamanda menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu terang. Saat Alamanda akan melangkah menuju ke sofa panjang di mana dia akan tidur di sana.

“Ners.. tidur di sini di atas tempat tidurku dan peluk aku.” Ucap Charlotte yang sudah berbaring sambil menatap wajah Alamanda dengan ekspresi penuh permohonan. Alamanda pun naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di samping tubuh Charlotte dengan perasaan yang masih canggung dia memeluk tubuh mungil Charlotte dengan hati hati.

Sementara Itu pintu kamar Charlotte yang belum dikunci tampak sedikit terbuka dan satu pasang mata melihat dua sosok yang terbaring di atas tempat tidur itu, dari balik pintu.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

Charlotte udah semakin dekat dngn Alamanda dan udah merasa nyaman juga

2024-12-13

0

Nit_Nit

Nit_Nit

siapa tuh.. lanjut tor

2023-07-09

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

pasti papa marcel yang ngintip atw si ulat keket millie🤔🤔🤔

2023-07-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!