Berulang kali Xaviel mengirim pesan ke Fisha, bahkan menelfonnya, tapi gadis itu merijetnya terus-menerus.
"Fisha kenapa?" tanyanya bergumam, dia mematikan ponselnya lalu menoleh ke arah Alya.
"El, kita pulang aja yok," ajak Alya membuat lelaki itu mengangguk.
Xaviel memegang tangan Alya pergi dari taman.
"Mau langsung pulang?" tanya Xaviel memasangkan helm untuk kekasihnya.
Alya mengangguk.
Usai mengantar Alya pulang. Dia memampirkan diri untuk kerumah Fisha, kebetulan searah.
"Kak Xaviel," sahut Ataar yang juga baru turun dari motor. Lelaki muda itu memandang Xaviel dengan intens. "Ngapain kakak kesini?" tanya Ataar dengan suara lantangnya.
"Emang gak bisa?" tanya Xaviel menepuk pundak adik Fisha itu.
Ataar menggelengkan kepalanya. "Ayo masuk," ajak Ataar, mereka pun masuk bersama.
"Asslamualaikum," ucap mereka.
Fisha yang sedang membantu uminya membuat kue di dapur, langsung membalas ucapannya. "Walaikumsslam," balasnya mengampiri keruang tamu.
Fisha memberhentikan langkahnya melihat Xaviel. Lelaki itu tersenyum, tapi Fisha tak membalasnya. Dia hanya menunduk, hatinya kembali sesak saat melihat Xaviel.
Fisha kembali ke dapur untuk membuatkan tamunya minum.
"Kenapa dia?" tanya Xaviel dalam hati. Belum menyadari kesalahannya.
Beberapa saat kemudian, Fisha datang dan membawa nampang. Menarohnya di meja, depan Xaviel.
"Ada apa El? Apa kejutaanmu sudah selesai? Apa dia senang?" tanya Fisha berusaha biasa-biasa aja.
Xaviel menggeleng. "Gimana selesai? Aku minta bantuan kamu, tapi kamu gak bisa," jawab Xaviel.
Fisha menghela nafas. "Ok, besok aku akan membantu mu membuat kejutaan untuknya, mumpung besok hari libur," ucap Fisha.
Sekarang, Fisha akan menjalani hubungan dengan Xaviel sebagai sahabat tidak lebih, dan tidak ingin melibatkan perasaan lagi. Dia akan menantang semuanya.
"Makasih, Fisha," ucap Xaviel tersenyum. Fisha kembali menghela nafas lalu mengangguk.
"Kamu tidak ingin pulang?" tanya Fisha membuat Xaviel menatapnya.
"Kamu mengusirku?"
Fisha menggeleng. "Gak El, ini udah malam. Apa kata orang nanti saat seorang laki-laki bertemu dengan seorang wanita dirumahnya malam-malam?"
"Tapi dulu juga biasa, bahkan tetanggamu sudah memaklumi, karena mereka tau kita sahabat," ucap Xaviel.
"Itu dulu Xaviel, aku gak mau ya di gosipin sama orang atau di labrak Alya gara-gara kamu datang kerumah ku, sekarang kamu sudah mempunyai kekasih. Waktunya kita menjaga jarak," jelas Fisha.
Tanpa mereka sadari, Ataar dan umahnya menguping. Anak dan umi itu saling pandang satu sama lain, dan kembali menguping.
Xaviel mengangguk dan berdiri. "Yaudah aku pulang," pamit Xaviel. Fisha hanya berdehem.
Saat Xaviel sudah keluar dari rumah. Fisha langsung menutupnya membuat lelaki itu tersentak kaget.
Fisha mengejapkan matanya dan mengambil cangkir di atas meja, membawanya ke wastafel.
Setelah selesai bersih-bersih, Fisha kembali kekamarnya.
Dia membuka laci mengeluarkan buku hariannya, gadis itu merobek buku itu dan membuangnya ketong sampah.
Fisha mengeluarkan air matanya, merosotkan badannya ke lantai.
"Aku akan kembali dan menjadikan mu pedamping hidupku." Fisha tertawa keras saat mengucapkan, kata-kata Xaviel lima tahun yang lalu. "Wah pembohong," teriak Fisha.
"Bahkan orang tua aja masih bisa mengingat pas mereka mengucapkan sesuatu waktu mereka balita, bisa-bisanya dia yang baru saja mengatakannya lima tahun yang lalu, langsung melupakannya begitu saja. Seakan dia amnesia," tutur Fisha.
Fisha melap air matanya dengan kasar. "Ternyata orang yang selalu aku sebut sebagai pelindung, orang baik, teman sejati. Dan lelaki idamanku, seperti ini? Hahaha lucu banget."
