Pemikiran

...Perhatian!...

...Cerita ini hanya bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidaksengajaan semata....

...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....

...Terima kasih...

...Selamat membaca...

...________________________...

...Roar of the Ocean...

..._________________________...

...____________...

..._____...

..._...

Tivana diam, dia memperhatikan dengan cermat jemari tangan sebelah kiri miliknya. Seorang diri didalam gua membuat pikiran Tivana menjadi jernih, seusai pertengkaran antara Ilda dan Òsedian yang entah dipicu oleh apa—kedua makhluk itu tiba-tiba memilih pergi meninggalkan Tivana sebentar.

Tivana yang jelas tidak tahu harus apa dan bagaimana, akhirnya memutuskan kembali ke permukaan—tepatnya ke gua tempat dia berada sebelumnya.

Duduk di pinggiran kolam dengan kaki menjuntai kedalam air. Insang yang berada di kedua area dekat tulang selangka tertutup, Tivana jadi menyadari satu hal tentang diri dan tubuhnya.

Sejauh ini transformasi yang terjadi hanya sebatas kemampuan bernapas, melihat, mendengar, dan berbicara. Padahal sebelum itu dia ingat betul bahwa Òsedian pernah berkata 'akan mengubah' Tivana menjadi seekor? Seorang—siren? Entahlah apa sebutannya, yang pasti alih-alih memiliki ekor; Tivana masih terlihat seperti biasa.

Tidak ada perubahan secara signifikan.

Bahkan ketika dia memperhatikan kulitnya sendiri dia yakin bahwa kulit itu masih kulit seorang manusia. Tidak ada sisik di mana pun, begitu juga dengan kedua kakinya.

Apa Tivana bisa bilang kalau dirinya ini masih semi siren? Semacam itu. Padahal siren sendiri sudah dikatakan sebagai makhluk setengah ikan, masa iya Tivana setengahnya dari setengah ikan? Begitu? Apa seperempat-nya yah? ARGHH! Persetanlah?! Masa bodoh! Memikirkannya membuat Tivana pusing, anggap saja perubahan yang wanita itu alami belum sempurna dan entah karena suatu alasan tertentu proses transformasi tersebut menjadi terhambat.

Cukup masuk akal bukan jika menyimpulkannya seperti itu.

"Hosh~" Tivana menghela napas lelah. Dia melihat pantulan bayangan diri diatas permukaan air.

Sekarang apa? Batin wanita itu.

Pikiran Tivana tiba-tiba melayang, dia mulai memikirkan hal lain—tentang apa yang harus ia lakukan setelah ini. Jelas Tivana tidak dapat kembali ke-kehidupan normalnya tapi bukan berarti ia akan menyerah begitu saja. Dari awal Tivana itu manusia, hanya karena Òsedian menyeretnya secara paksa kedalam persimpangan takdir bukan berarti Tivana mau menerima dengan mudah. Lalu berguyon ria soal;

Ah ini sekarang takdir ku, terima saja nasip ku. |

Tch! Semacam itu. Membayangkannya saja sudah menyebalkan apalagi harus menerimanya dengan lapang dada.

"Huh..." lagi-lagi Tivana menghela napas lelah.

Mari analisis saja semua kejadian yang sudah Tivana alami dengan baik. Buat garis besar atau rumusan masalahnya lalu cari solusi terbaik dari masalah tersebut. Berpikir kritis dan bertindak ilmiah Tivana?! Jangan sampai alam bawah sadar mu terhanyut. Kau sudah membulatkan tekad soal balas dendam mu pada makhluk setengah ikan yang dengan gamblang mengambil kehormatanmu sebagai seorang wanita Tivana?!

Jadi—PIKIRAN DANGAN SERIUS!

Òsedian harus mendapatkan ganjaran karena perilaku biadabnya.

Tivana bukanlah wanita rendahan! Hingga pantas diperlakukan seperti itu oleh binatang.

Baiklah, mari mulai menganalisa semuanya. Òsedian—sebelumnya ketika di dasar lautan yang gelap, dia pernah berujar begini; ANA KAU SUDAH BERJANJI! Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ada sebuah 'ikatan emosional' dalam tanda kutip janji yang harus ditepati oleh keduanya. Baik itu antara Òsedian sendiri maupun Tivana.

Hm?

Tivana jadi beranggapan, sebelum ini dia pasti pernah bertemu dengan Òsedian di suatu tempat yang tidak tahu jelasnya kapan lalu membuat janji konyol bersama makhluk itu. Hal ini cukup masuk diakal meski wanita itu benar-benar yakin bahwa dirinya tidak pernah melakukan hal tersebut atau mungkin bisa saja dia yang me-LUPA-kannya.

