Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi

“Kapan, dia datang Pa?” tanya Alamanda sambil menatap Sang Papa dengan nada dan ekspresi wajah serius.

“Nanti malam.” Jawab Papanya Alamanda, tampak Alamanda kaget sebab rencananya dia akan kembali lagi ke Mansion Hanson sore hari dan pasti Nona Charlotte sudah menanti dirinya, apalagi Charlotte khawatir jika makan bukan masakan Alamanda.

Terlihat Alamanda mengambil hand phone yang berada di tas tangannya. Alamanda lalu mengusap usap layar hand phone dia membuka toko on line untuk belanja bahan bahan sehat untuk memasakkan menu makan Charlotte. Dan tidak lama kemudian pesanan Alamanda pun sudah datang.

“Apa kamu akan memasakkan untuk calon suamimu Al?” tanya Sang Mama dari balik warung saat melihat pesanan Alamanda sudah datang. Dan Alamanda hanya menggelengkan kepala lalu berjalan menuju ke dapur.

Setelah selesai memasak Alamanda menaruh masakan untuk Charlotte itu pada box makan yang paling bagus dan kualitas terbaik yang ada di dalam rumahnya. Dan pasti Sang Mama akan marah kepada dirinya, sebab box makan mahal yang dibeli dengan cara kredit itu dipakai oleh Alamanda. Alamanda pun berjalan keluar dari dapur untuk menuju ke mobil milik keluarga Hanson yang terparkir di mulut yang.

“Pak, acara saya belum selesai. Tolong sampaikan pada Nona Charlotte dan ini makanan untuk Nona Charlotte.” Ucap Alamanda saat sudah berada di dekat mobil yang tadi mengantarnya.

“Kalau Nona Charlotte tanya kapan Ners Alamanda kembali saya harus jawab apa Ners?” tanya Pak Sopir sambil menerima box makan dari tangan Alamanda.

“Nanti saya akan menghubungi Nona Charlotte, Pak.” Jawab Alamanda dengan nada lesu, sebab dia sendiri pun belum tahu pasti hasil pembicaraannya nanti malam. Kaca jendela mobil itu pun lalu tertutup dan mobil berjalan meninggalkan Alamanda yang masih berdiri mematung.

Mobil terus melaju menuju ke Mansion Hanson. Setelah perjalanan satu jam lebih mobil sudah memasuki halaman mansion Hanson dan langsung menuju ke garasi. Pak sopir setelah keluar dari mobil langsung berjalan menuju ke mansion utama untuk menemui Charlotte.

Saat Pak Sopir masuk kembali ke dalam Mansion. Millie yang sedang duduk di ruang keluarga tampak tersenyum senang.

“Hmmm akhirnya perawat udik itu tidak lagi ada di mansion ini. Coba aku lihat apa yang sedang terjadi.” Gumam Millie sambil bangkit berdiri dan menyusul langkah kaki pak sopir yang berjalan menuju ke kamar Charlotte. Millie pun menguping pembicaraan Pak Sopir dan Charlotte.

“Kapan Ners balik lagi ke sini Pak?” tanya Charlotte dengan nada dan ekspresi wajah sedih.

“Katanya nanti Ners Alamanda akan menghubungi Nona untuk mengatakan kapan Ners akan kembali.” Jawab Pak Sopir berkata jujur apa adanya.

“Pasti Ners akan lama hiks.... hiks... hiks....” ucap Charlotte yang mulai terisak isak.

“Nona jangan menangis nanti Pak sopir mau kok untuk mengambilkan makanan untuk Nona.” Ucap Pak Sopir berusaha untuk menghibur Charlotte, sang pengasuh yang sejak tadi mendampingi Charlotte pun ikut menghibur Charlotte. Akan tetapi tiba tiba pintu kamar Charlotte terbuka.

“Charlotte sayang.. Kamu jangan khawatir aku merawat kamu, aku sudah tahu makanan apa yang baik buat kamu dan makanan apa yang tidak boleh kamu makan. Aku akan memasakkan buat kamu Charlotte...” ucap Millie sambil berjalan masuk ke dalam kamar Charlotte. Charlotte tidak berhenti menangisnya akan tetapi malah semakin tersedu sedu.

