Part 18 ~ Penantian Seorang Gadis~

Hari yang di tunggu akhirnya datang. Semua orang pada sibuk di hari ini. Hari pernikahan Kainal dan Fisha.

Umi Aisha tersenyum melihat putrinya sangat cantik memakai gaun berwarna putih, mahkota kecil di atas kepalanya membuatnya terlihat begitu angun.

"Cantik, kak," puji Celi dan Saifara yang ada di sana.

"Masya-Allah," puji Fisha tersenyum di balik cadarnya.

"Semangat ya sayang. Jangan gemeteran gini, nanti gak di lahap kok sama Kainal,"bisik Altar di telinga anaknya. Pria paruh baya itu mencium pipi putrinya.

Saifara dan Celi tertawa dan mengipasi Fisha agar makeupnya untuk di tunjukan kepada Kainal tak luntur. Mereka berdua beruntung bisa melihat wajah Fisha tanpa sehelai kain pun, Fisha benar-benar cantik. Duplikat Aisha banget.

Fisha menghela napas. Dia menguatkan dirinya, semoga hari pernikahannya berjalan lancar tak membuat kedua orang tuanya malu. Dia hanya ingin kedua orang tuanya bahagia, lagian pernikahan ini tidak membuatnya terpaksa. Lelaki yang dia nikahi, sangat baik.

"Semoga, Kainal tidak membuatku kecewa," batin Fisha memejamkan matanya.

Di sisi lain adalah Kainal, yang bukannya duduk dengan tenang. Malah mondar-mandir menghapal ijab kabul.

"Lo duduk deh, Nal, pusing gue lihat lo," ketus ufik.

"Gue grogi ege," ucap Kainal.

"Ngapa lo, Von?" tanya Tofik di saat Devon terdiam sedari tadi, belum mengeluarkan sepata katapun.

"Kainal yang cepat nikahnya, atau kita yang kelamaan jomblo?" tanya Devon.

Plak!

Tofik dan Ufik menggaplak kepala lelaki itu dengan sangat keras.

"Gue kira napa, ternyata cuma mikir hal yang seperti itu. Sia-"

Tofik mengbengkam mulut Sodara kembarnya. "Lo gilak? Mau lo dapat ceramah semalaman dari Kainal kalau lo bicara kotor?"

Ufik menggeleng. "Tangan lo bau sp*rm*," bisiknya.

"Wah gilak lo, Tof, main tangan lo? Apa sabun di rumah lo cepat habis? Kalau udah mau gitu-gituan, mending buru deh nikah kaya Kainal."

Tofik mencibikan bibirnya. "Kainal lihat teman lo fitnah mulu," aduh Tofik.

Dengan peci, kemeja dan memakai sarung membuat lelaki itu tampak tampan dan demawan. Sudah seperti gus muda yang tampan. Hari ini dia menikahi seorang ning, cucu kiay.

"Mau gak lo pada pake parfum?" tanya Kaira yang baru saja datang membawa parfum.

Devon berdiri. Dengan sedikit berjarak, Kaira menyemprot parfum tersebut.

"Huek...."Tiga lelaki itu seketika ingin muntah menyium bau parfum yang menyengat banget.

Kaira tertawa jail, bisa membuat ketiga lelaki itu terjebak.

"Dih," ketus mereka berdua menjauhi Devon. Sedangkan lelaki yang menjadi sasaran kejahilan Kaira hanya mengerutuk kesal.

"Ai," tegur Kainal pada adiknya. Kaira yang di tegur hanya nyengir di dalam cadarnya lalu pergi.

Kainal memperbaiki pecinya lalu keluar menuju duluan ke Altar pernikahan, di bimbingi ketiga sahabatnya.

Sampainya di Altar, Kainal terus memperhatikan pintu di mana Fisha akan keluar. Lelaki itu sudah tak sabar melihat kecantikannya. Tadi dia di kirmin foto oleh Celi, makanya dia ingin melihat calon istrinya cepat-cepat.

Semua tamu yang datang berdiri, di saat pintu terbuka. Kainal yang masih sanantiasa menunggu itu tersenyum. Ternyata di nyata lebih cantik di banding di foto. Pikirnya.

"Kainal!" Tofik memukul lengan sahabatnya membuat Kainal sadar.

Lelaki memberi senyuman pada Fisha, di saat gadis itu duduk di dekatnya.

Kini mereka menunggu penghulu datang. Altar duduk di depan Kainal. Di saat penghulu datang, penghulu itu duduk di samping Altar dan tersenyum.

Kainal menghela napas terus menerus.

"Kasih waktu buat pengantin prianya, untuk menenagkan pikiran sejenak," pinta penghulu.

