Part 8 ~Penantian Seorang Gadis~

Fisha kembali ceria seperti dahulu, kini dia ingin memulai semuanya kembali.

"Kainal? Ngapain dia ke sini?"

"Apah yang nyuruh," jawab Altar. "Dia yang akan mengantar mu ke kampus," lanjut Altar.

"Sama apah aja gak bisa? Kalau gak bisa aku sama Ataar aja," ucap Fisha.

"Ataar udah pergi," sahut umi Aisha.

"Mana ada, palingan belum bangun," balas Fisha.

"Terus yang tadi pamit sama umi siapa?"

"Fisha, naik taksi aja."

"Gak, kamu di antar Kainal, kasihan tahu dia udah menunggu dan datang demi antar kamu ke kampus," ujar Altar.

Fisha mendengus kesal lalu memakai tas ranselnya, dia menyalami umi dan apahnya sebelum pergi.

"Kamu tuh ya, kak," cibir Aisha pada suaminya.

Fisha berjalan keluar rumah dan melihat Kainal sudah menunggu di luar.

"Nunggu lama ya?" tanya Fisha.

Kainal menoleh dan beranjak berdiri. "Gak kok," jawab Kainal tersenyum.

Fisha hanya menunduk. "Ngeropotin? Kamu gak kuliah atau kerja, kalau sibuk kamu pergilah. Biar aku naik taksi aja," ucap Fisha.

"Aku pindah kuliah, di kampus kamu," balas Kainal.

"Wow?"

Kainal mengangguk. "Aku lanjut S2 ku di sini, S1 sih di singapura, tapi mau gimana lagi? Ayah aku pulang ke indonesia. Mau tak mau aku pun harus ikut," jelas Kainal.

Fisha manggut-manggut.

"Ayo," ajak Kainal. Fisha pun mengikuti Kainal dari belakang, sampai memasuki mobil.

"Makasih," kata Fisha saat Kainal membuka'kan pintu mobil.

Kainal hanya mengangguk. Dia pun melajukan mobilnya membelai jalan raya.

Fisha hanya menatap keluar jendela. Tidak ada yang memulai berbicara lebih dulu. Sampai saatnya tiba di kampus.

Kainal turun dari mobil membuat para mahasiswi menatapnya kagum. Namun, mereka langsung terkejut saat Kainal membuka'kan pintu dan ternyata Fisha yang keluar.

Fisha merasa risih karena di tatap horor pada semua orang di kampus.

"Kenapa?" tanya Kainal.

Fisha menaikan pandangannya lalu menggeleng. "Aku masuk duluan?"

"Temanin aku ke ruangan dosen dulu boleh?"

"Emang gak bisa sendiri?"

"Kamukan udah bertahun kuliah di sini, sedangkan aku baru hari ini. Gimana mau tau arah ruangan dosen di mana?"

"Baiklah, ayo," ucap Fisha jalan dulu, Kainal pun mengekor di belakangnya. Di setiap tikungan dan koridor ruangan, para Mahasiswa maupun mahasiswi menatapnya.

"Nah sampe, aku bisa pergi?" tanya Fisha.

"Tunggu aku." Kainal menarik pergelangan tangan Fisha, untung aja Fisha memakai kerudung panjang jadinya kulit mereka tak bersentuhan.

Fisha cepat-cepat melepaskan tangannya, karena merasa aneh. Kainal pun minta maaf dan masuk ke dalam ruangan dosen, bersama gadis itu.

"Itu tadi Fisha?" tanya seorang lelaki yang tak lain adalah Xaviel yang sedang mengantar Alya ke kampus. "Dia dengan lelaki kemarin?"

"Sayang, kamu kenapa?" tanya Alya membuat Xaviel tersentak lalu menoleh.

Xaviel menggeleng. Dan memegang tangan kekasihnya sampai di lobby kampus.

Semua pasang mata di sana tak heran lagi. Alya sudah mempublik hubungannya dengan Xaviel, dan satu kampus sudah mengatahuinya.

"Wei, bucin-bucin," seru seseroang menepuk bahu Alya. Ternyata ketiga temannya.

Alya hanya memutar bola matanya malas dan menatap ke arah Xaviel yang menatap ke arah lain.

"Xaviel," panggil Alya membuat Xaviel langsung menoleh.

"Iya kenapa?"

Alya hanya diam. Xaviel mencium pucuk kepala Alya dengan lembut membuat para teman Alya berteriak histeris. "Belajar yang benar ya, sayang," peringat Xaviel, Alya hanya membalas anggukan.

"Dadah." Alya melambaikan tangannya sehingga Xaviel tersenyum.

"Aku akan menjemputmu," teriak Xaviel.

