Part 10 ~Penantian Seorang Gadis~

Fisha berjalan memasuki kampusnya dengan parah cantik yang di tutup cadar. Dia mengiraukan bisikan demi bisikan yang dia dengar.

Dia berhenti saat seseorang menghampirinya. "Fisha," panggil orang itu tersenyum ke arah Fisha.

Fisha menjadi heran, dari banyaknya yang tak menyukainya di kampus, kenapa gadis malah menghampirinya.

"Kenapa?" tanya Fisha.

Mahasiswi itu membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah undangan.

"Sebentar malam, gue ulang tahun. Lo jangan lupa datang ya!" Dia memberikan undangan itu ke Fisha. Fisha pun mengambilnya.

"Jangan lupa datang ya, Fis," teriak orang itu berlari pergi.

"Baru kali ini aku dapat undangan, kemarin-kemarin berbagai acara di kampus, sama sekali tak ada yang mengundangku." Fisha menaroh undangan itu ke dalam tasnya lalu kembali berjalan.

"Bha." Seseorang mengejutkan Fisha dari depan membuat gadis itu memegang dadanya, merasa kaget.

"Kainal!" pekik Fisha.

Kainal menyengir dan berjalan, mengsejejerkan jalannya dengan gadis di sampingnya.

"Tadi aku kerumahmu, tapi umimu bilang kamu udah berangkat lebih dulu," ucap Kainal.

"Aku berangkat bareng Ataar," balas Fisha melirik sekilas lalu kembali menatap kedepan.

"Tadi apa, Fis?"

"Apanya?"

"Itu tadi, yang orang berikan padamu," jawab Kainal. Fisha pun memperlihatkan undangan yang di berikan.

Kainal mengambil undangan tersebut. "Kok aku gak dapat iya?"

Fisha menaikan bahunya. "Lagian kalau dapat kaya gitu, aku juga gak mau datang," sahut Fisha.

Kainal mengangguk dan mengambalikan undangan itu. "Sebentar bareng pulang ya?"

Fisha berpikir sesaat. "Nanti di lihat deh, babay." Fisha lari lebih dulu, meninggalkan Kainal.

Kainal pun hanya tersenyum memandang kepergian gadis itu.

Baru ingin memasuki lobby kampus, tasnya di tarik dari belakang membuatnya membalik.

Lelaki itu langsung menepis. Saat melihat seseorang itu adalah Xaviel.

"Apa-apasih?" tanya Kainal. "Gak punya kerjaan bang?"

Xaviel tidak menjawab pertanyaan Kainal, dia menarik lelaki itu ke halaman belakang kampus.

Kainal menepis tangan Xaviel. "Apasih."

"Punya hubungan apa lo dengan Fisha?" tanya Xaviel menatap Kainal dengan tatapan tajam.

"Urusan lo apa?"

"Jawab gue, punya hubungan apa lo sama Fisha!" teriak Xaviel.

"Kalau gue gak mau beri tau, mau apa lo?" tanya Kainal.

Bruk!

Pukulan keraa melayang kerahang Kainal. Lantas tak tinggal diam, Kainal membalas pukulan Xaviel.

"Lo kiri, lo doang yang bisa?" teriak Kainal. "Lagian apa urusan lo, sehingga ingin tau hubungan gue dan Fisha? Setahu gue kalau dah punya pacar tuh udah gak bisa nanya-nanya cewek lain, bukan begitu?"

"Fisha sahabat gue, gue berhak tau hubungannya dengan lelaki mana pun, apalagi dengan lo. Lo baru berkenalan sama dia, gue juga gak ingin dia pilih cowok yang salah," tegas Xaviel.

"Sahabat? Sahabat?" tanya Kainal tertawa membuat Xaviel menatapnya bingung. "Adakah sahabat seperti lo?"

"Maksud lo?"

"Lo gak tau sialan," teriak Kainal memegang kerah kemeja Xaviel. "Fisha sedih gara-gara lo, lo kira ada sahabat yang seperti itu? Lo menghilangkan Fisha yang dulu, ceria, periang."

