Tiba tiba saja, datanglah gengnya. "Annyeong Felisa sayang." Sapa mereka semua langsung duduk didekat Felisa, dan menjauhi Clara.
"Eh, kalian. Kenapa lama banget?." Tanya Alina langsung memeluk mereka satu per satu.
"Kami tadi ada urusan sebentar. Oh ya Felisa, kenapa kau masih mau menerima orang yang sudah merusak geng kita ini. Dan sudah bermain gelap dengan pria lain. Benar benar tidak tahu diri." Hina Gista langsung, kepada Clara yang ada disamping Alina.
"Sudahlah, lagian Clara juga tidak tahu apa apa. Ada orang yang menjebaknya mungkin, maka sebab itu seperti itulah terjadi. Benar bukan Clara." Jawab Alina sambil menatap wajah Clara.
"Benar yang dikatakan Felisa itu. Kalian harus mempercayai aku." Ucap Clara sambil memegang tangan Alina.
"Kalau bukan karena Felisa. Kami tidak akan mau dekat dengan kau. Jijik gila gue." Ucap Agnes juga, sambil memiringkan bibirnya.
Tiba tiba bunyi pemberitahuan. "Diberitahukan kepada Clara, untuk datang ke ruang kepala sekolah. Ada hal penting yang mau dibicarakan. Terima kasih." Ucap pemberitahuan tersebut.
"Eh, Clara. Kepala sekolah mencarimu itu. Cepat pergi sana." Ujar Alina kembali tersenyum kepadanya.
"Baiklah Felisa. Kau tunggulah di sini dulu ya, dan jangan ke mana mana." Jawab Clara langsung pergi ke ruang kepala sekolah dan meninggalkan mereka semua.
Setelah Clara pergi. Geng mereka langsung menatap wajah Felisa kembali. "Felisa, seharusnya kau menjauhi dia. Kenapa kau terus mendekati wanita seperti itu?." Tanya Celine sambil meminum minumannya.
"Hahahah, kalian jangan seperti itu. Yang terpenting kan aku tidak menyusahkan kalian. Oh ya, dimana Niko?." Jawab Alina sekaligus bertanya.
"Cie, kenapa mencari Niko. Apa kau menyukai Niko. Cieee." Ucap mereka tersenyum, sambil menatap wajah Alina.
"Hahahah, bukan seperti itu. Aku mau kembali belajar drama bersamanya. Karena kan aku dan Niko adalah pemeran utama. Bukan yang macam macam." Jawab Alina kembali, sambil tertawa tipis.
"Aku kira kau menyukainya. Mungkin saja Niko sedang di perpustakaan. Karena dia suka membaca." Jawab Celine langsung.
"Terima kasih banyak. Kalau begitu, aku duluan dulu ya. Nanti katakan kepada Clara kalau aku akan menunggunya di kelas. Bay sayang." Melambaikan tangannya, dan menuju perpustakaan.
"Sepertinya Felisa dan Niko benar benar jatuh cinta deh. Benar bukan, hahahah." Ucap mereka bertiga.
Alina pun menuju perpustakaan, dan sesampainya. Ia pun mencari Niko, dan akhirnya ia bertemu dengan Niko yang sedang duduk, sambil membaca buku.
Alina pun langsung menghampiri Niko. "Annyeong Niko," sapa Alina duduk dihadapannya.
Niko pun langsung menatapnya," Felisa. Kenapa kau ada di sini. Apa mau membaca buku juga?." Tanya Niko, sambil menutup bukunya.
"Aku ingin bertemu denganmu. Ada yang mau aku katakan padamu." Jawab Alina terus tersenyum kepadanya.
"Katakan saja," ucap Niko fokus menatapnya.
"Begini. Dulu kau sangat dekat dengan wanita yang bernama Alina ya. Bolehkan kau menceritakan tentang dia sedikit." Ujar Alina sambil menyilangkan kakinya.
"Kenapa tiba tiba menanyakan soal dia. Apa kau mengenalinya?." Tanya Niko kembali.
"Tidak ada. Aku dengar dengar, kalau kau yang paling dekat dengan Alina. Bukankah seperti itu. Jadinya aku ingin mendengar ceritanya langsung dari kau Niko. Bolehkan." Memohon Alina kepadanya.
"Baiklah, demi kau aku akan menceritakannya." Jawab Niko menghela nafasnya, dan serius.
