Episode 19: Perpustakaan

Tiba tiba saja, datanglah gengnya. "Annyeong Felisa sayang." Sapa mereka semua langsung duduk didekat Felisa, dan menjauhi Clara.

"Eh, kalian. Kenapa lama banget?." Tanya Alina langsung memeluk mereka satu per satu.

"Kami tadi ada urusan sebentar. Oh ya Felisa, kenapa kau masih mau menerima orang yang sudah merusak geng kita ini. Dan sudah bermain gelap dengan pria lain. Benar benar tidak tahu diri." Hina Gista langsung, kepada Clara yang ada disamping Alina.

"Sudahlah, lagian Clara juga tidak tahu apa apa. Ada orang yang menjebaknya mungkin, maka sebab itu seperti itulah terjadi. Benar bukan Clara." Jawab Alina sambil menatap wajah Clara.

"Benar yang dikatakan Felisa itu. Kalian harus mempercayai aku." Ucap Clara sambil memegang tangan Alina.

"Kalau bukan karena Felisa. Kami tidak akan mau dekat dengan kau. Jijik gila gue." Ucap Agnes juga, sambil memiringkan bibirnya.

Tiba tiba bunyi pemberitahuan. "Diberitahukan kepada Clara, untuk datang ke ruang kepala sekolah. Ada hal penting yang mau dibicarakan. Terima kasih." Ucap pemberitahuan tersebut.

"Eh, Clara. Kepala sekolah mencarimu itu. Cepat pergi sana." Ujar Alina kembali tersenyum kepadanya.

"Baiklah Felisa. Kau tunggulah di sini dulu ya, dan jangan ke mana mana." Jawab Clara langsung pergi ke ruang kepala sekolah dan meninggalkan mereka semua.

Setelah Clara pergi. Geng mereka langsung menatap wajah Felisa kembali. "Felisa, seharusnya kau menjauhi dia. Kenapa kau terus mendekati wanita seperti itu?." Tanya Celine sambil meminum minumannya.

"Hahahah, kalian jangan seperti itu. Yang terpenting kan aku tidak menyusahkan kalian. Oh ya, dimana Niko?." Jawab Alina sekaligus bertanya.

"Cie, kenapa mencari Niko. Apa kau menyukai Niko. Cieee." Ucap mereka tersenyum, sambil menatap wajah Alina.

"Hahahah, bukan seperti itu. Aku mau kembali belajar drama bersamanya. Karena kan aku dan Niko adalah pemeran utama. Bukan yang macam macam." Jawab Alina kembali, sambil tertawa tipis.

"Aku kira kau menyukainya. Mungkin saja Niko sedang di perpustakaan. Karena dia suka membaca." Jawab Celine langsung.

"Terima kasih banyak. Kalau begitu, aku duluan dulu ya. Nanti katakan kepada Clara kalau aku akan menunggunya di kelas. Bay sayang." Melambaikan tangannya, dan menuju perpustakaan.

"Sepertinya Felisa dan Niko benar benar jatuh cinta deh. Benar bukan, hahahah." Ucap mereka bertiga.

Alina pun menuju perpustakaan, dan sesampainya. Ia pun mencari Niko, dan akhirnya ia bertemu dengan Niko yang sedang duduk, sambil membaca buku.

Alina pun langsung menghampiri Niko. "Annyeong Niko," sapa Alina duduk dihadapannya.

Niko pun langsung menatapnya," Felisa. Kenapa kau ada di sini. Apa mau membaca buku juga?." Tanya Niko, sambil menutup bukunya.

"Aku ingin bertemu denganmu. Ada yang mau aku katakan padamu." Jawab Alina terus tersenyum kepadanya.

"Katakan saja," ucap Niko fokus menatapnya.

"Begini. Dulu kau sangat dekat dengan wanita yang bernama Alina ya. Bolehkan kau menceritakan tentang dia sedikit." Ujar Alina sambil menyilangkan kakinya.

"Kenapa tiba tiba menanyakan soal dia. Apa kau mengenalinya?." Tanya Niko kembali.

"Tidak ada. Aku dengar dengar, kalau kau yang paling dekat dengan Alina. Bukankah seperti itu. Jadinya aku ingin mendengar ceritanya langsung dari kau Niko. Bolehkan." Memohon Alina kepadanya.

"Baiklah, demi kau aku akan menceritakannya." Jawab Niko menghela nafasnya, dan serius.

