Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda

Di pagi harinya kira kira pukul delapan lewat lima belas menit. Di pintu gerbang mansion Hanson masuk satu buah bis milik rumah sakit ternama di ibu kota. Di belakang bis itu ada mobil milik dokter pribadi keluarga Hanson yang berjalan mengikuti bis itu dengan jarak aman.

Sesaat kemudian bis itu telah berhenti. Begitu juga mobil milik pak Dokter pribadi, pintu mobil milik Pak Dokter terbuka dan muncul sosok Pak Dokter keluar dari pintu depan bagian kemudi. Dan di pintu depan satunya terbuka lalu muncul seorang perempuan muda yang wajahnya tampak cantik alamiah. Perempuan muda itu memakai baju seragam perawat.

“Mari Ners saya kenalkan pada Tuan Marcel dan Nyonya Hanson. Dan tentu saja pada Nona Kecil.” Ucap Pak Dokter pada perempuan muda berbaju seragam perawat itu. Sedangkan pintu bis terbuka akan tetapi tidak ada orang yang keluar dari dalam bis itu.

Dokter pribadi keluarga Hanson itu terus berjalan dan perawat perempuan itu berjalan di sampingnya. Saat mereka berdua sudah sampai di depan pintu utama Mansion Hanson, pintu utama itu sudah terbuka sebelum mereka menekan bel tamu. Marcel tampak berada di depan pintu dengan menggendong Charlotte yang sudah tampil cantik dengan gaun imut nan cantik pula. Charlotte ingin segera melihat bis yang akan memotret tubuhnya. Di samping Marcel berdiri Nyonya Hanson.

“Kenapa perawat perempuan yang Dokter bawa ke sini.” Ucap Nyonya Hanson dengan tatapan sinis pada perawatan perempuan cantik yang berdiri di samping Pak Dokter.

“Maaf Nyonya, kenalkan ini Alamanda Juliana, perawatan muda kami tetapi dia sudah berpengalaman dalam merawat anak anak yang bermasalah kesehatannya seperti Nona Charlotte.” Ucap Pak Dokter dan Sang Perawat cantik yang bernama Alamanda itu tersenyum ramah sambil menganggukkan kepala dan mengulurkan tangannya akan tetapi Nyonya Hanson menerima uluran tangan itu dengan malas.

“Terima kasih Dok bagi saya yang penting bisa bekerja secara profesional. Saya tidak mempermasalahkan jenis kelamin.” Ucap Marcel lalu dia mempersilahkan Dokter dan Alamanda sang perawat untuk masuk ke dalam ruang tamu Mansion. Akan tetapi saat mereka mau melangkah masuk.

“Pa.. foto sekarang.” Ucap Charlotte dan terus merengek mengajak Sang Papa untuk berjalan menuju ke bis rumah sakit. Entah apa yang sudah dijelaskan Marcel pada Charlotte hingga anak itu tampak semangat untuk segera menuju ke bis untuk foto. Mungkin Marcel menjelaskannya kalau Charlotte akan difoto bagai foto model.

Akhirnya Dokter dan Alamanda pun tidak jadi masuk ke dalam Mansion. Alamanda menawarkan diri untuk menggendong Charlotte akan tetapi Charlotte tidak mau tangan mungilnya malah semakin erat memeluk tubuh Sang Papa, wajah cantik dan imutnya pun juga disembunyikan di dada bidang Marcel. Mereka semua berjalan menuju ke bis rumah sakit. Sebuah bis yang di dalamnya ada satu ruang yang digunakan untuk melakukan foto rontgen.

Beberapa menit kemudian proses foto rontgen bagian tubuh Charlotte pun telah selesai. Charlotte tampak bibirnya cemberut mungkin proses pemotretan tidak sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Sang Papa.

“Nanti Papa potret kamu yang banyak lagi. Mau potret di mana hemm? Di taman depan taman belakang taman samping.. .” Ucap Marcel sambil menggendong Charlotte turun dari bis rumah sakit.

Alamanda pun sudah mulai bekerja hari itu juga. Marcel dan Alamanda sudah menanda tangani surat kontrak kerja. Sementara bis rumah sakit dan Pak Dokter pamit dan pergi meninggalkan Mansion Hanson.

“Sayang sudah ada Ners yang menjaga dan merawat kamu. Papa pergi kerja ya..” ucap Marcel sambil berjalan masuk ke dalam Mansion. Alamanda sambil membawa travel bag nya berjalan di belakang mereka.

“Tidak mau.” Ucap Charlotte dengan ketus. Nyonya Hanson yang berjalan di depan Marcel tampak tersenyum senang.

