Õsedian

...Perhatian!...

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidaksengajaan semata....

...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....

...Terima kasih,...

...selamat membaca....

..._______________________...

...Roar of the Ocean...

...________________________...

...__________...

...____...

..._...

"TIVANA!"

"—AWAS DIBELAKANG MU?!"

.

.

.

.

.

DEGH!

Kedua mata Tivana terbelalak dengan lebar, hanya berlangsung beberapa detik saja—sepasang tangan yang terlihat familiar memeluknya dari belakang. Sangat erat. Lalu—!

BYURR!

Riak air terdengar.

Setelah berhasil mengamankan apa yang ia inginkan, sosok itu membawa tubuh Tivana jatuh kedalam air kemudian menyeretnya hingga kedasar aliran air yang paling dalam.

Tivana mencoba berteriak tapi apalah daya, bukannya suara yang keluar dari sana melainkan seberkas air payau yang memasuki kerongkongannya. Mengisi dengan cepat kedua paru-paru hingga membuat Tivana menjadi sesak.

Sial! Rutuk gadis itu.

Apa aku akan mati? Batinnya. Lagi-lagi pikiran negatif berseliweran didalam kepala. Pemandangan air keruh menghiasi mata, Tivana terseret pergi menjauh dari sana—entah kemana makhluk ini akan membawanya. PERSETAN! Tapi! Satu hal yang pasti, Tivana sudah tidak kuat lagi.

Terlalu banyak air memasuki tubuhnya, bahkan oksigen seenak jidat keluar begitu saja. Ini sama halnya dengan mati tenggelam. Perlahan-lahan Tivana mulai kehilangan kesadaran.

Sebelum benar-benar terpejam, anehnya dia malah mendengar sebuah panggilan.

"Ana~"

Di-ikuti dengan kata-kata—

"Aku akhirnya memiliki mu..."

...***...

"Hah?" Tivana memiringkan kepalanya bingung. Gadis cilik berusia 10 tahun itu menampilkan wajah lucu, ada sesuatu yang bersembunyi tepat dibelakang bebatuan besar di dekat pantai. Tempatnya bermain.

Gadis cilik dengan ember mainan berisi kerang tersebut beranjak, memilih mendekati bebatuan. Dia amat yakin bahwa tadi dia melihat sesuatu di sana, menilik kearahnya dengan tatapan malu-malu.

"Siapa dicitu?!" lidah Tivana terpeleset, pe-lafal-an kata yang dia ucapkan sedikit terdengar aneh. Meski sudah berumur 10 tahun kadang kala dialog yang keluar dari mulutnya masih terdengar seperti anak-anak berumur 7 tahun.

Tivana menghentikan langkahnya, dia sudah berada cukup dekat dengan bebatuan, tapi—anehnya tidak ada apapun di sana selain pemandangan ombak yang bergerak maju mundur dengan selaras.

Tivana kecil mematung, ia tampak menunggu. Barang kali 'sesuatu yang tadi' akan muncul kembali—dan benar saja dugaan dari gadis cilik itu.

Ia dapat melihat manik mata berwarna pucat yang tengah membalas tatapan miliknya.

"Kenapa kau menyangis?"

...***...

Erghmmm~

Kelopak mata Tivana berkedut, sesuatu seperti menggeliat di dalam rongga mulutnya. Hal ini membuat kening Tivana mengerut, berkat ketidak nyamanan tersebut mau tak mau Tivana akhirnya memilih untuk membuka paksa kedua kelopak matanya.

Erghm~

Pemandangan lautan dengan air yang jernih menyambut manik gadis itu. Tivana membatu, entah sudah berapa kali dia dikejutkan dengan berbagai fenomena janggal yang menimpa sosoknya.

Belum sampai menerima kenyataan kalau saat ini Tivana berada di dalam laut, dia malah menemukan fakta baru di mana makhluk yang menangkapnya ini sedang bermain-main dengan bibirnya. Lidah yang lebih panjang dari pada milik manusia normal itu berada tepat di dalam mulut Tivana.

