Buku Ajaib

Berita tentang Emune yang didatangi oleh Voispir tersebar ke seluruh anggota rombongan. Emune tidak bisa berbuat apa-apa. Seharian ia harus mengulang cerita yang sama tentang kisah hidupnya, tentu saja ia menutup rapat-rapat sejarahnya sebagai pewaris Orsgadt.

Saat sarapan di ruang makan, berdua saja dengan Lord Berham karena Ronald dan Fiona sarapan bersama rombongan pedagang yang akan berangkat pagi ini, Lord Berham memuji keberaniannya karena berhasil keluar dari dunia peralihan yang dibuat oleh Voispir.

"Hanya yang berhati teguh yang bisa melewatinya. Kau bukan gadis biasa. Kau punya kualitas," puji Lord Berham.

Emune meringis. Untung saja ia sedang menunduk jadi wajahnya tidak terlihat oleh sang bangsawan. "Saya rasa saya hanya sedikit beruntung," ucap Emune.

"Sedikit? Omong kosong! Bertemu Voispir butuh lebih dari keberuntungan."

Emune diam. Ucapan Lord Berham ada benarnya. Kalau tidak ada kalung zamrud itu aku pasti sudah mati, batinnya.

"Kau akan ke Eimersun, kudengar dari Ronald. Jauh lebih baik daripada ke Alder. Hmmm ... Arrand biasanya berhenti di penginapan kecil di pinggir wilayah Orsgadt. Kalau berangkat besok, kau bisa menjumpainya di sana," ucap Lord Berham.

"Benarkah?" tanya Emune antusias. Sesungguhnya ia sedang bersandiwara. Ia tidak mau bertemu Arrand karena harus ke Orsgadt, apa pun yang terjadi. “Fiona bilang kalau kami sebaiknya berangkat siang ini agar bisa sampai di Nogg sore hari.  Kami harus menghindari perjalanan di malam hari karena perampok semakin ganas.”

“Ya. Para perampok itu sepertinya sangat pandai menutupi jejak mereka. Aku bisa menyuruh seorang kesatria untuk menjaga kalian sampai Nogg atau Darfin,” ucap Lord Berham menawarkan.

“Terima kasih atas kebaikan Anda tapi kami tidak ingin merepotkan.”

“Apa ini perjalanan khusus para gadis?” tanya Lord Berham. Ia tersenyum.

Emune tersenyum manis. “Sepertinya begitu. Anda tahu, ini perjalanan pertama saya. Fiona seperti kakak perempuan yang selalu saya inginkan sejak kecil. Perjalanan para gadis, melihat dunia luar yang sangat luas. Bukankah itu menyenangkan?”

Sang bangsawan tertawa renyah. “Baiklah. Aku rasa tidak akan ada aral melintang yang bisa menyurutkan semangat kalian untuk bertualang. Tetap hati-hati dan ingat, kalian bisa kembali dan tinggal di sini kapan saja kalian mau.”

“Terima kasih atas kebaikan Tuanku,” ucap Emune.

Perpisahan akhirnya terjadi juga. Semua anggota rombongan pedagang yang dipimpin oleh Ronald berangkat menuju Alder pagi ini selain Fiona dan Emune. Ronald banyak berpesan pada Fiona yang berkali-kali menjawab “aku tahu”.

Fiona kelihatan sewot karena Ronald seperti memberitahu anak kecil yang akan tersesat jika tidak ditemani oleh orang dewasa. Ronald akhirnya memeluk Fiona dan Emune bergantian sebagai tanda perpisahan. Perjalanan yang berat akan dijalani oleh masing-masing mulai sekarang.

Sebelum meninggalkan kediaman Berham, Lord Berham bersikeras untuk mengajak Fiona dan Emune ke perpustakaannya. Fiona menolak dengan halus karena ia memang tidak berminat membaca buku. Akhirnya hanya Emune yang mengikuti Lord Berham ke lantai tiga kastil berham.

Kaki-kaki Emune gemetar saat menaiki tangga. Bayangan kejadian ketika Emilia dan Nania, putrinya yang baru berusia beberapa hari, dibantai di istana Orsgadt membuatnya mual dan lemas. Ia mengerjap-ngerjapkan mata lalu berjuang menguatkan tangan yang menopang tubuhnya.

