Kawin

...Perhatian!...

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidaksengajaan semata....

...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....

...Terima kasih,...

...selamat membaca....

...________________________...

...Roar of the Ocean...

..._________________________...

...__________...

..._____...

..._...

"Ini aku, Òsedian..."

Maaf?

SIAPA?!

Tivana memekik dalam hatinya dengan kuat. Memang bagus akhirnya dia tahu fakta bahwa makhluk setengah ikan yang sedang memeluknya ini bisa bicara, hanya saja! Dia bilang apa tadi?

Òsedian?

Itu namanya?

Bagus. |

Tidak-tidak! Sekarang bukan itu point pentingnya. Dia bilang 'ini aku—INI AKU!' bukankah semua itu merujuk kearah di mana Tivana pernah tahu dan mengenal sosok setengah ikan tersebut? Masalahnya Tivana rasa dia tidak pernah memiliki kenalan seorang mermaid atau lebih tepatnya SIREN!

Kalaupun ada, bukannya aneh Tivana bisa melupakan kenalan ajaibnya itu. Serius!

Bahkan Tivana tak pernah kepikirkan kalau makhluk-makhluk seperti mereka ini nyata. Sebelum ia melihatnya secara langsung seperti sekarang.

Tivana meloloskan tangannya yang terjepit di dalam pelukan Òsedian, gadis tersebut lalu meletakkannya di pundak makhluk? Lelaki? Terserah—apapun itu lalu mencengkeramnya.

Setidaknya saat ini Tivana tahu kalau Òsedian dapat diajak bicara. Barang kali gadis tersebut bisa melakukan negosiasi?

Soal—

MEMULANGKAN TIVANA KE-DARAT-AN!

Toh! Sebenarnya mau makhluk ini apa?! Menyeret Tivana kedalam lautan lalu—mengubah? Tubuhnya?

Tunggu—?

Tivana punya firasat buruk tentang itu. Semoga saja bukan.

Ragu-ragu, Tivana mencoba membuka mulutnya. Manusia normal biasa tidak akan mungkin dapat bicara tapi untuk saat ini Tivana rasa berada ditengah-tengah ketidaknormalan karena memilik sepasang insang untuk bernapas.

"A..." suara keluar dari sana. Tivana bersorak gembira di dalam hatinya, meski yang terdengar sedikit serak. Tapi tak apa.

Òsedian hanya diam memperhatikan—membiarkan Tivana melakukan apa yang ingin dia lakukan. Sembari mempersiapkan sesuatu.

Entah apa itu. Kalian tebak saja sendiri.

Dilihatnya Tivana membuka celah bibir, gadis tersebut hendak bicara.

"Kau... mungkin salah orang?" ucapnya berhasil membuat kening Òsedian mengerut. Percakapan apa ini? Aneh. |

Tanpa harus melihat tampang Tivana Òsedian sediri sudah dapat mengenali sosok itu dari aromanya. Jelas tidak mungkin dia salah.

Jadi ceritanya Tivana mencoba mengelabui Òsedian begitu? Yang benar saja.

Hal ini membuat perut Òsedian tergelitik. Dia merasa sikap yang Tivana tunjukan itu konyol. Mau tak mau makhluk setengah ikan tersebut tergelak.

Dia tertawa nyaring di depan Tivana. Menampilkan deretan gigi runcing yang membuat Tivana merinding.

Dilain sisi Tivana tampak seperti gadis bodoh, dia tak mengerti.

Mengapa makhluk tersebut tertawa dengan kencang?

Seakan dia tengah menertawakan dirinya?

Tunggu!

"Apa yang kau tertawakan?!" sentak Tivana, kesal. Juga sedikit malu.

Aneh, lama-lama Tivana rasa dia mulai tidak merasa takut lagi dengan makhluk tersebut. Setidaknya begitu sebelum Tivana mengalami kejadian di laur dugaanya.

BAGAIMANA INI BISA TERJADI?!

...***...

"Argh!" Tivana memekik, Òsedian yang tertawa nyaring tiba-tiba memeluknya semakin erat. Rasanya sakit, bahkan ekor dari makhluk tersebut menyelip diantara kaki Tivana. Hal ini membuat sebuah pemandangan di mana gadis tersebut tampak tengah menduduki Òsedian.

"Ana, kau lucu..." gelaknya, mengubah posisi menjadi setengah berbaring. Sisik bawah Òsedian menyenggol celana kargo yang Tivana kenakan.

Ini cukup mengganggu, batin makhluk itu. Kedua tangannya perlahan turun menggapai kain berbahan tebal tersebut; dengan niat hati ingin merobeknya.

Pengganggu! Transformasi Ana bisa terhalang gara-gara ini!

Di sisi lain Tivana yang menyadari pergerakan tangan Òsedian langsung menahannya. Wajah senang Òsedian tadi berubah sirna, ini adalah wujud dari penolakan yang sangat ia benci.

