Gua

...Perhatian!...

...Cerita ini hanya bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidaksengajaan semata....

...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....

...Terima kasih...

...Selamat membaca...

..._______________________...

...Roar of the Ocean...

...________________________...

..._________...

...___...

..._...

Sreet!

Òsedian merobek baju yang Tivana kenakan, saat ini gadis itu sedang dalam keadaan pingsan setelah terempas oleh sirip ekor milik makhluk tersebut.

Karena termakan oleh emosi Òsedian mengeluarkan hampir 45% dari kekuatan aslinya. Melihat Tivana terempas begitu saja membuat Òsedian sadar kalau dirinya sudah kelewatan batas dalam menghadapi manusia.

Òsedian lantas berenang, mendekati Tivana yang tak sadarkan diri. Darah mengucur dari bagian belakang kepala gadis itu, menyatu dengan air laut. Òsedian lalu menggapai Tivana menggunakan kedua tangan bersisiknya, membawa gadis yang berhasil membuat pikiran dia menjadi gila selama beberapa tahun tersebut kedalam sebuah pelukan hangat. Di-jilatnya luka Tivana.

Seperti terkena sihir, luka tersebut perlahan menghilang. Air liur Siren memiliki kemampuan menyembuhkan tapi apabila dikonsumsi dalam jumlah besar—contoh saja saat Òsedian dengan gamblang mencium Tivana dan memaksa gadis tersebut menelan salivanya; hal itu akan memberikan dampak pada tubuh si penerima. Bahasa sederhananya ber-transformasi, ini menjelaskan mengapa Òsedian diawal pertemuan mereka tak segan-segan langsung mencium bibir Tivana.

Jika dia tidak melakukan hal tersebut Tivana akan mati. Manusia normal hanya dapat menyelam atau berada dibawah air kurang dari 3 menit, lebih dari itu mungkin patut dicurigai bahwa manusia tersebut sudah kehilangan nyawanya dan tenggelam kedasar air.

Baiklah, mari kita kembali ke-cerita utama. Setelah selesai menyembuhkan luka Tivana, Òsedian memperhatikan dengan lekat sosok yang berada diperlukannya, sebelah mata yang rusak perlahan ber-regenerasi. Tangan Òsedian lantas membelai pipi dari gadis itu.

Padahal Tivana tidak melakukan apapun tapi entah kenapa Òsedian seiring waktu malah merasa terangsang. Sial. Wajahnya memanas, manik emerald Òsedian seperti tengah ditutupi oleh semacam kabut. Tangan yang semula hanya membelai pipi kini sudah berpindah keatas pakaian yang Tivana kenakan. Tanpa pikir panjang, makhluk tersebut langsung merobeknya.

SRETT!

Suara robekan kain terdengar keras.

Tampilan Tivana saat ini yang hanya menggunakan pakaian dalam semakin membuat Òsedian gila. Alat vital miliknya menonjol keluar dari dalam ekor. Sial! Òsedian mendesis. Menanggalkan semua kain yang masih tersisa ditubuh gadis pujaan hatinya.

Lalu, kalian bisa tebak sendiri apa yang terjadi setelah itu. |

Òsedian tanpa tahu malu langsung membenamkan kejantanannya kedalam milik Tivana. Bermain-main di sana hingga mendapatkan titik puncak. Menyemburkan sekuat tenaga cairan yang diproduksi oleh tubuhnya melalui benda itu kemudian disalurkan menuju rahim milik Tivana sampai ia yakin bahwa tak setetespun tertinggal. Begitu terus sampai Tivana akhirnya sadar.

Dia tahu Tivana tak akan menyambut perilaku biadabnya dengan baik tapi?! Mau bagaimana lagi, Òsedian sedang berada pada masa birahinya. Khas hewan, kalau tidak puas ya tidak selesai. HA-HA |

Sampai Tivana kembali pingsan.

Karena sudah tidak sanggup lagi.

...***...

"Ergh?" bibir Tivana mengerang kecil, sakit. Kepalanya pusing. Sekuat tenaga wanita itu mencoba membuka kedua kelopak mata meski berakhir nihil, kedua benda tersebut seakan di-lem oleh sesuatu. Berat dan sulit untuk dibuka.

Dalam kondisi seperti itu—Tivana mendengar dari kejauhan. Ada semacam keributan seperti sebuah teriakan.

"KAU GILA ÒSEDIAN! TUBUHNYA MASIH MANUSIA, HANYA SECUIL YANG BERUBAH MENJADI SIREN DAN KAU! ARGH! DENGAN BODOHNYA MENGAWINI DIA?!"

Òsedian merotasi kedua mata jenuh.

"Kau berisik! Tinggal rawat saja dia." ucap makhluk itu.

"HEH! PERGI KAU! DASAR BINATANG?!"

