Adaptasi

...Perhatian!...

...Cerita ini hanya bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidaksengajaan semata....

...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....

...Terima kasih,...

...selamat membaca....

...______________________...

...Roar of the Ocean...

..._______________________...

...___________...

...____...

..._...

Tivana berenang sambil memejamkan kedua matanya, membiarkan sensasi air memanjakan sosok tersebut. Semakin dia fokus pada ketenangan semakin dapat ia rasakan mekanisme dari pergerakan insang yang ada di area dekat tulang selangka. Menakjubkan.

Tivana tak henti-hentinya merasa kagum. Pikirannya kemudian melayang.

Sudah berapa lama wanita tersebut terjebak disini? Entahlah Tivana lupa, berapa banyak pergantian siang ke malam yang sudah ia alami. Terlalu malas menghitungnya, bertanya pada Ilda yang mendekam di pojok gua? Tidak terima kasih. Persetan untuk sosok itu!

"Hosh~" buih udara bersama air bekas proses pernapasan keluar dari insang. Tivana membuka kedua kelopak matanya.

Langit-langit gua terlihat dari dalam air tempat Tivana berenang. Beberapa detik setelah itu dia lalu memutuskan untuk berbalik, kini pemandangan gelap dan suram dari lautan terlihat menyambut manik mata wanita tersebut.

Jika menyelam lebih dalam pasti ada jalan keluar dari sini, batin Tivana; mengingat bahwa Òsedian ataupun Ilda selalu menggunakan jalur laut gelap tersebut. Untuk menuju teluk, kata mereka. Entah teluk apa—Tivana tidak tahu jelas soal itu.

Tanpa sadar tubuh Tivana berenang semakin rendah, menyelam menjauhi tepian kolam yang ada pada gua. Seperti yang pernah ia alami, meski lautan itu gelap Tivana masih dapat menggunakan indra penglihatannya. Cahaya berwarna peach terang tiba-tiba muncul, memancar seperti lampu. Tivana jelas terkejut, apa lagi mengetahui bahwa itu berasal dari tubuhnya.

Lantas wanita tersebut tanpa pikir panjang melepaskan jubah yang selama ini sudah menutupi semua aset pribadi miliknya dengan baik. Sekarang tanpa mengenakan sehelai benang pun—Tivana melihat; sumber dari cahaya aneh berwarna peach itu. Bola mata Tivana terbelalak lebar, sedikit merasa tidak percaya. Beberapa sisik yang bentuknya persis seperti milik Òsedian terpampang jelas di-bagian lengan atas.

Menghasilkan seberkas cahaya yang memikat. Tivana kemudian meraba area punggung belakangnya, ternyata jumlah sisik disana lebih banyak dari pada yang wanita itu kira. Sial! Ini setengah menjijikan, komentar dia. Meski Tivana sudah membulatkan tekad kalau dia akan merelakan dirinya menjadi seekor siren tapi tetap saja ini—ARGH!

Begitulah?!

Mengapa proses transformasi-nya berlangsung sangat lama? Batin Tivana setengah menggerutu, padahal waktu mendapatkan sepasang insang di area tulang selangka dia ingat betul tidak memakan waktu banyak; cenderung berlangsung sangat cepat dalam hitungan detik. Tapi kenapa? Kenapa sekarang Tivana harus merasakan pergerakan lambat dari perubahan tubuhnya?! Sejujurnya itu sangatlah menyiksa, hal ini dapat merusak keteguhan mental dari Tivana.

Demi Tuhan! Sekarang ia sedikit merasa goyah, merinding takut menyaksikan fakta dia bukan lagi seorang manusia.

Tivana kemudian mendongak, dia lalu berenang dengan cepat menuju permukaan gua. Setidaknya wanita itu harus bertanya dan satu-satunya yang dapat dia tanyai saat ini adalah sosok Ilda. Mau tak mau, ini karena pelaku yang menyeret Tivana dalam takdir gila sedang tidak berada di tempat. Sungguh tak bertanggung jawab.

"Bwuah—!" Tivana keluar dari dalam air dengan menimbulkan suara heboh, hal tersebut berhasil membuat Ilda tersentak kaget. Dia nyaris melepaskan subjek penelitiannya. Dengan tampang kesal lelaki itu menoleh, hendak memarahi sikap tidak sopan yang Tivana tunjukan tapi alih-alih dapat menyuarakan pendapatnya mulut Ilda malah dibungkam oleh pertanyaan milik Tivana.

"Kenapa perubahan tubuhku menjadi Siren berlangsung sangat lambat?!"

Mendengar pertanyaan tersebut membuat sosok Ilda tersenyum. Akhirnya dia sadar, batinnya.

...***...

Ilda terkekeh geli, mendapati wajah tak percaya milik Tivana. Wanita itu tidak dapat menerimanya, akal sehat Tivana menolak keras fakta yang baru saja ia dengar langsung dari mulut sosok didepan sana.