Kainal tersenyum. Dia menoleh ke arah Fisha, Kainal mengikuti arah pandang gadis itu. Kainal sedikit diam, di saat Fisha menatap Xaviel yang duduk di barisan tamu memandang calon istrinya dengan senduh.

"Fisha," panggil Kainal. Namun, gadis itu tak sama sekali membalasnya, entah di dengar atau tidaknya.

Kainal terdiam. Dia mikir sejenak. Penghulu memanggilnya sudah beberapa kali. Tofik memukul lengan Lelaki itu kembali.

"Tunggu," ucap Kainal, sehingga penghulu, Altar bahkan Fisha mendongak di saat Kainal berdiri.

Kainal menghela napas memandang Fisha yang menatapnya sekilas.

"Om apa aku bisa berbicara sebentar?" tanya Kainal pada Altar.

Altar mengangguk. "Silahkan,"jawab Altar.

Kainal menatap lurus kedepan. Dia memandang Fisha dan Xaviel pergantian.

"Pernikahan bukan hal yang main-main. Pernikahan di lakukan di saati kedua mempelai, tidak ada yang terpaksa untuk melaksanakannya. Pernikahan dimana kedua pasangan sudah yakin untuk memulai kejejang yang serius," jelas Kainal. Semua orang menatap Kainal bingung. "Aku mencintai Fisha, tapi bukan aku yang di cintai. Itu semua adalah hal yang terpaksa di hatinya."

Fisha menatap dengan intens lelaki itu. Apa maksud lelaki itu? Apa dia ingin membatalkan pernikahan ini? Apa lelaki itu akan mengecewakannya?

"Seharusnya bukan aku yang menjadi pengantin prianya. Namun, orang yang dia cintai. Mereka saling mencintai. Aku yang datang di hubungan mereka berdua. Jadi...." Kainal menghentikan ucapannya, dia mendongak ke atas. "Aku memutuskan Xaviel bisa menggantikan posisiku, dia lebih pantas untuk Fisha. Mereka saling mencintai."

Xaviel yang tadinya diam lansung berdiri dari duduknya. Fisha pun ikutan berdiri.

"Kainal..."

Kainal menoleh lalu mengangguk. "Aku tidak ingin egois, Fisha, aku tak ingin di pernikahan kita ada paksaan. Gak papa, pada jelaskan manusia tidak di perbolehkan egois. Biarkan orang yang kita cintai bisa bahagia dengan pelihatnya. Aku yang mencintaimu dan itu semua aku yang nanggung apapun yang terjadi. Kamu tidak terlibat."

Xaviel tersenyum memandang Fisha. Ini yang dia tunggu.

Fisha menintihkan air mata lalu menggeleng. "Kamu jahat, kamu ingin mundur di saat aku sudah nyaman dan terbiasa sama kamu Kainal? Aku sudah menerima pernikahan ini, aku tidak merasa terpaksa sedikit pun. Aku percaya pelihat kedua orang tuaku. Aku sudah tidak mencintai dia, di dalam kehidupanku sudah tak ada dia lagi, dia sudah terhapus di dalam hidupku. Sekarang dan seterusnya, dalam kehidupanku hanya ingin tua bersamamu, menua bersama dengan lelaki yang membuatku bahagia, lelaki yang datang seperti superhero menyembuhkan seluru luka di dalam hati ini. Jangan berikan hak yang sudah menjadi milik untuk orang lain, di saat persetujuan kita bersama orang tua kita masing-masing. Kita berdua sudah saling memiliki. Tolong saja, ajarkan aku perlahan mencintaimu. Kita jalankan pernikahan ini dengan serius," jelas Fisha.

Xaviel yang mendengarkan penolakan Fisha, seketika terdiam. Wajahnya kembali murung, mungkin gadis itu benar-benar sudah kecewa kepadanya.

"Ayo kita lanjut pernikahan ini. Kamu yang akan melaksanakan ijab kabul untuk mengikatku dengan tali pernikahan, jadikan aku milikmu seutuhnya."

Kainal duduk kembali. Dan mulai saling mengelurkan tangannya dengan Altar, Kainal mulai mengucapkan ijab kabul dengan serius.