“Hmm kesempatan buat Millie agar dia segera datang ke sini. Agar perawat itu tidak betah tinggal di sini. Bukannya Charlotte cucuku juga tidak mau menerima kedatangan perawat itu.” Gumam Nyonya Hanson dalam hati lalu dia segera melangkah menuju ke kamarnya untuk menghubungi Millie, agar tidak didengar oleh Marcel percakapannya nanti dengan Millie.

Marcel yang masih menggendong Charlotte tampak menyuruh pelayan dan pengasuh Charlotte untuk menyiapkan tempat tidur dan perlengkapan buat Alamanda, juga menyuruh pelayan untuk membawakan travel bag Alamanda dan dibawa ke kamar Charlotte.

“Tuan, dia juga tidur di kamar Nona Charlotte?” tanya pengasuh Charlotte.

“Ya.” Jawab Marcel sambil melangkah menaiki anak tangga.

“Papa, aku tidak mau. Biar dia tidur di kamar lain saja.” Ucap Charlotte dengan lantang.

“Tapi dia bertugas untuk menjaga dan merawat kamu Sayang. Kalau kamu kesakitan lagi di tengah malam seperti tadi. Dia bisa menyembuhkan kamu.” Ucap Marcel berusaha agar Charlotte mengizinkan Alamanda tidur di kamarnya.

“Biar Nanny yang panggil dia saja atau aku tidur di kamar Papa saja, kalau dia tidur di kamarku.” Ucap Charlotte masih dengan suara lantang. Marcel pun akhirnya mengalah agar hati Charlotte tidak kesal, sebab jika hati Charlotte kesal biasanya kondisi tubuhnya akan melemah.

Alamanda yang mendengar penolakan dari Charlotte hanya diam saja, dia maklum karena memang ada tipe anak yang susah untuk menerima orang baru. Apalagi Alamanda sudah mendapat informasi dari Pak Dokter tentang rekam medis Charlotte termasuk latar belakang Charlotte yang sedih karena kematian Mamanya.

Beberapa saat kemudian tampak Nyonya Hanson berjalan menuju ke ruang tamu dan dengan segera dia membuka pintu utama Mansion.

“Ayo Sayang cepat masuk kita temui Marcel dan Charlotte. Pasti dia mau jika dirawat oleh kamu dan perawat yang kamu bawa.” Ucap Nyonya Hanson saat membukakan pintu buat Millie yang sudah datang dengan membawa satu orang perempuan paruh baya yang memakai baju perawat.

“Iya Tante, perawat yang aku bawa pintar mendongeng pasti anak anak kecil suka pada orang yang pintar mendongeng.” Ucap Millie sambil mengenalkan perawat yang dia bawa.

“Ha... ha... kamu itu memang cantik dan pintar. Sabar ya Sayang menghadapi Marcel dan Charlotte. Maklum saja mereka belum bisa move on dari Patricia, tapi aku yakin kalau kamu tinggal di sini lama lama Marcel dan Charlotte akan jatuh cinta pada kamu.” Ucap Nyonya Hanson sambil memeluk pundak Millie dari samping.

Tiga orang perempuan itu berjalan menuju ke ruang kerja Marcel. Millie terlihat begitu bersemangat. Keinginannya untuk bisa tidur di dalam Mansion Hanson kini sudah bisa terlaksana.

“Hmmm aku akan datangi Kak Marcel jika malam hari nanti..” gumam Millie dalam hati yang berencana untuk menggoda Marcel nanti.

Sesaat ketiga perempuan itu sudah sampai di depan pintu ruang kerja Marcel. Setelah mengetuk ngetuk pintu Nyonya Hanson membuka daun pintu ruang kerja Marcel yang tidak terkunci. Tampak Marcel duduk di kursi kerjanya sambil menatap layar lap topnya dengan serius. Sedangkan Charlotte tampak tiduran di sofa sambil tangannya memegang tabletnya.

Melihat pintu terbuka Marcel pun menoleh ke arah pintu dan betapa kagetnya dia saat melihat Sang Mama masuk dengan membawa Millie dan satu orang yang tidak dia kenal.

Terpopuler

Comments

Alfia Amira

Alfia Amira

miskin brrti si millie , masak cita2 nya pingin tidur di mansion orang /Chuckle//Chuckle/

2025-01-19

1

neng ade

neng ade

gregetan aku sm nyonya Hanson ga tau aja dua klo perempuan itu sangat licik ..

2024-12-13

0

Nit_Nit

Nit_Nit

Charlotte sangat takut ada perempuan lain menggantikan posisi alm sang mama 😥😔

2023-07-06

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!