Mereka sampai di perpustakaan. Emune takjub saat menyadari dirinya sedang dikelilingi begitu banyak buku. Lantai tiga sepertinya memang dikhususkan untuk perpustakaan.

Rak-rak buku menjulang menyentuh langit-langit di semua sisi ruangan dan rak-rak yang lebih pendek, itu pun lebih dari dua meter, berbaris rapi di kiri kanan meja besar yang dikelilingi oleh dua belas buah kursi bersandaran tinggi. Di dekat pintu ada deretan lemari-lemari kaca yang memamerkan benda seni berkualitas tinggi. Tentu saja Emune tahu sebagian besar karena kepalanya sudah dijejali oleh pengetahuan Urndie sejak kecil.

“Kemari, Nak,” panggil Lord Berham saat melihat Emune akan duduk di salah satu kursi, masih dengan kepala mendongak dan mulut menganga.

“Ba-baik, Tuanku,” sahut Emune tergagap.

Rak buku itu ada di sudut belakang ruangan. Lord Berham mengambil sebuah buku tebal lalu dua buah lagi dan tiga buah lagi yang ia teruskan ke Emune. Emune kewalahan karena buku-buku itu berat sekali. Daripada buku, mereka lebih mirip batu yang dipahat halus saking beratnya, pikir Emune. Emune meletakkan buku-buku itu di rak lain yang kosong.

Sebuah tuas logam terlihat jelas sekarang. Dengan satu tarikan. Lord Berham membuat tuas itu bergeser maju dari tempatnya, sang bangsawan lalu mendorong rak buku hingga sebuah celah terlihat dan melebar.

“Astaga .…” desis Emune.

“Ikuti aku,” perintah Lord Berham.

Lord Berham berjalan dengan gagah di lorong kecil yang panjangnya sekitar tiga meter. Ia berhenti di tengah-tengah ruangan, menghadap ke dinding sebelah kanan lalu menekan dinding itu. Tidak ada tanda akan adanya sebuah tombol rahasia tapi bagian dinding yang ditekan itu bergerak mundur.

Lord Berham mengulurkan tangannya ke sebelah kanan dalam lubang dan mengeluarkan sebuah buku bersampul coklat tua tanpa judul dan menyerahkannya pada Emune. Sampul buku itu terbuat dari kulit tebal. Tidak berat sama sekali. “Bacalah,” ucap Lord Berham.

“Buku Para Bijak.” Emune bisa membacanya. Terus apa lagi?

“Coba baca halaman pertama.” Lord Berham mengamati gadis misterius di hadapannya.

“Hanya mereka yang memiliki keberanian dan keteguhan yang pantas menjadi penguasa. Kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama yang tidak boleh diabaikan.” Emune menatap tulisan itu dengan teliti.

“Sudah kuduga kau bisa membaca tulisan lama,” ucap Lord Berham.

“Saya pernah belajar di Ulrych. Sedikit.” Emune mengembalikan buku tua itu kepada pemiliknya.

Lord Berham manggut-manggut, sibuk dengan pikirannya sendiri. Lord Berham mengajak Emune kembali ke perpustakaan. Emune mengambil lima buah buku yang tadi diletakkannya di rak kosong dan mengembalikannya ke tempat semula. Ruang kecil tadi telah tertutup dengan sempurna dan tidak akan ada yang tahu kalau ada ruang rahasia di sana.

“Kau pernah mendengar cerita-cerita dari masa lampau? Peri, naga, penyihir?” tanya sang bangsawan.

“Saya pernah mendengar tetapi tidak membacanya sendiri.”

“Baiklah, ada satu buku yang akan jadi teman perjalananmu nanti. Di mana aku meletakkannya? Nah ini dia. Emune, buku ini untukmu. Semoga kau menyukainya. Simpan dan bacalah baik-baik.” Lord Berham menyerahkan sebuah buku pada Emune.

“Untuk saya?” Emune memegang buku kecil itu dengan gembira. Senyumnya terkembang dan matanya bersinar. Buku itu hanya seperempat ukuran buku lainnya, tidak terlalu tebal dan bisa dimasukkan ke tas kecilnya. Emune merasa hartanya telah bertambah satu lagi dengan adanya buku itu. “Terima kasih, Tuan.”

“Emune, buku ini hanya untukmu. Jangan sebutkan pada orang lain,” pesan Lord Berham dengan nada serius.

