Fisha sudah bersiap, dia menghela nafas berulang kali. Hari ini dia harus kuat.
Dia keluar dari rumah saat Xaviel sudah menyalahkan klaksot mobilnya.
Xaviel tersenyum, Fisha pun hanya membalasnya dengan senyuman tipis.
Fisha duduk di jok belakang membuat Xaviel menatapnya.
"Kok di belakang, Fisha?" tanya Xaviel.
Gadis itu hanya menggeleng. "Gak papa, kamu jalan aja. Jangan sampai aku berubah pikiran," jawab Fisha membuat Xaviel langsung menyalahkan mesin mobilnya lalu melajukannya.
Fisha hanya menatap keluar jendela, hanya hening di antara mereka tercipta.
Saat telah sampai, Fisha turun lebih dulu. Di sebuah taman yang memang Xaviel memesangnya, VIP, untuk kejutan ulang tahun buat Alya.
Fisha menatap sekitar, dia terus mengejapkan matanya agar tidak menurunkan air mata.
"Mulai?"
Fisha mengangguk, dia mulai memasangkan lampu hiasan sekitaran taman.
Xaviel memandang Fisha, entah mengapa lelaki itu merasa sahabatnya berubah.
Fisha mengambil sebuah aksesoris. Dia bergetar melihat foto Xaviel dan Alya. Ternyata Xaviel dan Alya sudah lama berhubungan, dan bisa-bisanya dia malah menunggu lelaki itu.
Tiba-tiba dia tertawa renyah, sehingga Xaviel menoleh ke arahnya.
Fisha yang di tatap. Langsung menghentikan tawanya dan melanjutkan pekerjaannya.
Dia mendorong kursi dan menaikinya, karena tubuhnya yang pendek membuatnya susah menempelkan banner tersebut. Kursi itu tidak seimbang membuat Fisha hampir terjatuh. Namun cepat-cepat Xaviel menahan tubuhnya. Xaviel menurunkannya dari atas kursi.
Fisha langsung melepaskan genggam Xaviel yang ada di lengannya.
"Makasih," ucap Fisha dan duduk di kursi kosong.
Xaviel hanya mengangguk. Mereka pun kembali fokus membuat persiapan kejutan buat Alya.
Fisha menatap tempat yang sudah mereka hias. "Seharusnya, aku," gumam Fisha sehingga Xaviel meliriknya.
Fisha langsung menggeleng. "Maksudnya seharusnya, tulisannya aku aja di sana, biar cocok," dusta Fisha. "Tapi gak papa, terlanjur bahasa inggriskan," lanjutnya.
Xaviel mengangguk. Dia segera menelfon Alya. Fisha memejamkan matanya mendengar kata mesra yang keluar dari mulut Xaviel.
Tangan Fisha kembali bergetar, entah mengapa setiap saat tangannya itu akan bergetar hebat. Dia buru-buru menghapus air matanya lalu beranjak bangun.
"Xaviel semuanya sudah selesaikan? Boleh aku pulang?" tanya Fisha.
Xaviel menoleh kebelakang. "Kok cepat banget, sebentar bakal banyak orang tau."
"Aku ingin pulang," ucap Fisha.
"Tunggu sebentar aja please?"
Fisha menghela nafas lalu duduk kembali di kursinya.
Xaviel memperbaiki kemejanya sambil memegang bunga mawar.
Fisha memperhatikan Xaviel, dia kembali menghela nafas panjang, dia memandang bunga mawar itu. Seakan dia mengingat masa-masa waktu Sma, di mana setiap mengajak jalan-jalan bersama, lelaki itu akan membawakannya bunga mawar.
Fisha langsung beranjak berdiri dan bersambunyi, saat Alya sudah datang.
Xaviel menutup mata Alya, dan memeluknya dari belakang.
Xaviel melirik ke arah Fisha, Fisha pun dengan memejamkan mata langsung menarik kain merah tersebut.
Lelaki itu langsung membuka mata Alya sehingga dia mengejapkan-mengejapkan matanya lalu menutup mulut.
"WOw."
"HAPPY BIRTDAY, sayang," teriak Xaviel.
Alya tersenyum dan langsung memeluk Xaviel dengan erat.
Di balik kebahagiaan mereka, ada gadis yang sedang menangis terisak.
Fisha menjatuhkan badannya ke rumput-runput lebat, dia memegang kedua lututnya dengan menintih seluruh air matanya, melihat Xaviel dan Alya.
Dia buru-buru menghapus air matanya di saat gerembolan orang pada berdatangan, gadis itu beranjak berdiri.
"HAPPY BIRTDAY, ALYA," teriak mereka semua bersama. Alya pun terus tersenyum dan merasa bahagia.