Xaviel terdiam, mencoba mencernah semua ucapan Kainal.

"Ke-napa jadi gue?"

Kainal melepaskan kerah kemeja Xaviel dengan kasar. "Gak tau diri," sahut Kainal mengambil tas ranselnya yanh jatuh dan pergi dari sana.

Xaviel menatap kepergian Kainal. "Gue? Gue yang buat Fisha berubah? Kenapa dunia ini mempunyai banyak teka teki," gumamnya.

Di dalam kelas. Banyak orang yang berdatangan ke arah Fisha.

"Fis," panggil salah satu teman seangkatannya.

Fisha menoleh, menatap keheranan ke arah mereka semua. "Apa?"

"Bolehlah, kami minta nomor Kainal?"

"Iya nih, Fis, lo kan baik," bujuk yang lainnya.

Fisha menghela napas. Sudah di duga semuanya hanya datang pas butuh sesuatu. Memanfaatkan seseorang.

"Maaf, aku gak punya nomornya Kainal. Lagian kenapa ke aku kalian minta? Seharusnya kalian minta sendiri aja ke orangnya langsung," ucap Fisha.

"Lo pelit banget sih," ketus teman kelasnya mengebrak meja dengan keras membuatnya kaget.

"Bukan pelit, tapi benaran aku gak punya nomornya Kainal. Lagian gak baik sebar nomor orang," balas Fisha.

"Iya gimana, dia bohong teman-teman. Dia tuh cuma gak pengen memberikan nomor cowok tampan, diakan mata keranjang. Ada yang ganteng langsung di embat. Terbuktikan alim atau tidaknya?"

"Kalian gak tau aja, dulu dia ngejar-ngejar dan nempel melulu pada pacarku," ucap Alya membuat mereka semua menatap Fisha dengan tatapan menjijikan dan merendahkan.

Plak!

Fisha berdiri dari duduknya dan melayangkan tamparan keras ke pipi Alya.

"Jaga omonganmu ya!" bentak Fisha.

Alya memegang pipinya yang baru saja di tampar. Di kelas tersebut sudah pada hebo, para mahasiswa maupun mahasiswi, menatap Fisha tak percaya. Bahkan adapun merakam momen tersebut.

Tiba-tiba seseorang menerobos kerumunan.

"Xaviel," ucap mereka bersama.

Sebuah pikiran busuk terlintas di otak Alya. Dia memegang pipinya dan menangis.

"El," keluh gadis itu langsung memeluk Xaviel dan menangis.

Xaviel pun menenangkan kekasihnya, dan ikut memandang Fisha dengan tatapan keheranan.

"Fisha, apa yang kau lakukan!" tegas Xaviel. Alya yang mendengar bentakan Xaviel seketika tersenyum devil.

"Apa yang ku lakukan? Kamu bertanya apa yang ku lakukan? Aku menamparnya," jawab Fisha dengan lantang pada sahabatnya.

"Apa maksudmu, menampar Alya?" tanya Xaviel dengan suara bentakan membuat dada Fisha sedikit sesak mendengarnya. Baru kali ini Xaviel berani membentaknya. Walaupun begitu, Fisha menunjukan rasa tak takutnya pada lelaki itu.

"Kamu bertanya maksudku apa?" tanya Fisha. "Tanyakan pada seseorang yang ada di sini, apa yang aku maksud," ucap Fisha dengan nada tingginya.

Orang yang ada di sana tidak ada yang berani mengatakannya karena dari pelukan, Alya memberikan ancaman pada mereka.

"Kenapa? Apa ada yang menjawab di antara mereka? Gak adakan?"

Tiba-tiba seseorang ikut datang dan mengambil salah satu ponsel dari mahasiswa. Iya pelakunya adalah Kainal.

Mahasiswa itu tidak bisa berkata-kata saat ponselnya di ambil.

