“Kapan, dia datang Pa?” tanya Alamanda sambil menatap Sang Papa dengan nada dan ekspresi wajah serius.
“Nanti malam.” Jawab Papanya Alamanda, tampak Alamanda kaget sebab rencananya dia akan kembali lagi ke Mansion Hanson sore hari dan pasti Nona Charlotte sudah menanti dirinya, apalagi Charlotte khawatir jika makan bukan masakan Alamanda.
Terlihat Alamanda mengambil hand phone yang berada di tas tangannya. Alamanda lalu mengusap usap layar hand phone dia membuka toko on line untuk belanja bahan bahan sehat untuk memasakkan menu makan Charlotte. Dan tidak lama kemudian pesanan Alamanda pun sudah datang.
“Apa kamu akan memasakkan untuk calon suamimu Al?” tanya Sang Mama dari balik warung saat melihat pesanan Alamanda sudah datang. Dan Alamanda hanya menggelengkan kepala lalu berjalan menuju ke dapur.
Setelah selesai memasak Alamanda menaruh masakan untuk Charlotte itu pada box makan yang paling bagus dan kualitas terbaik yang ada di dalam rumahnya. Dan pasti Sang Mama akan marah kepada dirinya, sebab box makan mahal yang dibeli dengan cara kredit itu dipakai oleh Alamanda. Alamanda pun berjalan keluar dari dapur untuk menuju ke mobil milik keluarga Hanson yang terparkir di mulut yang.
“Pak, acara saya belum selesai. Tolong sampaikan pada Nona Charlotte dan ini makanan untuk Nona Charlotte.” Ucap Alamanda saat sudah berada di dekat mobil yang tadi mengantarnya.
“Kalau Nona Charlotte tanya kapan Ners Alamanda kembali saya harus jawab apa Ners?” tanya Pak Sopir sambil menerima box makan dari tangan Alamanda.
“Nanti saya akan menghubungi Nona Charlotte, Pak.” Jawab Alamanda dengan nada lesu, sebab dia sendiri pun belum tahu pasti hasil pembicaraannya nanti malam. Kaca jendela mobil itu pun lalu tertutup dan mobil berjalan meninggalkan Alamanda yang masih berdiri mematung.
Mobil terus melaju menuju ke Mansion Hanson. Setelah perjalanan satu jam lebih mobil sudah memasuki halaman mansion Hanson dan langsung menuju ke garasi. Pak sopir setelah keluar dari mobil langsung berjalan menuju ke mansion utama untuk menemui Charlotte.
Saat Pak Sopir masuk kembali ke dalam Mansion. Millie yang sedang duduk di ruang keluarga tampak tersenyum senang.
“Hmmm akhirnya perawat udik itu tidak lagi ada di mansion ini. Coba aku lihat apa yang sedang terjadi.” Gumam Millie sambil bangkit berdiri dan menyusul langkah kaki pak sopir yang berjalan menuju ke kamar Charlotte. Millie pun menguping pembicaraan Pak Sopir dan Charlotte.
“Kapan Ners balik lagi ke sini Pak?” tanya Charlotte dengan nada dan ekspresi wajah sedih.
“Katanya nanti Ners Alamanda akan menghubungi Nona untuk mengatakan kapan Ners akan kembali.” Jawab Pak Sopir berkata jujur apa adanya.
“Pasti Ners akan lama hiks.... hiks... hiks....” ucap Charlotte yang mulai terisak isak.
“Nona jangan menangis nanti Pak sopir mau kok untuk mengambilkan makanan untuk Nona.” Ucap Pak Sopir berusaha untuk menghibur Charlotte, sang pengasuh yang sejak tadi mendampingi Charlotte pun ikut menghibur Charlotte. Akan tetapi tiba tiba pintu kamar Charlotte terbuka.
“Charlotte sayang.. Kamu jangan khawatir aku merawat kamu, aku sudah tahu makanan apa yang baik buat kamu dan makanan apa yang tidak boleh kamu makan. Aku akan memasakkan buat kamu Charlotte...” ucap Millie sambil berjalan masuk ke dalam kamar Charlotte. Charlotte tidak berhenti menangisnya akan tetapi malah semakin tersedu sedu.
Sang pengasuh yang sudah tahu jika Charlotte tidak boleh bersedih hatinya segera menelepon Marcel melaporkan apa yang telah terjadi termasuk kedatangan Millie di kamar Charlotte.