Gadis itu mengsandarkan kepalanya di kaki ranjang, air mata terus mengalir. "Tidak terlalu sakit kalau kamu menjalin hubungan dengan seseorang, tapi hatiku terlalu hancur, aku kecewa. Penantianku ternyata sia-sia, penantian selama lima tahun, menutup hati rapat-rapat hanya menunggu mu balik. Aku menepati apa yang kau pesankan, 'tunggu aku' Sampai detik ini aku menunggumu Xaviel, terus apa kamu menepati janji mu? Kamu curang,"bentak Fisha.
Pintu terbuka membuat Fisha buru-buru melap air matanya, saat melihat adiknya memasuki kamar.
"Kenapa? Apa kamu perlu sesuatu?" tanya Fisha, berusaha merubah raut wajahnya.
"Kak," panggil Ataar.
Fisha hanya berdehem. "Apa?"
"Kakak jangan pandem ini semua, ada gue bagi kesedihan mu pada adikmu ini. Gue tau kakak sedang tidak baik-baik saja, kakak sakit hati saat kak Xaviel memiliki hubungan dengan Alya. Padahal kak Xaviel memberi janji pada kakak kalau dia akan bersama mu saat dia pulang."
Fisha memukul kepla adiknya. "Ck apasih ngomong apa? Sok tau aja nih bocah," ucap Fisha.
"Kak, gue di beri tau Vieara!"
Fisha langsung terdiam. Apa Vieara mendengar percakapan mereka lima tahun yang lalu?
"Alah palingan Vieara mengarang. Kakak malahan senang kalau Xaviel sudah memiliki pasangan, itu artinya dia normal," dusta Fisha. "Selama inikan dia gak tertaring dengan wanita."
Ataar menghela nafas dan langsung memeluk kakaknya. "Gak usah bohong kak, kakak yang mengucapkan kalau kita gak boleh berbohong, tapi kenapa malah kakak yang berbohong pada adikmu?"
Akhirnya Fisha membalas pelukan adiknya dan menangis sejadi-jadinya.
Ataar membiarkan kakaknya itu menangis, dia mengusap punggung kakaknya yang naik turun karena menangis.
"Apa ini perbuatan kak Xaviel? Apa dia buta?" tanya Ataar melepaskan pelukannya, dan ingin beranjak dari sana. Berniat menemui Xaviel dan memberinya pelajaran.
"Ataar!" bentak Fisha menarik tangan adiknya. "Kamu mau kemana?"
"Memberinya pukulan, gue gak suka kalau dia membuat kakak menangis," jawab Ataar.
Fisha menggeleng dan menyuruh adiknya duduk. "Gak usah, bukan dia kok yang salah. Kakak yang salah, waktu itu dia hanya berniat bercanda dan dia juga sering mengatakan hal seperti itu sebelumnya. Aku selalu menganggap itu semua bercanda dia pun mengakuinya. Entah mengapa sekarang kakak malah menganggap serius kata-katanya waktu itu, jadi di sini yang salah kakak bukan dia, gak papa, mungkin penantianku selama ini adalah ujian di berikan Allah. Allah tahu apa yang pantas buat kakak, biarkan Allah menjalankan rencananya, kakak akan pasrah bagaimanapun yang di berikan," jelas Fisha, dia mengsandarkan kepalanya di pundak sang adik.
"Kakak yang kuat." Ataar mengelus kepala kakaknya dengan lembut. "Kakak pasti bisa lupain cowok brengsek kaya Xaviel," lanjut anak itu.
"Jangan pernah memberi janji pada seseorang kalau kamu memang gak niat menepatinya ya? Jangan menjadikan kata janji itu candaan," peringat Fisha pada Ataar.
Ataar hanya mengangguk.
"Keluarlah, kamu udah sholat?" tanya Fisha dan langsung di angguki oleh Ataar.
"Gue ke sini mau stor hafalan ke kakak, tapi kayanya hati kakak tidak baik-baik aja. Jadi stornya di umi aja," ucap Ataar.
Fisha tertawa kecil. "Kapan kakak sakit hati? Kakak gak sakit hati, cuma kakak hanya sedikit kecewa," tutur Fisha memperbaiki posisinya dan menyuruh adiknya mulai menghafal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Diah Darmawati
nyeseggggg🥺🥺
2023-12-25
0
Rita Riau
kasihan Fisha,,, ikut nangis Thor
sebab aku pernah diposisi Fisha 😢😢😢 buat Xaviel nyesel seenak bikin janji 😠😠
2023-12-24
1
Happyy
💪🏼💪🏼
2023-12-22
0