"Ciee." Teman Alya menyenggol lengan Alya sehingga gadis itu yang tadinya tersenyum langsung berdecak dan berjalan masuk di ikuti ke tiga temannya

Alya berhenti saat melihat Fisha dan satu lelaki, baru saja keluar dari ruang dosen, sambil tertawa.

Alya mendekati keduanya. Fisha yang melihat Alya terdiam dan menatap gadis itu.

"Owh embakan baru? Dulu dekatin cowok gue, tapi gak dapat. Sekarang deketin cowok lain," ucap Alya. "Hati-hati ya, dia tuh cewek bermuka dua, di luar alim di dalam iblis," bisik Alya pada Kainal, tapi lelaki itu cepat mengindar saat Alya hampir menyentuhnya.

Fisha mengejapkan matanya, dan tersenyum tipis dalam cadarnya.

"Udahkan? Boleh aku pergi?" tanya Fisha menyosor bahkan menyenggol kedua lengan teman Alya.

Kainal pun mengikut Fisha dari belakang.

Alya menghentakan kakinya ketanah. "Udah berani ya, mentang-menatang ada yang nemani," gumam Alya.

"Ayolah, ngapain juga ngurusin cewek sok alim itu? Mending kita buatin rencana lagi?"

"Gak usah, kali ini gue akan melakukan yang berbeda. Mending kita ke kantin," ucap Alya berjalan lebih dulu dan di ekori ketiga temannya.

"Fisha, are you ok?" tanya Kainal. Fisha pun menoleh dan mengangguk.

"Yes,"jawabnya tersenyum. "Kita bedakan kelaskan? Aku duluan ya!" Fisha melambaikan tangannya dan berlari memasuki kelas.

Kainal hanya tersenyum, dan mencari kelas yang di katakan dosen tadi.

"Dia tuh gadis unik. Kuat menyembunyikan kesedihan, padahal kesedihannya kelihatan jelas," gumam Kainal mencari kelas yang harus di masuki.

💗💗💗💗💗💗

Jam pelajaran sudah usai, Kainal sudah menunggu Fisha di aula.

Xaviel ada di depan Kainal. Fisha yang melihat Xaviel hanya menampakan wajah datarnya. Namun, saat melihat Kainal gadis itu tersenyum lalu berjalan ke arah lelaki itu.

Xaviel yang ngira Fisha ingin mengampirinya sudah tersenyum. Namun, Fisha melewatinya. Xaviel berbalik melihat Fisha mengampiri lelaki kemarin.

Xaviel terdiam, saat Kainal mengajak Fisha pergi. Fisha menoleh kebelakang, karena takut dibilang sombong. Dia tersenyum dengan paksa ke arah Xaviel

"Aku pulang duluan ya, El. Semangat nunggunya," teriak Fisha melambaikan tangannya sehingga Xaviel tersenyum dan membalasnya.

Fisha berbalik badan lagi dan merubah raut wajahnya. Kainal yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.

Fisha merasa bersyukur, karena hari ini Alya dan temannya tidak menganggunya, tapi dia juga sial harus bertemu dengan Xaviel di kampus, padahal dia sangat menghindarinya.

"Mau singgah makan dulu gak?" tanya Kainal.

Fisha melirik. "Terserah aja," jawabnya lalu kembali menatap keluar jendela.

Kainal pun melajukan mobilnya. Hening kembali tercipta di antara mereka berdua.

Kainal memberhentikan mobilnya, di depan warung sederhana.

"Gak papa kita makan di warung aja? Bukan gak sanggup bawa ke cafe atau restoran, tapi aku lebih suka makan di sini, enak ko berbagai makanannya," jelas Kainal.

Fisha menggeleng. "Aku juga suka, aku lebih suka makan di tempat begini, apalagi makan ikan bakar terus ada saos tomatnya," balas Fisha.

Mereka pun turun dari mobil dan memasuki warung itu. Fisha tersenyum, dan menunggu makanan yang Kainal pesan.

Saat pesanan datang, mereka pun langsung menyantapnya.

Gadis itu sudah kelihatan membaik. Fisha benar-benar akan merubah dirinya, dia tidak akan kelihatan lemah lagi di depan orang. Cukup saat bersama Xaviel aja dia mengadu apapun, sekarang dia akan menanggung semuanya tanpa bercerita dengan siapapun.