“Berikan hand phone pada Millie aku bicara padanya.” Suara Marcel dari balik hand phone milik pengasuh Charlotte itu. Sang pengasuh itu pun segera memberikan hand phone miliknya kepada Millie.
“Hallo Sayang...” Suara Millie dengan manja, dan membuat Charlotte semakin menangis tersedu sedu.
“Millie segera kamu keluar dari kamar Charlotte.” Suara Marcel dengan nada tinggi
“Sayang aku calon Mamanya, aku akan merawat dia.” Ucap Millie dengan nada tinggi juga..
“Aku tidak mau!” teriak Charlotte yang mendengar ucapan Millie.
“Millie kamu tidak memiliki latar belakang medis cepat kamu keluar dari kamar anakku. Atau aku suruh satpam mengusir kamu.” Suara Marcel dengan nada emosi. Dan Millie pun segera keluar dari kamar Charlotte sampai sampai lupa untuk mengembalikan hand phone milik pengasuh Charlotte.
Dan waktu pun terus berlalu, dari siang hingga malam Charlotte tampak sedih hatinya. Charlotte pun tidak mau tidur di kamarnya takut jika Millie akan datang lagi. Dan akhirnya Charlotte tidur di kamar Marcel.
Charlotte tidur di samping Marcel. Dengan lembut Marcel mengusap usap kepala Charlotte. Namun tiba tiba ekspresi Marcel tampak kaget. Marcel pun bangkit dari posisi tidurnya dan duduk sambil menatap wajah Charlotte.
“Sayang kamu demam lagi dan kenapa kamu menangis?” ucap Marcel karena saat dia mengusap kepala Charlotte telapak tangannya merasa suhu tubuh Charlotte kembali panas akan tetapi ada air di wajah Charlotte dan setelah dilihat itu adalah air mata Charlotte yang meleleh. Charlotte menangis tanpa suara.
“Apa sakit lagi Sayang?” tanya Marcel tanpa menunggu jawaban dari Charlotte Marcel pun segera menghubungi Dokter pribadi keluarga Hanson.
Dan tidak lama kemudian Dokter pribadi keluarga Hanson pun telah datang dan masuk ke dalam kamar Marcel untuk memeriksa Charlotte. Kali ini Marcel tidak memberi tahu pada Nyonya Hanson karena khawatir jika Millie ikut masuk ke dalam kamarnya dan semakin membuat Charlotte bersedih.
“Bagaimana Dok?” tanya Marcel setelah Pak Dokter selesai melakukan pemeriksaan.
“Tuan, saran saya lebih baik Nona Charlotte dibawa ke rumah sakit dan dilakukan operasi agar sel kanker bisa diambil tidak semakin berkembang.” Ucap Pak Dokter sambil menatap wajah Marcel dengan serius.
“Apa operasi itu tidak membahayakan anak saya Dok?” tanya Marcel karena khawatir jika operasi gagal dan kejadian seperti pada Sang isteri tercintanya.
“Lebih baik dilakukan sekarang sebelum sel kanker menjadi lebih banyak dan menyebar pada tulang lainnya. Charlotte masih anak anak nanti sel tulang Charlot bisa tumbuh lagi. Dan nanti dilanjutkan dengan pola makan dan pola hidup yang sehat, agar sel kanker tidak muncul lagi di tubuh Charlotte.” Ucap pak Dokter selanjutnya.
“Sayang kita ke rumah sakit ya.. Agar Charlotte bisa hidup sehat bisa menemani Papa sampai Papa tua nanti.” Ucap Marcel sambil mengusap usap kepala Charlotte dengan lembut. Dan tampak Charlotte ekspresi wajahnya berpikir pikir.
“Aku mau pergi ke rumah sakit asal dengan Ners Alamanda.” Ucap Charlotte sambil menatap wajah Marcel dan Pak Dokter pribadi keluarga Hanson.
“Okey, baiklah Papa akan menghubungi Ners Alamanda agar dia mau menemani kamu di rumah sakit.” Ucap Marcel sambil masih mengusap usap kepala Charlotte dengan lembut. Dan selanjutnya dia pun mengambil hand phone yang dia taruh tidak jauh dari tempat duduknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
neng ade
semoga Ners Alamanda cepat kembali lagi agar Charlotte bisa di operasi..
2024-12-13
0
✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT
semoga ners alamanda bisa menemani charlot kasian 🥺🥺
2023-07-11
1
Nit_Nit
gitu dech kl sedih jadi kambuh, semoga Alamanda bisa menemani Charlot operasi di rumah sakit dan cepat sembuh
2023-07-10
3