Kepedihan

“Tidak ada yang tersisa. Malam itu juga mayat seluruh penghuni istana ditumpuk di alun-alun. Goenhrad menyebar para pembunuh bayaran di antara para penduduk. Setiap orang yang menunjukkan kesetiaan pada keluarga raja langsung dibunuh. Satu per satu rakyat yang setia pada Raja Agung Orsgadt berjatuhan ke lantai alun-alun. Semuanya mati mengenaskan. Goenhrad menjadikan mereka contoh bagi yang lain.”

Urndie menunduk. Nafasnya terdengar sangat berat. Emune belum pernah melihat Urndie seperti itu. Cerita ini tampak nyata saat Urndie memaparkannya. Mungkinkah ini seperti yang Emune kira?

“Urndie, kau ada di sana? Kau menyaksikan kejadian itu?” tanya Emune dengan suara tertahan.

Urndie mengusap matanya yang basah. “Ya, putriku seusiamu saat itu. Ia baru beberapa minggu diterima bekerja di istana. Harusnya ia libur hari itu tapi ia begitu bersemangat ingin melihat cucu raja yang baru lahir.” Urndie diam sesaat. Ia seperti kesulitan menghirup udara. “Dia … dia ada di antara tumpukan mayat. Aku tidak bisa menolongnya.”

Emune menghampiri Urndie yang terduduk lemas di kursinya. Emune duduk di bangku kecil yang biasa digunakan Urndie untuk meletakkan kakinya saat bersantai di kursi kesayangannya itu. Ia menggenggam tangan Urndie.

“Maafkan aku. Aku seharusnya tidak memintamu menceritakan ini. Maafkan aku,” ucap Emune sungguh-sungguh.

Urndie mengangkat mukanya. Ia seperti melihat putrinya tersenyum padanya. Ia tahu dirinya sedang berhalusinasi. Putrinya sudah pergi ke dunia lain, belasan tahun yang lalu. Dengan cepat ia memegang bahu Emune, membuatnya berdiri dan membawanya ke kursinya semula.

“Bukan salahmu. Ayo, duduklah. Aku akan lanjutkan ceritanya.” Urndie merangkum kedua tangannya. Kejadiannya sudah lama tapi luka itu masih terasa. Entah mengapa ia merasa bercerita pada Emune membuat dadanya sedikit lega. “Hari itu, Goenhrad mengeluarkan ultimatum bahwa siapa pun yang menentangnya akan dieksekusi. Siapa pun tidak boleh menyebut semua yang terkait dengan Raja Agung Orsgadt.”

“Kejam! Dimana bantuan dari kerajaan-kerajaan lain? Apakah kerajaan peri tidak mengetahui kejadian ini? Mereka tidak membantu?”

“Situasinya sangat rumit saat itu. Ada penyihir hitam di pihak Goenhrad. Penyihir itu menguasai naga Anthura, naga raksasa yang tertidur sejak ribuan tahun lalu. Setelah pembantaian di kerajaan, keesokan harinya ia mengirim utusan ke seluruh kerajaan tetangga. Jika mereka berani melawannya, naga Anthura akan membumihanguskan kerajaan mereka. Itu bukan ancaman kosong.”

Hari itu naga Anthura dibangunkan dari tidur panjangnya dan terbang di langit Artamea. Tidak ada satupun kerajaan yang berani mengambil resiko. Raja Peri Dougraff tidak melakukan tindakan apapun sesuai perjanjiannya dengan Wilhelm Orsgadt dahulu, bahwa setelah terciptanya wilayah aman bagi manusia, kerajaan peri tidak akan ikut campur urusan manusia.”

“Itu sangat mengerikan. Apa yang terjadi setelah itu? Apakah naga Anthura masih ada?”

“Naga itu hampir 3 tahun lamanya tampak di langit Artamea. Setelah itu ia ditidurkan kembali oleh si penyihir.”

“Dan setelah itu tidak ada satupun yang berani memberontak?”

“Seluruh keturunan raja sudah meninggal. Orang-orang yang berkuasa di masa lalu tidak punya pilihan selain menuruti Goenhrad. Mereka tidak mau mengalami hal yang sama seperti keluarga kerajaan.”

“Mengapa ia tidak mengganti nama kerajaan?”

“Nama Orsgadt tetap dipakai untuk mengingatkan rakyat bahwa raja agung itu sudah tidak berkuasa. Bahwa ia yang dianggap hebat ternyata bisa dikalahkan dengan mudah oleh seorang laki-laki yang bukan siapa-siapa.”

“Ia menghina Raja Agung Orsgadt.”

“Benar.”

“Dimana semua korban pemberontakan itu dikuburkan?” tanya Emune penasaran.