Apa ini?! Dewi batinnya memekik.

Ini kali kedua Tivana rasa dia berciuman dengan makhluk semacam mermaid tersebut. Didalam laut. Berbeda dengan sebelumnya, ciuman yang gadis itu dapatkan saat ini lebih lembut dan tidak agresif seperti terakhir kali.

Beruntung juga; pakaian yang Tivana kenakan masih utuh, tidak koyak–setidaknya ia tahu kalau makhluk setengah ikan tersebut tidak bermain-main dengan tubuhnya lagi.

Atau mungkin belum?

Entahlah.

Tivana tak tahu.

Berpindah ke hal lain, Tivana rasa ada semacam bola-bola oksigen di dalam ciuman yang ia dapatkan tersebut. Seakan-seakan makhluk ini hendak memberikan seberkas udara kedalam paru-parunya. Tivana merasa nyaman.

Aneh. Semakin lama dia dicium semakin ia yakin bahwa dirinya dapat bernapas di bawah air. Apa yang terjadi?! Pekik dewi batin milik Tivana lagi.

Ini semua jelas tidak mungkin!

Hal-hal janggal mulai terasa, Tivana menyadari ada sesuatu yang aneh dengan tubuhnya. Semacam insang di area tulang selangka.

Tunggu—?

Apa?!

INSANG!

APA YANG TERJADI?!!

Tivana shock. Berbarengan dengan hal tersebut tautan di-bibirnya akhirnya lepas. Menimbulkan suara yang terdengar sensual.

"Argh~"

Padahal ini di bawah laut.

Pipi Tivana bersemu merah.

Tivana dapat melihat dengan jelas menggunakan kedua bola matanya langsung; lidah yang panjangnya 2 kali lipat dari milik manusia berbentuk seperti lidah ular keluar dari sana—mulutnya! Makhluk tersebut tampak menjilat sebentar ujung bibir lalu kemudian menyeringai.

Tivana bukan terpesona, dia hanya merinding dan terkejut dengan perubahan tubuhnya. Mengapa bisa terdapat insang milik ikan di kedua sisi dekat tulang selangka?!

Deretan taring pemangsa tampil di sana, makhluk itu secara impulsif memeluk tubuh Tivana dengan erat menggunakan kedua tangan bersisiknya. Mengabaikan fakta bahwa Tivana saat ini tengah menampilkan wajah konyol. Kebingungan dengan semua situasi yang menimpa.

Toh! Lambat laun gadis ini akan memahami dengan sendirinya. Cepat atau lambat.

Sirip ekor bergerak di bawah sana, gelembung-gelembung halus tercipta dari situ. Òsedian tampak mempertahankan posisi mereka agar tetap mengambang di dalam lautan.

Beberapa ikan dari kejauhan menilik. Penasaran dengan kedua makhluk asing yang singgah di area tempat tinggal mereka.

Manik mata pucat milik Òsedian terangkat, dia mendongak—membalas tatapan yang Tivana layangkan.

"Ana..."

Deg!

Panggilnya.

Bola mata Tivana membulat dengan sempurna.

Tivana yang mendengar terkejut bukan kepalang, dia baru saja melihat celah bibir dari makhluk setangah ikan tersebut terbuka lalu suara keluar dari sana.

Dia tidak salah dengar bukan?

Iya-kan?

Makhluk itu, dia bisa bicara.

"Ini aku, Òsedian..."

DEG!

...***...

...T B C...

...Ingat! Cerita ini hanya bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—itu murni karena ketidaksengajaan semata....

...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....

...Terima kasih...

...Ketemu lagi nanti...

...Bye...

...:3...

Terpopuler

Comments

usi susi

usi susi

TIDAAAKKKKK TIVANA WEH ANAK ORANG

2023-10-17

0

Lisa Z

Lisa Z

heh tivana ga punya insang heh
jangan sembarangan bawa anak orang nyebur 😬

2023-10-09

0

Author15🦋

Author15🦋

cie berubah jadi mermaid

2023-07-14

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!