Pertengkaran

...Perhatian!...

...Cerita ini hanya bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidaksengajaan semata....

...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....

...Terima kasih,...

...selamat membaca....

...________________________...

...Roar of the Ocean...

..._________________________...

...__________...

..._____...

..._...

Sebenarnya—apa yang sedang terjadi? Dewi batin Tivana bertanya, saat manik mata miliknya mendapati raut muka menahan amarah dari sosok Ilda.

Ditambah respon tak bersahabat yang Òsedian tunjukan. Makhluk itu seakan tidak terima pada apa yang Ilda ucapkan barusan, sampai-sampai dia berkata 'memangnya tahu apa kau Ilda? Soal Siren padahal kau jelas-jelas merupakan bagian dari bangsa Mermaid. Ingat Ilda, kita dua bangsa yang sering berperang' seperti itu. Sejenak Tivana tertegun, diam diantara dua tatapan yang saat ini sedang bersitegang. Kepalanya memikirkan apa maksud dari ucapan yang baru saja Òsedian katakan.

Perang?

Itu artinya mereka sebenarnya bukan makhluk yang rukun dan tidak dapat hidup berdampingan.

Kalau dikaitkan dengan dunia hewan ada yang namanya daerah teritori. Daerah teritori sendiri merupakan suatu wilayah tertentu yang ditandai atau diklaim para hewan sebagai wilayah mereka, biasa dipimpin oleh alpha—seekor hewan yang memiliki aspek-aspek lebih unggul dari pada kawanan yang lainnya; sehingga membuat dia menjadi figur pemimpin. Ini memudahkan Tivana dalam memahami maksud ucapan Òsedian, jika yang makhluk dengan manik emerald itu katakan adalah 'perang' mungkin konteks yang lebih tepat merujuk kearah perebutan daerah kekuasaan dari kedua bangsa tersebut.

See~

Tivana mengerti. Ya meski wanita itu melewatkan sesuatu yang penting, berkat terlalu fokus berpikir dia sampai tidak menyadari bahwa kemarahan Ilda sudah mencapai ubun-ubun.

Ilda terpancing, dia terprovokasi dengan ucapan yang Òsedian lontarkan. Lelaki itu pun berkata.

"Kau tahukan Òsedian, aku tidak seperti mereka." dengan nada yang begitu tenang namun menyiratkan kemarahan. Òsedian merotasi matanya jenuh, makhluk itu memilih untuk tidak menganggapi sosok Ilda. Melihat hal tersebut membuat Ilda mendesis.

Dia mulai melafalkan untaian kata yang nyaris sulit untuk orang awam memahami makna didalamnya; hanya bangsa mermaid saja yang tahu. Mendengar sekilas kata-kata yang terasa familiar Tivana akhirnya tersadar dari lamunan panjangnya, dia menyaksikan entah sejak kapan wujud Ilda sudah berubah menjadi setengah ikan dan dalam hitungan detik—tanpa pikir panjang, makhluk dari keturunan putri duyung tersebut melompat secara tiba-tiba.

Menyambar Òsedian dengan wajah bengis lalu menyerangnya. Hal tersebut membuat kedua makhluk itu jatuh kedalam air, menimbulkan suara riak yang cukup keras bersama percikan air besar yang membasahi tempat sekitar.

BYURRR?!

Manik mata Tivana membola, dia cukup terkejut saat menyaksikan fenomena dengan selang waktu sepersekian detik tersebut. Òsedian dan Ilda yang sudah berada didalam air agaknya sedang melakukan sebuah pertengkaran? Bertarung? Atau apapun sebutannya. Semacam itu.

Begitu gaduh hingga membuat air laut bergejolak, gelisah kesana kemari.

Buru-buru Tivana mendekati pinggir kolam, dia bersimpuh—melihat dari balik air; sebuah pertengkaran yang sedang dua makhluk itu lakukan.

Luar biasa. |

Saling menggigit, mencakar, bergerak brutal khas seperti seekor ikan predator yang sedang bergulat di dalam air.

Sial!

Tivana jadi kepikiran, karena pertanyaan dia 'lah kedua makhluk tersebut malah berkelahi. Wanita ini jadi merasa sedikit bersalah, meski mungkin dia akan bersyukur jikalau Ilda dapat membunuh Òsedian sekarang juga. Eh?! Tapi—!

Tidak! Tidak!

Ini sama saja kau sedang mengadu domba kedua teman yang sebelumnya bersahabat Tivana?! Itu tidak benar. Ini jelas bukanlah sifat yang terpuji.

"Tch?!"

Hah~

Haruskah aku melerai mereka?! Batin Tivana, tak suka terhadap opsi tersebut.

Sialan! Dia tidak memiliki pilihan lain. Tanpa pikir panjang Tivana lantas melompat kedalam air; mari menyusul kedua makhluk menyebalkan itu—batinnya, kesal.