“Baik, Tuanku.” Emune mengangguk pelan.

Beberapa saat kemudian, Emune duduk di samping Fiona yang mengendalikan tali kekang dua ekor kuda penarik kereta. Mereka beruntung Lord Berham memberikan kereta dengan kuda-kuda yang sehat beserta perbekalan sebagai hadiah perpisahan. Fiona yang sudah terbiasa mengendalikan kereta kuda dengan gerbong besar sama sekali tidak butuh banyak tenaga mengendalikan kereta satu ini.

“Aku bisa melakukannya sambil menutup mata,” Fiona menyombongkan diri sambil terkekeh.

“Jangan lakukan itu. Bahaya!” Emune cemas, khawatir mereka celaka.

“Ya … ya, Nona yang Selalu Hidup Aman. Kau benar, keamanan nomor satu. Ngomong-ngomong, buku apa yang ditunjukkan oleh Lord Berham?”

Bolehkah ia memberitahu Fiona? Hanya Fiona rasanya tidak masalah. Fiona tidak akan bercerita pada siapa pun. Emune mengurungkan niatnya untuk memberitahu Fiona karena ingat pesan Lord Berham. Sebenarnya ia sebal karena ini kali kedua ia disuruh merahasiakan sesuatu.

“Kau takkan percaya. Lantai tiga itu isinya buku semua. Segala macam buku. Aku rasa butuh ratusan tahun untuk membacanya,” jawab Emune.

“Ha-ha-ha … karenanya aku tidak mau ikut ke sana. Kau tahu, aku bukan tipe penggemar buku,” ucap Fiona.

“Lalu kau penggemar apa? Anggur, arak dan bir?” goda Emune.

Fiona menyikut Emune. “Itu nomor satu. Kau harus mencobanya. Ayolah, gadis dewasa minum anggur dan bir. Satu teguk saja jika kau pemula. Jangan biarkan orang melihatmu terlalu lugu dan memanfaatkannya.”

“Hmmm … seperti itukah?”

“Ya. Dunia yang kita masuki ini liar dan berbahaya, Emune. Sedikit garang bisa menyelamatkanmu. Aku mengalami kejadian yang tidak menyenangkan dengan para lelaki berbau busuk dan bermulut kotor tanpa ada yang melindungi. Kau pernah melihat belati-belatiku. Mereka yang menjagaku. Lalu Arrand dan Ronald menyelamatkanku dari perdagangan budak di Tragrent.”

“Tragrent? Itu ujung utara Arsyna. Kau berasal dari sana?” tanya Emune.

“Hei, kau sepertinya hapal wilayah Arsyna. Untuk ukuran gadis yang tidak pernah ke mana-mana, itu luar biasa.”

“Aku punya sahabat yang sangat pandai dan sejak kecil sudah diajari macam-macam. Tragrent, garis perbukitan di utara Arsyna berbatasan dengan wilayah Imperia. Wilayah liar yang disebut sebagai tempat paling mengerikan di Arsyna. Yang Mulia Raja pernah membersihkan wilayah itu namun seperti jamur para penjahat bermunculan lagi.”

“Wow, itu benar sekali. Kau hebat. Ya, aku terjebak di sana tapi asalku adalah Imperia.”

“Kau dari Imperia?” tanya Emune heran. Imperia adalah kerajaan kaya dan rakyatnya sangat sejhtera. Bagaimana bisa Fiona tersangkut di Arsyna?

“Ya. Aku berusia masih kecil saat kedua orang tuaku melakukan perjalanan ke Arsyna untuk mengembangkan usaha perhiasan namun saat Orsgadt berganti raja, terjadi kekacauan. Rombongan kami dirampok dan kedua orang tuaku meninggal. Aku berhasil melarikan diri dan berjuang hidup sambil mencari cara kembali ke Imperia.” Fiona tersenyum miris.

“Maafkan aku,” ucap Emune sedih. “Kau berhasil kembali ke Imperia? Keluargamu tidak mencarimu?” Emune terpana.