“Lembah Kematian. Ia membuang mayat-mayat itu untuk santapan makhluk kegelapan.”

“Orang itu sungguh jahat! Tidak punya belas kasih. Siapa sebenarnya Goenhrad itu?”

“Tidak ada yang benar-benar tahu tentang dirinya. Ia tiba-tiba muncul dan mengambil alih tahta. Kekejamannya menyaingi kekejaman di masa kelam. Sungguh tidak disangka seorang manusia bisa membantai manusia lain dengan mudahnya.”

“Aku tidak menyukainya. Untung saja kita tinggal di Ulrych jadi aku tidak perlu melihat atau mendengar tentangnya.”

“Tetap saja kau harus hati-hati. Ia punya mata-mata dimana-mana.”

“Oh, Urndie, tidak adakah yang bisa kita lakukan?”

“Untuk saat ini, tetaplah hidup, Emune. Cerita ini kuteruskan kepadamu agar kelak bisa kau teruskan kepada orang yang kau percaya. Jangan sampai kisah ini lenyap begitu saja. Kau mau berjanji?”

“Aku berjanji. Kisah ini aman bersamaku. Aku penasaran, apa yang terjadi dengan orang-orang yang melarikan diri melalui jalan rahasia?”

“Ada sepuluh orang yang termasuk dalam daftar hitam kerajaan. Pencarian dilakukan tanpa henti. Kabarnya, orang terakhir dalam daftar itu telah ditemukan dan dieksekusi setahun yang lalu.”

Emune menunduk sedih. “Kita tidak punya harapan lagi. Benar begitu, Urndie?”

“Harapan selalu ada. Percayalah, pasti akan ada kebaikan yang datang dan menolong semua rakyat Orsgadt.”

“Aku selalu berpikir hidupku yang paling menderita. Tidak mengenal ibu, ditinggalkan ayah dan terus-menerus dijahati oleh bocah-bocah Grantea. Itu tidak ada apa-apanya dengan yang kau alami. Semua derita rakyat Orsgadt … tidak bisa aku bayangkan.”

“Jika itu bisa membuatmu lebih kuat, aku senang bisa membaginya denganmu. Ingat, jaga baik-baik. Mereka ada dimana-mana.”

“Baik. Aku janji.”

“Sudah sore, kau harus kembali sebelum Henry dan Mary cemas. Bawalah apel-apel ini. Berikan pada bibimu.”

Emune mengambil keranjang berisi apel-apel ranum. Ia tahu apel-apel itu pasti dari Imperia. Warnanya merah dan sungguh wangi.

“Terima kasih, Urndie. Sampai jumpa lagi.”

Setelah Emune tak terlihat lagi, Urndie menutup pintu pondoknya. Ia duduk tegak di kursi kesayangannya. Ia meraih tongkat kayunya dan mengetuk lantai tiga kali dengan ujungnya. Pintu belakang pondok terbuka, sosok berpakaian hitam masuk menghampiri Urndie. Beberapa langkah dari Urndie, sosok itu berhenti. Ia membuka kain hitam yang menutupi wajahnya dan terlihat jelas wajah seorang pria dengan mata tajam, bentuk rahang yang tegas dan sebuah luka sepanjang hampir sepuluh sentimeter memanjang dari pipi ke lehernya.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Urndie.

“Hanya satu cara untuk mengetahuinya,” jawab pria itu.

Urndie berdiri, kali ini sambil bertumpu pada tongkat kayunya. Ia melihat ke arah pria di depannya yang tidak bergeming sedikitpun sejak tadi. Ia yakin pria itu sudah mendengarkan semua percakapannya dengan Emune. Kehadiran pria itu memang tidak diharapkan, tidak hari ini. Apa hendak dikata, Urndie sudah tidak bisa mengulur-ulur waktu lagi.

“Lakukan,” perintah Urndie singkat.

“Baik, Tuan,” jawab pria itu. Dalam sekejap ia menghilang melalui pintu belakang, meninggalkan daun pintu yang berderit lalu tertutup dengan sendirinya.

Urndie terduduk. Matanya basah oleh air mata. Kali ini ia biarkan dirinya dikuasai oleh emosi. Kenangannya akan mendiang putrinya membuatnya merasa lemah. Bagaimanapun ia coba memejamkan mata, pemandangan mengerikan itu tak juga hilang. Ia pernah berpikir bahwa kenangan buruk akan kabur dan menghilang seiring berlalunya waktu. Itu tidak terjadi padanya. Ia terus disiksa rasa sakit, penyesalan dan amarah yang tak ada habisnya.