"Dulu, aku dan Alina adalah sahabat. Kami selalu pergi ke mana mana, selalu berdua. Dan bahkan kami sering tidur bersama, dengan Gista juga. Kamilah sahabat yang paling akur dan harmonis. Sampai dimana, saat kami sedang istirahat, dan sudah masuk jam pelajaran.

"Ternyata Alina dikabarkan mencuri dompet Clara, dan dari situlah kami menjauhinya. Dan mulai mengejeknya. Sebenarnya aku juga kasihan dengannya. Tapi tidak ada bukti, kalau tidak dia yang salah."

"Jadinya dia dikucilkan di sekolah, dan sampai sekarang, dia tidak ada kabar. Dan tidak pernah sekolah lagi. Aku tidak tahu dia dimana." Ucap Niko menceritakannya secara detail.

"Kasihan banget ya Alina. Kenapa kalian tega membully nya seperti itu. Kasihan tahu dia." Ujar Alina memasang ekspresi sedih.

"Sudahlah, aku pergi dulu. Dan jangan lupa untuk menghafalkan drama kita. Karena sebentar lagi pentas seninya akan diadakan." Ucap Alina langsung pergi meninggalkannya.

"Felisa. Apa dia marah karena aku menjadi orang jahat. Aku benar benar jahat, dan bagaimana dengan kabar Alina sekarang ya. Aku jadi merindukannya." Ucap batin Niko menundukkan kepalanya, dan memasang ekspresi sedih, dan rindu.

Alina pun langsung kembali ke kelasnya, dan Clara sudah menunggunya. "Felisa, kau dari mana saja?." Tanya Clara menghampirinya dan memeluknya.

"Aku tadi habis dari perpustakaan. Omong omong, kenapa kau dipanggil sama kepala sekolah?." Jawab Alina sekaligus bertanya, dan langsung duduk dikursinya.

"Bukan apa apa kok, hanya membahas soal pentas seni itu." Jawab Clara berbohong kepadanya.

"Aku tidak boleh memberitahukan kepada Felisa. Kalau kepala sekolah memanggilku, karena video yang viral itu. Maafkan aku Felisa." Ucap batin Clara.

Malam pun tiba. Dimana Alina datang ke lokasi bos Gray.

Di saat itu juga. Bos Gray sudah membelikannya pakaian agen rahasia. Dan Alina pun menghampiri bos Gray.

"Halo bos Gray, sedang apa nih. Kelihatannya sibuk banget?." Tanya Alina sambil menyender di dinding, dan melipat kedua tangannya.

"Aku lagi menyiapkan pakaian khusus untukmu. Untuk bekerja menjadi agen rahasia. Bagus bukan." Jawab bos Gray, sambil menunjukkan pakaian tersebut kepada Alina.

"Wah, bagus banget. Banyak tempat untuk meletakkan pistol dan senjata lainnya. Benar benar keren bos." Bahagia Alina, sambil memujinya juga.

"Apa misi pertamaku bos?" tanya Alina kembali, sambil memegang pistol yang ada di meja tersebut.

"Misi pertamamu adalah, menangkap seorang kriminal, yang sangat sulit ditangkap oleh polisi. Kau akan bekerjasama dengan teman agen rahasia juga, yang sudah dibentuk aku bentuk." Jawab bos Gray sambil tersenyum tipis.

"Wah, seorang kriminal nih. Cukup menarik nih." Ikut tersenyum Alina, sambil memiringkan bibirnya.

"Omong omong, kapan aku akan melakukan misi tersebut bos. Dan mana orang yang akan bekerjasama denganku?." Tanya Alina kembali.

"Dalam beberapa hari lagi, dan orang yang akan bekerjamu denganmu adalah seorang pria. Dia akan datang dalam 2 hari lagi. Karena dia juga masih sekolah, sama sepertimu." Jawab bos Gray mengambil alat alat lainnya.

"Wah, aku jadi penasaran dengan pria tersebut. Siapa dia ya." Bertanya tanya Alina.

"Sudahlah, tidak perlu kau pikirkan. Omong omong, bagaimana dengan urusanmu?." Tanya bos Gray juga.

"Menguras jantung bos. Jantungku hampir mau copot, karena hampir saja aku ketahuan. Saat aku mengambil surat hak rumah tersebut. Dan aku sudah mendapatkannya. Bagaimana, hebat bukan." Jawab Alina kembali tersenyum, dan mengambil air putih yang ada.

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!