“Banyak hal terjadi. Butuh tiga tahun lebih untuk kembali ke Imperia. Sesampainya di sana, seluruh harta orang tuaku sudah dikuasai oleh penguasa kota dan aku diusir. Keluarga yang dulu menyanjung-nyanjung Ayah dan Ibu berbalik membenciku. Tidak satu pun dari mereka mau repot mengurusku. Aku putuskan untuk hidup dengan caraku sendiri dan berkeliling Artamea.” Fiona tidak menyesali keputusannya. Ia malah mensyukurinya.

“Oh, Fiona … kau masih kecil sekali. Keluargamu sangat tega.”

“Hahaha, begitulah!” ucap Fiona getir. “Aku mendendam pada mereka pada awalnya, tapi kehidupan punya caranya sendiri memutarbalikkan situasi. Mereka mengalami kemunduran dalam berniaga. Sebenarnya mereka sejak awal sudah menjadi mangsa penguasa kota. Ketika semua harta mereka habis, mereka juga diusir dari kota. Sekitar lima tahun berikutnya, aku sudah bergabung dengan rombongan Arrand saat itu, aku menemukan beberapa di antara mereka sedang mengemis di Arsyna dan hanya bisa memberikan derma sekedarnya.”

“Mengerikan!” Emune tidak bisa dan tidak ingin membayangkan kesusahan hidup seperti itu.

“Jangan dipikirkan. Hidupku jauh lebih baik sekarang. Kau sendiri bagaimana? Mulai rindu rumah, Ulrych yang damai?”

“Ya, aku rindu pada semuanya. Kau pasti menganggapku lembek.”

“Lembek? Tidak sama sekali. Aku hidup di jalanan karena terpaksa tapi kau meninggalkan tempat sedamai Ulrych, itu luar biasa.”

“Menurutmu apa kita bisa bertemu Arrand nanti?” tanya Emune.

“Kita lihat saja nanti. Santai saja.”

“Maukah kau mengajariku mengendalikan kereta kuda ini? Aku pikir jika bisa, aku ingin menggantikanmu sesekali agar kau bisa beristirahat.” Menurut Emune segala macam keahlian harus ia kuasai selagi ia bisa.

“Pikiran yang bagus. Untuk hari ini, lihat saja dulu. Kita tidak boleh terlambat sampai Nogg.”

“Ya, aku setuju.”

Kereta kuda itu terus bergerak maju. Tidak ada pemandangan selain semak-semak, padang rumput dan perbukitan yang mereka temui di sepanjang jalan. Emune mengeluarkan buku pemberian Lord Berham. Sampulnya yang berwarna biru tua sangat lembut dan tanpa cacat.

Emune membuka buku itu, tepat di halaman pertama. Seketika gelombang dingin menyelimuti kereta, debu-debu berputar-putar ke atas. Fiona menarik tali kekang kuda-kuda yang meringkik dan menendang karena terkejut. Hanya sebentar lalu semua kembali seperti semula. Fiona turun menenangkan kuda-kuda yang tadi mengamuk.

Emune mengulurkan kedua tangannya dengan buku kecil yang terbuka di atas telapaknya kepada Fiona yang baru saja meletakkan pantatnya di bangku sais.

“Apa?” tanya Fiona. “Kau mau minta makanan? Ada di belakang. Jangan sungkan, ambil saja sesukamu,” ucapnya lalu mulai memerintah kuda-kuda untuk melanjutkan perjalanan.

Dengan sengaja ia menggoyang-goyangkan buku di depan wajah Fiona. Fiona mendorong tangan Emune.

“Emune, tanganmu menutupi pandanganku. Kita bisa celaka!” serunya kesal.

“Maaf,” ucap Emune.

Fiona tidak bisa melihat buku ini! Apa hanya aku yang bisa melihatnya? Ini pasti buku ajaib. Mengapa Lord Berham memberikannya padaku? Benak Emune penuh dengan pertanyaan.

“Duduklah dengan tenang di belakang. Kita harus bergerak lebih cepat. Kalau kau tidak sibuk, bacakan puisi atau ceritakan sesuatu yang menarik,” pinta Fiona.

Emune menyukai ide itu. Ia segera ke belakang dan menyandarkan punggungnya dengan nyaman. Emune membuka buku itu lagi tapi kali ini tidak ada gelombang dingin yang datang. Senyum menghias wajah Emune saat membolak-balik halaman buku itu dengan gembira. Wahai Buku Ajaib, beri tahu aku semua rahasia yang kau punya!

