Di pagi harinya kira kira pukul delapan lewat lima belas menit. Di pintu gerbang mansion Hanson masuk satu buah bis milik rumah sakit ternama di ibu kota. Di belakang bis itu ada mobil milik dokter pribadi keluarga Hanson yang berjalan mengikuti bis itu dengan jarak aman.
Sesaat kemudian bis itu telah berhenti. Begitu juga mobil milik pak Dokter pribadi, pintu mobil milik Pak Dokter terbuka dan muncul sosok Pak Dokter keluar dari pintu depan bagian kemudi. Dan di pintu depan satunya terbuka lalu muncul seorang perempuan muda yang wajahnya tampak cantik alamiah. Perempuan muda itu memakai baju seragam perawat.
“Mari Ners saya kenalkan pada Tuan Marcel dan Nyonya Hanson. Dan tentu saja pada Nona Kecil.” Ucap Pak Dokter pada perempuan muda berbaju seragam perawat itu. Sedangkan pintu bis terbuka akan tetapi tidak ada orang yang keluar dari dalam bis itu.
Dokter pribadi keluarga Hanson itu terus berjalan dan perawat perempuan itu berjalan di sampingnya. Saat mereka berdua sudah sampai di depan pintu utama Mansion Hanson, pintu utama itu sudah terbuka sebelum mereka menekan bel tamu. Marcel tampak berada di depan pintu dengan menggendong Charlotte yang sudah tampil cantik dengan gaun imut nan cantik pula. Charlotte ingin segera melihat bis yang akan memotret tubuhnya. Di samping Marcel berdiri Nyonya Hanson.
“Kenapa perawat perempuan yang Dokter bawa ke sini.” Ucap Nyonya Hanson dengan tatapan sinis pada perawatan perempuan cantik yang berdiri di samping Pak Dokter.
“Maaf Nyonya, kenalkan ini Alamanda Juliana, perawatan muda kami tetapi dia sudah berpengalaman dalam merawat anak anak yang bermasalah kesehatannya seperti Nona Charlotte.” Ucap Pak Dokter dan Sang Perawat cantik yang bernama Alamanda itu tersenyum ramah sambil menganggukkan kepala dan mengulurkan tangannya akan tetapi Nyonya Hanson menerima uluran tangan itu dengan malas.
“Terima kasih Dok bagi saya yang penting bisa bekerja secara profesional. Saya tidak mempermasalahkan jenis kelamin.” Ucap Marcel lalu dia mempersilahkan Dokter dan Alamanda sang perawat untuk masuk ke dalam ruang tamu Mansion. Akan tetapi saat mereka mau melangkah masuk.
“Pa.. foto sekarang.” Ucap Charlotte dan terus merengek mengajak Sang Papa untuk berjalan menuju ke bis rumah sakit. Entah apa yang sudah dijelaskan Marcel pada Charlotte hingga anak itu tampak semangat untuk segera menuju ke bis untuk foto. Mungkin Marcel menjelaskannya kalau Charlotte akan difoto bagai foto model.
Akhirnya Dokter dan Alamanda pun tidak jadi masuk ke dalam Mansion. Alamanda menawarkan diri untuk menggendong Charlotte akan tetapi Charlotte tidak mau tangan mungilnya malah semakin erat memeluk tubuh Sang Papa, wajah cantik dan imutnya pun juga disembunyikan di dada bidang Marcel. Mereka semua berjalan menuju ke bis rumah sakit. Sebuah bis yang di dalamnya ada satu ruang yang digunakan untuk melakukan foto rontgen.
Beberapa menit kemudian proses foto rontgen bagian tubuh Charlotte pun telah selesai. Charlotte tampak bibirnya cemberut mungkin proses pemotretan tidak sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Sang Papa.
“Nanti Papa potret kamu yang banyak lagi. Mau potret di mana hemm? Di taman depan taman belakang taman samping.. .” Ucap Marcel sambil menggendong Charlotte turun dari bis rumah sakit.
Alamanda pun sudah mulai bekerja hari itu juga. Marcel dan Alamanda sudah menanda tangani surat kontrak kerja. Sementara bis rumah sakit dan Pak Dokter pamit dan pergi meninggalkan Mansion Hanson.
“Sayang sudah ada Ners yang menjaga dan merawat kamu. Papa pergi kerja ya..” ucap Marcel sambil berjalan masuk ke dalam Mansion. Alamanda sambil membawa travel bag nya berjalan di belakang mereka.
“Tidak mau.” Ucap Charlotte dengan ketus. Nyonya Hanson yang berjalan di depan Marcel tampak tersenyum senang.