"Dulu, aku dan Alina adalah sahabat. Kami selalu pergi ke mana mana, selalu berdua. Dan bahkan kami sering tidur bersama, dengan Gista juga. Kamilah sahabat yang paling akur dan harmonis. Sampai dimana, saat kami sedang istirahat, dan sudah masuk jam pelajaran.
"Ternyata Alina dikabarkan mencuri dompet Clara, dan dari situlah kami menjauhinya. Dan mulai mengejeknya. Sebenarnya aku juga kasihan dengannya. Tapi tidak ada bukti, kalau tidak dia yang salah."
"Jadinya dia dikucilkan di sekolah, dan sampai sekarang, dia tidak ada kabar. Dan tidak pernah sekolah lagi. Aku tidak tahu dia dimana." Ucap Niko menceritakannya secara detail.
"Kasihan banget ya Alina. Kenapa kalian tega membully nya seperti itu. Kasihan tahu dia." Ujar Alina memasang ekspresi sedih.
"Sudahlah, aku pergi dulu. Dan jangan lupa untuk menghafalkan drama kita. Karena sebentar lagi pentas seninya akan diadakan." Ucap Alina langsung pergi meninggalkannya.
"Felisa. Apa dia marah karena aku menjadi orang jahat. Aku benar benar jahat, dan bagaimana dengan kabar Alina sekarang ya. Aku jadi merindukannya." Ucap batin Niko menundukkan kepalanya, dan memasang ekspresi sedih, dan rindu.
Alina pun langsung kembali ke kelasnya, dan Clara sudah menunggunya. "Felisa, kau dari mana saja?." Tanya Clara menghampirinya dan memeluknya.
"Aku tadi habis dari perpustakaan. Omong omong, kenapa kau dipanggil sama kepala sekolah?." Jawab Alina sekaligus bertanya, dan langsung duduk dikursinya.
"Bukan apa apa kok, hanya membahas soal pentas seni itu." Jawab Clara berbohong kepadanya.
"Aku tidak boleh memberitahukan kepada Felisa. Kalau kepala sekolah memanggilku, karena video yang viral itu. Maafkan aku Felisa." Ucap batin Clara.
Malam pun tiba. Dimana Alina datang ke lokasi bos Gray.
Di saat itu juga. Bos Gray sudah membelikannya pakaian agen rahasia. Dan Alina pun menghampiri bos Gray.
"Halo bos Gray, sedang apa nih. Kelihatannya sibuk banget?." Tanya Alina sambil menyender di dinding, dan melipat kedua tangannya.
"Aku lagi menyiapkan pakaian khusus untukmu. Untuk bekerja menjadi agen rahasia. Bagus bukan." Jawab bos Gray, sambil menunjukkan pakaian tersebut kepada Alina.
"Wah, bagus banget. Banyak tempat untuk meletakkan pistol dan senjata lainnya. Benar benar keren bos." Bahagia Alina, sambil memujinya juga.
"Apa misi pertamaku bos?" tanya Alina kembali, sambil memegang pistol yang ada di meja tersebut.
"Misi pertamamu adalah, menangkap seorang kriminal, yang sangat sulit ditangkap oleh polisi. Kau akan bekerjasama dengan teman agen rahasia juga, yang sudah dibentuk aku bentuk." Jawab bos Gray sambil tersenyum tipis.
"Wah, seorang kriminal nih. Cukup menarik nih." Ikut tersenyum Alina, sambil memiringkan bibirnya.
"Omong omong, kapan aku akan melakukan misi tersebut bos. Dan mana orang yang akan bekerjasama denganku?." Tanya Alina kembali.
"Dalam beberapa hari lagi, dan orang yang akan bekerjamu denganmu adalah seorang pria. Dia akan datang dalam 2 hari lagi. Karena dia juga masih sekolah, sama sepertimu." Jawab bos Gray mengambil alat alat lainnya.
"Wah, aku jadi penasaran dengan pria tersebut. Siapa dia ya." Bertanya tanya Alina.
"Sudahlah, tidak perlu kau pikirkan. Omong omong, bagaimana dengan urusanmu?." Tanya bos Gray juga.
"Menguras jantung bos. Jantungku hampir mau copot, karena hampir saja aku ketahuan. Saat aku mengambil surat hak rumah tersebut. Dan aku sudah mendapatkannya. Bagaimana, hebat bukan." Jawab Alina kembali tersenyum, dan mengambil air putih yang ada.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments