Pembicaraan

...Perhatian!...

...Cerita ini hanya bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidaksengajaan semata....

...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis...

...Terima kasih,...

...selamat membaca....

..._________________________...

...Roar of the Ocean...

...__________________________...

...___________...

..._____...

..._...

Ilda bergidik ngeri ketika melihat ekspresi penuh kebencian yang sedang Tivana tunjukan. Makhluk itu tidak tahu jelas apa yang sudah Òsedian lakukan terhadap wanita tersebut sampai-sampai dia mampu menunjukkan raut muka sedemikian rupa. Hal ini membuat Ilda menghela napas pasrah, memang Tivana tidak berkomentar apapun tapi Ilda tahu wanita itu sudah sangat lelah. Dia kelelahan menghadapi perubahan yang terjadi pada kehidupannya berkat Òsedian.

"Hah~"

Tivana membuang pandangan, dia tampak muak meladeni sosok Ilda. Mata wanita itu kini tertuju kepada air kolam yang berjarak tak jauh dari tempat mereka berada.

Ilda yang melihat lagi-lagi dibuat menghela napas panjang. Lebih baik dia memberi sinyal pada Òsedian agar makhluk tersebut tahu bawah mate atau pasangannya ini sudah siuman dari pingsan. Ilda kemudian berdiri, beranjak mendekati pinggiran kolam. Pemandangan menakjubkan muncul setelah itu, Tivana yang awalnya tidak tertarik dengan apa yang dia itu lakukan kini memutar haluan pandangannya menuju arah Ilda.

Kerlap-kerlip cahaya entah muncul dari mana, Ilda seperti merafalkan sesuatu dengan mulutnya. Tidak terdengar jelas dan tidak terbaca. Di detik selanjutnya sisik bermunculan diarea leher dan wajah, telinga lelaki itu berubah menjadi mirip dengan sirip ikan. Tampilan Ilda persis seperti ketika dia terkena air laut tempo lalu. Tivana ingat dengan jelas bagaimana rupa miliknya.

Kemudian Ilda bersimpuh di pinggir kolam, telinganya bergetar; suara seperti ikan paus terdengar setelah itu. Ini luar biasa, batin Tivana merasa kagum dengan fenomena tersebut.

Mereka sebenarnya apa? Pertanyaan itu muncul begitu saja didalam otak. Tivana merasa tertarik, mereka jelas hidup seperti hewan tapi tubuh mereka berbentuk setengah manusia lalu mereka seakan bisa menggunakan sihir yang dapat mendatangkan sebuah keajaiban.

Tivana rasa, dia ingin sekali meneliti Òsedian maupun Ilda. Makhluk misterius tidak ter-identifikasi yang bahkan tak pernah dianggap ada oleh kalangan manusia seperti dia.

Kecuali berakar dari sebuah dongeng pengantar tidur untuk anak-anak.

Setelah selesai memberi sinyal, Ilda malah dikejutkan dengan pertanyaan Tivana yang muncul secara tiba-tiba. Wanita tersebut spontan dalam bertanya.

"Sebenarnya... kalian ini makhluk apa?" tanya wanita itu. Ilda berbalik, kembali menghadap sosok Tivana yang kali ini melayangkan tatapan dalam. Dikarenakan rasa penasaran yang besar membuat Ilda terintimidasi, dia sering menjumpai tatapan itu ketika naik kedaratan. Kalau tidak salah saat kapal-kapal yang berlayar masih menggunakan bahan kayu bukan baja seperti sekarang.

Heh!

Ilda terkekeh hambar.

Sejujurnya dia merasa tidak nyaman dengan tatapan semacam itu tapi karena ini pertanyaan yang diajukan oleh pasangan temannya—Ilda mau tak mau harus menjelaskan. Toh Tivana sendiri lambat laun akan berubah menjadi seperti mereka.

"Biar aku perkenalkan lagi siapa diriku, kau bisa memanggil ku Ilda. Aku berasal dari bangsa Mermaid—keturunan langsung dari ras putri duyung dengan jenis Jantan. Kalian biasa menyebutku sebagai Merman; aku sangat yakin kau pernah mendengarnya bukan? Dari buku-buku dongeng ataupun cerita rakyat yang tinggal diarea pesisir pantai." terang Ilda, makhluk itu menunduk ketika memperkenalkan siapa dirinya. Gestur tersebut mengingatkan Tivana soal salam hormat kaum kerajaan atau bangsawan yang pernah hidup di era sebelum dia lahir.

Tivana jadi bingung harus bereaksi seperti apa ketika mendapatkan salam hormat penuh kesopanan tersebut. Dia rasa Ilda merupakan sosok yang berpendidikan, entah kenapa dia tak jauh berbeda dari manusia.