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

kapok kau xaviel zina mulu sih lu ma alya

2024-04-17

0

Rita Riau

Rita Riau

penantian 5 tahun bukan waktu yang singkat,,, dan selama itu juga Xaviel membohongi Fisha dan sekarang biarkan si Xaviel menikmati kesalahan nya,,,

2023-12-24

0

suharyantik

suharyantik

Biarkan xaviel hidup dlm penyesalan nya fisha

2023-07-12

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1 ~ Penantiang Seorang Gadis~
3 Part 2 ~Penantian Seorang Gadis~
4 Part 3 ~ Penantian Seorang Gadis~
5 Part 4 ~Penantian Seorang Gadis~
6 Part 5 ~Penantian Seorang Gadis
7 Part 6~Penantian Seorang Gadis~
8 Part 7 ~Penantian Seorang Gadis~
9 Part 8 ~Penantian Seorang Gadis~
10 Part 9 ~Penantian Seorang Gadis~
11 Part 10 ~Penantian Seorang Gadis~
12 Part 11 ~Penantian Seorang Gadis~
13 Part 12 ~Penantian Seorang Gadis~
14 Part 13 ~Penantian Seorang Gadis~
15 Part 14 ~Delapan belas tahun yang lalu~
16 Part 15 ~Penantian Seorang Gadis~
17 Part 16 ~Penantian Seorang Gadis~
18 Part 17 ~Penantian Seorang Gadis~
19 Part 18 ~ Penantian Seorang Gadis~
20 Part 19 ~Penantian Seorang Gadis
21 20 ~Penantian Seorang Gadis~
22 21 ~Penantian Seorang Gadis~
23 Part 22 ~Penantian Seorang Gadis~
24 Part 23 ~Penantian Seorang Gadis~
25 Part 24 ~Penantian Seorang Gadis~
26 Part 25 ~Penantian Seorang Gadis~
27 Part 26 ~Penantian Seorang Gadis~
28 Part 27 ~Penantian Seorang Gadis~
29 Part 28 ~Penantian Seorang Gadis~
30 Part 29 ~Penantian Seorang Gadis~
31 Part 30 ~Penantian Seorang Gadis~
32 Part 31 ~Penantian Seorang Gadis~
33 Part 32 ~Penantian Seorang Gadis~
34 33 ~Penantian Seorang Gadis~
35 part 34 ~Penantian Seorang Gadis~
36 Part 35 ~Penantian Seorang Gadis~
37 Part 36 ~Penantian Seorang Gadis~
38 Part 37 ~Penantian Seorang Gadis~
39 Part 38 ~Penantian Seorang Gadis~
40 Part 39 ~Penantian Seorang Gadis~
41 Part 40 ~Penantian Seorang Gadis~
42 Part 41 ~Penantian Seorang Gadis~
43 Part 42 ~Penantian Seorang Gadis~
44 Part 43 ~Bab kusus Ataar~
45 Part 44 ~Membawanya Pergi~
46 Part 45 ~Penantian Seorang Gadis~
47 Part 46 ~Penantian Seorang Gadis~
48 Part 47 ~Penantian Seorang Gadis~
49 Part 48 ~Penantian Seorang Gadis~
50 Part 49 ~Penantian Seorang Gadis~
51 Part 50 ~Penantian Seorang Gadis~
52 Part 51 ~Penantian Seorang Gadis~
53 Part 52 ~Penantian Seorang Gadis~
54 53 ~Penantian Seorang Gadis~
55 Part 54 ~Penantian Seorang Gadis~
56 55 ~Penantian Seorang Gadis~
57 Part 56 ~Penantian Sprang Gadis~
58 Part 57 ~Penantian Seorang Gadis~
59 Part 58 ~Penantian Seorang Gadis~
60 Part 59 ~Penantian Seorang Gadis~
61 Part 60 ~Penantian Seorang Gadis~
62 Part 61 ~Penantian Seorang Gadis~
63 Part 62 ~Penantian Seorang Gadis~
64 Part 63 ~Penantian Seorang Gadis~
65 Part 64 ~Penantian Seorang Gadis~
66 Part 65~Penantian Seorang Gadis~
67 Part 66 ~Penantian Seorang Gadis~
68 Part 67 ~Penantian Seorang Gadis~
69 Part 68 ~Penantian Seorang Gadis~
70 69 ~Penantian Seorang Gadis~
71 Part 70 ~Penantian Seorang Gadis~
72 Part 71 ~Penantian Seorang Gadis~
73 Part 72 ~Penantian Seorang Gadis~
74 Rekomendasi novel baru
75 Part 73 ~Penantian Seorang Gadis~
76 Part 75 ~Fallback~
77 Part 76 ~Fallbck 2~
78 Part 77 ~Penantian Seorang Gadis~
79 Part 78 ~Penantian Seorang Gadis~
80 Part 79 ~Penantian Seorang Gadis~
81 Part 80 ~Penantian Seorang Gadis~
82 Part 82 ~Penantian Seorang Gadis~
83 Rekomendasi novel baru
84 rekomendasi novel baru milik author
85 rekomendasi ulang