"Makasih, El," ucap Alya.
Xaviel mengangguk. Dia memberikan Alya sebuah kue yang sudah di buat oleh Fisha dan menghiasnya dengan kata-kata hati Xaviel untuk gadis itu.
Alya langsung menium lilin lalu beralih mengecup pipi Xaviel, sehingga Xaviel tersenyum dan membalasnya.
Orang-orang yang ada di sana berteriak hesteris dan memotret momen ini.
"AYO SALING SUAP," teriak mereka. Alya pun memotong kuenya dan suapan pernah dia berikan kepada Xaviel, Xaviel pun membalas menyuapinya.
Fisha menjauh dari kerumunan orang-orang, dia hanya tersenyum kecut. Setidaknya dia melihat Xaviel bahagia bersama dengan wanita yang di pilih, walaupun di balik kebahagiaan lelaki itu ada dirinya yang tiap detik, harus merasakan sesak di hatinya.
Di saat teriak demi teriakan, orang berpesta. Fisha merasa pusing, kepalanya seakan berputar. Dia memegang telinganya, dan berteriak membuat beberapa orang memandangnya.
Gadis itu kelihatan ketakutan, tubunya bergetar hebat. Fisha berjongkok dan masih senantiasa memegang telinganya.
Xaviel yang ingin maju, langsung di tahan oleh Alya.
"Alya, pleass," ucap Xaviel.
Alya pun melepaskan genggam Xaviel. Takut melarang, dia malah membuat Xaviel marah.
Baru ingin melangkah, Xaviel langsung mengurungkan niat, di saat seseorang sudah mengampiri Fisha terlebih dahalu.
Fisha mendongak ke atas, cadarnya sudah mulai basah karena menangis, bahkan tubuhnya sudah tumbang di dada lelaki yang menolongnya.
Mau tak mau lelaki itu harus menggendong Fisha pergi dari sana.
Xaviel hanya memandang orang itu, menggendong Fisha pergi. Xaviel mengikuti kemana lelaki itu pergi membawa Fisha, takut lelaki itu membuat macam-macam pada sahabatnya.
Lelaki yang menggendong Fisha, mendudukan Fisha di kursi. Dia melihat sebotol air di dekat kursi taman, lelaki itu langsung membercikan air ke mata Fisha agar terbangun.
"Alhamdulillah," ucap lelaki itu saat Fisha membuka mata.
Fisha menoleh ke arah lelaki yang menolongnya. Gadis itu mengeluarkan air matanya, dia kira Xaviel yang akan menolongnya ternyata bukan, lelaki yang dia harapkan cuma melihatnya tadi.
"Anda gak papa? Apa ada sesuatu? Mau saya antar kerumah sakit?"
Fisha menoleh dan menggeleng. "Gak usah, makasih juga atas bantuan anda. Kalau begitu saya pamit," ucap Fisha berdiri dan ingin pergi. Namun lelaki itu menghentikannya.
"Biarku antar pulang," ucap orang itu. "Tenang aja saya tidak akan berbuat macam-macam, saya hanya ingin mengantar anda pulang."
"Gak usah aku bisa sendiri," tolak Fisha, dia tidak ingin terlalu mempercayai seseorang.
"Aku Kainal!" teriak lelaki itu membuat Fisha menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.
"Anda Fisha'kan? Walaupun waktu itu hanya melihat lewat foto, tapi saya yakin anda Fisha. Orang yang pernah ayah jodohkan bersamaku," jelas Kainal.
Xaviel datang dan langsung memukul Kainal secara tiba-tiba.
Fisha membulat, dan langsung menghentikan Xaviel.
"Apa-apa sih kamu?" tanya Fisha dan menepis tangan Xaviel yang memegang kerah baju Kainal.
"Dia macam-macam sama kamu kan? Dia memaksamu ikut dengannya. Ayo biar aku antar pulang," ucap Xaviel.
Fisha membuang kain yang di berikan Xaviel membuat lelaki itu menatapnya bingung.
"Pergilah, kasian Alya kamu tinggal. Lagian Kainal gak ngapa-ngapain aku, aku akan pulang bersamanya. Kamu kembalilah ke Alya," ucap Fisha dengan nada tinggi membuat Xaviel terdiam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
kalea rizuky
nunggu penyesalan xavier
2024-04-17
0
Yuli Pujiastuti
Assalammu'allaikum Author yang baik saya mohon persatukan Kainal dengan Fisha untuk selama-lamanya
2023-12-26
1
Rita Riau
Xaviel kamu jgn sok jadi pahlawan,,,
udah Fisha pulang aja
2023-12-24
0