Bahkan ketika telinga berbentuk sirip tersebut menghilang, Ilda tampak mirip seperti manusia. Ingatkan Tivana bahkan pernah salah mengira sosok tersebut sebagai manusia.

Ternyata bukan.

Usai memberi salam Ilda kemudian menegakkan tubuhnya. Dia melanjutkan apa yang ingin dia ucapkan.

"Lalu, kau pasti tahu Òsedian. Aku yakin dia sudah memperkenalkan namanya..." ucap Ilda gantung. Merasa tak yakin bahwa temannya itu menjelaskan siapa dirinya pada Tivana.

Tivana diam, membatu. Dia benar-benar malas bereaksi. Dia tahu Òsedian, walau hanya sebatas nama.

"Òsedian merupakan bangsa Siren, berbeda dengan Mermaid." lanjut sosok itu yang membuat sebelah alis Tivana terangkat. Menukik tajam.

"Hanya itu?" beo wanita tersebut.

Melihat Tivana berkomentar membuat Ilda senang, sepertinya wanita itu 'sedikit' mulai tertarik dengan identitas milik Òsedian.

Ilda kembali ingin membuka suaranya, tapi sebelum berhasil mengucapkan sesuatu sosok tamu tak diundang muncul begitu saja dari dalam air.

Menyela ucap milik Ilda.

Òsedian berkata—

"Ana... Siren adalah makhluk setengah ikan, yang tidak dapat menjadi manusia." ucapnya begitu saja yang jelas menimbulkan sebuah kebingungan besar untuk Tivana. Ada tanda tanya bersarang didalam otak wanita tersebut.

A p a - m a k s u d - n y a ? |

...***...

"Owh Ana~ Akhirnya kau sadar?!" teriak Òsedian senang dan ingin melompat ke-darat tempat Tivana berada. Hal ini membuat wanita pemilik nama Tivana tersebut kesal. Sudah muncul tanpa diundang lalu mengucapkan kalimat penuh tanda tanya kemudia bertingkah konyol seakan tak pernah terjadi apapun. Sial.

Dia menyebalkan.

Tivana mengambil cangkang kerang bekas dia minum lalu melemparnya sekuat tenaga hingga mengenai kening milik Òsedian. Alih-alih berhasil melompat mendekati Tivana dia malah kembali terjatuh kedalam air, Ilda yang menyaksikan kejadian tersebut secara langsung meringis sakit.

Dia harap Òsedian baik-baik saja. Salahnya juga bertingkah demikian, dasar tidak peka dengan keadaan. |

Byurr!!

Òsedian tenggelam.

"Enyah kau?!" dengus Tivana. Wanita itu berdiri diatas ranjang menunjukkan kepalan tangan miliknya seakan siap meninju kapan saja sosok Òsedian. Omong-omong Tivana, tubuh mu benar-benar tidak di tutupi oleh apapun yah; dan Tivana baru menyadarinya juga.

Ha-ha |

"Hosh..." wanita tersebut kemudian menghela napas hambar. Senyum simpul muncul di wajah manisnya, dengan gerakan pelan—pandangan wanita tersebut bergerak, menuju Ilda yang tampak tengah membuang muka. Entah kenapa sosok itu merasa malu dan takut.

"Bisa tolong kau berikan jubah mu?" tanya Tivana baik-baik. Ilda dengan patuh menyerahkan benda tersebut agar wanita itu dapat menutupi dirinya. Sial! Padahal sebelumnya ketika merawat Tivana Ilda tidak merasakan apapun, tapi sekarang dia rasa ada moralitas yang harus diterapkan.

Setelah mendapatkan apa yang Tivana inginkan, tanpa pikir panjang dia langsung mengenakannya. Masa bodoh dengan Ilda yang hanya mengenakan sesuatu mirip celana panjang, entah berbahan apa yang pasti warnanya sudah usang.

"Apa maksud yang dia katakan?" tanya Tivana tiba-tiba. Seusai mengenakan jubah yang berhasil menutup semua aset pribadinya.

Ilda menilik. Dia tahu Tivana tertarik tapi—?!

"Ya seperti itu adanya, karena Siren adalah bangsa yang cukup tertutup dengan identitas mereka kecuali mereka sendiri yang mengungkapkannya. Jadi aku tidak dapat berkomentar banyak soal Òsedian kecuali dia yang bicara atau kau yang bertanya—T i v a n a." ucapnya, singkat tidak menjelaskan apapun yang Tivana harapan.

...***...

...T B C...

...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....

...Terima kasih,...

...ketemu lagi nanti....

...Bye...

...:3...

Terpopuler

Comments

Lisa Z

Lisa Z

mending sama ilda dia bisa berubah jadi manusia

2023-10-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!