Episodes
1 Ulrych
2 Urndie
3 Legenda Orsgadt
4 Kepedihan
5 Air Terjun Penyesalan
6 Gadis-Gadis Ceria
7 Kabar Duka
8 Keputusan Emune
9 Perayaan Ulrych
10 Malam Perpisahan
11 Menuju Alder
12 Tighourt
13 Zamrud
14 Kahurrseig
15 Di Kastil Berham
16 Sejarah Kelam
17 Voispir
18 Buku Ajaib
19 Elric
20 Kerusuhan di Darfin
21 Selamatkan Emune!
22 Proner
23 Galvei
24 Penguntit
25 Api dan Es
26 Eufrack Sialan!
27 Horeen
28 Farclere
29 Elric dan Emune
30 Toure
31 Keturunan Raja
32 Lengan, Pedang dan Belati
33 Petaka Hitam
34 Serangan
35 Di Tepi Hutan Dumina
36 Memasuki Hutan Dumina
37 Goenhrad
38 Putri Mahkota Orsgadt
39 Berlari dan Terbang
40 Suara-Suara Gaib
41 Selangkah Lagi
42 Memasuki Orsgadt
43 Olevander dan Ramalan Kuno
44 Amukan Peri
45 Sebelum Berpisah
46 Lingkaran Killgins
47 Duyung-Duyung Kigurst
48 Pilar Artamea
49 Di Eimersun
50 Sebelum Moughty
51 Gunung Moughty
52 Malam di Hutan Ajaib
53 Raja Peri Drav
54 Sekutu
55 Kehangatan Eimersun
56 Peta Kekuatan
57 Serangan
58 Angin Peperangan
59 Cinta dan Logika
60 Perang
61 Pengkhianat
62 Mundur
63 Kemenangan Kecil
64 Korta dan Anthura
65 Melawan Kekuatan Kegelapan
66 Sang Penyihir
67 Dendam dan Pengorbanan
68 Makhluk Hebat
69 Elzenthum
70 Inti Elzenthum
71 Mata Hati Goenhrad
72 Musuh Terakhir
73 Orsgadt Baru
74 Bangsawan Malfice
75 Cinta di Udara
76 Kedamaian
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Ulrych
2
Urndie
3
Legenda Orsgadt
4
Kepedihan
5
Air Terjun Penyesalan
6
Gadis-Gadis Ceria
7
Kabar Duka
8
Keputusan Emune
9
Perayaan Ulrych
10
Malam Perpisahan
11
Menuju Alder
12
Tighourt
13
Zamrud
14
Kahurrseig
15
Di Kastil Berham
16
Sejarah Kelam
17
Voispir
18
Buku Ajaib
19
Elric
20
Kerusuhan di Darfin
21
Selamatkan Emune!
22
Proner
23
Galvei
24
Penguntit
25
Api dan Es
26
Eufrack Sialan!
27
Horeen
28
Farclere
29
Elric dan Emune
30
Toure
31
Keturunan Raja
32
Lengan, Pedang dan Belati
33
Petaka Hitam
34
Serangan
35
Di Tepi Hutan Dumina
36
Memasuki Hutan Dumina
37
Goenhrad
38
Putri Mahkota Orsgadt
39
Berlari dan Terbang
40
Suara-Suara Gaib
41
Selangkah Lagi
42
Memasuki Orsgadt
43
Olevander dan Ramalan Kuno
44
Amukan Peri
45
Sebelum Berpisah
46
Lingkaran Killgins
47
Duyung-Duyung Kigurst
48
Pilar Artamea
49
Di Eimersun
50
Sebelum Moughty
51
Gunung Moughty
52
Malam di Hutan Ajaib
53
Raja Peri Drav
54
Sekutu
55
Kehangatan Eimersun
56
Peta Kekuatan
57
Serangan
58
Angin Peperangan
59
Cinta dan Logika
60
Perang
61
Pengkhianat
62
Mundur
63
Kemenangan Kecil
64
Korta dan Anthura
65
Melawan Kekuatan Kegelapan
66
Sang Penyihir
67
Dendam dan Pengorbanan
68
Makhluk Hebat
69
Elzenthum
70
Inti Elzenthum
71
Mata Hati Goenhrad
72
Musuh Terakhir
73
Orsgadt Baru
74
Bangsawan Malfice
75
Cinta di Udara
76
Kedamaian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!