Fisha menatap Kainal, sedangkan yang di tatap fokus pada Xaviel yang sedang memeluk Alya.

Kainal menaroh ponsel mahasiswa itu ke meja yang ada si sana agar Xaviel melihat rekaman kejadian sebelum dia datang.

"Lihat pakai mata lo, lebar-lebarin. Jangan asal membentak!" tegas Kainal dengan aura dinginnya.

Fisha menunduk diam, tanpa ingin berucap.

Xaviel melepaskan pelukan Alya. Lelaki itu memandang kekasihnya tak percaya.

Alya yang di tatap menunduk, mencoba mencari alasan agar Xaviel percaya kepadanya.

Xaviel beralih menatap Fisha yang kembali menaikan pandangannya keatas.

Semua orang langsung pada bubar, saat mendengar para dosen akan segera masuk ke dalam kelas.

Kainal menyuruh Fisha duduk di tempatnya. Sedangkan Xaviel masih terdiam, menatap Fisha.

"Ada apa ini?" tanya dosen masuk ke dalam kelas. "Bukannya jurusan mu bukan di sini?" tanya dosen pada Kainal dan Alya.

Mereka menunduk. "Maaf." Mereka keluar dari ruangan. Sedangkan Xaviel masih di posisinya.

"Pak Xaviel," sahut dosen itu membuat Xaviel menoleh. "Benar pak Xaviel?"

Xaviel mengangguk. "Maaf, anda bisa mengajar. Saya akan keluar," pamit Xaviel.

Terpopuler

Comments

Rita Riau

Rita Riau

dasar Xaviel songong,,,dan sekarang baru tau Alya cewek kayak apa,,,
maju Kai,,,

2023-12-24

1

Pujiastuti

Pujiastuti

liat tu kelakuan pacarlu ke Nafisha jangan asal ngebentak aja Nafisha kan. mrmbela dirinya yang selalu direndahkan sama pacarmu Xaviel,,