Sekilas itu yang Tivana dapat dengar sebelum kegelapan kembali menjemput alam bawah sadarnya. Terlelap begitu damai dengan wajah yang indah.

Deg!

Pemandangan gua batu terlihat menyambut Tivana untuk pertama kalinya setelah dia berhasil mendapatkan kesadaran penuh dan mampu membuka kedua kelopak mata secara mantap.

Dimana ini? Batin wanita itu, penasaran.

Selimut usang berwarna cokelat terlihat menutupi tubuh telanjangnya. Ini bukan di dalam air. Ada udara yang dapat Tivana hirup dengan menggunakan hidung.

Perlahan, wanita tersebut mengubah posisi jadi setengah berbaring. Dia jelas-jelas berada diatas ranjang, bentuknya memang tua tapi Tivana yakin ini adalah ranjang yang biasa manusia seperti dia gunakan untuk tidur.

Apa yang terjadi? Batin wanita itu lagi. Kali ini pertanyaannya berganti.

Dia tidak mengalami hilang ingatan atau semacamnya, seingat wanita tersebut dia tengah diperkosa oleh seekor ikan di dasar laut. Hal itu terlalu nyata apabila ingin disebut sebagai mimpi.

Bahkan insang diarea tulang selangka benar-benar ada ketika Tivana merabanya.

Apakah Òsedian yang membawa dia kemari? Kedalam gua suram dengan suhu yang lembap?

Entah.

Sejauh mata Tivana dapat memandang, dia tidak menjumpai makhluk bermanik emerald itu. Lima meter dari ranjang yang Tivana duduki terdapat sebuah kolam air.

Ini seperti gua bawa laut. Ruang yang memiliki celah dan oksigen di dalamnya.

"Oh kau sudah sadar ternyata..."

Tivana tiba-tiba dikejutkan oleh kemunculan seseorang. Lantas wanita tersebut membuang pandangan kearah sumber suara.

Terlihat seseorang dengan jubah besar berjalan menuju ranjang tempat Tivana berada, entah muncul dari mana. Tivana yakin sebelumnya tidak ada siapapun di sana selain dia.

Lantas datang dari mana? |

Entahlah.

Mengesampingkan itu semua, Tivana malah dibuat salah fokus oleh bagian tubuh dari sosok itu. Jelas terlihat dia berjalan dengan menggunakan kedua kaki.

KAKI!

Ini artinya—DIA MANUSIA! Sama seperti Tivana.

Sebagian kecil dari lubuk hati Tivana merasa lega. Tanpa sadar wanita tersebut berdiri, mencoba mendatangi sosok berjubah yang tak jauh dari ranjang tempat Tivana berada. Pandangan wanita itu seakan memohon perlindungan.

Bruk!

Ya meski, baru bebarapa detik turun dari ranjang wanita tersebut langsung tersungkur jatuh. Kedua kakinya lemah, bagian punggung dan area pangkal paha atas terasa sakit. Luar biasa, Tivana rasa dia tak akan bisa berjalan untuk sementara waktu.

Sosok berjubah itu tampak panik, dia mencoba mendekati Tivana dengan cepat namun langkahnya tertahan saat tiba-tiba Òsedian muncul dari arah dalam air disamping mereka.

Melompat tinggi lalu mendekati Tivana dengan wujud setengah ikannya.

Melihat hal tersebut kedua bola mata Tivana membulat dengan sempurna. Refleks alami bekas kejadian-kejadian sebelumnya membuat wanita tersebut mencari sesuatu; benda yang dapat dia pegang dan pakai untuk menyerang Òsedian. Minimal mempertahankan keselamatan diri.

Sampai Tivana mendapatkan sebuah batu.

Tanpa pikir panjang dan mengabaikan rasa sakit yang ada Tivana mengangkat benda itu tinggi, siap menghantam Òsedian meski makhluk itu dapat dengan mudah menepisnya menggunakan sirip ekor.

"Tenanglah Ana! Jangan membunuh ku sayang?!" guyon makhluk setengah ikan tersebut, membuat wanita ini semakin termotivasi untuk menghantamkan sebuah batu kekepala Òsedian.

Sial!

Tivana jadi teringat kembali momen ketidakberdayaan dirinya ketika diperkosa oleh makhluk ini.

"Akan ku bunuh kau!" makinya. Tersulut amarah yang sangat besar.

...***...

...T b c...

...Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, atau comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....

...Terima kasih...

...Ketemu lagi nanti...

...Bye...

...:3...

Terpopuler

Comments

Lisa Z

Lisa Z

tapi tivana bukan hewan heh

2023-10-10

0

Lisa Z

Lisa Z

ckck heh anak orang masih pingsan

2023-10-10

0

Lisa Z

Lisa Z

parah tau itu
kepala belakang ga boleh kehempas

2023-10-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!