Terpopuler

Comments

Rita Riau

Rita Riau

itu si Alya kenapa ya udah dapet Xaviel masih gangguin Fisha
memang cocok jadi pasangan Xaviel sama sama songong,,

2023-12-24

0

Happyy

Happyy

👊🏼👊🏼

2023-12-22

0

Sulfia Nuriawati

Sulfia Nuriawati

fisha nunggu yg g pasti, kasian amat y

2023-08-03

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1 ~ Penantiang Seorang Gadis~
3 Part 2 ~Penantian Seorang Gadis~
4 Part 3 ~ Penantian Seorang Gadis~
5 Part 4 ~Penantian Seorang Gadis~
6 Part 5 ~Penantian Seorang Gadis
7 Part 6~Penantian Seorang Gadis~
8 Part 7 ~Penantian Seorang Gadis~
9 Part 8 ~Penantian Seorang Gadis~
10 Part 9 ~Penantian Seorang Gadis~
11 Part 10 ~Penantian Seorang Gadis~
12 Part 11 ~Penantian Seorang Gadis~
13 Part 12 ~Penantian Seorang Gadis~
14 Part 13 ~Penantian Seorang Gadis~
15 Part 14 ~Delapan belas tahun yang lalu~
16 Part 15 ~Penantian Seorang Gadis~
17 Part 16 ~Penantian Seorang Gadis~
18 Part 17 ~Penantian Seorang Gadis~
19 Part 18 ~ Penantian Seorang Gadis~
20 Part 19 ~Penantian Seorang Gadis
21 20 ~Penantian Seorang Gadis~
22 21 ~Penantian Seorang Gadis~
23 Part 22 ~Penantian Seorang Gadis~
24 Part 23 ~Penantian Seorang Gadis~
25 Part 24 ~Penantian Seorang Gadis~
26 Part 25 ~Penantian Seorang Gadis~
27 Part 26 ~Penantian Seorang Gadis~
28 Part 27 ~Penantian Seorang Gadis~
29 Part 28 ~Penantian Seorang Gadis~
30 Part 29 ~Penantian Seorang Gadis~
31 Part 30 ~Penantian Seorang Gadis~
32 Part 31 ~Penantian Seorang Gadis~
33 Part 32 ~Penantian Seorang Gadis~
34 33 ~Penantian Seorang Gadis~
35 part 34 ~Penantian Seorang Gadis~
36 Part 35 ~Penantian Seorang Gadis~
37 Part 36 ~Penantian Seorang Gadis~
38 Part 37 ~Penantian Seorang Gadis~
39 Part 38 ~Penantian Seorang Gadis~
40 Part 39 ~Penantian Seorang Gadis~
41 Part 40 ~Penantian Seorang Gadis~
42 Part 41 ~Penantian Seorang Gadis~
43 Part 42 ~Penantian Seorang Gadis~
44 Part 43 ~Bab kusus Ataar~
45 Part 44 ~Membawanya Pergi~
46 Part 45 ~Penantian Seorang Gadis~
47 Part 46 ~Penantian Seorang Gadis~
48 Part 47 ~Penantian Seorang Gadis~
49 Part 48 ~Penantian Seorang Gadis~
50 Part 49 ~Penantian Seorang Gadis~
51 Part 50 ~Penantian Seorang Gadis~
52 Part 51 ~Penantian Seorang Gadis~
53 Part 52 ~Penantian Seorang Gadis~
54 53 ~Penantian Seorang Gadis~
55 Part 54 ~Penantian Seorang Gadis~
56 55 ~Penantian Seorang Gadis~
57 Part 56 ~Penantian Sprang Gadis~
58 Part 57 ~Penantian Seorang Gadis~
59 Part 58 ~Penantian Seorang Gadis~
60 Part 59 ~Penantian Seorang Gadis~
61 Part 60 ~Penantian Seorang Gadis~
62 Part 61 ~Penantian Seorang Gadis~
63 Part 62 ~Penantian Seorang Gadis~
64 Part 63 ~Penantian Seorang Gadis~
65 Part 64 ~Penantian Seorang Gadis~
66 Part 65~Penantian Seorang Gadis~
67 Part 66 ~Penantian Seorang Gadis~
68 Part 67 ~Penantian Seorang Gadis~
69 Part 68 ~Penantian Seorang Gadis~
70 69 ~Penantian Seorang Gadis~
71 Part 70 ~Penantian Seorang Gadis~
72 Part 71 ~Penantian Seorang Gadis~
73 Part 72 ~Penantian Seorang Gadis~
74 Rekomendasi novel baru
75 Part 73 ~Penantian Seorang Gadis~
76 Part 75 ~Fallback~
77 Part 76 ~Fallbck 2~
78 Part 77 ~Penantian Seorang Gadis~
79 Part 78 ~Penantian Seorang Gadis~
80 Part 79 ~Penantian Seorang Gadis~
81 Part 80 ~Penantian Seorang Gadis~
82 Part 82 ~Penantian Seorang Gadis~
83 Rekomendasi novel baru
84 rekomendasi novel baru milik author
85 rekomendasi ulang
86 rekomendasi novel baru milik author