“Emune …. Oh, Emune … semoga kau tidak menderita,” gumamnya berkali-kali di antara tangisnya yang pilu.

Terpopuler

Comments

Dewi

Dewi

Ada yang bikin aku penasaran sih, salah satunya cara Urndie selamat dari pembantaian itu??

2023-08-04

1

lihat semua
Episodes
1 Ulrych
2 Urndie
3 Legenda Orsgadt
4 Kepedihan
5 Air Terjun Penyesalan
6 Gadis-Gadis Ceria
7 Kabar Duka
8 Keputusan Emune
9 Perayaan Ulrych
10 Malam Perpisahan
11 Menuju Alder
12 Tighourt
13 Zamrud
14 Kahurrseig
15 Di Kastil Berham
16 Sejarah Kelam
17 Voispir
18 Buku Ajaib
19 Elric
20 Kerusuhan di Darfin
21 Selamatkan Emune!
22 Proner
23 Galvei
24 Penguntit
25 Api dan Es
26 Eufrack Sialan!
27 Horeen
28 Farclere
29 Elric dan Emune
30 Toure
31 Keturunan Raja
32 Lengan, Pedang dan Belati
33 Petaka Hitam
34 Serangan
35 Di Tepi Hutan Dumina
36 Memasuki Hutan Dumina
37 Goenhrad
38 Putri Mahkota Orsgadt
39 Berlari dan Terbang
40 Suara-Suara Gaib
41 Selangkah Lagi
42 Memasuki Orsgadt
43 Olevander dan Ramalan Kuno
44 Amukan Peri
45 Sebelum Berpisah
46 Lingkaran Killgins
47 Duyung-Duyung Kigurst
48 Pilar Artamea
49 Di Eimersun
50 Sebelum Moughty
51 Gunung Moughty
52 Malam di Hutan Ajaib
53 Raja Peri Drav
54 Sekutu
55 Kehangatan Eimersun
56 Peta Kekuatan
57 Serangan
58 Angin Peperangan
59 Cinta dan Logika
60 Perang
61 Pengkhianat
62 Mundur
63 Kemenangan Kecil
64 Korta dan Anthura
65 Melawan Kekuatan Kegelapan
66 Sang Penyihir
67 Dendam dan Pengorbanan
68 Makhluk Hebat
69 Elzenthum
70 Inti Elzenthum
71 Mata Hati Goenhrad
72 Musuh Terakhir
73 Orsgadt Baru
74 Bangsawan Malfice
75 Cinta di Udara
76 Kedamaian
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Ulrych
2
Urndie
3
Legenda Orsgadt
4
Kepedihan
5
Air Terjun Penyesalan
6
Gadis-Gadis Ceria
7
Kabar Duka
8
Keputusan Emune
9
Perayaan Ulrych
10
Malam Perpisahan
11
Menuju Alder
12
Tighourt
13
Zamrud
14
Kahurrseig
15
Di Kastil Berham
16
Sejarah Kelam
17
Voispir
18
Buku Ajaib
19
Elric
20
Kerusuhan di Darfin
21
Selamatkan Emune!
22
Proner
23
Galvei
24
Penguntit
25
Api dan Es
26
Eufrack Sialan!
27
Horeen
28
Farclere
29
Elric dan Emune
30
Toure
31
Keturunan Raja
32
Lengan, Pedang dan Belati
33
Petaka Hitam
34
Serangan
35
Di Tepi Hutan Dumina
36
Memasuki Hutan Dumina
37
Goenhrad
38
Putri Mahkota Orsgadt
39
Berlari dan Terbang
40
Suara-Suara Gaib
41
Selangkah Lagi
42
Memasuki Orsgadt
43
Olevander dan Ramalan Kuno
44
Amukan Peri
45
Sebelum Berpisah
46
Lingkaran Killgins
47
Duyung-Duyung Kigurst
48
Pilar Artamea
49
Di Eimersun
50
Sebelum Moughty
51
Gunung Moughty
52
Malam di Hutan Ajaib
53
Raja Peri Drav
54
Sekutu
55
Kehangatan Eimersun
56
Peta Kekuatan
57
Serangan
58
Angin Peperangan
59
Cinta dan Logika
60
Perang
61
Pengkhianat
62
Mundur
63
Kemenangan Kecil
64
Korta dan Anthura
65
Melawan Kekuatan Kegelapan
66
Sang Penyihir
67
Dendam dan Pengorbanan
68
Makhluk Hebat
69
Elzenthum
70
Inti Elzenthum
71
Mata Hati Goenhrad
72
Musuh Terakhir
73
Orsgadt Baru
74
Bangsawan Malfice
75
Cinta di Udara
76
Kedamaian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!