“Hmm kesempatan buat Millie agar dia segera datang ke sini. Agar perawat itu tidak betah tinggal di sini. Bukannya Charlotte cucuku juga tidak mau menerima kedatangan perawat itu.” Gumam Nyonya Hanson dalam hati lalu dia segera melangkah menuju ke kamarnya untuk menghubungi Millie, agar tidak didengar oleh Marcel percakapannya nanti dengan Millie.
Marcel yang masih menggendong Charlotte tampak menyuruh pelayan dan pengasuh Charlotte untuk menyiapkan tempat tidur dan perlengkapan buat Alamanda, juga menyuruh pelayan untuk membawakan travel bag Alamanda dan dibawa ke kamar Charlotte.
“Tuan, dia juga tidur di kamar Nona Charlotte?” tanya pengasuh Charlotte.
“Ya.” Jawab Marcel sambil melangkah menaiki anak tangga.
“Papa, aku tidak mau. Biar dia tidur di kamar lain saja.” Ucap Charlotte dengan lantang.
“Tapi dia bertugas untuk menjaga dan merawat kamu Sayang. Kalau kamu kesakitan lagi di tengah malam seperti tadi. Dia bisa menyembuhkan kamu.” Ucap Marcel berusaha agar Charlotte mengizinkan Alamanda tidur di kamarnya.
“Biar Nanny yang panggil dia saja atau aku tidur di kamar Papa saja, kalau dia tidur di kamarku.” Ucap Charlotte masih dengan suara lantang. Marcel pun akhirnya mengalah agar hati Charlotte tidak kesal, sebab jika hati Charlotte kesal biasanya kondisi tubuhnya akan melemah.
Alamanda yang mendengar penolakan dari Charlotte hanya diam saja, dia maklum karena memang ada tipe anak yang susah untuk menerima orang baru. Apalagi Alamanda sudah mendapat informasi dari Pak Dokter tentang rekam medis Charlotte termasuk latar belakang Charlotte yang sedih karena kematian Mamanya.
Beberapa saat kemudian tampak Nyonya Hanson berjalan menuju ke ruang tamu dan dengan segera dia membuka pintu utama Mansion.
“Ayo Sayang cepat masuk kita temui Marcel dan Charlotte. Pasti dia mau jika dirawat oleh kamu dan perawat yang kamu bawa.” Ucap Nyonya Hanson saat membukakan pintu buat Millie yang sudah datang dengan membawa satu orang perempuan paruh baya yang memakai baju perawat.
“Iya Tante, perawat yang aku bawa pintar mendongeng pasti anak anak kecil suka pada orang yang pintar mendongeng.” Ucap Millie sambil mengenalkan perawat yang dia bawa.
“Ha... ha... kamu itu memang cantik dan pintar. Sabar ya Sayang menghadapi Marcel dan Charlotte. Maklum saja mereka belum bisa move on dari Patricia, tapi aku yakin kalau kamu tinggal di sini lama lama Marcel dan Charlotte akan jatuh cinta pada kamu.” Ucap Nyonya Hanson sambil memeluk pundak Millie dari samping.
Tiga orang perempuan itu berjalan menuju ke ruang kerja Marcel. Millie terlihat begitu bersemangat. Keinginannya untuk bisa tidur di dalam Mansion Hanson kini sudah bisa terlaksana.
“Hmmm aku akan datangi Kak Marcel jika malam hari nanti..” gumam Millie dalam hati yang berencana untuk menggoda Marcel nanti.
Sesaat ketiga perempuan itu sudah sampai di depan pintu ruang kerja Marcel. Setelah mengetuk ngetuk pintu Nyonya Hanson membuka daun pintu ruang kerja Marcel yang tidak terkunci. Tampak Marcel duduk di kursi kerjanya sambil menatap layar lap topnya dengan serius. Sedangkan Charlotte tampak tiduran di sofa sambil tangannya memegang tabletnya.
Melihat pintu terbuka Marcel pun menoleh ke arah pintu dan betapa kagetnya dia saat melihat Sang Mama masuk dengan membawa Millie dan satu orang yang tidak dia kenal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Alfia Amira
miskin brrti si millie , masak cita2 nya pingin tidur di mansion orang /Chuckle//Chuckle/
2025-01-19
1
neng ade
gregetan aku sm nyonya Hanson ga tau aja dua klo perempuan itu sangat licik ..
2024-12-13
0
Nit_Nit
Charlotte sangat takut ada perempuan lain menggantikan posisi alm sang mama 😥😔
2023-07-06
2