2023-07-06

0

Srimurni Nurjanah Sitorus

Srimurni Nurjanah Sitorus

semoga Xaviel tau kelakuan Alya selama dia LN thor

2023-07-06

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1 ~ Penantiang Seorang Gadis~
3 Part 2 ~Penantian Seorang Gadis~
4 Part 3 ~ Penantian Seorang Gadis~
5 Part 4 ~Penantian Seorang Gadis~
6 Part 5 ~Penantian Seorang Gadis
7 Part 6~Penantian Seorang Gadis~
8 Part 7 ~Penantian Seorang Gadis~
9 Part 8 ~Penantian Seorang Gadis~
10 Part 9 ~Penantian Seorang Gadis~
11 Part 10 ~Penantian Seorang Gadis~
12 Part 11 ~Penantian Seorang Gadis~
13 Part 12 ~Penantian Seorang Gadis~
14 Part 13 ~Penantian Seorang Gadis~
15 Part 14 ~Delapan belas tahun yang lalu~
16 Part 15 ~Penantian Seorang Gadis~
17 Part 16 ~Penantian Seorang Gadis~
18 Part 17 ~Penantian Seorang Gadis~
19 Part 18 ~ Penantian Seorang Gadis~
20 Part 19 ~Penantian Seorang Gadis
21 20 ~Penantian Seorang Gadis~
22 21 ~Penantian Seorang Gadis~
23 Part 22 ~Penantian Seorang Gadis~
24 Part 23 ~Penantian Seorang Gadis~
25 Part 24 ~Penantian Seorang Gadis~
26 Part 25 ~Penantian Seorang Gadis~
27 Part 26 ~Penantian Seorang Gadis~
28 Part 27 ~Penantian Seorang Gadis~
29 Part 28 ~Penantian Seorang Gadis~
30 Part 29 ~Penantian Seorang Gadis~
31 Part 30 ~Penantian Seorang Gadis~
32 Part 31 ~Penantian Seorang Gadis~
33 Part 32 ~Penantian Seorang Gadis~
34 33 ~Penantian Seorang Gadis~
35 part 34 ~Penantian Seorang Gadis~
36 Part 35 ~Penantian Seorang Gadis~
37 Part 36 ~Penantian Seorang Gadis~
38 Part 37 ~Penantian Seorang Gadis~
39 Part 38 ~Penantian Seorang Gadis~
40 Part 39 ~Penantian Seorang Gadis~
41 Part 40 ~Penantian Seorang Gadis~
42 Part 41 ~Penantian Seorang Gadis~
43 Part 42 ~Penantian Seorang Gadis~
44 Part 43 ~Bab kusus Ataar~
45 Part 44 ~Membawanya Pergi~
46 Part 45 ~Penantian Seorang Gadis~
47 Part 46 ~Penantian Seorang Gadis~
48 Part 47 ~Penantian Seorang Gadis~
49 Part 48 ~Penantian Seorang Gadis~
50 Part 49 ~Penantian Seorang Gadis~
51 Part 50 ~Penantian Seorang Gadis~
52 Part 51 ~Penantian Seorang Gadis~
53 Part 52 ~Penantian Seorang Gadis~
54 53 ~Penantian Seorang Gadis~
55 Part 54 ~Penantian Seorang Gadis~
56 55 ~Penantian Seorang Gadis~
57 Part 56 ~Penantian Sprang Gadis~
58 Part 57 ~Penantian Seorang Gadis~
59 Part 58 ~Penantian Seorang Gadis~
60 Part 59 ~Penantian Seorang Gadis~
61 Part 60 ~Penantian Seorang Gadis~
62 Part 61 ~Penantian Seorang Gadis~
63 Part 62 ~Penantian Seorang Gadis~
64 Part 63 ~Penantian Seorang Gadis~
65 Part 64 ~Penantian Seorang Gadis~
66 Part 65~Penantian Seorang Gadis~
67 Part 66 ~Penantian Seorang Gadis~
68 Part 67 ~Penantian Seorang Gadis~
69 Part 68 ~Penantian Seorang Gadis~
70 69 ~Penantian Seorang Gadis~
71 Part 70 ~Penantian Seorang Gadis~
72 Part 71 ~Penantian Seorang Gadis~
73 Part 72 ~Penantian Seorang Gadis~
74 Rekomendasi novel baru
75 Part 73 ~Penantian Seorang Gadis~
76 Part 75 ~Fallback~
77 Part 76 ~Fallbck 2~
78 Part 77 ~Penantian Seorang Gadis~
79 Part 78 ~Penantian Seorang Gadis~
80 Part 79 ~Penantian Seorang Gadis~
81 Part 80 ~Penantian Seorang Gadis~
82 Part 82 ~Penantian Seorang Gadis~
83 Rekomendasi novel baru
84 rekomendasi novel baru milik author
85 rekomendasi ulang
86 rekomendasi novel baru milik author
87 rekomendasi novel baru milik author
88 rekomendasi novel baru milik author