...***...

Byurr!

Kedua katup penutup insang milik Tivana terbuka, wanita itu merasakan dirinya seperti seekor ikan yang dapat bernapas didalam air. Hidung seperti tidak berguna lagi, Tivana baru menyadari kalau insang hanya dapat digunakan saat dia benar-benar berada dibawah air jika berada di daratan sistem respirasi atau pernapasan wanita tersebut kembali menggunakan organ paru-paru dan hidung. Ini luar biasa.

Meski bukan waktu yang tepat untuk merasa kagum. Dia melihat bahwa Ilda maupun Òsedian bertarung dengan sangat gila di bawah sana. Wanita itu bergerak, menyelam menuju mereka. Seingat Tivana ada fitur tambahan yang ia miliki saat tubuhnya ber-transformasi menjadi siren secara paksa—itu adalah dapat berbicara didalam air. Mari kita coba kembali.

"Aaa..." bagus, bisa terdengar oleh gendang telinganya sendiri. Tinggal berteriak, agar perhatian kedua makhluk yang sedang bertengkar tersebut teralihkan.

"BEŔHÈNNNNNNNTTTTÌÌÌÌ!!!!!!!!!" Tivana terdengar seperti menggunakan aksen bahasa asli dari bangsa siren. Hal ini berhasil membuat Òsedian terdiam—berhenti bertarung secara tiba-tiba lalu memilih untuk menoleh kearah Tivana. Berbanding terbalik dengan Ilda, makhluk itu masih melayangkan tatapan bengis lalu mencoba mencakar Òsedian dengan kuku setajam pisau miliknya.

Òsedian tersentak, darah berwarna biru gelap menyebar didalam air laut. Ilda berhasil memberikan serangan cukup fatal pada Òsedian tapi didetik selanjutnya dia tersadar.

"Tidak! Apa yang telah aku lakukan?!" Ilda berujar panik. Menyimpan kuku dan taringnya, beda dengan siren—mereka (merujuk kearah bangsa siren) tidak dapat melakukan hal tersebut.

Entah itu menyimpan kuku, taring ataupun berubah bentuk menyerupai manusia.

Tivana yang melihat darah tersebut secara spontan ikut berenang mendekat. Ilda mencoba menekan pendarahan yang Òsedian alami.

"Sial! Dasar binatang?! Kenapa kau tidak menghindari seranganku?!" maki Ilda, geram. Makhluk keturunan dari bangsa mermaid tersebut mulai melafalkan kata, kerlap-kerlip cahaya muncul. Ini sihir, batin Tivana yang sedang menyaksikan fenomena tersebut.

Wanita itu tidak menyadari bahwa dirinya ikut membantu Ilda memegang tubuh Òsedian agar tidak bergerak menuju dasar lautan yang gelap. Òsedian terkekeh.

Makhluk itu tiba-tiba berkata.

"Aku tidak bisa mengabaikan Ana..." ucapnya. Mungkin karena tadi Tivana berteriak meminta agar mereka berhenti Òsedian malah kehilangan fokus dan menunjukan celah miliknya pada Ilda. Ilda yang masih terpengaruh oleh hasrat bertarung mengambil kesempatan dari celah itu. Dia menyerang Òsedian hingga sosok tersebut terluka.

"BODOH!" komentar Ilda, kesal bukan main. Ilda kembali melanjutkan melafalkan mantra; sebut saja begitu—agar dia dapat menyembuhkan Òsedian. Hal ini malah membuat Tivana tertegun, kedua alis dari wanita tersebut menukik tajam.

Bingung.

Seingat dia, bukankah makhluk ini—Òsedian memiliki kemampuan meregenerasi dirinya sendiri. Tivana yakin betul dia pernah melukai mata Òsedian dengan pisau, bahkan kurang dari hitungan menit mata tersebut sembuh. Lantas mengapa saat ini makhluk itu perlu di obati oleh sihir milik Ilda?

Tunggu?

Apa jangan-jangan, syarat agar dapat melukai makhluk seperti mereka adalah; harus sama-sama berasal dari class yang sama.

Yaitu makhluk setengah ikan.

Deg!

Tivana rasa, sekarang dia tahu bagaimana caranya agar dia dapat membalas dendam pada Òsedian.

Demi Tuhan, aku akan membunuh mu! Ikrar wanita itu pada dirinya sendiri.

Ya meski tidak ada yang tahu tentang masa depan nanti. |

Ha-ha.

...***...

...T b c...

...Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, ataupun comments...

...Terima kasih...

...Ketemu lagi nanti...

...Bye...

...:3...

Terpopuler

Comments

Lisa Z

Lisa Z

eh eh kok jadi berantem

2023-10-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!