Ini menjelaskan bahwa ada kemungkinan lain dengan peluang 'benar' sebanyak 50% ya walau Tivana sendiri ragu akan hal itu.

Seperti ada semacam kabut yang menutupi ingatan miliknya, jadi anggap saja 2 opsi diatas punya perbandingan 50 : 50 benar atau salah itu bergantung pada masa depan serta ingatan masa lalu yang barang kali akan muncul di masa depan nanti. Pahamkan? |

Terlalu sibuk dengan pikiran sendiri Tivana tidak menyadari bahwa sosok Ilda muncul tak jauh dari tempatnya berada. Lelaki dengan sirip ekor dan sisik berwarna biru itu naik lalu duduk di pinggiran kolam. Dia melafalkan beberapa kata sampai wujud setengah ikannya menghilang.

Sosok yang kini menyerupai manusia tersebut berdiri, bagian bawahnya ditutupi oleh celana berbahan usang—rupanya itu sihir. Melihat Tivana yang tampak sibuk sendiri dengan pikiran hingga acuh pada dirinya membuat Ilda tertarik. Diam-diam lelaki tersebut mendekat, dia ikut mengerutkan kening tatkala melihat Tivana mengerutkan keningnya kuat.

"Apa yang membuat mu berpikir begitu keras?" tanya Ilda kemudian; penasaran—yang berhasil membuat jantung Tivana seperti akan melompat dari tempatnya

SIAL!

Tivana memekik tanpa suara, dia menoleh secara spontan kearah Ilda. Kapan lelaki tersebut datang? Dewi batin Tivana bertanya, gugup.

"Tidak ada." sahut wanita itu, spontan dengan lugas. Hal ini membuat Ilda tak percaya. Aneh, tak mungkin ada seseorang yang tidak memikirkan apapun menunjukan ekspresi serius semacam itu.

Tivana jelas tengah berbohong.

Ilda menaruh raut muka curiga, jangan-jangan Tivana sedang—?

"Kau memikirkan cara untuk kabur dari sini bukan?" tanya Ilda cepat tanpa pikir panjang begitu hal tersebut terlintas di dalam benaknya.

Tivana tersentak! Tidak! Dia ingin menjawab tapi ketika melihat respon yang Ilda tunjukan membuat Tivana mengurungkan niatnya.

Lelaki tersebut tiba-tiba mendesis, ada apa lagi dengan makhluk satu ini?! Jerit Tivana dalam hati. Dia yang menyimpulkan sendiri tapi malah menunjukan respon ketidaksukaan secara gamblang pada ucapan yang dia katakan. Heh~

Plin-plan 'kah?

Pikir wanita tersebut; memberi stempel pada sosok Ilda. Tivana lihat bibir Ilda kembali terbuka, dia bersuara—

"Buang jauh-jauh pikiran soal kabur mu itu Tivana," katanya.

"Hah?"

Hal itu jelas membuat Tivana bertanya-tanya. Mengapa? Apa alasannya hingga membuat Tivana harus berhenti memikirkan cara untuk kabur? Memang bukan sekarang tapi suatu saat nanti Tivana akan pergi dari sini setelah balas dendamnya selesai. Tapi ucapan Ilda ini cukup memprovokasi, Tivana jadi ingin membalasnya.

"Memang kenapa? Kau pikir aku tidak bisa kabur dari sini?" sahut wanita tersebut dengan nada tak kalah nyalang. Ekspresi tenang Ilda berubah, tidak menyangka bahwa Tivana akan membalas ucapan miliknya bahkan dengan perkataan mantap. Hal ini membuat Ilda tertawa.

Respon diluar dugaan yang ditunjukan Ilda membuat Tivana sedikit merasa tersinggung, dia menertawakan Tivana dengan wajah remeh. Memang Tivana mengerti dia tidak tahu pasti sebenarnya berada dimana serta bagaimana caranya kabur nanti—tapi bukan berarti hal itu tidak mungkin. Selalu ada peluang dimanapun selama kau mau mencarinya.

Prinsip sederhana.

Usai terkekeh dengan tampang jenaka, Ilda menunjukan wajah seriusnya. Dia kembali berkata pada Tivana.

"IYA! Kau tak akan pernah bisa kabur dari sini, tidak sama sekali! Selama kau masih menjadi pasangan dari Òsedian—T i v a n a."

...***...

...T b c...

...Jangan lupa tinggalkan jejak...

...Terima kasih...

...Ketemu lagi nanti...

...Bye...

...:3...

Terpopuler

Comments

Lisa Z

Lisa Z

ucapan aja mah belum tentu bisa dipegang

2023-10-11

0

Lisa Z

Lisa Z

orang tua mu gimana hey
pasti mereka khawatir

2023-10-11

0

Author15🦋

Author15🦋

tapi, kan sirennya emang binatang😭

2023-07-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!