Sang pengasuh yang sudah tahu jika Charlotte tidak boleh bersedih hatinya segera menelepon Marcel melaporkan apa yang telah terjadi termasuk kedatangan Millie di kamar Charlotte.

“Berikan hand phone pada Millie aku bicara padanya.” Suara Marcel dari balik hand phone milik pengasuh Charlotte itu. Sang pengasuh itu pun segera memberikan hand phone miliknya kepada Millie.

“Hallo Sayang...” Suara Millie dengan manja, dan membuat Charlotte semakin menangis tersedu sedu.

“Millie segera kamu keluar dari kamar Charlotte.” Suara Marcel dengan nada tinggi

“Sayang aku calon Mamanya, aku akan merawat dia.” Ucap Millie dengan nada tinggi juga..

“Aku tidak mau!” teriak Charlotte yang mendengar ucapan Millie.

“Millie kamu tidak memiliki latar belakang medis cepat kamu keluar dari kamar anakku. Atau aku suruh satpam mengusir kamu.” Suara Marcel dengan nada emosi. Dan Millie pun segera keluar dari kamar Charlotte sampai sampai lupa untuk mengembalikan hand phone milik pengasuh Charlotte.

Dan waktu pun terus berlalu, dari siang hingga malam Charlotte tampak sedih hatinya. Charlotte pun tidak mau tidur di kamarnya takut jika Millie akan datang lagi. Dan akhirnya Charlotte tidur di kamar Marcel.

Charlotte tidur di samping Marcel. Dengan lembut Marcel mengusap usap kepala Charlotte. Namun tiba tiba ekspresi Marcel tampak kaget. Marcel pun bangkit dari posisi tidurnya dan duduk sambil menatap wajah Charlotte.

“Sayang kamu demam lagi dan kenapa kamu menangis?” ucap Marcel karena saat dia mengusap kepala Charlotte telapak tangannya merasa suhu tubuh Charlotte kembali panas akan tetapi ada air di wajah Charlotte dan setelah dilihat itu adalah air mata Charlotte yang meleleh. Charlotte menangis tanpa suara.

“Apa sakit lagi Sayang?” tanya Marcel tanpa menunggu jawaban dari Charlotte Marcel pun segera menghubungi Dokter pribadi keluarga Hanson.

Dan tidak lama kemudian Dokter pribadi keluarga Hanson pun telah datang dan masuk ke dalam kamar Marcel untuk memeriksa Charlotte. Kali ini Marcel tidak memberi tahu pada Nyonya Hanson karena khawatir jika Millie ikut masuk ke dalam kamarnya dan semakin membuat Charlotte bersedih.

“Bagaimana Dok?” tanya Marcel setelah Pak Dokter selesai melakukan pemeriksaan.

“Tuan, saran saya lebih baik Nona Charlotte dibawa ke rumah sakit dan dilakukan operasi agar sel kanker bisa diambil tidak semakin berkembang.” Ucap Pak Dokter sambil menatap wajah Marcel dengan serius.

“Apa operasi itu tidak membahayakan anak saya Dok?” tanya Marcel karena khawatir jika operasi gagal dan kejadian seperti pada Sang isteri tercintanya.

“Lebih baik dilakukan sekarang sebelum sel kanker menjadi lebih banyak dan menyebar pada tulang lainnya. Charlotte masih anak anak nanti sel tulang Charlot bisa tumbuh lagi. Dan nanti dilanjutkan dengan pola makan dan pola hidup yang sehat, agar sel kanker tidak muncul lagi di tubuh Charlotte.” Ucap pak Dokter selanjutnya.

“Sayang kita ke rumah sakit ya.. Agar Charlotte bisa hidup sehat bisa menemani Papa sampai Papa tua nanti.” Ucap Marcel sambil mengusap usap kepala Charlotte dengan lembut. Dan tampak Charlotte ekspresi wajahnya berpikir pikir.

“Aku mau pergi ke rumah sakit asal dengan Ners Alamanda.” Ucap Charlotte sambil menatap wajah Marcel dan Pak Dokter pribadi keluarga Hanson.