"Percaya tak percaya memang begitu adanya." jawab Ilda sembari mengangkat kedua bahunya, acuh. Dia kembali memainkan beberapa subjek penelitian miliknya.

Tivana menggigit pipi bagian dalam, dia tampak menampilkan raut muka lelah. Bersandar di dinding gua dekat tempat Ilda berada sambil memejamkan kedua mata.

Pantas saja pada pertemuan pertama antara dia dengan Òsedian, makhluk itu tanpa tahu malu langsung mencium Tivana lalu mentransferkan cairan aneh bercampur saliva yang diproduksi secara khusus dari dalam tubuh. Ternyata itu! Cairan tubuh itu yang menjadi pemicu dari perubahan atau transformasi tubuh yang Tivana alami. Kalau melihat dari sisi magis (berpikir gila) itu bisa disama-artikan sebagai sihir layaknya milik bangsa mermaid. Hanya saja cara kerja dan tampilan mereka yang berbeda; untuk sementara itu dulu hipotesisnya.

Tivana melenguh. Percakapan antara dia dengan Ilda kembali terngiang.

"Perubahan tubuh mu jelas menjadi lambat karena Òsedian tidak memberikan cairan miliknya 'sementara waktu' untuk kau makan."

Menjijikan, komentar Tivana pertama kali ketika mendengar hal tersebut. Cairan? Selama diproduksi oleh tubuh siren maka benda itu dapat dikatakan sebagai pemicu. Saliva dan? Ergh! Tivana malas menyebutkannya yang pasti dibuat oleh anggota tubuh Òsedian lalu dapat dengan aman masuk kedalam tubuh Tivana. Bukan cairan limbah yang mesti dibuang, seperti urine.

Hah~

Ternyata itu salah satu faktornya. Penyebab lain yang disebutkan Ilda, mengapa proses transformasi Tivana melambat adalah karena kebodohan yang Òsedian lakukan.

Dia mengawini Tivana tanpa pikir panjang saat proses transformasi sedang berlangsung. Cairan berlebih malah justru tiba baik, begitu kata Ilda—Tivana asumsikan hal tersebut sebagai overdosis, kelebihan cairan karena Òsedian melakukan hal serampangan ketika dia marah. Seharusnya dilakukan bertahap, bukan tiba-tiba dipaksa menelan habis cairan secara brutal hingga menyebabkan resiko dari tubuh sang penerima.

Analoginya seperti bendungan kecil yang tengah diterjang oleh tsunami. |

Jelas akan mengalami kerusakan.

Itu mengapa Ilda menyarankan Òsedian untuk berhenti sementara waktu, jadi jika sekarang Tivana menginginkan perubahan tubuh menjadi siren berlanjut dia harus menunggu Òsedian datang lalu mengajaknya bergelut? Melakukan hal-hal intim bersama sosok itu agar bisa mendapatkan cairan yang ia perlukan. Konsep sederhananya begitu.

Sial!

Sial! SIAL!

Segitunya 'kah Tivana harus beradaptasi?

Jujur perut wanita tersebut saat ini merasa mual. Dia tidak ingin melakukan kegiatan itu, bayangan soal dirinya yang menyatu dengan sosok Òsedian malah membuat Tivana mengingat kembali bagaimana makhluk biadab tersebut pernah memperkosa dirinya.

Kotor.

Tivana sekarang merasa kotor. DIA KOTOR.

Apa harus melakukan hal tak terpuji dengan makhluk setengah ikan bernama Òsedian itu dulu agar Tivana bisa berubah menjadi siren lalu membalas dendam?

Tidak adakah cara lain?

Tak masalah hanya menggunakan saliva saja, asal itu bukan Òsedian Tivana mungkin akan merasa sedikit lebih baik. Dia tidak ingin tertekan secara mental untuk sementara waktu, kalau boleh dikata Òsedian agak membuat Tivana merasa traumatis. Jadi?

Eh?

Tunggu—!

Saliva?

"Bagaimana kalau aku menerima cairan dari tubuhmu saja?" tanya Tivana tiba-tiba, mendongakan kepala mengajak Ilda agar mau berciuman dengannya.

"Bugh..."

Subjek penelitian Ilda terjatuh, dia meremang. Ngeri. Belum sempat menyahuti sosok wanita tersebut tamu tak di undang muncul begitu saja.

"Maka aku akan membunuh mu lalu menyusul dengan cara bunuh diri, beraninya kau ingin mencoba selingkuh dari ku ANA." ucap Òsedian ganas, dengan tatapan tajam.

...***...

...T b c...

...Jangan lupa tinggalkan jejak...

...Terima kasih...

...Ketemu lagi nanti...

...Bye...

...:3...

Terpopuler

Comments

Lisa Z

Lisa Z

sering banget muncul disaat yang tidak tepat

2023-10-11

0

Lisa Z

Lisa Z

heh ilda jan kebanyakan rahasia deh

2023-10-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!