"Apa yang ingin kau lakukan?!" sergah Tivana.

Pandangan dingin Òsedian naik, membalas tatapan milik Tivana.

Situasi konyol beberapa saat lalu benar-benar hilang, mereka sekarang tampak seperti orang yang tengah saling bersitegang.

Tivana tidak suka. Tanpa sadar ia menelan saliva kasar. Menahan kuat tangan Òsedian dengan cara mencengkeramnya. Dilihat-lihat posisi mereka sedikit berbahaya, kalau bisa di-ilustrasi-kan; saat ini Tivana tampak seperti mengangkangi Òsedian. Jika dengan manusia normal ini akan terlihat seperti pemandangan intim yang sering dilakukan oleh beberapa pasangan yang dimabuk kasmaran.

Ditambah lagi gestur Òsedian yang ingin melepaskan celanannya. Ini memalukan.

"Ini hanya akan menghambat mu Ana..." Òsedian berkata. Tivana yang mendengar dibuat bingung, menghambat ia dari APA?!

Memang celana kargo yang Tivana kenakan itu berat, terlebih lagi saat terkena air. Beratnya bisa menjadi 2 kali lipat, ini jelas menghalangi pergerakan seseorang ketika berenang–tapi?! Memang Tivana punya waktu untuk memikirkan hal tersebut saat dirinya diculik begitu saja tak pandang waktu oleh monster ini?

Ah! Aku mau ganti baju yang nyaman sebelum di culik. Itu terdengar konyol, benarkan?

"Dari apa?" desis Tivana tanpa sadar. Ayolah, sekarang bisa-bisanya mereka mengobrol dengan normal. |

Terdapat jeda sebentar sebelum Òsedian menjawab.

"Transformasi mu menjadi Siren."

DEGH!

Tivana yang mendengar dibuat terkejut. Jelas menjawab semua kejanggalan yang tertanam di dalam otak kecilnya.

"Apa aku keturunan makhluk seperti kalian?!" tanya dia spontan. Barang kali saja ada leluhurnya yang seorang Siren, hal ini menjelaskan mengapa tubuh Tivana perlahan berubah.

Lagi-lagi Òsedian dibuat tergelak.

Itu bukan jawaban yang Tivana ingin dengar. Jika leluhurnya bukan seekor Siren, lantas mengapa ada insang muncul di area tulang selangka gadis itu?

"Jawab!"

Tivana menekan. Sudut kecil dari emosinya tersentil, entah kenapa Tivana merasa kesal terhadap Òsedian.

"Wow... wow... Ana... tenanglah..." sahut makhluk setengah ikan itu jenaka.

Sirip ekornya bergerak, mereka tanpa sadar turun ke dasar lautan.

"Aku yang mengubah mu..." ucap Òsedian santai.

Bola mata Tivana membulat secara sempurna. Apa yang baru saja masuk kedalam gendang telinganya? Mengubah?

Itu berarti? Suatu tindakan yang dilakukan secara sengaja. Benar begitu?

Tivana menampilkan wajah bingung; shock dalam mencerna informasi. Dia kembali bertanya secara tidak sadar.

Spontan hanya karena keingintahuan saja.

"Untuk apa?" gumamnya. Teramat pelan.

"Hm?" Òsedian membeo.

Manik Tivana berkilat, dia menatap langsung mata pucat milik Òsedian—jelas ada kemarahan terpantul dari di sana. Celah bibir Tivana kembali terbuka.

Gadis itu kemudian berteriak.

"UNTUK APA KAU MENGUBAH KU MENJADI SIREN?!" pekiknya, memunculkan kegaduhan.

Ikan-ikan di terumbuk karang bersembunyi. Suara Tivana menjadi sangat nyaring hingga berhasil nyaris membuat gendang telinga milik Òsedian pecah. Nada tinggi itu, ciri khas seorang Siren. Transformasi terjalan dengan baik, haruskah Òsedian kembali mencium Tivana agar gadis itu menelan salivanya lagi; supaya proses perubahan berlangsung lebih cepat dari sekarang.

Merasa diabaikan, kedua tangan Tivana terangkat—mencekik leher Òsedian.

"JAWAB AKU! MONSTER!" teriak gadis itu.

Mereka berdua sudah mencapai dasar lautan, aliran airnya sangatlah dingin. Keadaan remang tanpa pantulan cahaya matahari.

Òsedian mendengus.

Dia lalu menjawab.

"Tentu saja, agar kita dapat dengan segera—KAWIN."

...***...

...T B C...

...Jangan lupa like, vote, dan comments...

...Terima kasih...

...Ketemu lagi nanti...

...Bye...

...:3...

Terpopuler

Comments

Lisa Z

Lisa Z

nikahh dulu baru kawin ya dek

2023-10-09

0

Lisa Z

Lisa Z

tivana masih harus kuliah weyyy

2023-10-09

0

Author15🦋

Author15🦋

lanjut ya kak

2023-07-14

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!