“Okey, baiklah Papa akan menghubungi Ners Alamanda agar dia mau menemani kamu di rumah sakit.” Ucap Marcel sambil masih mengusap usap kepala Charlotte dengan lembut. Dan selanjutnya dia pun mengambil hand phone yang dia taruh tidak jauh dari tempat duduknya.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

semoga Ners Alamanda cepat kembali lagi agar Charlotte bisa di operasi..

2024-12-13

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

semoga ners alamanda bisa menemani charlot kasian 🥺🥺

2023-07-11

1

Nit_Nit

Nit_Nit

gitu dech kl sedih jadi kambuh, semoga Alamanda bisa menemani Charlot operasi di rumah sakit dan cepat sembuh

2023-07-10

3

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Hadirnya Millie
2 Bab. 2. Kanker Tulang
3 Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4 Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5 Bab. 5. Rencana Millie
6 Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7 Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8 Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9 Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10 Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11 Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12 Bab. 12. Jatuh Hati
13 Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14 Bab. 14. Alamanda Pergi
15 Bab. 15. Ada Yang Hilang
16 Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17 Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18 Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19 Bab. 19. Lamaran Alamanda
20 Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21 Bab. 21. Marcel Gelisah
22 Bab. 22. Tak Ada Restu
23 Bab. 23. Air Keras
24 Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25 Bab. 25. Selamat?
26 Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27 Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28 Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29 Bab. 29. Bukti
30 Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31 Bab. 31. Menunggu Waktu
32 Bab. 32. Ditolak
33 Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34 Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35 Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37 Bab. 37. Karena Charlotte
38 Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39 Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40 Bab. 40. Terpaksa Merestui
41 Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55.
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90.
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Bab. 148.
149 Bab. 149.
150 Bab. 150. Ngidam
151 Bab. 151.
152 Bab. 152.
153 Bab. 153.
154 PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155 Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab. 1. Hadirnya Millie
2
Bab. 2. Kanker Tulang
3
Bab. 3. Penolakan Charlotte Pada Alamanda
4
Bab. 4. Millie dan Alamanda Tinggal di Mansion Hanson
5
Bab. 5. Rencana Millie
6
Bab. 6. Ujian Dari Charlotte
7
Bab. 7. Luluhnya Hati Charlotte
8
Bab. 8. Calon Suami Alamanda
9
Bab. 9. Alamanda Harus Pulang
10
Bab. 10. Charlotte Harus Dioperasi
11
Bab. 11. Charlotte Kekurangan Darah
12
Bab. 12. Jatuh Hati
13
Bab. 13. Ultimatum Nyonya Hanson
14
Bab. 14. Alamanda Pergi
15
Bab. 15. Ada Yang Hilang
16
Bab. 16. Menggoda Marcel (Kopi Penambah Gairah)
17
Bab. 17. Curahan Hati Marcel
18
Bab. 18. Ke Rumah Alamanda
19
Bab. 19. Lamaran Alamanda
20
Bab. 20. Charlotte Menggagalkan Lamaran Alamanda
21
Bab. 21. Marcel Gelisah
22
Bab. 22. Tak Ada Restu
23
Bab. 23. Air Keras
24
Bab. 24. Alamanda Dalam Bahaya
25
Bab. 25. Selamat?
26
Bab. 26. Tawaran Buat Alamanda
27
Bab. 27. Charlotte Meretas Hand Phone Kevin
28
Bab. 28. Transferan Buat Marcel
29
Bab. 29. Bukti
30
Bab. 30. Alamanda di Mansion Ernestan
31
Bab. 31. Menunggu Waktu
32
Bab. 32. Ditolak
33
Bab. 33. Membuka Rahasia Millie
34
Bab. 34. Membatalkan Perjodohan Marcel dan Millie ( Ancaman Buat Nyonya Hanson)
35
Bab. 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab. 36.. Siapa Alamanda?
37
Bab. 37. Karena Charlotte
38
Bab. 38. Suasana Romantis yang Terganggu
39
Bab. 39. Mencari Informasi Keluarga Alamanda
40
Bab. 40. Terpaksa Merestui
41
Bab. 41. Hak Asuh Charlotte
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55.
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90.
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Bab. 148.
149
Bab. 149.
150
Bab. 150. Ngidam
151
Bab. 151.
152
Bab. 152.
153
Bab. 153.
154
PROMO NOVEL SUKSES SETELAH DIHINA DAN DICERAI
155
Promo Novel Dipecat Malah Jadi Juragan
156
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!