87 rekomendasi novel baru milik author
88 rekomendasi novel baru milik author
89 Rekomendasi novel baru
90 rekomendasi novel baru
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Prolog
2
Part 1 ~ Penantiang Seorang Gadis~
3
Part 2 ~Penantian Seorang Gadis~
4
Part 3 ~ Penantian Seorang Gadis~
5
Part 4 ~Penantian Seorang Gadis~
6
Part 5 ~Penantian Seorang Gadis
7
Part 6~Penantian Seorang Gadis~
8
Part 7 ~Penantian Seorang Gadis~
9
Part 8 ~Penantian Seorang Gadis~
10
Part 9 ~Penantian Seorang Gadis~
11
Part 10 ~Penantian Seorang Gadis~
12
Part 11 ~Penantian Seorang Gadis~
13
Part 12 ~Penantian Seorang Gadis~
14
Part 13 ~Penantian Seorang Gadis~
15
Part 14 ~Delapan belas tahun yang lalu~
16
Part 15 ~Penantian Seorang Gadis~
17
Part 16 ~Penantian Seorang Gadis~
18
Part 17 ~Penantian Seorang Gadis~
19
Part 18 ~ Penantian Seorang Gadis~
20
Part 19 ~Penantian Seorang Gadis
21
20 ~Penantian Seorang Gadis~
22
21 ~Penantian Seorang Gadis~
23
Part 22 ~Penantian Seorang Gadis~
24
Part 23 ~Penantian Seorang Gadis~
25
Part 24 ~Penantian Seorang Gadis~
26
Part 25 ~Penantian Seorang Gadis~
27
Part 26 ~Penantian Seorang Gadis~
28
Part 27 ~Penantian Seorang Gadis~
29
Part 28 ~Penantian Seorang Gadis~
30
Part 29 ~Penantian Seorang Gadis~
31
Part 30 ~Penantian Seorang Gadis~
32
Part 31 ~Penantian Seorang Gadis~
33
Part 32 ~Penantian Seorang Gadis~
34
33 ~Penantian Seorang Gadis~
35
part 34 ~Penantian Seorang Gadis~
36
Part 35 ~Penantian Seorang Gadis~
37
Part 36 ~Penantian Seorang Gadis~
38
Part 37 ~Penantian Seorang Gadis~
39
Part 38 ~Penantian Seorang Gadis~
40
Part 39 ~Penantian Seorang Gadis~
41
Part 40 ~Penantian Seorang Gadis~
42
Part 41 ~Penantian Seorang Gadis~
43
Part 42 ~Penantian Seorang Gadis~
44
Part 43 ~Bab kusus Ataar~
45
Part 44 ~Membawanya Pergi~
46
Part 45 ~Penantian Seorang Gadis~
47
Part 46 ~Penantian Seorang Gadis~
48
Part 47 ~Penantian Seorang Gadis~
49
Part 48 ~Penantian Seorang Gadis~
50
Part 49 ~Penantian Seorang Gadis~
51
Part 50 ~Penantian Seorang Gadis~
52
Part 51 ~Penantian Seorang Gadis~
53
Part 52 ~Penantian Seorang Gadis~
54
53 ~Penantian Seorang Gadis~
55
Part 54 ~Penantian Seorang Gadis~
56
55 ~Penantian Seorang Gadis~
57
Part 56 ~Penantian Sprang Gadis~
58
Part 57 ~Penantian Seorang Gadis~
59
Part 58 ~Penantian Seorang Gadis~
60
Part 59 ~Penantian Seorang Gadis~
61
Part 60 ~Penantian Seorang Gadis~
62
Part 61 ~Penantian Seorang Gadis~
63
Part 62 ~Penantian Seorang Gadis~
64
Part 63 ~Penantian Seorang Gadis~
65
Part 64 ~Penantian Seorang Gadis~
66
Part 65~Penantian Seorang Gadis~
67
Part 66 ~Penantian Seorang Gadis~
68
Part 67 ~Penantian Seorang Gadis~
69
Part 68 ~Penantian Seorang Gadis~
70
69 ~Penantian Seorang Gadis~
71
Part 70 ~Penantian Seorang Gadis~
72
Part 71 ~Penantian Seorang Gadis~
73
Part 72 ~Penantian Seorang Gadis~
74
Rekomendasi novel baru
75
Part 73 ~Penantian Seorang Gadis~
76
Part 75 ~Fallback~
77
Part 76 ~Fallbck 2~
78
Part 77 ~Penantian Seorang Gadis~
79
Part 78 ~Penantian Seorang Gadis~
80
Part 79 ~Penantian Seorang Gadis~
81
Part 80 ~Penantian Seorang Gadis~
82
Part 82 ~Penantian Seorang Gadis~
83
Rekomendasi novel baru
84
rekomendasi novel baru milik author
85
rekomendasi ulang
86
rekomendasi novel baru milik author
87
rekomendasi novel baru milik author
88
rekomendasi novel baru milik author
89
Rekomendasi novel baru
90
rekomendasi novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!