89 Rekomendasi novel baru
90 rekomendasi novel baru
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Part 1 ~ Penantiang Seorang Gadis~
3
Part 2 ~Penantian Seorang Gadis~
4
Part 3 ~ Penantian Seorang Gadis~
5
Part 4 ~Penantian Seorang Gadis~
6
Part 5 ~Penantian Seorang Gadis
7
Part 6~Penantian Seorang Gadis~
8
Part 7 ~Penantian Seorang Gadis~
9
Part 8 ~Penantian Seorang Gadis~
10
Part 9 ~Penantian Seorang Gadis~
11
Part 10 ~Penantian Seorang Gadis~
12
Part 11 ~Penantian Seorang Gadis~
13
Part 12 ~Penantian Seorang Gadis~
14
Part 13 ~Penantian Seorang Gadis~
15
Part 14 ~Delapan belas tahun yang lalu~
16
Part 15 ~Penantian Seorang Gadis~
17
Part 16 ~Penantian Seorang Gadis~
18
Part 17 ~Penantian Seorang Gadis~
19
Part 18 ~ Penantian Seorang Gadis~
20
Part 19 ~Penantian Seorang Gadis
21
20 ~Penantian Seorang Gadis~
22
21 ~Penantian Seorang Gadis~
23
Part 22 ~Penantian Seorang Gadis~
24
Part 23 ~Penantian Seorang Gadis~
25
Part 24 ~Penantian Seorang Gadis~
26
Part 25 ~Penantian Seorang Gadis~
27
Part 26 ~Penantian Seorang Gadis~
28
Part 27 ~Penantian Seorang Gadis~
29
Part 28 ~Penantian Seorang Gadis~
30
Part 29 ~Penantian Seorang Gadis~
31
Part 30 ~Penantian Seorang Gadis~
32
Part 31 ~Penantian Seorang Gadis~
33
Part 32 ~Penantian Seorang Gadis~
34
33 ~Penantian Seorang Gadis~
35
part 34 ~Penantian Seorang Gadis~
36
Part 35 ~Penantian Seorang Gadis~
37
Part 36 ~Penantian Seorang Gadis~
38
Part 37 ~Penantian Seorang Gadis~
39
Part 38 ~Penantian Seorang Gadis~
40
Part 39 ~Penantian Seorang Gadis~
41
Part 40 ~Penantian Seorang Gadis~
42
Part 41 ~Penantian Seorang Gadis~
43
Part 42 ~Penantian Seorang Gadis~
44
Part 43 ~Bab kusus Ataar~
45
Part 44 ~Membawanya Pergi~
46
Part 45 ~Penantian Seorang Gadis~
47
Part 46 ~Penantian Seorang Gadis~
48
Part 47 ~Penantian Seorang Gadis~
49
Part 48 ~Penantian Seorang Gadis~
50
Part 49 ~Penantian Seorang Gadis~
51
Part 50 ~Penantian Seorang Gadis~
52
Part 51 ~Penantian Seorang Gadis~
53
Part 52 ~Penantian Seorang Gadis~
54
53 ~Penantian Seorang Gadis~
55
Part 54 ~Penantian Seorang Gadis~
56
55 ~Penantian Seorang Gadis~
57
Part 56 ~Penantian Sprang Gadis~
58
Part 57 ~Penantian Seorang Gadis~
59
Part 58 ~Penantian Seorang Gadis~
60
Part 59 ~Penantian Seorang Gadis~
61
Part 60 ~Penantian Seorang Gadis~
62
Part 61 ~Penantian Seorang Gadis~
63
Part 62 ~Penantian Seorang Gadis~
64
Part 63 ~Penantian Seorang Gadis~
65
Part 64 ~Penantian Seorang Gadis~
66
Part 65~Penantian Seorang Gadis~
67
Part 66 ~Penantian Seorang Gadis~
68
Part 67 ~Penantian Seorang Gadis~
69
Part 68 ~Penantian Seorang Gadis~
70
69 ~Penantian Seorang Gadis~
71
Part 70 ~Penantian Seorang Gadis~
72
Part 71 ~Penantian Seorang Gadis~
73
Part 72 ~Penantian Seorang Gadis~
74
Rekomendasi novel baru
75
Part 73 ~Penantian Seorang Gadis~
76
Part 75 ~Fallback~
77
Part 76 ~Fallbck 2~
78
Part 77 ~Penantian Seorang Gadis~
79
Part 78 ~Penantian Seorang Gadis~
80
Part 79 ~Penantian Seorang Gadis~
81
Part 80 ~Penantian Seorang Gadis~
82
Part 82 ~Penantian Seorang Gadis~
83
Rekomendasi novel baru
84
rekomendasi novel baru milik author
85
rekomendasi ulang
86
rekomendasi novel baru milik author
87
rekomendasi novel baru milik author
88
rekomendasi novel baru milik author
89
Rekomendasi novel baru
90
rekomendasi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!