86 rekomendasi novel baru milik author
87 rekomendasi novel baru milik author
88 rekomendasi novel baru milik author
89 Rekomendasi novel baru
90 rekomendasi novel baru
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Part 1 ~ Penantiang Seorang Gadis~
3
Part 2 ~Penantian Seorang Gadis~
4
Part 3 ~ Penantian Seorang Gadis~
5
Part 4 ~Penantian Seorang Gadis~
6
Part 5 ~Penantian Seorang Gadis
7
Part 6~Penantian Seorang Gadis~
8
Part 7 ~Penantian Seorang Gadis~
9
Part 8 ~Penantian Seorang Gadis~
10
Part 9 ~Penantian Seorang Gadis~
11
Part 10 ~Penantian Seorang Gadis~
12
Part 11 ~Penantian Seorang Gadis~
13
Part 12 ~Penantian Seorang Gadis~
14
Part 13 ~Penantian Seorang Gadis~
15
Part 14 ~Delapan belas tahun yang lalu~
16
Part 15 ~Penantian Seorang Gadis~
17
Part 16 ~Penantian Seorang Gadis~
18
Part 17 ~Penantian Seorang Gadis~
19
Part 18 ~ Penantian Seorang Gadis~
20
Part 19 ~Penantian Seorang Gadis
21
20 ~Penantian Seorang Gadis~
22
21 ~Penantian Seorang Gadis~
23
Part 22 ~Penantian Seorang Gadis~
24
Part 23 ~Penantian Seorang Gadis~
25
Part 24 ~Penantian Seorang Gadis~
26
Part 25 ~Penantian Seorang Gadis~
27
Part 26 ~Penantian Seorang Gadis~
28
Part 27 ~Penantian Seorang Gadis~
29
Part 28 ~Penantian Seorang Gadis~
30
Part 29 ~Penantian Seorang Gadis~
31
Part 30 ~Penantian Seorang Gadis~
32
Part 31 ~Penantian Seorang Gadis~
33
Part 32 ~Penantian Seorang Gadis~
34
33 ~Penantian Seorang Gadis~
35
part 34 ~Penantian Seorang Gadis~
36
Part 35 ~Penantian Seorang Gadis~
37
Part 36 ~Penantian Seorang Gadis~
38
Part 37 ~Penantian Seorang Gadis~
39
Part 38 ~Penantian Seorang Gadis~
40
Part 39 ~Penantian Seorang Gadis~
41
Part 40 ~Penantian Seorang Gadis~
42
Part 41 ~Penantian Seorang Gadis~
43
Part 42 ~Penantian Seorang Gadis~
44
Part 43 ~Bab kusus Ataar~
45
Part 44 ~Membawanya Pergi~
46
Part 45 ~Penantian Seorang Gadis~
47
Part 46 ~Penantian Seorang Gadis~
48
Part 47 ~Penantian Seorang Gadis~
49
Part 48 ~Penantian Seorang Gadis~
50
Part 49 ~Penantian Seorang Gadis~
51
Part 50 ~Penantian Seorang Gadis~
52
Part 51 ~Penantian Seorang Gadis~
53
Part 52 ~Penantian Seorang Gadis~
54
53 ~Penantian Seorang Gadis~
55
Part 54 ~Penantian Seorang Gadis~
56
55 ~Penantian Seorang Gadis~
57
Part 56 ~Penantian Sprang Gadis~
58
Part 57 ~Penantian Seorang Gadis~
59
Part 58 ~Penantian Seorang Gadis~
60
Part 59 ~Penantian Seorang Gadis~
61
Part 60 ~Penantian Seorang Gadis~
62
Part 61 ~Penantian Seorang Gadis~
63
Part 62 ~Penantian Seorang Gadis~
64
Part 63 ~Penantian Seorang Gadis~
65
Part 64 ~Penantian Seorang Gadis~
66
Part 65~Penantian Seorang Gadis~
67
Part 66 ~Penantian Seorang Gadis~
68
Part 67 ~Penantian Seorang Gadis~
69
Part 68 ~Penantian Seorang Gadis~
70
69 ~Penantian Seorang Gadis~
71
Part 70 ~Penantian Seorang Gadis~
72
Part 71 ~Penantian Seorang Gadis~
73
Part 72 ~Penantian Seorang Gadis~
74
Rekomendasi novel baru
75
Part 73 ~Penantian Seorang Gadis~
76
Part 75 ~Fallback~
77
Part 76 ~Fallbck 2~
78
Part 77 ~Penantian Seorang Gadis~
79
Part 78 ~Penantian Seorang Gadis~
80
Part 79 ~Penantian Seorang Gadis~
81
Part 80 ~Penantian Seorang Gadis~
82
Part 82 ~Penantian Seorang Gadis~
83
Rekomendasi novel baru
84
rekomendasi novel baru milik author
85
rekomendasi ulang
86
rekomendasi novel baru milik author
87
rekomendasi novel baru milik author
88
rekomendasi novel baru milik author
89
Rekomendasi novel baru
90
rekomendasi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!